Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label surga neraka. Show all posts
Showing posts with label surga neraka. Show all posts

NAMA-NAMA SYURGA DAN NERAKA

Tingkatan dan nama-nama syurga ialah :- 1. Firdaus 2. Syurga 'Adn 3. Syurga Na'iim 4. Syurga Na'wa 5. Syurga Darussalaam 6. Daarul Muaqaamah 7. Al-Muqqamul Amin 8. Syurga Khuldi Sedangkan tingkatan dan nama-nama neraka adalah :- 1. Neraka Jahannam 2. Neraka Jahiim 3. Neraka Hawiyah 4. Neraka Wail 5. Neraka Sa'iir 6. Neraka Ladhaa 7. Neraka Saqar 8. Neraka Hutomah Anda mendapat 1 Pesan Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini Penting!! Perlu Anda Baca: @ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan @ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis @ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap @ Kumpulan Dongeng Anak @ Bukan Berita Biasa @ Trik dan rumus matematika @ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah @ Tips dan Trik belajar yang efektif @ Review dan Ulasan pertandingan Juventus @ Pasang Iklan gratis @ Kumpulan widget gratis @ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah @ Seputar Koleksi Buku @ Seputar Resensi Buku @ Kumpulan tutorial Blog

Siapa Penghuni Neraka Saqor?




Tentang keadaan orang-orang yang berdosa Al-Quran menjelaskan dalam Surat Muddatstir. ” Apa yang menyebabkan kamu masuk Neraka Saqar?” ( Surat ke 74 : 42). Inilah jawaban orang-orang yang berada di dalam Neraka Saqar (yaitu Neraka yang dijaga oleh 19 malaikat, yang menghanguskan kulit manusia).
1. ” Dulu kami termasuk orang-orang yang meninggalkan sholat.” (ayat 43)
2. ” Kami kikir,tidak memberi makan orang miskin & tidak memuliakan anak yatim.” (ayat 44)
3. ” kami juga berbicara untuk tujuan yang bathil.” (ayat 45)
4. ” dan kami tidak percaya akan hari pembalasan sampai datang kematian pada kami.” (ayat 46-47)


Mari renungkan bersama,mengapa Allah menurunkan Surat ke 74 ini? Apakah Allah hanya menakut-nakuti manusia? atau ada tujuan baik lain? Sesungguhnya setiap sesuatu yang Allah perintahkan, Allah larang, Allah tunjukkan.. adalah untuk kebahagiaan hidup manusia baik di dunia maupun akherat. Allah menunjukkan keadaan Neraka Saqar seperti itu supaya kita berpikir dan menjauhi hal-hal yang menyebabkan seseorang terjebur ke dalam Neraka Saqar.

Ketika Allah menunjukkan akibat bagi orang-orang yang berdosa,maka Allah juga menunjukkan jalannya bagaimana agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang berdosa tsb..
1. Laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat
2. Muliakanlah anak yatim dan beri makan orang miskin
3. Beriman kepada Allah, Rasul SAW, Malaikat, Al-Quran, Hari Kiamat dan Takdir Allah

Sebenarnya Allah begitu sayang dan cinta pada kita. Tapi memang manusia sendirilah yang amat bodoh dan zalim. Sehingga petunjuk Allah, peringatanNya..dianggap angin lalu saja. Setiap hari yang ada di otaknya,adalah dunia,dunia,dunia… Jadilah akherat terabaikan, sedikit mengingat Allah,jika demikian siapa sebenarnya penyebab manusia masuk ke dalam Neraka Saqar? Manusia sendirilah..

Ketika Allah memberikan rezeki yang banyak, keadaan yang lapang, semua serba mudah, apa yang orang munafik katakan? Allah sedang memuliakanku. Tetapi ketika Allah menguji dengan kesempitan,diberikan musibah,dibangkrutkan usahanya apa yang orang munafik katakan? Allah sedang menghinakanku.. Sungguh amat tidak tau diri manusia seperti ini, ketika diberi kebaikan lisannya memuji Allah tapi tindakannya tidak ada satupun yang menunjukkan rasa syukurnya. Harta yang Allah berikan digenggamnya erat, tidak dibersihkan, tidak dikeluarkan yang menjadi hak anak yatim & orang miskin. Nah ketika Allah memberi peringatan karena kesalahannya ini.. dia malah berkata Allah sedang menghinaku,padahal keburukan yang menimpanya adalah kesalahan dirinya sendiri karena kikir.

Marilah fahami ini,bukan Allah yang memasukkan manusia ke dalam Neraka Saqar..tetapi manusia sendirilah yang menceburkan diri ke dalamnya karena ia tidak memilih jalan lurus sesuai petunjuk Allah,untuk taat pada Allah (habluminallah) dan menunaikan kewajibannya terhadap sesamanya (habluminnanas).


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Sebab-sebab Masuk Surga


Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Sesungguhnya kehidupan orang mukmin di dunia ini memiliki tujuan. Tujuannya adl meraih ridha Allah Azza wa Jalla? mencapai jannah yg luasnya seluas langit-langit dan bumi dan itu adl kemenangan yg nyata. Allah SWT berfirman yg artinya “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan jannah maka sungguh ia telah beruntung.

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yg memperdayakan.” Ya tujuannya adl mencari ridha Allah? meggapai surga krn surga adl tempat tinggal yg pertama tempatnya yg asli.


Hal ini sebagaimana firman Allah SWT berfirman “Wahai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makanan-makakanannya yg banyak lagi baik di mana saja yg kamu sukai.” Jannah adl tempat tinggal ayah kita lalu ayah kita dikeluarkan darinya dgn perbuatan musuh kita Iblis yg dilaknat Allah yg menipu ayah kita dan istrinya dgn makan dari pohon yg dilarang Allah utk dimakannya.

Allah Ta’ala berfirman “?nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanaya menutupinya dgn daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu ‘Sesungguhnya setan itu adl musuh yg nyata bagi kamu berdua’.” Tujuan seorang muslim di dunia ini adl sampai ke tempat tinggal tersebut krn ia adl tempat tinggal kemuliaan dan seni’mat-ni’matnya tempat tinggal bagi orang yg bertakwa disamping ia juga merupakan tempat tinggal keselamatan.


Allah Ta’ala berfirman “Bagi mereka darussalam pada sisi Rabbnya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yg selalu mereka kerjakan.” Mereka sampai ke rumah itu krn tempat tinggal itu adl tempat tinggal yg dimuliakan Allah Azza wa Jalla yg di dalamnya bisa melihat wajah-Nya yg Maha Mulia. Surga juga merupakan tempat tinggal yg di dalamnya berkumpul para nabi sidik syuhada dan orang-orang saleh.

Surga adl tempat tinggal yg seseorang tidak melihat dan mendengar di dalamnya kecuali kebaikan pula. Allah Azza wa Jalla berfirman “Doa mereka di dalamnya ialah ‘Subhanakallahumma’ dan salam penghormatan mereka ialah ‘Salam’. Dan penutup doa mereka ialah ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin’.” “?sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

” Namun yg menjadi pertanyaan adl amalan apakah yg bisa menghantarkan seorang mukmin ke surga yg luas tesebut yg seorang mukmin bila berjalan di bawah naungan satu pohon selama 100 tahun maka ia belum bisa melewati naungan tersebut. Di dalam surga tersebut berada dalam keni’matan dan amat senang. Mereka tidak haus dan tidak pula menjadi tua renta tidak sakit tidak mati tidak tidur dan tidak bosan awet muda dan pakaiannya tidak akan usang atau rusak.

Tempat tinggal ini haruslah dicapai dgn amal. Allah Ta’ala berfirman “Itulah jannah yg diwariskan kepadamu disebabkan apa yg dahulu kamu kerjakan.” Harus beramal darlam rangka utk mendapatkan jannah. Allah Ta’ala berfirman ” itu bukanlah menurut angan-anganmu yg kosong dan tidak menurut angan-angan ahli kitab.

Barangsiapa yg mengerjakan kejahatan niscaya akan diberi pembalasan dgn kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak penolong baginya selain dari Allah. Barang siapa yg mengerjakan amal-amal saleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”

“Barang siapa yg beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lbh baik dari apa yg telah mereka kerjakan.”

Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Amalan pertama yg akan menghantarkan kita kepada surga keimanan yg benar. Keyakinan yg kuat. Iman kepada Allah SWT malaikat kitab dan rasul-Nya hari kiamat dan takdir-Nya yg baik maupun yg buruk. Iman yg tidak becampur dgn keraguan iman yg murni kepada Allah SWT dgn segala apa yg telah diberitahukannya dari persolan yg gaib dan apa yg juga diberitahukan oleh Rasulullah saw.

Karena surga itu diharamkan bagi orang yg kafir musyrik haram bagi yg ragu atau menentang. “Sesungguhnya orang yg mempersekutukan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka tidaklah ada bagi orang-orang yg zalim itu seorang penolong pun.”

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yg telah dirizqikan Allah kepadamu.” Mereka menjawab “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir orang yg menjadikan agama mereka sebagai main-main dan sendau gurau dan kehidupan dunia telah menipu mereka..” Itulah pahala mereka di sisi Allah harus dgn iman yg kuat.

Kemudian sebab yg kedua yg biasa menghantarkan ke surga adl jujur. Jujur kepada Allah jiwa dan manusia. Dhahirnya tidak menyelisihi batinnya begitu pula sebaliknya. Rasulullah saw bersabda “Hendaklah kalian jujur krn kejujuran itu akan memberi petunjuk kepada kebaikan. Dan kebaikan akan memberi petunjuk kepada surga. Dan seseorang itu masih dalam keadaan jujur dan mencari kejujuran sehingga Allah pun menulisnya sebagai orang yg jujur.

Dan hendakhlah kalian menjauhi dusta. Karena dusta itu akan memberi petunjuk kepada kemaksiatan. Dan kemaksiatan itu akan memberi petunjuk kepada neraka. Dan seseorang masih dalam keadaan dusta dan mencari kedustaan sehingga Allah pun menulis sebaga orang yg dusta.” Lalu sebab yg ketiga adl sabar atas qadha’ dan taqdir Allah Ta’ala. Seorang mukmin hidup di dunia ini dalam keadaan susah payah.

Allah Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” Dunia adl penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Maka yg diminta bagi orang mukmin adl bersabar terhadap apa yg menimpa badannya dirinya keluarganya hartanya anaknya sabar terhaap qadha’ Allah dan taqdir-Nya krn Allah SWT telah memberitahukan bahwa sabar itu balasannya adl surga.

Allah Azza wa Jalla berfirman “Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Kita berdoa semoga Allah melimpahkan surga kepada kita. Dan melimpahkan perkataan dan perbuatan yg bisa mendekatkan kepada jannah tersebut. Kita juga berlindung kepada Allah dari neraka dan berlindung dari perkataan maupun perbuatan yg mendekatkan kepada neraka amin.



Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Pesankan Aku Tempat di Neraka



Sebuah kisah yang disampaikan seorang sahabat di milis, semoga dapat memberi pencerahan :

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya…

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.


Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus.
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun.
Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang. Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya…. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat… Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah… Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar… Mumpung kesempatan itu masih ada.



Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kolom Bang Karto: Jalan ke Surga


Ah, rasa-rasanya kamu semua bakalan tunjuk jari nih kalo ditanya, ?Siapa yang pengen masuk surga??. Betul? Iya deh, ngaku aja, nggak usah malu-malu (apalagi sampe malu-maluin!). Banyak orang ingin masuk surga kok. Jangankan kaum muslimin, orang kafir dan orang musyrik pun sangat antusias ingin masuk surga (tentu surganya sesuai definisi dan pemahaman mereka, atau jangan-jangan bukan surga yang didapat, tapi neraka buat mereka?). Kalo gitu, surga untuk semua dong? Ah, jangan nebak-nebak en berprasangka gitu. Begini deh, meski banyak orang ingin masuk surga, dan dengan jalan yang berbeda-beda, tapi hakikatnya surga cuma untuk orang-orang yang beriman. Buat yang nggak berimanmah harap ?dipersori' aja, surga bukan jatah mereka tuh.

Sobat muda muslim, ibarat orang yang akan bepergian, maka tentu saja kudu punya bekal dan peta atau penunjuk jalan yang memadai. Kalo nggak? Bisa kehabisan bekal dan mungkin tersesat jalan. Rugi dan malah membahayakan banget kan?

Itu sebabnya, seperti halnya orang yang sedang menuju suatu tempat, maka panduan hidup kita di dunia ini juga kudu jelas. Supaya apa? Supaya terhindar dari salah jalan, dan tentunya hidup jadi lebih efektif karena sudah tahu peran kita di dunia ini. Nggak nyari-nyari posisi lagi atau nggak asal berbuat. Inilah pentingnya panduan hidup. Kalo nggak? Jangan salahkan orang lain kalo diri tersesat gara-gara nggak punya panduan dan nggak tahu jalan.

Kalo diri sendiri kebetulan nggak tahu jalan, maka bergandengan tangan dengan orang lain yang tahu jalan akan membantu kita mencapai tempat tujuan dengan aman. Tapi kalo ada orang yang buta jalan, tapi sok tahu itu namanya nekatz guys! Coba deh kalo ada orang yang, maaf, buta matanya, tapi begitu dituntun sama orang yang sehat matanya malah menolak, apalagi sampe ngomong, ?Gua juga bisa, tahu!? Eh, benar saja, ternyata bisa kejebur tuh! (wong mata nggak bisa ngelihat, tapinekatz jalan sendiri tanpa panduan).

Sebagai seorang muslim, sebenarnya kita udah punya panduan hidup yang oke punya. Kita punya ?buku harian? yang ?ajaib? banget, yakni al-Quran. Kalo kita baca setiap hari, dikaji setiap ada kesempatan, dan kita renungkan setiap kali selesai mengkajinya, ditambah dengan pengamalan yang mantep, bukan tak mungkin kita bisa menatap masa depan dengan mata yang terus berbinar, hati yang tenang, dan pikiran yang waras. Nggak bakalan was-was lagi, dan siap menghadapi segala risiko. Inilah pentingnya hidup, dan enaknya punya panduan dalam menjalaninya.

Sobat muda muslim, kalo dalam karya fiksi kita mungkin pernah baca ?Banyak Jalan Menuju Roma?, maka, kalo boleh nyontek dan kita plesetkan, sebenarnya banyak juga jalan menuju surga. Maksudnya banyak hal yang bisa mengantarkan kita ke surga. Asal semua amalan tersebut dilandaskan kepada ajaran Islam dan ikhlas melakukannya. Mudah kan? Nah, tunggu apalagi, kita pancangkan niat yang mantap dan hanya karena Allah Swt. kita berbuat. Bukan karena yang lain. Terus, sesuaikan juga dengan patokan ajaran Islam. Jangan lupa, tetap semangat lho. So, nggak usah ragu en nggak usah bimbang, apalagi takut.Mulai sekarang, kita bisa mulai untuk mencari jalan ke surga.Siap semua kan? Ayo jalan! (tapi lihat kanan kiri, entar nabrak lho! Hehehe?)

Jalan ke surga, mudah dan murah

Sobat muda muslim, ini bukan kampanye soal murah dan murahan. Nggak. Ngapain juga kita cuap-cuap kalo tanpa makna. Tul nggak? Insya Allah, ini sebagai gambaran bahwa jalan menuju surga itu nggak sulit, nggak pula mahal. Tapi sebaliknya mudah dan murah. Emang sih, kalo ukuran kita di dunia biasanya untuk bisa mendapatkan kenikmatan yang ?wah?, kudu dibeli dengan harta yang banyak dan tentu saja agak sulit meraihnya. Kalo pengen naik pesawat yang pelayanannya oke punya, kita kudu keluar duit banyak dan tentunya membuat kita pusing, ribet dan ya boleh dibilang sulit. Tapi sodara-sodara, surga insya Allah mudah dan murah untuk didapatkan. Fasilitas ?wah?, tapi harga murah dan caranya mudah.

Kenapa mudah dan murah? Kalo kamu ke mesjid, terus ngasih sedekah dengan memasukkan uang ke keropak amal yang disediakan, dan kamu juga ikhlas melakukannya, insya Allah berpahala, meski harta yang disisihkan jauh lebih murah dari harga semangkuk bakso. Oke?

Selain bersedekah dengan harta, kamu juga bisa bersedekah dengan senyuman.Wah, asyik juga neh bisa TP alias tebar pesona! Husss.. jangan sembarangan, nggak boleh nakal gitu ah! (luruskan niat ya). Nah, ngasih senyuman yang tulus ikhlas kepada teman-teman kita, insya Allah udah termasuk ibadah. Tentu saja, karena membuat hati dan pikiran saudara kita seneng kan bagian dari ibadah. Betul? Ehm, itu juga mudah dan murah kan?

Oya, selain bersedekah harta dan sikap yang enak dipandang mata, ternyata jalan menuju surga bisa juga lewat baca al-Quran. Ih, asyik banget ya? Inilah bedanya membacakalamullah dengan bacaan biasa. Kalo baca al-Quran dinilai pahala lho, bahkan setiap huruf yang dibaca pun mengandung bobot nilai yang besar. Beda dengan bacaan biasa, misalnya baca komik atau baca koran. Ada sih manfaatnya baca koran, yakni kita jadi tahu informasi, tapi nggak dapat pahala dari bacaan tersebut. Tuh, emang mudah dan murah jalan menuju surga itu kan?

Sobat muda muslim, baca al-Quran, lalu mengkaji dan memahaminya, (termasuk dalam hal ini belajar tentang Islam yang lainnya adalah beberapa jalan yang bisa mendapatkan pahala. Kalo udah bicara pahala, maka surga memang tempat mereka yang banyak pahalanya (sebagai ganjaran dari amal baiknya tentu).

Guys, sebagai tambahan dan penekanan, agar amal baik kita alias amal sholeh kita, bermakna dan bermanfaat, maka kudu dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan. Karena amal sholeh (kebaikan) kalo nggak dilandasi dengan keimanan ketika berbuatnya maka akan dinilai sia-sia (ih, bener-bener kudu ati-ati deh!).

Jadi, memang mudah untuk bisa mendapatkan surga itu, cukup beriman dan beramal sholeh. Mudah dan murah kan? Beriman nggak perlu bayar dengan harta, karena memang keimanan nggak bisa dibeli dengan uang. Tapi keimanan bisa diraih dengan proses berpikir dan dengan niat yang kuat untuk mendapatkannya. Iman nggak bisa diperjualbelikan,Bro !

Allah Swt,. berfirman:

?Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.?(QS al-Baqarah [2]: 25)

Tuh, jadi gembiralah wahai orang-orang yang beriman dan beramal sholeh (amal kebaikan). Soalnya, jaminannya surgaeuy! Nah, ladang beramal itu banyak banget sobat. Ngaji, itu salah satu ladang beramal kita. Meski ngaji itu mudah dan murah, tapi anehnya nggak sedikit yang ogah dateng ke pengajian. Jangankan nggak diundang untuk dateng ke pengajian, kita udah bela-belain ngajak dan ngasih surat undangan untuk hadir di pengajian pun, susahnya minta maaf tuh. Tapi, ketika di RW sebelah ada dangdutan digelar, eh, nggak diundang juga udah pada semangat datang (paling dulu dateng en paling depan nontonnya!). Tuing! Ati-ati sobat!

Sobat muda muslim, nggak usah takut dan nggak usah ragu dengan kebenaran Islam ini. Karena apa? Karena Allah pun sudah menjanjikan surga buat orang-orang yang beriman dan berpegang teguh dengan ajaran Islam ini.Nggak bakal goyah walau godaan datang silih berganti dan beragam. Ia tetep istiqomah dengan kebenaran Islam dan nggak luluh oleh gemerlap yang ditawarkan ajaran lain. Allah Swt. berfirman:

?Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dariNya (surga) dan limpahan karuniaNya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya.?(QS an-Nisaa' [4]: 175)

Subhanallah, sungguh pahala yang besar dan nikmat yang tiada taranya buat kita. Sayangnya, banyak juga di antara kaum muslimin yang nggak bisa dengan kuat berpegang teguh pada ajaran Islam. Mereka ada yang lebih memilih ke jalan yang sesat ketimbang petunjuk yang benar.

Eh, kok bisa sih? Begini ceritanya. Jabatan, kekayaan, dan status sosial, bisa menjadi tujuan seseorang dan untuk meraihnya, kadang rela mengorbankan idealisme yang selama ini diyakini dan diembannya. Bukan tak mungkin lho, demi meraih sebuah jabatan, atau menggenggam kekayaan, dan menyandang status sosial, orang bisa dengan mudah menggadaikan idealismenya, menjual akidahnya, dan menelantarkan keimanannya. Duh, ati-ati deh!

Tengok deh dalam kehidupan sekarang ini, ternyata banyak teman kita yang lebih memilih larut dalam gemerlap budaya pop yang datangnya dari Barat ketimbang bermesraan dan cinta ama budaya Islam. Atas nama modernisasi, misalnya, remaja muslim nggak sedikit yang berlomba tampil ala Barat; dandanan yang asal nyangkut di badan dan kagak mikir lagi apakah itu menutup aurat apa nggak, makanan yang nggak dilihat lagi apakah itu halal atau haram, bahkan dalam soal hiburan pun banyak teman kita yang menilainya dengan ukuran yang dibuat sendiri; yakni hiburan tersebut menyenangkan atau tidak diukur dari hawa nafsunya. Mereka nggak merhatiin apakah hiburan itu nyerempet-nyerempet dosa atau berbau maksiat, asal senang, ?hajar aja bleh?. Gawat euy!

Ke surga? Bareng Islam dong!

Sobat muda, biarlah orang kafir dan orang musyrik asyik berkhayal dan melamun tentang surga. Karena sejatinya mereka nggak punya peta yang benar untuk menuju surga. Cuma Islam yang punya peta yang benar.

Nggak percaya? Allah saja sudah menjanjikan bahwa, ?Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam?(QS ali Imran [3]: 19) . Berarti, ini sudah tertutup kemungkinan buat yang lain (kaum kafir dan kalangan musyrik) untuk bisa menuju surga. Kalo kataSheila on 7 mah , ?berhenti berharap? deh! Hmm.. kasihan banget ya?

Duh, kita bukan ngeledekin atau menghina, karena memang faktnya demikian. Kita nggak bisa berbohong. Jujur saja, bahwa memang cuma Islam yang punya peta jalan menuju surga lengkap dengan berbagai cara untuk mendapatkannya.

Nah, masalahnya, kita sebagai umatnya justru belum sepenuhnya ?ngeh? tentang persoalan ini. Udah diberi petunjuk, udah menyandang gelar muslim pula, eh masih aja hobi ngelakuin maksiat. Tulalit banget kan? Ngakunya muslim, tapi seks bebas jalan terus, pake narkoba doyan juga. Duh, gimana atuh bisa dapetin surga? Jangan sampe hidayah yang diberikan Allah kepada kita jadi sia-sia karena kita nggak pandai menjaganya. Karena kita lebih tergoda kehidupan lain yang sebenarnya cuma menawarkan kenikmatan sesaat, udah gitu sesat pula. Amit-amit deh!

Sobat, itu sebabnya, yuk kita bareng-bareng mengamalkan ajaran Islam ini. Kuatkan keimanan kita, dampingi dengan ilmu yang benar, dan hiasi dengan amal baik. Trio ?iman, ilmu, dan amal? ini kudu hadir dalam kehidupan beragama kita. Insya Allah ini sebagai bekal mencari jalan ke surga.So , semoga nggak ada lagi teman remaja muslim yang nggak punya peta jalan menuju surga.

Biar mantep nih, yuk mulai ngaji aja deh, selain memenuhi perintah mencari ilmu, juga karena ngaji bisa bikin kita jadi berilmu, kita pun bisa tahu soal halal-haram. Semoga kita menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan ngerti betul apa yang harus kita lakukan untuk mencari jalan ke surga. Semoga pula kita bisa sama-sama ?reuni? di surga, nggak ada salahnya jika kita bilang, ?Kutunggu dirimu di surga?. Insya Allah. Semangat ya!

Penting!! Perlu Anda Baca:@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap@ Kumpulan Dongeng Anak@ Bukan Berita Biasa@ Trik dan rumus matematika@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah@ Tips dan Trik belajar yang efektif@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus@ Pasang Iklan gratis@ Kumpulan widget gratis@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah @ Seputar Koleksi Buku@ Seputar Resensi Buku@ Kumpulan tutorial Blog

Surga Idol: Siapa mau Mendaftar?



Jujur aja nih, kita pantas bertanya: baik dalam hati maupun teriak keras. Bertanya tentang apa? Lengkapnya bukan bertanya aja, tapi sekaligus mempertanyakan. Kita harus bertanya: mengapa begitu banyak temen-temen remaja yang berebut ambil jatah untuk audisi jadi seleb? Lihat aja, bukan cuma rela berkeringat dan pegal menunggu giliran audisi KDI dan Indonesian Idol, tapi begitu semangat ketika memamerkan keahliannya menyanyidan tentu bergayadi depan juri audisi acara tersebut.

Pertanyaan tadi kudu terjawab. Nah, sebelum menjawab pertanyaan, saya justru ingin mempertanyakan: mengapa audisi semacam itu yang ditumbuh-suburkan oleh pengelola media massa? Mengapa bukan audisi untuk berlomba dalam menggapai kehidupan akhirat? Kalo pun ada audisi dai (Dai TPI dan Pildacil), sayangnya nggak jauh beda dengan audisi untuk kepentingan entertainment semata. Cuma bungkusnya doang pake label islami. Ciloko!

Sobat muda muslim, sungguh kita prihatin banget dengan kondisi seperti ini. Sekadar membandingkan aja dengan perlombaan teman-temen remaja untuk audisi menjadi bintang di akhirat kelak. Mereka yang ikut audisi KDI dan Indonesian Idol mau aja untuk ngantri, berjubel ribuan orang. Buktinya bisa kamu saksikan berita tentang hal itu di televisi dan baca di media cetak. Iya kan? Tapi nih, untuk menghadiri majelis-majelis ilmu dan taushiyah yang hadir untuk audisi biar kepilih sama Allah Swt. untuk mendapatkan bekal amal baik di akhirat jumlahnya nggak seheboh audisi KDI dan Indonesian Idol. Iya nggak seh?

Terus nih, sungguh kita juga kecewa kok media massa (baik cetak maupun elektronik) seolah bersatu padu untuk memeriahkan audisi macam KDI dan Indonesian Idol. Iklannya gede-gedean, dan publikasinya sangat sering. Wajar dong kalo kemudian opini tersebut mendominasi informasi dan bikin temen-temen remaja kepengen banget ikutan untuk kepilih. Ya, siapa tahu jadi seleb dadakan di bidang olah vokal dan olah tubuhmaksudnya menari yang seringnya kalo di KDI jadi murahan karena memamerkan auratnya. Halah!

Karena Dunia Lebih Menyilaukan
Nah, ini jawaban buat pertanyaan pertama yang ditulis di awal obrolan kita tadi. Dunia memang menyilaukan. Perhiasanya rata-rata menyilaukan dan mempesonakan: harta, tahta, dan tentu ketenaran. Siapa sih yang nggak butuh duit? Siapa pula yang nggak mau punya jabatan? Ehm, angkat tangan kalo ada di antaramu ingin terkenal. Semua orang pasti ingin memiliki harta-tahta- popularitas. Iya kan? Apalagi sekarang ada jalan pintas untuk mendapatkannya. Jadinya ya, sangat wajar kalo ribuan teman remaja berlomba ikutan audisi untuk jadi seleb dadakan. So, niat udah kuat dan kesempatan dapat. Klop.

Boys and girls, dunia memang gemerlap. Siapa pun pasti terpesona dengan indah dan kerlap-kerlipnya kehidupan dunia. Ini memang fakta. But, apa karena terpesona dunia, lalu kita nggak pilih-pilih hiasan dunia itu? Boleh kok menikmati gemerlapnya dunia, asalkan hal itu sesuai tuntunan ajaran Islam, agama yang kita peluk dan jadikan cara hidup. So, nggak asal ambil aja. Kita punya patokan untuk menentukan baik-buruk, terpuji-tercela dan halal atau haram suatu perbuatan menurut ajaran Islam. Bukan ajaran yang lain. Setuju kan?

Nah, itu artinya dalam hidup ini kita kudu punya pegangan. Kita wajib tahu dan sadar dari mana kita berasal, mau ngapain di dunia ini, dan akan ke mana setelah pensiun dari dunia ini. Kita berasal dari Allah Swt. Untuk apa di dunia? Untuk ibadah kepadaNya. Lalu, akan ke mana setelah mati dan ninggalin dunia ini? Jawabannya, kita akan kembali kepada Allah Swt. Makanya nih, di keranda jenazah biasanya ditutup kain hijau bertuliskan: Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun (sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya). Yup, alasan yang paling masuk akal kenapa di keranda jenazah mesti ditulis seperti itu adalah untuk ngingetin kita yang masih hidup, bahwa suatu saat kalo ajalnya udah datang pasti menyusul teman atau saudara yang sedang diusung jenazahnya saat itu. Iya nggak sih? Kecuali kalo di tempatmu ada orang iseng dengan mengganti tulisan di keranda jenazah dengan tulisan: Yang tidak berkepentingan dilarang masuk! Walah!

Oke, setelah kita tahu dan sadar soal kehidupan ini, lalu apa yang akan kita lakukan? Tentu, berlomba untuk memperbanyak amal shalih buat bekal di akhirat kelak dong ya. Itu alasan yang paling logis, Bro. So, wajar dong kalo kemudian kita berusaha untuk berlomba dalam kebaikan demi dapetin predikat penghuni surga. Perlu audisi atau tes juga kelihatannya ya. Surga emang nggak gampang untuk diraih, perlu ketahanan, kesabaran, semangat, dan yang utama adalah keimanan. Kita siap kan?

Provokasi Media Massa
Bro, publikasi acara audisi macam KDI dan Indonesian Idol emang gencar banget. Terutama tentu disyiarkan terus oleh jaringan media yang menjadi penggagas acara tersebut. MNC (Media Nusantara Citra) yang menaungi stasiun televisi TPI, RCTI, dan Global TV, juga menggurita di media cetak dengan bendera koran Seputar Indonesia dan Tabloid Genie terus mengobarkan opini dua program audisi tersebut.

Nah, karena disebarkan via media massa, maka jelas ada pengaruhnya dong ya. Baik bagi masyarakat secara umum maupun individu. Budaya massa bisa saja tercipta. So, kalo terus ditayangkan program pencarian bakat macam KDI dan Indonesian Idol (dan juga sejenisnya) ini, maka akan membekas dalam benak pemirsanya dan sangat mungkin menjadi budaya mereka. Ini bisa dibuktikan dengan teori agenda seting yang digagas Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Menurut dua pakar komunikasi ini, teori agenda seting bisa diliat dari seringnya media massa memilihkan topik tertentu bagi pemirsa atau pembaca sehingga mereka menjadi akrab dengan topik tersebut dan dianggap penting. Iya kan, Bro? Rasakan buktinya saat ini ya.

Sobat muda, provokasi media massa juga bakalan menumbuhkan pengaruh kepada individu dan juga masyarakat yang mengakses opininya. Satu lagi teori yang bisa membuktikan pengaruh dari media massa adalah teori Spiral of Silence alias spiral kebisuan yang dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman bisa menjadi dalil bahwa media massa cukup berpengaruh kepada masyarakat pemirsa atau pembacanya.

Menurut teori ini, individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi, dalam arti sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. Itu sebabnya, orang akan mengamati lingkungannya untuk mempelajari pandangan-pandangan mana yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan mana yang tidak dominan atau populer. Jika orang merasakan bahwa pandangannya termasuk di antara yang tidak dominan atau tidak populer, maka ia cenderung kurang berani mengekspresikannya, karena adanya ketakutan akan isolasi tersebut.

Maka nih, jika media massa secara agresif dan getol–apalagi itu dilakukan oleh banyak media–dalam nampilin gambaran tentang prestasi remaja dalam KDI dan Indonesian Idol atau ajang sejenis, maka pemirsa atau pembaca yang tak ingin terisolasi dari lingkungannya akan melakukan perintah seperti apa kata media. Itulah alasan mengapa banyak bacaan dan visualisasi tentang audisi jadi seleb, dalam kasus ini, menjadi terus marak dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat secara luas. Meski tentu tak semua bisa terpengaruh memang. Tapi kita melihat dampak yang nyata secara umum. Betul?

Siapa Mau Ikut Ke Surga?
Jika ditanyakan kepada manusia, pilih surga atau neraka? Dengan pengetahuan yang seadanya, dengan bekal info minim bahwa surga itu nikmat dan neraka itu menyeramkan, maka dengan lantang pasti akan memilih surga. Tapi, tahukah kita bahwa jalan menuju surga itu sulit dan jalan menuju neraka begitu mudah?

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril, Pergi dan lihatlah (surga itu). Jibril pun pergi untuk melihatnya. Jibril kembali seraya berkata, Tuhanku, demi keperkasaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang surga itu) kecuali dia (ingin) memasukinya. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (surga) dengan kesulitan-kesulitan (untuk mencapainya) dan berfirman kepada Jibril, Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (surga itu). Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, Tuhanku, demi keperkasaanMu, sungguh aku khawatir tidak seorang pun yang (dapat) memasukinya.

Rasulullah saw. juga bersabda: Tatkala Allah Taala menciptakan neraka, Dia berfirman, Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (neraka itu). Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemuliaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang neraka itu) kecuai ia tidak berkeinginan untuk memasukinya. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (neraka itu) dengan keinginan-keinginan syahwati dan berfirman kepada Jibril, Wahai Jibril! Pergi dan lihatlah neraka itu. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Kemudian ia kembali dan berkata, Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemualiaanMu, sungguh aku khawatir bahwa tidak akan tersisa seorang pun kecuali akan memasukinya. (Dalam penjelasan kitab Sunan Abu Daud, hlm. 13-14)

Surga dan neraka adalah ibarat ganjaran bagi orang yang lulus ujian (semacam audisi kali ye?). Oya, perlu ditekankan bahwa hidup di dunia ini setiap detiknya adalah ujian. Ujian yang hasilnya akan dipertanggung- jawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Itu artinya, setiap hari kita harus menerima dan mengatasi berbagai ujian yang diberikan oleh Allah Swt.

Jangan bayangkan bahwa ujian selalu hal yang pasti sulit dan menderita, adakalanya ujian yang diberikan Allah Taala justru kita rasakan sebagai nikmat dan istimewa. Memang benar, ujian yang mendera kita berupa rasa sakit dan kesulitan ekonomi seringkali membuat kita harus lebih banyak bersabar dan berdoa untuk tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kekafiran. Tapi, jangan bayangkan pula jika kita diberikan kesehatan, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan adalah semata sebagai kebahagiaan, karena sejatinya itu juga merupakan ujian dari Allah. Sebab, siapa tahu sehat tapi nggak bersyukur kepada Allah Swt., kaya raya tapi kikir, tenar tapi merendahkan orang lain, berkuasa tapi dzalim. Iya nggak?

Ini kian meneguhkan bahwa selama kita masih hidup, ujian akan datang menghampiri kita selama itu. Karena hidup itu sendiri adalah ujian. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menjadikan kehidupan ini lebih bermakna berlandaskan keimanan kepada Allah Swt. Dzat yang telah menciptakan kita dan seluruh alam ini, termasuk surga dan neraka.

Oke Bro, pertanyaannya sekarang, ada yang mau ikut audisi penghuni surga nggak? Kalu mau ikut audisi penghuni surga, maka dalam setiap kehidupan kita pastikan selalu dalam koridor syariat Allah Swt., yakni Islam. Bukan yang lain. Landasan berbuat kita adalah halal-haram menurut ajaran Islam. Penilaian kita terhadap suatu perbuatan apakah baik-buruk atau terpuji-tercela juga wajib mengikuti aturan baku yang ditetapkan Islam. Bukan yang lain. Tolong dicatet baik-baik ye. Makasih.

Sobat, syaratnya insya Allah mudah saja kalo pengen berhasil dalam audisi penghuni surga. Pertama, beriman kepada Allah Swt. Kedua, berilmu agar bisa membedakan mana yang salah dan benarbaik ilmu agama maupun ilmu umum. Ketiga, beramal baik. Keempat berdakwah, yakni melakukan amar maruf (mengajak kebaikan) sekaligus nahyi munkar (melarang kemungkaran) baik melalui lisan maupun tulisan dan sarana lainnya. Kelima, ikhlas dalam setiap amal kita. Itu aja dulu ye.

Oke deh, semoga kita menjadi para penghuni surgaNya kelak. Yuk, mulai sekarang kita cintai Islam, pelajari, pahami, dan amalkan ajarannya. Jangan lupa semarakkan syiarnya dengan dakwah. Jangan kalah dengan syiar yang miskin manfaat apalagi syiar yang udah jelas maksiat kepada Allah Swt. Hidup kita di dunia ini cuma sekali dan sementara pula, Bro. Waktu kita makin berkurang setiap detik, maka mari berlomba dalam kebaikan untuk mendapat ridhoNya. Siap?

Sumber: STUDIA Edisi 335/Tahun ke-8 (2 April 2007)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

LIMA (5) NASEHAT ALQURAN UNTUK ORANG KAYA

LIMA NASEHAT ALQURAN UNTUK ORANG KAYA

Ini juga nasehat untuk orang kaya yang berbentuk cerita Qorun dalam alquran, harta menurut alquran bagaimana? apakah harta itu anugrah ataukah ujian kepada manusia? Lalu bagaimana sikap kita terhadap harta ini?

Harta dapat menjadi nikmat apabila yang ia dicari dengan jalan halal dan dikeluarkan di jalan Allah, islam tidak hanya menjelaskan apa harta itu, untuk apa harta itu tetapi darimana diperoleh dan bagaimana menyalurkannya?

Apabila harta itu diperoleh atas jalan yang dilarang oleh Allah maka harta itu adalah bencana yang dikirim oleh Allah didunia sebelum bencana diakhiratnya, ada bermacam-macam pertanyaan Allah ketika menginjak padang mahsyar salah satunya adalah mengenai hartanya dan jawabannya itu akan menjadikan dia tergolong orang yang selamat yang akan digiring ke surga ataukah jatuh ke neraka.

Al-anfal 28 “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar[8:28]. Disana gamblang bahwa harta itu merupakan ujian dan cobaan kepada manusia setiap ujian itu pasti ada yang sukses dan ada juga yang gagal, yang selamat melewati ujian ini akan mendapat pahala yang besar dihadapan Allah.

Apabila mensyukuri pastilah akan ditambah oleh Allah dan yang mengkufuri ada azab yang pedih dari Allah. Sesungguhnya harta dan anak kalian adalah fitnah ujian dan cobaan. Karena itu jangan terlalu bangga dengan ujian kita belum tentu kita selamat atas ujian ini.

Harta ini merupakan ujian agar menampak indah dan tidak akan orang berhias dengan hartanya selamanya, harta dan anak merupakan hiasan dunia tapi sesungguhnya yang terbaik disisi Allah itu adalah amal sholeh.

Setiap umat itu ada cobaan dan cobaan untuk umat hari ini adalah harta, sebenarnya kikir itu tidak murni jelek, sombong tidak murni jelek tapi dimana diletakkan maka akan ketahuan keliatan jelek ataukah bagus. Alquran ini menyebutkan harta ini “khoir” sesuatu yang baik, kapan?? kalau digunakan dalam jalan yang baik, harta itu sebaik-baik penolong dijalan Allah.

Harta itu bukan dijadikan tolak ukur kemuliaan dihadapan Allah dan ini ditolak Alquran, itu konsep yang salah yang sebenarnya ialah kalian tidak memberi makan orang miskin dan memuliakan orang yatim, apabila ia mampu memberi semua itu tadi maka ia akan menjadi mulia dihadapan Allah. [al-mukmin 55-56]
[23:55] Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa)[55], Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar {1008}[23:56] .

[Qs sabak 37] “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).[34:37]
Bukan berati harta banyak anak banyak ia deket sengan Allah yahg dekat dengan Allah ialah apabila ia gunakan harta untuk beramal sholeh dan anaknya dibimbing kejalan Allah.

Alquran menceritakan orang kafir berpandangan harta mereka akan menyelamatkannya dari siksaan Allah dan akan kekal abadi bersama kenikmatan anggapan ini salah total maka ia jadi sibuk menumpulkan dan menghitung terus tanpa berfikir dia akan mati karena ia menganggap harta ini akan mengekalkannya ia baru sadar ketika sudah berada dalam kuburan tapi sadar saat itu percuma mustahil karena tidak akan kembali ke dunia lagi.

Allah menceritakan kepada kita ceritakan dalam alquran seseorang yang memiliki 2 kebun yang subur dan menghasilkan banyak hasil Allah tidak mendoliminya tidak mengurangi tapi dia masuk ke kebunnya dengan penuh congkak dan sombongnya membanggakan hartanya spontan dibakar habin kedua kebunnya itu ia baru sadar kalau hartanya itu bukan miliknya. kalau ketemu orang yang kaya cepet akrabnya dan memandang orang miskin mata sebelah, suka memamerkan kekayaannya dihadapan orang miskin Qorun pernah show dengan seluruh hartanya. Ia tidak meyakini adanya kiamat dan apabila ada kiamat ia meyakini kalau ia dibangkitkan pasti kaya juga spontan Allah membakar kebunnya dan akhirnya sadar.

Orang menjadi melampaui batas ketika beranggapan tidak butuh yang lain dan berbuat durjana di bumi Allah, kalau Allah mencurahkan semua rizki-Nya maka manusai akan semakin lupa dengan Allah, mak Allah hanya menurunkan sesuai kadarnya karena Allah Maha mengetahui.

Apabila orang sudah gila hartanya maka ia akan lebih kejam lagi daripada penguasa yang dholim, orang yang punya harta ingin mengatur semua Orang ia tidak mau didekte orang ia beranggapan ia yang paling benar dan berkuasa, seperti kaum nabi suaib karena nabi ingin mengatur harta-harta mereka maka yang pertama kali menolak adalah orang-orang yang kaya karena mereka tidak mau diatur. Qorun juga sudah kebal dengan nasehat karena beranggapan harta yang ia peroleh adalah dari kepandaiaanya sendiri bukan dari Allah, kalau Allah berkehendak mengapa Allah tidak membantu mereka (orang miskin) sendiri?? mereka tidak percaya neraka, tidak percaya hari kiamat, ini kadang diungkapkan tanpa sadar.

Orang yang selalu sibuk dengan harta tidak akan pernah konsekuen dengan agama, [alfatah;11] “Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfa'at bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan[48:11]

Mereka orang-orang yang tidak bergabung dengan rosul dengan berbagai alasan, semua yang membawa kehancuran kita pada dunia dan akhirat itu adalah musuh. Kadang orang yang berharta itu ketika diberi dakwah kepada mereka bukan menjadi dekat kepada Allah tapi menjadikan mereka semakin jauh.

Ada ungkapan yang keliru dan menjauhkan dari Allah yaitu “Cari yang haram susah apalagi yang halal?” Ungkapan ini sangat berbahaya dihadapan Allah, mereka beranggapan kalau mencari yang halal ia pasti mati ini ungkapan yang salah. Harta di akhirat tidak akan pernah kita bawa paling kalau mati yang dibawa cuman kain kafan, bukan berarti kita dilarang menjadi kaya tapi jangan jadikan harta ini adalah tujuan hidup mereka akan tergelincir dalam kehancuran tapi jadikan harta ini sebagai wasilah dan yang menyambung kenikmatan dunia ke Akhirat karena disana kehidupan yang sebenarnya.

Harta ini milik Allah kita tidak punya apa-apa seperti ketika kita lahir dan kita mati cuman bedanya kalau mati kita membawa kain kafan, jangan memuji harta dan jangan pula mencelanya kecuali untuk Allah

Harta adalah sebaik-baik pembantu kita untuk selamat di akhirat, sesial-sial orang ialah apabila ia gila harta dan menuju kepada Allah tanpa membawa bekal, dunia ini adalah ladang kita untuk membangun kehidupan kita di akhirat, harta yang kekal adalah harta yang sudah diberikan untuk Allah. Harta bukan seseatu jika tidak dijadikan untuk amal untuk Allah tapi harta segala sesuatu jika kita gunakan untuk amal.

Mengenai cerita Qorun dalam [Qoshosh ;76-83]
1. Jangan gembira yang berlebihan sampai congkak karena Allah tidak suka sombong sehingga lupa daratan, menerima khikmatan Allah yang membawa lupa kepada pemberi nikmatnya, melupakan semua ketentuan Allah amat gembira ini yang dilarang. Sombong itu menolak kebenaran menolak kebaikan, sombong bukan berarti memakai pakaian yang terbaik, orang yang sadar dirinya darimana berasal maka ia tidak akan congkak lagi,

2. Kejarlah akhirat dari harta-harta ini untuk pelantara memakmurkan kehidupan akhirat, orang dengan hartanya bisa menjadikan ia lebih dekat dengan Allah, jangan jadi orang yang tidak menimati dunia dan di akhirat tidak dapat apa-apa. Harta yang telah keluarkan itu milik kita bukan harta yang masih kita simpen belum pasti milik dia.

3. Pertama Allah tidak memerintahkan mengeluarkan semua harta maka nikmatilah dunia ini, karena Allah senang kalau yang diberi tadi menikmatinya apa yang Allah berikan semua ini niatkan untuk akhirat kitapun memperolehnya pahalanya di akhirat.

Kedua [al-a'rof; 32] Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat {536}." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

4. Berbuat baik seperti Allah berbuat baik kepadamu, sering manusia menepuk dadanya ia kira semua itu dari kepandaiaanya bukankah Allah yang mengirim semua ini kembalinya semuanya dari Allah, kitakan tidak mau Allah memutus rizki kita maka kita harus berbuat baik kepada sesama juga, maka jangan putus rizki orang-orang yang membutuhkan dari harta-hartamu, apabila kita berbuat baik maka yang pertama kali untung pertama kali adalah sipemberi karena pahalanya dilipat gandakan Allah baru orang lain merasakannya, kikir berarti kikir untuk dirnya sendiri.

5. Jangan berbuat durjana melalui harta ini untuk meresahkan bumi Allah, harta ini akan menjadi bencana bila yang memegang tangan yang salah, berapa banyak orang yang tunduk oleh orang berharta, undang-undang bisa diubah oleh orang-orang berharta, bacalah surat (al-Qolam dan al-kahfi).

Sumber :
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasrusuhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib
- www.jkmhal.com
- websitestory.co.cc

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Wahai saudaraku, Dicari Calon Penghuni Surga


Suatu ketika Nabi Muhammd saw duduk di masjid dan berbincang2 dengan sahabatnya. Tiba2 beliau bersabda: “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari”. Semua matapun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para hadirin membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga… penghuni surga…”, demikian gumam mereka.


Beberapa saat kemudian, masuklah seorang dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya dan dengan tangan menjinjing sepasang alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorangpun yang berani bertanya walau seluruh hadirin merindukan jawabannya.

Keesokan harinya peristiwa di atas terulang kembali. Ucapan Nabi dan “si penghuni” surga dengan keadaan yang sama semuanya terulang, bahkan pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian.

Abdullah ibnu ‘Amr tidak tahan lagi, meskipun ia tidak berani bertanya dan khawatir jangan sampai ia mendapt jawaban yang tidak memuaskannya. Maka timbullah sesuatu dalam benaknya. Dia mendatangi si penghuni surga sambil berkata: “Saudara, telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orang tuaku, dapatkah aku menumpang di rumah anda selama tiga hari?”

“Tentu, tentu…”, jawab si penghuni surga.
Rupanya, Abdullah bermaksud ingin melihat secara langsung “amalan” si penghuni surga.

Tiga hari tiga malam ia memperhatikan, mengamati bahkan mengintip si penghuni surga, tetapi tidak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada shalat malam, tidak pula puasa sunnh. Ia bahkan tidur dengan nyenyaknya hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang sesekali ia terbangun dan ketika itu terdengar ia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.

Pada siang hari si penghuni surga bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya semua orang yang ke pasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya”, demikian pikir Abdullah..

“Apakah yang Anda perbuat sehingga Anda mendapat jaminan surga dari Rasululllah?”, tanya Abdullah.
“Ya.. seperti yang Anda lihat itulah..!”, jawab si penghuni surga.

Dengan kecewa Abdullah bermaksud kembali saja ke rumah, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata: “Apa yang Anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, dan tidak pernah pula saya melakukan penipuan dalam segala aktivitas saya”.

Dengan menundukkan kepala, Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata: “Rupanya, yang demikian itulah yang menjadikan Anda mendapat jaminan surga”.

Saudara2 sekalian…

Untuk menjadi penghuni surga ternyata, menurut Nabi saw, tidak cukup hanya sekedar menjalankan ritual ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dll. Dari kisah di atas, ada dua hal yang dapat menjadikan seseorang sebagai penghuni surga, yaitu:

1. TIDAK IRI HATI/DENGKI TERHADAP SESEORANG YANG DIANUGERAHI NIKMAT OLEH ALLAH.

Iri hati/dengki dalam bahasa agama dinamakan HASAD. Nabi saw memperingatkan umatnya dalam sebuah hadits:
“Hendaklah kalian menjauhi sifat HASAD, karena sesungguhnya sifat HASAD akan ‘memakan’ amal kebaikan seperti halnya api ‘memakan’ kayu bakar”

Di akhirat nanti, ada golongan yang disebut oleh Nabi saw dengan MUFLISH. Suatu ketika Nabi saw pernah bertanya: “Atadruuna mal muflis? Tahukan kalian apa itu bangkrut?”
Ada sahabat yang menjawab: “Bangkrut adalah dimana seorang pedagang yang rugi krn modalnya tidak kembali”

Nabi saw menggelengkan kepala, kemudian menjelaskan:
“Muflis (bangkrut) adalah dimana seseorang rajin dalam ibadahnya, dia sholat, puasa, zakat, namun di sisi lain dia juga menghina, melakukan ghibah (gossip), memfitnah, mengadu domba saudaranya. Pada saat dia akan dimasukkan kedalam surga, orang yg pernah difitnah memprotes kepada Allah: ‘Ya Allah, dahulu waktu di dunia si fulan telah memfitnah saya’, kemudian sebagai penggantinya, Allah swt mengambil amal kebaikannya dan menyerahkannya kepada org yang telah difitnahnya.
Kemudian datang lagi orang lain mengadukan hal yang sama, dan kemudian Allah swt mengambil amal kebaikannya sebagai penggantinya. Demikian selanjutnya, sehingga amal kebaikannya habis, namun orang yg difitnah, dihina atau disakiti masih ada. Karena amal kebaikannya sudah habis, dosa orang yang difitnah, dihina atau disakiti itu diberikan kepadanya. Sehingga timbangan dosanya lebih besar daripada timbangan pahalanya, dan akhirnya dimasukkan ke dalam neraka”… Na’udzubillah…

Saudara2 sekalian…
Dalam Islam, keshalehan seseorang bukan hanya diukur dari banyaknya amal ibadah “mahdhoh” yang ia lakukan, tapi juga diukur sejauh mana sikapnya terhadap orang lain. Mungkin banyak diantara kita yg rajin sholat, puasa, zakat, dll, tapi kita juga seringkali menyakiti hati orang lain, menyakiti hati tetangga, seperti menghina, memfitnah, ghibah, dll.

Hati kita seringkali merasa iri pada saat melihat orang lain/tetangga mendapatkan rezeki yang melimpah. Panas hati kita ketika melihat tetangga membeli barang baru, panas hati kita ketika melihat tetangga merenovasi rumahnya, panas hati kita ketika melihat tetangga naik jabatan, dan lain sebagainya.

Dalam kultum sebelumnya yang berjudul “Memuliakan Tetangga” sudah dijelaskan, bahwa Nabi saw bersabda : “Tidak! demi Allah tidak beriman… tidak! demi Allah tidak beriman… tidak! demi Allah tidak beriman… mereka bertanya: siapakah itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab: “Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (HR. Bukhari)

Hubungan “vertikal” seseorang juga ditentukan oleh sejauh mana hubungan “horizontal”nya.

2. TIDAK MELAKUKAN PENIPUAN/DUSTA/BOHONG DALAM SEGALA AKTIVITAS KEHIDUPAN

Nabi saw pernah menjelaskan kepada seseorang yang bertanya soal Islam. Nabi saw menjawab: “Islam adalah meninggalkan BOHONG/DUSTA”.

DUSTA/Bohong juga termasuk salah satu kejahatan lisan, selain ghibah. Dusta/bohong seringkali menghiasi obrolan kita. Rasanya belum “sedap” jika obrolan kita dengan orang blm dihiasi dengan kebohongan.

Dusta dapat mengarahkan seseorang kepada sifat khianat, yang merupakan salah satu tanda orang munafik. Nabi saw bersabda: “Seorang pemimpin yang mati dalam keadaan dia berkhianat kepada rakyatnya, maka tidak ada tempat yang paling cocok baginya selain neraka jahanam”… Na’uudzubillah…

Iri hati dan dusta adalah 2 penyakit yang sangat berbahaya bagi kita. Hendaknya kita dapat menjauhi kedua sifat tersebut, agar kita bisa mendapatkan predikat sebagai “Penghuni Surga”… Amin ya robbal ‘aalamin..

Wallahu a’lam…

Sumber: KangTarmin.Blogspot.Com


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog


Kisah Seorang Gembel: Syair Selembar Duit (2)

Syair Selembar Duit

Ini kisah tentang Aku
Tentang Perjalannaku
tentang petualanganku
Perjalanan panjang diriku

Perkenalkan, Namaku Duit
Orang Jawa sering memanggilku yotro/yatra
Orang Sunda biasa menyebutku Acis/Cicis
Orang Sumatra selalu menamaiku piti
Sedang orang barat menjulukiku Money

Aku dilahirkan oleh BI (Bank Indonesia)
di Jakarta
Awalnya aku adalah bayi mungil yang tak berdosa
Begitu lahir, wujudku cantik, bersih, mulus
Namun sering perjalanan waktu
Aku menjadi kotor, kucel, dan bau tengik

Bayangkan, selama dalam perjalanan panjangku,
Aku banyak menemui kesenangan dan ketidaksenangan
nasibku ditentukan oleh siapa yang memegangku
Aku benar-benar dibuat tak berdaya,

kadang aku bernasib baik,
Aku dipegang oleh tangan lentik petugas bank yang cantik
Aku dipegang oleh tangan para pejabat
Aku dipegang oleh artis cantik dan ganteng

Wujudku selalu tampak segar
Dipegang oleh tangan-tangan bersih dann mulus
Aku dimasukkan ke dompetnya yang wangi
Aku dimasukkan ke dalam tasnya yang "mahal" dan bermerk.

namun terkadang aku bernasib buruk,
Aku dipegang oleh tukang daging di pasar
Aku dipegang oleh tukang minyak tanah
Aku dipegang oleh tukang sampah

Wujudku selalu acak-acakan
Kadang wajahku diplester/selotip
kadang tubuhku yang hampir putus disambung dengan lem
Kadang tubuhku sakit karena disteples

badanku bau tengik
Tubuhku bau tak sedap
Asin dan pahit (coba saja jilat)
Kusam dan layu

Siang malam, pagi sore
Aku selalu diburu
Aku selalu dicari
Aku selalu dinanti

Ada yang mendapatkanku dengan cara halal
namun kebanyakan mendapatkanku dengan cara haram
Namun bentukku tak berubah
Aku tetap selembar kertas bergambar pahlawan kadang monyet

Keberadaanku membuat pemiliknya sombong
Siapa yang memegang aku akan selalu tampak pede
kadang pemiliknya memandang sebelah mata kepada yang tidak memegangku
Aku membuat bahagia kepada siapa saja yang memegangku

Namun aku juga bisa bikin pemegangnya sengsara
Aku selalu dijaga siang malam
makan tak enak
tidur tak nyenyak

Kadang keberadaaan diriku membuat pemiliknya lupa diri
kadang lupa ibadah
kadang lupa tetangga
kadang lupa daratan dan lautan

Aku kadang menangis
bila aku hanya disimpan di dalam brangkas bank
Aku kadang sedih
Bila aku hanya disimpan di bawah tempat tidur

Aku sebenarnya marah
Bila aku hanya untuk ditumpuk-tumpuk saja
Aku hanya untuk pamer saja
Aku hanya untuk menyombongkan diri

Aku akan bahagia
Bila aku segera diinfakkan ke masjid
disedekahkan ke fakir miskin
atau disumbangkan ke Panti Asuhan (yatim)

Aku sangat terharu,
Bila aku segera dikirim ke Lokasi Bencana
Diserahkan ke Rumah Zakat
Dan dimafaatkan untuk membantu sesama

Beginilah Ceritaku
Aku sampai sekarang masih jadi buronan
Selalu dikejar siang-malam
Diburu setiap waktu

Aku lelah
aku capai
Aku jadi bahan rebutan
seperti gadis cantik di kampung sebelah

Aku hanya ingin nasibku jelas
Statusku tak ngambang
Apakah aku yang ada didompetmu halal ataukah haram?
Apakah aku yang ada direkeningmu halal atau haram?

Begitu saja koq repot.....!!!


(Sumber: Alamkuburpastiakanmenemuimu.com)


Penting!! Perlu Anda Baca
:
@ Cara Bikin Blog Cantik Gratis
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Peringatan: Prinsip Hidup Seorang Muslim

Prinsip Hidup Seorang Muslim

Dari kitab Sunan Abi Dawud yang ditulis oleh Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani menerangkan ada 4 buah hadits yang bisa dijadikan pedoman dan prinsip hidup seorang muslim.

1. Landasilah seluruh aktifitas hidup kita dengan nawaitu lillahi ta'ala.

Imam Abu Dawud mengutip hadits nabi Muhammad SAW yang berbunyi,"Sesungguhnya nilai dari amal itu adalah tergantung niatnya, dan setiap orang pasti mendapatkan (pahala) dari apa yang ia niatkan.

Menurut Imam Abu Dawud, hadits ini hendaklah dijadikan dasar dalam segala aktifitas kita. Dengan pegertian bahwa nilai perbuatan itu adalah bergantung pada niatnya. Bisa saja satu pemberian akan mendapat pahala bila diniatkan karena Allah, tetapi bisa juga pemberian itu mendapatkan siksa jika ia memberikannya dengan tujuan untuk menyuap.

Bisa saja dengan tidur siang seseorang mendapatkan pahala. Karena dengan tidurnya, ia niatkan agar nanti malam kondisi badan lebih segar dan tidak ngantuk untuk mengerjakan sholat sunnah atau mendengarkan pengajian.
Akan tetapi, bisa juga dengan tidurnya, ia mendapatkan siksa. Karena dengan tidurnya, nanti malam ia bisa melaksanakan pencurian dengan tidak mengantuk.

Dengan nawaitu lillahi ta'ala, Insya Allah segala aktifitas kita akan bermakna dan sekaligus mendapatkan pahala dari Allah SWT.

2. Tingkatkanlah prestasi hidup kita

Dalam hal ini, Abu Dawud mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, "Sebaik-baik keislaman seseorang, tinggalkanlah apa-apa yang sekiranya tidak bermanfaat bagi dirinya."

Hadits ini dijadikan oleh Imam Abu Dawud sebagai bahan mawas diri (instropeksi) sekaligus meningkatkan prestasi seseorang, yaitu dengan meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat untuk dirinya, keluarga, atau agama.
Sebagai contoh, begadang semalam suntuk tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat, bahkan hanya untuk melakukan maksiat. Ia tidak memperoleh keuntungan dunia, tidak juga memperoleh keuntungan akhirat.

Padahal waktu yang terbuang percuma bisa mencapai 4 atau 5 jam. Bayangkan andai waktu tersebut dimanfaatkan untuk membaca buku/kitab, menghafal Al-Qur'an, mendengarkan pengajian, niscaya ia akan mendapatkan keuntungan akhirat. Atau Waktu tersebuat ia gunakan untuk kerja atau lembur, tentunya ia akan mendapat uang atau keuntungan dunia.
Oleh karena itu, hadits itu mengingatkan kita agar modal waktu yang kita miliki selama 24 jam setiap harinya, benar-benar digunakan untuk kegiatan yang bermanfaaat.

3. Cintailah orang lain seperti mencintai dirimu sendiri

Imam Abu Dawud mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, "Seorang Mukmin tidak akan menjadi Mukmin yang baik sampai ia suka atau cinta terhadap saudaranya, seperti mencintai dirinya sendiri."

Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan dukungan orang lain. Orang kaya sekalipun tidak mungkin bisa hidup sendiri. Bahkan, semakin bertambah harta dan kekayaan seseorang, justru bertambah pula kebutuhan akan bantuan dari yang miskin.

4. Tinggalkanlah perkara yang subhat apalagi yang haram.

Setiap manusia tentu saja tidak dapat melepaskan diri dari interaksi sosial, bahkan dalam hubungan bisnis maupun hubungan yang lainnya. Dalam hal ini, Imam Abu dawud mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, "Yang halal telah jelas (halalnya), yang haram pun telah jelas (haramnya), tetapi di antara kedunya ada perkara-perkara yang masih subhat (sama, tidak pasti halal tetapi juga tidak pasti haram). barangsiapa yang menjaga diri dari perkara-perkara subhat, sesungguhnya dia sudah membersihkan diri untuk agama dan kehormatannya."

Barangsiapa yang tergelincir dalam perkara subhat, berarti dia telah jatuh kepada perkara haram, seperti halnya seorang penggembala yang menggembala ternaknya di sekitra tanah perbatasan. Sedikit-sedikit ia akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah, setiap pemilik tanah punya batasannya. Ketahuilah, bahwa batasan (larangan) Allah adalah hal yang diharamkan.

Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila baik, seluruh tubuh akan baik. Apabila rusak, seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah hati manusia.

Hadits ini mengingatkan kita bahwa berhati-hatilah dalam mencari harta. Jangankan yang haram, yang subhat pun lebih baik ditingglkan, untuk lebih menjaga kemurnian agama dan harga dirinya.
Dengan meninggalkan yang haram, berarti tidak akan ada pihak yang dirugikan. Dengan demikian, akan terciptalah keamanan, kedamaian, dan ketentraman hidup, karena satu sama lain tidak akan melanggar ketentuan yang ada, dan akan senantiasa menghargai yang lain yang berbeda keahlian dan kemampuannya.

Jika seseorang sudah tidak berfikir halal atau haram dalam pencarian harta dan jabatan, tentu saja ini akan menjadi bencana dan malapetaka yang besar, yaitu maraknya pencurian, penipuan, pemalsuan, suap-menyuap, sogok-menyogok, dan lainnya.

Penulis sangat prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Budaya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme merajalela di mana-mana dari tingkatan atas sampai bawah. Perilaku suap-menyuap, sogok-menyogok terjadi di mana-mana di setiap lorong, di setiap gang, di setiap jengkal tanah pertiwi ini yang mayoritas beragama Islam.
Padahal semua tahu bahwa yang menyuap dan yang disuap dua-duanya masuk ke dalam neraka.

Penulis bertanya, mau sampai kapan budaya dan perilaku buruk ini akan berakhir?
Sampai kapan, sampai kapan, sampai kapan, Hah? Apakah tidak ada jalan lain yang halal dan diridhoi Allah dalam mencari makan, hah? Apa menunggu kematian datang menjemputmu, atau menunggu kiamat datang. Astagfirullaahal'azhiim. Bertaubatlah sekarang juga sebelum terlambat.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog cantik Gratis
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Blog Brebes: Di mana Allah SWT?

Pertanyaan ini telah sering diutarakan dan banyak jawaban yang diajukan. Namun ternyata masih banyak orang yang keliru dalam memahaminya. Ada pula yang tersesat saat mencari jalan keluar. Tidak sedikit pula yang tidak mempedulikannya.

Ada orang yang secara gegabah menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala ada dimana-mana. Ini adalah hal yang sangat absurd, karena mana mungkin Allah Yang Maha Suci berada di tempat-tempat kotor bahkan najis. Tempat yang bahkan manusiapun tidak layak mendudukinya.

Ada yang otaknya mentok lalu mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berada di atas, tidak di bawah, tidak di depan, tidak di belakang, tidak di kiri dan tidak di kanan. Ini adalah pernyataan dari orang yang bicara tanpa dalil dan membingungkan.

Sebenarnya ini bukanlah pertanyaan yang sulit karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan secara gamblang. Para ulama juga berulangkali menjabarkannya.

Pada kesempatan ini saya hanya akan mengajukan lima dalil untuk menjawab pertanyaan ini.
Al-Qur’an

Ada banyak ayat yang menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bersemayam di atas langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Yang Maha Pengasih bersemayam di atas al-arsy”

[QS. Thaha : 5]

Ayat ini sudah sangat gamblang dan sangat mudah dipahami. Tidak ada kata-kata asing yang tidak dipahami. Al-Arsy termasuk di antara makhluk yang sangat besar. Sehingga bila dibandingkan, maka ukuran alam semesta ini ‘tidak ada apa-apanya’ alias sangat kecil. Letaknya berada di atas alam semesta itu sendiri. Singgasana Allah berada di atas Al-Arsy dan Allah Subhanahu wa Ta’ala bersemayam di atasnya.

Pada ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi.”

[Al-A'la: 1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Tinggi dan berada di atas seluruh makhluk-Nya. Orang yang bingung tadi seharusnya membaca ayat ini dan memahami serta merenungi maknanya yang juga sudah sangat gamblang.
As-Sunnah

Telah sangat masyhur kisah tentang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang bertanya kepada seorang budak wanita : “Dimana Allah ?”

Budak itu menjawab : “di atas”. Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membenarkan jawabannya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya : “Siapakah aku ?”

Budak itu menjawab : “Anda adalah Rasulullah”.

Dua jawaban yang tegas ini membuktikan bahwa budak wanita itu telah memahami dan mengakui dua kalimat syahadat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda bahwa budak itu adalah wanita yang beriman dan memerintahkan untuk membebaskannya.
Fatwa Ulama

Fatwa yang sangat masyhur adalah yang disampaikan oleh Imam Malik (Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya). Suatu hari ada orang yang mempertanyakan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala bersemanyam. Pertanyaan bernada melecehkan ini tak pelak membuat Imam Malik gemetar dan berkeringat menahan amarah sambil berfikir keras.

Beliau lalu menyampaikan fatwa yang dapat dijadikan dalil :

“Bersemayam telah dipahami maknanya, hakekatnya tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib sedang mempertanyakannya adalah bid’ah.”

Kita semua telah memahami makna dari bersemayam sehingga tidak perlu penjelasan lebih jauh. Sedang hakekatnya, sebagaimana sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lain, tidak diketahui karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerangkannya.

Mengimani sifat bersemayam dan sifat-sifat Allah yang lain adalah wajib sebagaimana dijelaskan dalam “Tauhid al-Asma wash Shifat”. Mempertanyakannya adalah bid’ah karena para shahabat tidak pernah melakukannya.
Fitrah

Terkadang kita menyebutnya sebagai naluri atau insting.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membekali manusia, dan makhluk yang lain, dengan fitrah dan diharapkan berjalan sesuai fitrah tersebut.

Dengan fitrah itu manusia bisa ‘mengetahui’ keberadaan dan tempat bersemayam “Yang di Atas”. Bukankah kita bila berdoa secara naluriah akan menengadahkan tangan dan memandang ke atas ?

Coba tanyakan kepada anak berusia 2 - 3 tahun yang sudah bisa berkomunikasi. Niscaya jawabannya tidak jauh dari di langit, di atas atau menunjuk ke atas. Inilah jawaban dari fitrah yang masih suci.
Logika Akal Sehat

Bila kita menggunakan akal kita secara sehat, maka akan mengetahui bahwa tidak mungkin Allah Yang Maha Suci berada di bawah makhluk-Nya. Tidak mungkin juga setara dan berada di tempat yang sama. Sehingga satu-satunya tempat yang pantas bagi Allah Yang Maha Tinggi adalah di atas seluruh makhluk-Nya.

Para raja di setiap tempat dan masa senantiasa meletakkan singgasananya di tempat yang tinggi. Lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Dari singgasananya itu para raja memberi perintah kepada bawahannya.

Balkon-balkon VIP selalu terletak di atas. Penthouse sebagai kamar dengan tarif tertinggi terletak di puncak gedung hotel. Tangga teratas pasti untuk juara pertama sedang juara kedua dan ketiga ada di bawahnya.

Benar demikian ? Silahkan direnungkan

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Tentang Taqwa: Indahnya mendekati Allah SWT

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Sungguh indahnya hadist tersebut !

Hadits itu membuka hati kita yang kadang-kadang terasa jauh dengan-Nya. Mungkin karena kita bergelimang dosa, malas atau merasak tidak ada kekuatan karena begitu sibuk kita dengan kehidupan sehari-hari mengejar karir, ujian atau uang. Kita lupa sehingga hati terasa gersang, tidak ada lagi keinginan untuk mendekati-Nya.

Ucapan Rasulullah ini menunjukkan betapa indahnya kehidupan ini. Tidak ada kata kata terlambat dalam mewujudkan indahnya dalam mendekati Allah SWT.

Allah itu dekat, dalam surat Al Baqarah. Lebih dekat dari urat leher.

Jika kita merasa jauh karena kurang ilmu, banyak kesalahan, sedang marah, kesal, dibebani berbagai persoalan hidup, satu desiran hati mendekati-Nya akan dibalas dengan pendekatan lebih cepat Ilahi Rabbi.

Inilah sebuah aksioma dalam kehidupan yang tidak bisa diperoleh dari manusia.

Zat Maha Agung ini akan berlari mendekati kita manakala kita berjalan mendekatiNya. Satu langkah kecil namun karena yakin Allah Yang Maha Pengasih akan menyayangi hambanya akan dibalas dengan berlipat ganda.

Meski diri sedang malas sekalipun kalau ada desiran, ucapan bahkan tindak tanduk kita, maka segera Allah akan merangkulkita dalam Cinta-Nya.

Saat kita membaca artikel ini, tanda bahwa kita melangkah dekat kepada Allah SWT.

Wallahu’alambishawab

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Tentang Taqwa: Seberapa Besar Hati Kita Mengagungkan Allah?

Saudaraku,
Mungkinkah orang yang banyak berdosa, menyisakan hati yang mengakui keagungan Allah swt? Banyak orang mengira jawabannya, tidak. Mereka mengatakan, hanya orang shaleh yang mampu memiliki hati yang menyimpan kebesaran dan keagungan Allah swt. Sementara pelaku dosa dan yang bergelimang kemaksiatan, mereka termasuk kelompok orang yang tidak mendapat rahmat Allah, dan ini artinya tidak ada pengakuan dalam hati mereka terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt.

Saudaraku yang dikasihi Allah,
Dosa dan maksiat memang pasti memberi dampak pada orang yang melakukannya. Begitu pun ketaatan yang pasti memberi pengaruh pada orang yang melakukannya. “Kebaikan itu menyinari wajah, memberi cahaya dalam hati,membuka keluasan rejeki, memberi kekuatan tubuh, menambah cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan dan dosa itu, memberi kelam di wajah, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati,melemahkan tubuh, menyempitkan rejeki dan memunculkan kebencian di hati makhluk.” Demikian ungkapan Ibnu Abbas radhiallahu anhu.

Saudaraku,
Tapi Islam tetap selalu ingin memberi semangat pada orang yang sudah berdosa agar tidak pernah putus harapan dari rahmat Allah. Dosa dan kemaksiatan sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. Mungkin, kita menapakkan kaki di tempat yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah swt. Tapi hati kita tetap memendam pengakuan tulus akan keagungan Allah swt. Ini artinya, Allah swt meniupkan kebaikan dalam hati, meski secara lahir kita belum sesuai dengan situasi hati kita. Itulah sebabnya para ulama membagi dua kategori kemaksiatan, yakni kemaksiatan anggota tubuh yang disebut dzunuub al jawaarih, dan kemaksiatan hati yang disebut dzunuub al qalb. Meski tidak dipungkiri juga ada keterkaitan antara keduanya, dan yang paling membahayakan adalah kemaksiatan hati ketimbang kemaksiatan anggota tubuh.

Saudaraku,
Keadaan hati yang tetap mengagungkan Allah swt, adalah kondisi yang membersihkan seseorang untuk kembali dari ragam penyimpangan. Hati seperti inilah yang tetap menyuarakan keagungan dan ke Maha Besaran Allah swt sehingga menolong pemiliknya dari kondisi larut dalam kesalahan. Seperti ungkapan sebagian orang shalih, “Barangsiapa yang di dalam hatinya tetap mengagungkan Allah swt, maka Allah swt akan menolongnya agar jasadnya juga mengagungkan Allah swt.”

Lihatlah peristiwa yang dialami seorang shalih bernama Basyar Al Hafi, tokoh ulama yang terkenal zuhud dan wara ’ Abu Na ’im dalam Hilyatu Al Auliya, menguraikan Basyar Al Hafi yang mengatakan, “Aku dahulu seorang yang tersesat dan tidak tahu arah. Suatu hari aku melihat sebuah kertas di atas jalan. Aku mengambil kertas itu dan kulihat di dalamnya tertera kalimat “Bismillahir Rahmaanir Rahiim ”. Aku bersihkan kertas itu dan aku masukkan ke dalam kantong. Saat itu aku hanya mempunyai uang dua dirham, tapi uang itu kuhabiskan untuk membeli minyak wangi. Minyak wangi itu aku usap pada kertas yang kusimpan di dalam kantong. Malam harinya, aku bermimpi seseorang mengatakan padaku, “Wahai Basyar, engkau angkat Nama Kami dari jalanan. Engkau membuatnya harum. Maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”

Renungkanlah saudaraku, bagaimana pengagungan Allah swt yang ada di dalam hati Basyar Al Hafi.
Saudaraku,
Ada pula kisah pelaku dosa yang tiba-tiba jiwanya tersungkur merasakan keagungan Allah swt. Lihatlah perubahan besar yang dilakukan seorang bernama Fudhail bin Iyadh, yang kemudian menjadi salah satu ulama besar Islam di jamannya. Dahulunya, Fudhail adalah seorang perampok yang sangat ditakuti karena kekejamannya. Suatu ketika, ia merampok sebuah rumah sebelum waktu subuh. Saat menaiki tembok rumah, ia melihat seorang kakek tua membaca Al-Qur ’an. Saat itu, mungkin saja Fudhail tetap melanjutkan aksinya untuk merampok, tapi bacaan Al-Qur ’an orang tua itu begitu membuat jiwanya guncang. Secara lahir, Fudhail sudah melakukan kejahatan. Tapi kali ini, kejahatan fisiknya tidak mendominasi keburukan hatinya. Maka, ketika orang tua itu membacaan firman Allah swt, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)…” ((QS.Al Hadid :16). Fudhail memandang ke langit, seraya mengatakan, “Ya Rabb, aku bertaubat kepadamu malam ini.” Saat itu juga ia turun,, lalu mandi dan pergi ke masjid menangis dalam taubatnya. Seperti itulah, bahwa ada banyak perilaku maksiat yang tidak membatasi kondisi hati yang tetap mengagungkan Allah.

Saudaraku,
Karenanya, nilai seseorang tidak serta merta jatuh karena ia melakukan dosa dan maksiat. Bahkan ketika seorang pezina dirajam lalu mendapat cacian dan penghinaan dari sejumlah sahabat, Rasulullah saw bersabda, “Jangan lakukan itu, dia telah bertaubat dengan taubat yang bila ditimbang dengan 70 orang penduduk Madinah niscaya taubatnya meliputi mereka semua.” Dalam riwayat lain,, “Sesungguhnya taubatnya jika ditimbang dengan seluruh penduduk Madinah, niscaya akan meliputi mereka semua.” Artinya, pezina itu pun ternyata memiliki hati yang tetap mengagungkan Allah swt. Kondisi hati seperti itulah yang membuatnya rela mendapat hukuman sesuai kehendak Allah swt dan Rasulullah saw.

Sekarang,mari bertanya pada diri sendiri, seberapa besar keagungan Allah swt dalam hati kita?_

Sumber: Majalah Tarbawi

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Tentang Taqwa: Sudah berapa banyak bekal kita ?

Senantiasa dalam perjalanan kehidupan ini ada terminal dimana sejenak berhenti. Beberapa menit untuk duduk merenungkan perjalanan. Sudah berapa jauh perjalanan kita menuju Pintu Gerbang Kematian? Seberapa banyak bekal yang akan kita bawa memasuki Dunia Baru?

Pertanyaan-pertanyaan ini sekali-kali kita perlu angkat, di tengah kesibukan kerja dan belajar. Atau di tengah kesibukan beraktivitas sosial.

Bekal kehidupan di akhirat pasti lebih penting daripada hanya dalam kehidupan di dunia yang fana. Ketika harga-harga membumbung tinggi akibat kenaikan BBM dan makanan, kita masih sering resah. Kita takut kelaparan. Namun pernahkah kita takut bekal amal di akhirat semakin surut dan bahkan minus?

Kembali kita lihat dan bandingkan. Betapa kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. Lalu mengapa kita lebih resah dengan berbagai berita tentang kenaikan di sekeliling kita. Sudah saatnya kita menjenguk lebih tajam ruhani kita untuk menabung bekal amal.

Amal shaleh itu tidak harus memerlukan energi banyak dan biaya besar. Dengan berdziki, bersyukur kepada Allah SWT, maka tabungan akan mengalir terus. Dengan beramal maka akan berbunga dan semakin besar bekal kita. Sungguh Allah Maha Adil, menambah bekal itu bisa dilakukan dengan gratis !

Berbeda dengan berbuat yang lain harus mengendarai mobil atau harus mengeluarkan uang transportasi. Menambah bekal hanya dengan berdzikir sudah sungguh luar biasa besarnya. Lalu mengapa kita masih resah dengan dunia fana ini.

Tiba waktunya untuk bangkit menambah bekal. Tidak duduk termenung merenungkan nasib. Merenungkan kesedihan, kemunduran, kegagalan, kekesalan dan kemelaratan. Amal Shaleh bisa dibangun dengan mulai lidah ini bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Ya, betapa mudah dan betapa indahnya amalan dalam Islam. Bahkan untuk melafalkan dzikir Anda tidak perlu ijin atasan, pembesar, ulama atau mertua. Mulailah menamah bekal amal ini.

Bersyukurlah kepada Allah.

Sebuah buku pembawa kesegaran dalam jiwa, La Tahzan sudah lama beredar. Satu bagian dari buku karya DR. Aidh al-Qarni.

Silahkan simak dan renungkan:
Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. {Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim: 34)
Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.}
(QS. Luqman: 20)
Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?}
(QS. Ar-Rahman: 13)

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak
kuat dan suatu ketika patah? Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika
sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?
3
Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak
Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.
Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian,
karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!
{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.}
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan

{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.}
(QS. An-Nahl: 83)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog