Showing posts with label kisah bertabur hikmah. Show all posts
Showing posts with label kisah bertabur hikmah. Show all posts
Permohonan Si kaya dan Si Miskin
Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s.. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s., "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar Allah s.w.t. menjadikan aku orang yang kaya." Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.".
Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya.
Ia berkata kepada Nabi Musa a.s., "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu." Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata, "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.".
"Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah s.w.t.?. Allah s.w.t. telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah s.w.t. telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu.
Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah s.w.t. tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah s.w.t. mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada Allah s.w.t.
Anda mendapat 1 Pesan
Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kambing dan alat Tenun
Imam Ahmad telah memberitakan dari Humaid bin Hilal, dia berkata: "Ada seorang lelaki yang sering berulang-alik di kampung kami, lalu dia membawa cerita yang aneh-aneh kepada orang-orang kampung.
Dia bercerita: "Suatu ketika aku datang ke Madinah dalam rombongan dagang, lalu aku menjual semua barang-barang yang aku bawa. Aku berkata kepada diriku: "Mengapa aku tidak pergi kepada orang lelaki yang membawa ajaran baru itu, barangkali aku dapat mendengar berita-berita yang aneh untuk aku bawa kembali bersamaku?!
Aku pun pergi kepada Rasulullah s.a.w. untuk bertanya sesuatu, lalu Rasulullah s.a.w. menunjuki arah sebuah rumah, katanya: "Ada seorang wanita yang tinggal di rumah itu . Pernah dia mengikut tentera Islam berjihad, dan ditinggalkannya 12 ekor kambingnya dan sebuah alat tenunan yang digunakannya untuk menenun pakaian.
Apabila dia kembali dari berjihad, didapati kambingnya hilang seekor, dan alat tenunannya pun hilang. Dia merasa sedih atas kehilangannya itu. Maka dia pun mengangkat kedua belah tangan berdoa kepada Tuhannya dengan penuh kesungguhan, katanya:
"Ya Tuhanku! Engkau telah berikan jaminan bahwa siapa yang keluar berjihad pada jalanmu, Engkau akan pelihara harta bendanya, dan sekarang aku telah kehilangan seekor kambing, dan alat tenunanku. jadi aku minta ganti kambing yang hilang dan alat tenunanku itu!"
Rasulullah s.a.w. terus menceritakan betapa sungguh-sungguhnya dia berdoa dan memohon kepada Tuhannya, sehingga pada esok harinya dia mendapati di pintu rumahnya kambingnya yang hilang itu dengan seekor kambing lagi bersamanya. Begitu juga dia melihat alat tenunannya ada di situ dengan satu alat tenun yang lain.
Itulah ceritanya, kata Rasulullah s.a.w. dan jika engkau mau, pergilah kepadanya di rumah itu, dan tanyalah dia cerita itu! "Tidak", jawabku, "Akan tetapi aku percaya semua yang engkau katakan itu!"
(Majma'uz-Zawaid 5:277)
Anda mendapat 1 Pesan
Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Abu Dzar Al-Ghifary Pejuang yang Sebatang kara

Abu Dzar al-Ghiffari ra. sebelum memeluk Islam adalah seorang perampok para kabilah di padang pasir, berasal dari suku Ghiffar yang terkenal dengan sebutan binatang buas malam dan hantu kegelapan. Hanya dengan hidayah Allah akhirnya ia memeluk Islam (dalam urutan kelima atau keenam), dan lewat dakwahnya pula seluruh penduduk suku Ghiffar dan suku tetangganya, suku Aslam mengikutinya memeluk Islam.
Disamping sifatnya yang radikal dan revolusioner, Abu Dzar ternyata seorang yang zuhud (meninggalkan kesenangan dunia dan mengecilkan nilai dunia dibanding akhirat), berta’wa dan wara’ (sangat hati-hati dan teliti). Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak ada di dunia ini orang yang lebih jujur ucapannya daripada Abu Dzar”, dikali lain beliau SAW bersabda, “Abu Dzar – diantara umatku – memiliki sifat zuhud seperti Isa ibn Maryam”.
Pernah suatu hari Abu Dzar berkata di hadapan banyak orang, “Ada tujuh wasiat Rasulullah SAW yang selalu kupegang teguh. Aku disuruhnya agar menyantuni orang-orang miskin dan mendekatkan diri dengan mereka. Dalam hal harta, aku disuruhnya memandang ke bawah dan tidak ke atas (pemilik harta dan kekuasaan)). Aku disuruhnya agar tidak meminta pertolongan dari orang lain. Aku disuruhnya mengatakan hal yang benar seberapa besarpun resikonya. Aku disuruhnya agar tidak pernah takut membela agama Allah. Dan aku disuruhnya agar memperbanyak menyebut ‘La Haula Walaa Quwwata Illa Billah’. “
Dipinggangnya selalu tersandang pedang yang sangat tajam yang digunakannya untuk menebas musuh-musuh Islam. Ketika Rasulullah bersabda padanya, “Maukah kamu kutunjukkan yang lebih baik dari pedangmu? (Yaitu) Bersabarlah hingga kamu bertemu denganku (di akhirat)”, maka sejak itu ia mengganti pedangnya dengan lidahnya yang ternyata lebih tajam dari pedangnya.
Dengan lidahnya ia berteriak di jalanan, lembah, padang pasir dan sudut kota menyampaikan protesnya kepada para penguasa yang rajin menumpuk harta di masa kekhalifahan Ustman bin Affan. Setiap kali turun ke jalan, keliling kota, ratusan orang mengikuti di belakangnya, dan ikut meneriakkan kata-katanya yang menjadi panji yang sangat terkenal dan sering diulang-ulang, “Beritakanlah kepada para penumpuk harta, yang menumpuk emas dan perak. Mereka akan diseterika dengan api neraka, kening dan pinggang mereka akan diseterika dihari kiamat!”
Teriakan-teriakannya telah menggetarkan seluruh penguasa di jazirah Arab. Ketika para penguasa saat itu melarangnya, dengan lantang ia berkata, “Demi Allah yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya! Sekiranya tuan-tuan sekalian menaruh pedang diatas pundakku, sedang mulutku masih sempat menyampaikan ucapan Rasulullah yang kudengar darinya, pastilah akan kusampaikan sebelum tuan-tuan menebas batang leherku”
Sepak terjangnya menyebabkan penguasa tertinggi saat itu Ustman bin Affan turun tangan untuk menengahi. Ustman bin Affan menawarkan tempat tinggal dan berbagai kenikmatan, tapi Abu Dzar yang zuhud berkata, “aku tidak butuh dunia kalian!”.
Akhir hidupnya sangat mengiris hati. Istrinya bertutur, “Ketika Abu Dzar akan meninggal, aku menangis. Abu Dzar kemudian bertanya, “Mengapa engkau menangis wahai istriku? Aku jawab, “Bagaimana aku tidak menangis, engkau sekarat di hamparan padang pasir sedang aku tidak mempunyai kain yang cukup untuk mengkafanimu dan tidak ada orang yang akan membantuku menguburkanmu”.
Namun akhirnya dengan pertolongan Allah serombongan musafir yang dipimpin oleh Abdullah bin Ma’ud ra (salah seorang sahabat Rasulullah SAW juga) melewatinya. Abdullah bin Mas’ud pun membantunya dan berkata, “Benarlah ucapan Rasulullah!. Kamu berjalan sebatang kara, mati sebatang kara, dan nantinya (di akhirat) dibangkitkan sebatang kara”.
Anda mendapat 1 Pesan
Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kisah Zuhud Abu Dzar Al-Ghifary

“Tidak ada lagi dipermukaan bumi ini orang yang lebih benar ucapannya dari Abu Dzar.” (Sabda Rasulullah saw)
Di lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dengan dunia luar, tinggal kabilah Ghiffar. Mereka hidup sangat berkekurangan dan tergantung pada pemberian kafilah saudagar Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Tidak jarang pula mereka merampok kafilah-kafilah yang lewat di situ, apabila permintaan mereka tidak dipenuhi.
Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah pemuda Ghifar yang lain dari yang lain, baik segi keberaniannya, maupun kecerdasannya dan jangkauan pemikirannya. Dia pemberani, berpikiran cemerlang dan berpandangan jauh ke depan.
Dia menilai kaumnya sangat bodoh, karena mereka menyembah berhala, tidak menyembah Allah. Dan dia tidak mengindahkan agama orang Arab yang dinilainya sebagai agama sesat dan kepercayaan (iktikad) yang kosong. Dia berpendapat, kedatangan seorang Nabilah yang dapat menunjuki akal dan hati nurani manusia, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya yang terang.
Pada suatu hari, ketika Abu Dzar berada di kampungnya, dia mendengar berita tentang seorang Nabi yang baru muncul di Mekkah. Maka disuruhnya saudaranya, Anis, mencek kebenaran berita itu.
Kata Abu Dzar, “Pergilah engkau ke Makkah, selidiki sampai dimana kebenaran berita mengenai seorang yang mengatakan mendapat wahyu dari langit. Simak segala ucapannya dengan teliti, kemudian laporkan kepada saya.”
Anis pergi ke Makkah dan bertemu dengan Rasulullah SAW. Dia mendengarkan ucapan-ucapan beliau, kemudian kembali ke desanya menemui Abu Dzar yang menanti penuh harap. Abu Dzar langsung menanyakan berita tentang Nabi yang baru itu dengan penuh keinginan.
Kata Anis, ”Demi Allah! Aku telah melihat orang itu. Dia mengajak orang supaya berakhlak mulia, dan kata-katanya jelas, bukan sya’ir.”
Tanya Abu Dzar, “Bagaimana pendapat orang banyak mengenai pribadinya?”
Jawab Anis,”Mereka mengatakan dia tukang sihir, tukang tenung dan penya’ir.”
Kata Abu Dzar, ”Demi Allah! Laporanmu tidak memuaskanku karena tidak memenuhi apa yang saya inginkan. Maukah engkau menjaga keluargaku, biar aku pergi kesana meneliti kegiatannya?”
Jawab Anis, ”Boleh! Tetapi hati-hati engkau menjaga diri terhadap tindakan penduduk Makkah”.
Abu Dzar menyiapkan perbekalan untuk dibawanya. Besok pagi dia berangkat ke Makkah hendak menemui Nabi dan mencari berita tentang pribadi beliau. Abu Dzar tiba di Makkah dengan menyamar sebagai musafir untuk menghindari tindakan penduduk Makkah. Dia pernah mendengar berita tentang kemarahan kaum Qurasiy karena Tuhan mereka disepelekan, mereka menyiksa setiap orang yang mengatakan menjadi pengikut Nabi Muhammad. Karena itu Abu Dzar enggan bertanya-tanya kepada siapapun juga tentang Nabi yang baru dibangkitkan itu. Sebab dia tidak tahu apakah orang yang akan ditanya itu pembela Muhammad atau musuhnya.
Setelah malam dia tidur di Masjid, kebetulan Ali bin Abi Thalib lewat di dekatnya. Ali tahu Abu Dzar seorang asing. Kata Ali, ”Marilah ikut kami, hai orang asing!”
Abu Dzar pergi bersama Ali dan bermalam dirumahnya, Pagi-pagi Abu Dzar kembali ke masjid membawa kantong perbekalannya, tanpa bertanya-bertanya dengan Ali terhadap urusan masing-masing.
Hari kedua dilalui Abu Dzar seperti hari pertama. Dia masih belum mengenal yang namanya Nabi yang dicarinya itu. Petang hari dia tidur di masjid dan Ali lewat pula didekatnya. Kata Ali, ”Apakah anda belum tahu tempat anda menginap?”
Ali mengajak Abu Dzar bermalam di rumahnya. Malam kedua itu mereka masih diam, masing-masing tidak bertanya satu sama lain.
Malam ketiga barulah Ali berkata kepada tamunya, ”Mudah-mudahan anda tidak keberatan mengabarkan kepada saya maksud kedatangan anda ke Makkah.”
Jawab Abu Dzar, ”Jika anda bersedia berjanji untuk membantuku, akan saya jelaskan kepada Anda tujuanku datang ke sini.” Ali menyatakan kesediannya dan berjanji akan membantunya.
Kata Abu Dzar, ”Saya datang kesini dari jauh, sengaja hendak bertemu dengan Nabi yang baru dibangkitkan dan ingin mendengar apa yang dikatakannya.”
Di wajah Ali terpancar tanda kegembiraan, katanya, “Demi Allah! Memang sesungguhnya dia Rasulullah!” Selanjutnya Ali menceritakan kepada Abu Dzar bukti-bukti kerasulan Muhammad dan dakwah yang dibawa beliau.
Kata Ali selanjutnya, ”Besok pagi kita pergi dengan sembunyi-sembunyi. Jika aku melihat sesuatu yang membahayakan anda, aku akan berhenti dan pura-pura menumpahkan air. Bila aku terus, ikutilah aku sampai ke sebuah tempat. Bila aku masuk, masuk pulalah anda!”
Abu Dzar tidak dapat memejamkan mata semalaman, karena sangat rindu hendak bertemu dengan Rasulullah dan mendengar wahyu yang diwahyukan kepadanya. Pagi-pagi Ali pergi dengan tamunya ke rumah Rasulullah yang mulia. Abu Dzar mengikuti Ali dari belakang tanpa menoleh kemana-mana.
Tiba di rumah Rasulullah Abu Dzar memberi Assalamu’alaikum, “Assalamu ‘alaika, ya Rasulullah!”
Jawab Rasulullah, “Wa’alaika salamullahi wa rahmatuhu wa barakatuh.”
Dalam sejarah Islam tercatat, Abu Dzar adalah orang yang pertama memberi Assalamu’alaikum kepada Rasulullah dengan Assalamu’alaikum penghormatan secara Islam, sesudah itu Assalamu’alaikum tersebar luas dan merata dikalangan umat Islam.
Rasulullah mengajak Abu Dzar masuk Islam, dan membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadanya. Abu Dzar mengucapkan kalimat syahadah di hadapan beliau. Dia masuk Islam sebelum agama yang baru itu dianutnya itu sampai ke negrinya. Dia orang keempat atau orang kelima yang masuk Islam.
Marilah kita dengarkan Abu Dzar mengisahkan cerita selanjutnya mengenai dirinya, katanya; “Aku tinggal di Makkah bersama Rasulullah, beliau mengajarkan Islam dan membacakan ayat-ayat Al-qur’an kepadaku.
Kemudian beliau menasehatiku, ”Jangan diceritakan kepada siapapun dari penduduk Makkah, bahwa engkau sudah masuk Islam, saya kuatir kalau-kalau mereka membunuhmu.”
Jawabku, “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya! Aku tidak akan meninggalkan Makkah sebelum aku datang ke masjid meneriakkan kalimah yang hak di tengah-tengah kaum Quraisy.” Rasulullah diam saja mendengar jawabanku.
Kemudian aku datang ke masjid ketika orang-orang Quraisy duduk bercakap-cakap. Aku datang ke tengah-tengah mereka, lalu aku berseru dengan suara keras, “Hai, kaum Quraisy! Aku mengaku sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.” Kalimat-kalimatku menyentuh telinga mereka, mereka terkejut dan melompat dari duduknya.
Kata mereka, “tangkap! Dia meninggalkan agama nenek moyangnya!”
Aku dikeroyok hendak dibunuh mereka. Untunglah Abbas bin Abdul Mutthalib, paman Nabi datang melindungiku. Kata Abbas, “celaka kalian! Mengapa kalian hendak membunuh orang Ghifar. Padahal Ghifar tempat kafilah kalian lewat.”
Mereka berhenti mengeroyokku, sesudah itu aku pergi menemui Rasulullah, setelah beliau melihatku babak belur, beliau berkata, “bukankah aku sudah melarangmu mengatakan kepada mereka bahwa kamu telah Islam?”
Jawabku, “Aku penasaran sebelum tekadku kulaksanakan.”
Kata Rasulullah, “Sekarang sebaiknya engkau pulang kepada kaummu. Beritakanlah kepada mereka apa yang engkau lihat dan apa yang engkau dengar. Ajaklah kaummu kepada agama Allah. Semoga ajakanmu bermanfaat bagi mereka, dan engkau mendapat pahala karena mengajak mereka. Bila engkau mendengar berita bahwa aku telah berdakwah secara terang-terangan atau terbuka, datanglah kembali kepadaku.”
Aku pulang ke kampungku. Sampai di kampung, saudara-saudaraku bertanya, “Apa yang telah kau lakukan?”
Jawabku, “Aku sudah Islam dan mengakui kebenaran agama itu.”
Tidak berapa lama kemudian Allah melapangkan dada Anis, Dia berkata kepadaku, “Tidak ada alasan bagiku membenci agamamu. Karena itu aku masuk Islam dan mengakui pula kebenarannya.”
Kemudian kami datangi ibu kami, lalu kami ajak ibu masuk Islam. Kata ibu, “Saya sungguh tertarik kepada agama kalian.“ Lalu ibu masuk Islam pula. Maka sejak hari itu keluarga mu’min itu berdakwah di kampung Ghifar tanpa merasa lelah dan jemu. Banyak penduduk Ghifar masuk Islam. Rasulullah berkata mengenai mereka, “Semoga Allah mengampuni penduduk Ghifar dan menyelamatkan penduduk Islam.”
Rasulullah sangat terkesan kepada Abu Dzar dan memuliakannya, setiap beliau bertemu dengan Abu Dzar, beliau berjabat tangan dengannya dan wajah beliau terlukis seulas senyum tanda gembira.
Sejak Rasulullah berpulang ke rahmatullah, Abu Dzar tidak betah tinggal di Madinah. Kota itu terasa kosong baginya ditinggal Rasulullah. Dia pergi ke negeri Syam dan menetap tinggal di sana selama pemerintahan Abu Bakar Shiddiq dan Umar r.a
Zaman pemerintahan Utsman, Abu Dzar tinggal di Damascus. Dia melihat kaum muslimin sudah bermewah-mewah dengan kehidupan dunia. Abu Dzar bergerak membasmi gejala buruk yang membahayakan kaum muslimin itu. Karena itu khalifah Utsman memanggilnya ke Madinah.
Beliau begitu lama tinggal di Madinah mengingatkan masyarakat/ para pembesar supaya kembali kepada hidup sederhana seperti dicontohkan Rasulullah, Khalifah Utsman memerintahkannya pindah ke Rabzah, sebuah kampung kecil dekat kota Madinah. Abu Dzar tinggal di kampung itu terjauh dari masyarakat ramai. Dia menjauhkan diri dari kecenderungan hidup mewah dengan harta dunia, dan mempertahankan hidup sederhana seperti dicontohkan Rasulullah dan dua orang sahabat beliau, Abu Bakar dan Umar. Dia lebih mengutamakan kehidupan akherat daripada kehidupan dunia.
Pada suatu hari seorang laki-laki datang ke rumah Abu Dzar. Orang itu melayangkan pandangannya ke setiap pojok rumah Abu Dzar. Dia tidak melihat apa-apa dalam rumah itu. Karena itu orang tersebut bertanya kepada Abu Dzar, “Hai Abu Dzar! Dimana barang-barangmu?” Jawab Abu Dzar, “Kami mempunyai rumah yang lain (di akherat). Barang-barang kami yang bagus telah kami kirimkan kesana.”
Orang tersebut rupanya mengerti maksud Abu Dzar. Lalu dia berkata pula, ”Tetapi bukankah kamu memerlukan juga barang-barang itu di rumah ini (di dunia)?” Jawab Abu Dzar, ”Tetapi yang punya rumah (Allah) tidak membolehkan kami tinggal disini selama-lamanya.
Pada suatu ketika, Wali Kota Syam mengirimnya uang 300 dinar. Katanya, “Manfaatkanlah uang ini untuk memenuhi kebutuhan Anda!”
Abu Dzar mengembalikan uang itu seraya berkata, “Apakah Wali Kota tidak melihat lagi seorang hamba Allah yang lebih memerlukan bantuannya selain saya?”
Tahun ke 32 Hijriah Allah Yang Maha Pemberi berkenan memanggil hamba-Nya yang zuhud ini, dan yang telah mendapat pujian dari Rasulullah dengan sabdanya, ”Tidak akan diperoleh di dunia ini orang yang lebih konsekuen dari Abu Dzar.”
Anda mendapat 1 Pesan
Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.
Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.
"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.
Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.
"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Abu Ubaidah bin Jarrah, Gubernur Syam yang Zuhud
Abu Ubaidah bin Jarrah, Gubernur Syam yang Zuhud
Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan PimpinanAbu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya.
Bahkan Abdullah bin Masud bangga dengannya. Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah, begitu ujarnya.
Rasulullah saw. sendiri mengakui kualitas Abu Ubaidah. Bagi suatu kaum adalah seseorang yang paling mereka percayai dan bagi kaum ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, begitu sabda Rasulullah saw.
Di masa pemerintahan Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubaidah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khattab.
Tak lama kemudian Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.
Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah, Syam dikepung musuh. Umar berkirim surat kepada Abu Ubaidah. Isinya, Sesunggunya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.
Surat itu dibalas oleh Abu Ubaidah dengan kalimat, Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka. (Al-Haddid: 20)
Surat balasan Abu Ubaidah ini oleh Umar dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad, kata Umar.
Memang Abu Ubaidah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang zuhud. Umar pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah menjabat sebagai gubernur. Abu Ubaidah, untuk apakah aku datang ke rumahmu? tanya Umar. Jawab Abu Ubaidah, Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.
Namun Umar memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah mengizinkan Umar berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.
Umar bertanya, Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?
Adakah kau memiliki makanan? tanya Umar lagi. Abu Ubaidah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.
Umar pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah pun berujar, Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis. Umar berkata, Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.
Suatu ketika Umar mengirimi uang kepada Abu Ubaidah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepada Umar, Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu. Umar berujar, Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.
Begitulah Abu Ubaidah. Hidup baginya adalah pilihan. Ia memilih zuhud dengan kekuasaan dan harta yang ada di dalam genggamannya. Baginya jabatan bukan aji mumpung buat memperkaya diri. Tapi, kesempatan untuk beramal lebih intensif guna meraih surga.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan PimpinanAbu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya.
Bahkan Abdullah bin Masud bangga dengannya. Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah, begitu ujarnya.
Rasulullah saw. sendiri mengakui kualitas Abu Ubaidah. Bagi suatu kaum adalah seseorang yang paling mereka percayai dan bagi kaum ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, begitu sabda Rasulullah saw.
Di masa pemerintahan Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubaidah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khattab.
Tak lama kemudian Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.
Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah, Syam dikepung musuh. Umar berkirim surat kepada Abu Ubaidah. Isinya, Sesunggunya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.
Surat itu dibalas oleh Abu Ubaidah dengan kalimat, Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka. (Al-Haddid: 20)
Surat balasan Abu Ubaidah ini oleh Umar dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad, kata Umar.
Memang Abu Ubaidah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang zuhud. Umar pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah menjabat sebagai gubernur. Abu Ubaidah, untuk apakah aku datang ke rumahmu? tanya Umar. Jawab Abu Ubaidah, Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.
Namun Umar memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah mengizinkan Umar berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.
Umar bertanya, Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?
Adakah kau memiliki makanan? tanya Umar lagi. Abu Ubaidah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.
Umar pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah pun berujar, Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis. Umar berkata, Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.
Suatu ketika Umar mengirimi uang kepada Abu Ubaidah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepada Umar, Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu. Umar berujar, Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.
Begitulah Abu Ubaidah. Hidup baginya adalah pilihan. Ia memilih zuhud dengan kekuasaan dan harta yang ada di dalam genggamannya. Baginya jabatan bukan aji mumpung buat memperkaya diri. Tapi, kesempatan untuk beramal lebih intensif guna meraih surga.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kisah Hikmah: Sebutir Kurma Penjegal Doa

Sebutir Kurma Penjegal Doa
Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat DoaUsai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,” jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.
“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua, kemana ia sekarang?” tanya Ibrahim. “Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?” Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.
“Nah, begitulah” kata Ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu-persatu.”
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap. “Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain”.
“O, tidak..sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”
Sepertinya kita sudah harus memulai tekat yang bulat untuk menerapkan yang hak dan yang bathil dalam hidup kita dan kita juga harus berhati-hati dalam memasukan makanan ke dalam tubuh kita…apakah sudah halalkah? Lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu…
Wallahualam.
Artikel yang berkaitan:
Waktu yang Tercuri
Setan mengadakan konferensi iblis, syaitan dan jin. Dalam pembukaannya konferensi tersebut dikatakannya: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan tuhan mereka Allah dan pembawa risalahNya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh. Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!” “Bagaimana kami melakukannya? ” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. “Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,” jawab sang iblis.
“Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG,BERHUTANG DAN BERHUTANG. Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 – 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka”.
“Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah. Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”.
“Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC dirumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus-menerus di semua restoran maupun toko-toko di dunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya.”
“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari. Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan dij alanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan”.
“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka. Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.
“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran” Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”.
“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat. Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ketempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan- pertandingan, konser musik dan bioskop.”
Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.
“Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”
“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL. RENCANA YANG BAGUS.”
Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT KAUM MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya.
Sekarang pertanyaannya adalah, APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL? ANDALAH YANG MENENTUKAN!!!
Sumber:hilmiarifin.com
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kisah Hikmah: Pengemis Buta

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.
“Apakah itu?”, tanya Abubakar RA.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu?”
Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)”.
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis sbuta itu.
“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu…
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Kolom Bang Karto: Dunia memang Aneh

“Dunia memang aneh”, guman Pak Ustadz
“Apanya yang aneh Pak?” tanya seorang sahabat.
“Tidakkah kamu perhatikan di sekelilingmu, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”
“Coba anda rasakan sendiri, nanti Maghrib, anda ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang anda miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu kamu berjalan kemari, nanti kamu ceritakan apa yang kamu alami” kata Pak Ustadz.
Tanpa banyak tanya, sahabat tadi melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, diabersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.
Belum setengah perjalanan, dia berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya.
“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?” tanya ibu muda itu.
Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang mereka saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;
Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin?
Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?
Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?
* Orang yang pergi ke masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron.
* Orang ke masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.
* Orang ke masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.
Ketika hal itu sahabat ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu”, kata Pak Ustadz.
“Keanehan-keanehan” disekitar kita?
* Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.
* Cobalah kita shalat Dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.
* Cobalah berdzikir atau tadabur Al-Qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat.
* Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?
* Cobalah shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.
* Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.
* Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.
Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.
Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur’an (Al-A’raf:31)
Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.
Jangan takut dikatakan “sok rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.
QS An Nisaa ayat 103:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An Nisaa:103)
Jangan takut untuk shalat jum’at di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah.
QS Al Jum’ah ayat 9: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al-Jumu’ah:9)
Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muadzin telah azan di hari Jum’at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muadzin itu dan meninggalkan semua pekerjaannya.
Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat Al-Qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;
QS Al Fusshilat ayat 33: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)
Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita.
Kalau yang kirim e-mail humor saja, gambar-maaf- porno, gue/elu saja, atau test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?
Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”
Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja.
Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.
Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar. Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh di tengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see.
Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.
Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka” jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita di yaumul akhir, yaumul hisab dan akhirat kelak.
Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Nuansa Islam: Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia
Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan
hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator
kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu'
mungkin membaca doa 'sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.
Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri.
Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil
aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.
Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.
Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan
kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau
ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga
tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu
dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat
masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".
Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
Artikel lainnya:
Rahasia sebuah gerakan/putaran
Beberapa waktu yang lalu disalah satu TV swasta ada
tayangan `After School'nya Dedi Corbuzer. Salah satu bagiannya adalah
menggambarkan bagaimana sebuah roda poros kiri dan kanannya yang
ditautkan seutas tali sehingga roda itu benar benar dalam posisi
tergantung seimbang diatas. Kalo saja salah satu sisi tali dipotong
dan roda dalam keadaan diam, pasti roda tersebut langsung jatuh ke
tanah. Tapi apa yang terjadi bila sebelumnya roda diputar terlebih
dahulu dan kemudian salah satu sisi talinya dipotong? Ajaib..!!
Ternyata roda tersebut tidak langsung jatuh ketanah. Dia tetap
berputar meski hanya ditopang oleh satu tali saja. Baru ketika
gerakan putaran semakin lambat maka akhirnya roda tsb jatuh ke tanah.
Kejadian tersebut di atas ternyata bukan sebuah sulap atau bahkan
permainan dari bangsa jin. Ternyata ada ilmu fisika yang bisa
menjelaskan hal itu yaitu bahwa ketika roda dalam posisi berputar
maka dia akan punya kemampuan untuk berusaha mempertahankan posisi
itu hingga energi yang dimilikinya habis.
Sekilas tanyangan itu seperti angin lalu saja, tapi gak tahu kenapa
seolah-olah Alloh ingin mengajarkan sesuatu kepada saya. Langsung
saja saya coba hubung-hubungkan dengan wacana keislaman yang saya
ketahui. Bahwa untuk selalu hidup adanya pergerakan adalah suatu hal
yang mutlak diperlukan. Seperti halnya roda tadi, supaya dia tetap
diatas dan tidak jatuh ke tanah dia harus terus bergerak berputar
selama mungkin. Dalam ajaran Islam sering kali dengar kata-kata
hijrah, bahwa untuk melanggengkan ajaran Islam saat itu kamu muslimin
harus berani berhijrah (baca: bergerak) untuk menjaga eksistensinya.
Dan terbukti dengan terciptanya masyarakat madani saat itu. Selain
itu, diajarkan juga mengenai shodaqoh/sedekah, infaq, zakat, dll yang
intinya adalah mengeluarkan sejumlah harta kita agar tidak 'diam'.
Ternyata dengan 'menggerakan' harta tsb, gak ada ceritanya orang yang
sedekah tsb jatuh miskin, coba simak pengajiannya ustadz yusuf
mansyur tentang hal ini.
Dalam sisi ibadahpun ternyata 'pergerakkan'
sangat dominan ditunjukkan, bagaimana dalam sholat harus ada berdiri,
rukuk, sujud dan duduk, bagaimana dalam haji harus ada thawaf, sa'i,
dll, tentunya semua itu salah satunya bertujuan untuk menjaga posisi
keimanan manusia itu sendiri. Kalo melihat sirah Nabawiyah, mungkin
kita pernah bertanya dalam hati kenapa sih rosululloh setelah
diangkat sebagai nabi & rosul, beliau begitu getol tuk mengajak
manusia lain untuk mengikuti ajarannya, kenapa gak disimpen aja
sendiri. Bisa jadi prinsip roda diatas bisa adalah jawabannya. Klo
mau keimanan dan ketaqwaan bertambah kuat ya musti harus digesekkan
(baca: digerakkan, karena gesekan masih tergolong sebagai salah satu
gerakan). Beliau 'bererak' ke Thaif eh malah dilempari batu,
beliau 'bergerak' di Mekah eh malah akan dibunuh waktu malam mo
hijrah, beliau udah menang saat pembebasan mekah (fathul mekah) eh
beliau masih juga bergerak lagi dengan mengirim utusan atau surat ke
raja persia atau pun romawi, sampai akhirnya Alloh memanggil beliau.
Alhasil dengan perputaran gerakan beliau tadi, hasil jerih payahnya
masih menggema hingga hari ini.
Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi kita semua...amin.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan
hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator
kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu'
mungkin membaca doa 'sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.
Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri.
Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil
aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.
Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.
Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan
kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau
ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga
tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu
dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat
masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".
Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
Artikel lainnya:
Rahasia sebuah gerakan/putaran
Beberapa waktu yang lalu disalah satu TV swasta ada
tayangan `After School'nya Dedi Corbuzer. Salah satu bagiannya adalah
menggambarkan bagaimana sebuah roda poros kiri dan kanannya yang
ditautkan seutas tali sehingga roda itu benar benar dalam posisi
tergantung seimbang diatas. Kalo saja salah satu sisi tali dipotong
dan roda dalam keadaan diam, pasti roda tersebut langsung jatuh ke
tanah. Tapi apa yang terjadi bila sebelumnya roda diputar terlebih
dahulu dan kemudian salah satu sisi talinya dipotong? Ajaib..!!
Ternyata roda tersebut tidak langsung jatuh ketanah. Dia tetap
berputar meski hanya ditopang oleh satu tali saja. Baru ketika
gerakan putaran semakin lambat maka akhirnya roda tsb jatuh ke tanah.
Kejadian tersebut di atas ternyata bukan sebuah sulap atau bahkan
permainan dari bangsa jin. Ternyata ada ilmu fisika yang bisa
menjelaskan hal itu yaitu bahwa ketika roda dalam posisi berputar
maka dia akan punya kemampuan untuk berusaha mempertahankan posisi
itu hingga energi yang dimilikinya habis.
Sekilas tanyangan itu seperti angin lalu saja, tapi gak tahu kenapa
seolah-olah Alloh ingin mengajarkan sesuatu kepada saya. Langsung
saja saya coba hubung-hubungkan dengan wacana keislaman yang saya
ketahui. Bahwa untuk selalu hidup adanya pergerakan adalah suatu hal
yang mutlak diperlukan. Seperti halnya roda tadi, supaya dia tetap
diatas dan tidak jatuh ke tanah dia harus terus bergerak berputar
selama mungkin. Dalam ajaran Islam sering kali dengar kata-kata
hijrah, bahwa untuk melanggengkan ajaran Islam saat itu kamu muslimin
harus berani berhijrah (baca: bergerak) untuk menjaga eksistensinya.
Dan terbukti dengan terciptanya masyarakat madani saat itu. Selain
itu, diajarkan juga mengenai shodaqoh/sedekah, infaq, zakat, dll yang
intinya adalah mengeluarkan sejumlah harta kita agar tidak 'diam'.
Ternyata dengan 'menggerakan' harta tsb, gak ada ceritanya orang yang
sedekah tsb jatuh miskin, coba simak pengajiannya ustadz yusuf
mansyur tentang hal ini.
Dalam sisi ibadahpun ternyata 'pergerakkan'
sangat dominan ditunjukkan, bagaimana dalam sholat harus ada berdiri,
rukuk, sujud dan duduk, bagaimana dalam haji harus ada thawaf, sa'i,
dll, tentunya semua itu salah satunya bertujuan untuk menjaga posisi
keimanan manusia itu sendiri. Kalo melihat sirah Nabawiyah, mungkin
kita pernah bertanya dalam hati kenapa sih rosululloh setelah
diangkat sebagai nabi & rosul, beliau begitu getol tuk mengajak
manusia lain untuk mengikuti ajarannya, kenapa gak disimpen aja
sendiri. Bisa jadi prinsip roda diatas bisa adalah jawabannya. Klo
mau keimanan dan ketaqwaan bertambah kuat ya musti harus digesekkan
(baca: digerakkan, karena gesekan masih tergolong sebagai salah satu
gerakan). Beliau 'bererak' ke Thaif eh malah dilempari batu,
beliau 'bergerak' di Mekah eh malah akan dibunuh waktu malam mo
hijrah, beliau udah menang saat pembebasan mekah (fathul mekah) eh
beliau masih juga bergerak lagi dengan mengirim utusan atau surat ke
raja persia atau pun romawi, sampai akhirnya Alloh memanggil beliau.
Alhasil dengan perputaran gerakan beliau tadi, hasil jerih payahnya
masih menggema hingga hari ini.
Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi kita semua...amin.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Nuansa Islam: Kekaguman Katherine Wesley tentang Islam
Kekaguman Katherine Wesley tentang Islam
Awalnya, ia hanya ingin meneliti Islam, khususnya
fikih dan perbandingan hukum Islam. Tapi, ia mengaku
"jatuh cinta" pada Islam
Sejak dua bulan terakhir ini, the Forum for non/new
Muslims membahas tafsir S. Al-Hujurat Al-Quran.
Rupanya metode pembahasan dengan menjelaskan kata per
kata cukup menarik bagi banyak peserta. Memang di
antara peserta itu sudah ada yang pernah mengambil
kursus bahasa Arab. Sehingga pembahasan ayat-ayat
Al-Quran dengan pendekatan "kata per kata" dan
mendalami makna ayat-ayatnya dengan mendalami makna
dari setiap kata menjadi daya tarik tersendiri.
Hari pertama saja, ketika saya menjelaskan kata
'aamanuu' pada ayat "yaa aayuhalladzina aamanuu
laa tuqaddimuu......dst", mengambil waktu yang cukup
panjang untuk menjelaskan semua makna yang terkait
dengan kata itu. Dimulai dari kata
"amina-ya'manu-amnun" yang berarti "aman",
hingga "aamana-yuuminu-I'maan wa amaanah" yang
berarti "amanah" atau kepercayaan.
Duduk di salah satu sudut ruangan yang tidak terlalu
luas itu, seorang gadis bule. Wajahnya putih bersih
dan penuh senyum, tapi menampakkan sikap pemalu.
Sesekali gadis itu menyelah seolah-olah membenarkan
penjelasan saya, atau menguatkan
argumentasi-argumentasi yang saya berikan.
Saya memang agak terkejut. Apalagi gadis ini belum
saya kenal dengan baik. Maka, dalam sebuah sesi hari
Sabtu itu saya Tanya, "may I ask you?"
"Yes sir!" jawabnya sopan.
"Do you speak Arabic?", tanyaku.
"Oh no!", katanya malu-malu. "But I took some
course on Arabic", lanjutnya.
"Di mana anda mengambil kursus Arab, dan bagaimana
tingkat bahasa Arab mu?" tanyaku.
Dengan sedikit tertawa dia mengatakan, "Jujur saya
malu mengatakannya. Saya baru pemula."
"Saya juga pemula! Jawab saya sambil bercanda.
Menjelang akhir kelas, dua Sabtu lalu, Katherine,
demikian dia mengenalkan diri, seperti ingin sekali
mengatakan sesuatu tapi sepertinya sangat malu, atau
sepertinya berat untuk disampaikan. Sesekali ingin
mengatakan sesuatu, namun setiap kali saya pancing
untuk berbicara, jawabannya "am..amm never mind!",
seperti gaya anak remaja yang cuwek.
Setelah kelas bubar, barulah Katherine mendekat dan
meminta waktu untuk berbicara. Oleh karena waktu saya
singkat, saya katakan, apakah dia perlu waktu panjang?
"Tidak, hanya perlu waktu anda beberapa menit
saja," katanya.
Saya kemudian meminta izin untuk menyelesaikan
beberapa hal yang perlu saya selesaikan. Beberapa saat
kemudian saya memintanya untuk masuk ke 'conference
room'. Katherine masuk ke ruang conference dan
berencana menutup pintu, tapi saya memintanya untuk
tetap pintu terbuka. "It's fine, don't close
it", kata saya.
"Alright Katherine! Adakah hal yang bisa aku
bantu?", saya memulai percakapan siang itu.
"Iman (maksudnya Imam), are you familiar with Imam
Latif?", tanyanya.
"Latif yang mana yang anda maksudkan? Aku mempunyai
beberapa nama Latif dalam memori ku", kataku
merujuk kepada kenyataan bahwa saya mengenal beberapa
teman yang kebetulan bernama Latif atau Abdul Latif.
"I think he is the Imam at the NYU", jawabnya.
"Oh yeah, he is the Muslim Chaplain at the NYU and
as well the Muslim Chaplain for the NYPD", jelasku.
Saya kemudian bertanya, ada apa dengan Imam Khalid
Latif (nama lengkap Chaplain yang dimaksud) itu.
Barulah kemudian saya tahu kalau Katherine itu adalah
mahasiswa S3 di NYU, yang ternyata sedang menulis
disertasinya dalam perbandingan madzhab Maliki dan
Syafi'i.
"Aku telah menghadiri sebagian dari ceramah kuliah dan
kutbahnya." (maksudnya Khutbah)", katanya mengenai
Imam Latif.
Saya kemudian bertanya, kenapa ingin berbicara ke saya
siang itu? Dari percakapan itu ternyata Katherine
sudah meneliti Islam, khususnya fikih dan perbandingan
fikih dalam hukum Islam. "For me, it's simply
amazing!" (bagiku itu benar-benar mengagumkan),
katanya mengenai diskusi-diskusi atau
perdebatan-perdebatan yang terjadi di antara pada
ulama Islam. Menurutnya, semakin dia dalam perberdaan
pendapat para ulama itu, semakin sadar bahwa Islam itu
begitu menjunjung tinggi ilmu dan semangat pencarian
(inquiries). Dia bahkan mengetahui betul bahwa
semangat inilah yang pernah menjadikan Islam jaya
dalam segala lini kehidupan manusia.
"And so, what I can do for you?", tanya saya.
Maksud saya, barangkali ingin mendiskusikan sesuatu
yang berhubungan dengan disertasinya. Atau mungkin
ingin mengklarifikasi tentang sesuatu dalam penelitian
yang dilakukannya.
Katherine terdiam dan bahkan menunduk beberapa saat.
"Saya berfikir untuk memeluk Islam," katanya
seraya meneteskan airmata.
Tanpa terasa saya hanya langsung mengucapkan
"alhamdulillah!". Bagi Katherine tentu kata ini
bukan sesuatu yang asing lagi. Mendengar itu dia hanya
tersenyum seraya mengusap airmatanya.
"Are you sure, Katherine?".
"Yes, I am sure. Pada dasarnya, saya telah
memikirkan tentang dalam waktu yang cukup lama,"
katanya.
Saya kemudian mencoba menjelaskan kembali makna
berislam. Bahwa beislam itu bukan sekedar mengetahui
kebenaran ini, tapi dari itu merupakan komitmen hidup
untuk melakukan perubahan internal maupun eksternal
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Saya memang tidak berpanjang lebar lagi berbicara
kepada Katherine. Saya tahu Katherine sebenarnya tahu
banyak tentang Islam, dan bahkan mungkin lebih banyak
tahu dari 'average Muslims' yang terlahir dari
orang tua Muslim. Apalagi memang dia telah meneliti
hukum Islam, khususnya mengenai fikih Islam.
"Are you ready?", kembali saya tanya.
"Yes!", jawabnya tegas.
Saya meminta ke resepsionis untuk mencarikan dua orang
saksi. Setelah saksi hadir di ruang pertemuan itu,
saya memulai menuntun Katherine mengikrarkan:
"Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah".
Diikuti pekik Allahu Akbar, saya mendoakan semoga
Katherine dikuatkan dan bahkan menjadi da'iyah di
jalanNya. Alhamdulillah! [www.hidayatullah.com]
New York, April 18, 2008
Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of
New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New
York" di www.hidayatullah.com
Artikel lainnya:
Militer Israel Hina Rakyat Palestina Dengan Kaos
Serdadu-serdadu penjajah Israel semakin menampakkan kebenciannya
kepada rakyat Palestina dengan berbagai macam cara.
Sejak perang Gaza 23 berakhir, tentara Israel menandai berakhirnya asa
tugas mereka dengan menggunakan kaos yang menampilkan gambar kekejian
yang mereka buat di Jalur Gaza.
Berbagai macam gambar dan tulisan dalam kaos tersebut berisi nada-nada
yang sangat culas, seperti "Lebih baik memakai durex (kondom)" dengan
di sampingnya gambar mayat seorang bayi
Palestina dengan ibunya yang sangat sedih meratapi kematiannya. Dan
berbagai gambar dan tulisan hinaan lainnya.
Kaos-kaos laknat tersebut didesain oleh Givati Brigade's Shaked
battalion, sebuah kelompok dari militer Israel.
Seorang militer Israel berisinisial Y mengatakan bahwa apa yang mereka
lakukan ini adalah bukti kebanggaan dari tentara Israel atas
bangsanya, tulis harian terkenal Israel haareetz, Sabtu (21/3).
Selain itu juga ada gambar seorang anak yang sedang membawa senjata
dalam bidikan sniper dan bertuliskan dalam bahasa Israel yang berarti
"lebih kecil, lebih sulit".
Menurut seorang tentara Israel yang sempat diwawancara Haaretz, pesan
dalam kaos itu adalah, "Itu seorang anak laki-laki. Jadi, jika anda
akan memiliki sedikit masalah dengannya. Selain itu targetnya juga
lebih kecil."
Gambar lainnya adalah tentara Israel membom sebuah masjid dan
bertuliskan "Hanya Tuhan yang memaafkan".
Gambar kaos-kaos kontroversial itu terungkap setelah serangan Israel
ke Gaza yang menewaskan hampir 1.000 warga sipil. Sebagian besar
merupakan wanita dan anak-anak.
Seorang mantan tentara yang giat membeberkan kebejatan moral tentara
dengan kampanyenya bertajuk "Breaking The Silence", Micheal Maniken
mengatakan kepada Sky News bahwa terungkapnya gambar-gambar kaos itu
menunjukkan semakin bejatnya moral tentara.
Selain itu, banyak juga kaos yang menuliskan pesan-pesan cabul seperti
"No virgins, no terror attacks/tak ada perawan,tak ada serangan
teror".
Menurut Orna Sasson-Levy, seorang sosiolog dari Bar-Ilan University,
adanya fenomena ini menunjukkan tren radikalisasi dalam tubuh tentara
Yahudi Israel, dan menunjukkan rasa sesungguhnya tentara Israel
terhadap rakyat Palestian.
www.muslimdaily.net
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Awalnya, ia hanya ingin meneliti Islam, khususnya
fikih dan perbandingan hukum Islam. Tapi, ia mengaku
"jatuh cinta" pada Islam
Sejak dua bulan terakhir ini, the Forum for non/new
Muslims membahas tafsir S. Al-Hujurat Al-Quran.
Rupanya metode pembahasan dengan menjelaskan kata per
kata cukup menarik bagi banyak peserta. Memang di
antara peserta itu sudah ada yang pernah mengambil
kursus bahasa Arab. Sehingga pembahasan ayat-ayat
Al-Quran dengan pendekatan "kata per kata" dan
mendalami makna ayat-ayatnya dengan mendalami makna
dari setiap kata menjadi daya tarik tersendiri.
Hari pertama saja, ketika saya menjelaskan kata
'aamanuu' pada ayat "yaa aayuhalladzina aamanuu
laa tuqaddimuu......dst", mengambil waktu yang cukup
panjang untuk menjelaskan semua makna yang terkait
dengan kata itu. Dimulai dari kata
"amina-ya'manu-amnun" yang berarti "aman",
hingga "aamana-yuuminu-I'maan wa amaanah" yang
berarti "amanah" atau kepercayaan.
Duduk di salah satu sudut ruangan yang tidak terlalu
luas itu, seorang gadis bule. Wajahnya putih bersih
dan penuh senyum, tapi menampakkan sikap pemalu.
Sesekali gadis itu menyelah seolah-olah membenarkan
penjelasan saya, atau menguatkan
argumentasi-argumentasi yang saya berikan.
Saya memang agak terkejut. Apalagi gadis ini belum
saya kenal dengan baik. Maka, dalam sebuah sesi hari
Sabtu itu saya Tanya, "may I ask you?"
"Yes sir!" jawabnya sopan.
"Do you speak Arabic?", tanyaku.
"Oh no!", katanya malu-malu. "But I took some
course on Arabic", lanjutnya.
"Di mana anda mengambil kursus Arab, dan bagaimana
tingkat bahasa Arab mu?" tanyaku.
Dengan sedikit tertawa dia mengatakan, "Jujur saya
malu mengatakannya. Saya baru pemula."
"Saya juga pemula! Jawab saya sambil bercanda.
Menjelang akhir kelas, dua Sabtu lalu, Katherine,
demikian dia mengenalkan diri, seperti ingin sekali
mengatakan sesuatu tapi sepertinya sangat malu, atau
sepertinya berat untuk disampaikan. Sesekali ingin
mengatakan sesuatu, namun setiap kali saya pancing
untuk berbicara, jawabannya "am..amm never mind!",
seperti gaya anak remaja yang cuwek.
Setelah kelas bubar, barulah Katherine mendekat dan
meminta waktu untuk berbicara. Oleh karena waktu saya
singkat, saya katakan, apakah dia perlu waktu panjang?
"Tidak, hanya perlu waktu anda beberapa menit
saja," katanya.
Saya kemudian meminta izin untuk menyelesaikan
beberapa hal yang perlu saya selesaikan. Beberapa saat
kemudian saya memintanya untuk masuk ke 'conference
room'. Katherine masuk ke ruang conference dan
berencana menutup pintu, tapi saya memintanya untuk
tetap pintu terbuka. "It's fine, don't close
it", kata saya.
"Alright Katherine! Adakah hal yang bisa aku
bantu?", saya memulai percakapan siang itu.
"Iman (maksudnya Imam), are you familiar with Imam
Latif?", tanyanya.
"Latif yang mana yang anda maksudkan? Aku mempunyai
beberapa nama Latif dalam memori ku", kataku
merujuk kepada kenyataan bahwa saya mengenal beberapa
teman yang kebetulan bernama Latif atau Abdul Latif.
"I think he is the Imam at the NYU", jawabnya.
"Oh yeah, he is the Muslim Chaplain at the NYU and
as well the Muslim Chaplain for the NYPD", jelasku.
Saya kemudian bertanya, ada apa dengan Imam Khalid
Latif (nama lengkap Chaplain yang dimaksud) itu.
Barulah kemudian saya tahu kalau Katherine itu adalah
mahasiswa S3 di NYU, yang ternyata sedang menulis
disertasinya dalam perbandingan madzhab Maliki dan
Syafi'i.
"Aku telah menghadiri sebagian dari ceramah kuliah dan
kutbahnya." (maksudnya Khutbah)", katanya mengenai
Imam Latif.
Saya kemudian bertanya, kenapa ingin berbicara ke saya
siang itu? Dari percakapan itu ternyata Katherine
sudah meneliti Islam, khususnya fikih dan perbandingan
fikih dalam hukum Islam. "For me, it's simply
amazing!" (bagiku itu benar-benar mengagumkan),
katanya mengenai diskusi-diskusi atau
perdebatan-perdebatan yang terjadi di antara pada
ulama Islam. Menurutnya, semakin dia dalam perberdaan
pendapat para ulama itu, semakin sadar bahwa Islam itu
begitu menjunjung tinggi ilmu dan semangat pencarian
(inquiries). Dia bahkan mengetahui betul bahwa
semangat inilah yang pernah menjadikan Islam jaya
dalam segala lini kehidupan manusia.
"And so, what I can do for you?", tanya saya.
Maksud saya, barangkali ingin mendiskusikan sesuatu
yang berhubungan dengan disertasinya. Atau mungkin
ingin mengklarifikasi tentang sesuatu dalam penelitian
yang dilakukannya.
Katherine terdiam dan bahkan menunduk beberapa saat.
"Saya berfikir untuk memeluk Islam," katanya
seraya meneteskan airmata.
Tanpa terasa saya hanya langsung mengucapkan
"alhamdulillah!". Bagi Katherine tentu kata ini
bukan sesuatu yang asing lagi. Mendengar itu dia hanya
tersenyum seraya mengusap airmatanya.
"Are you sure, Katherine?".
"Yes, I am sure. Pada dasarnya, saya telah
memikirkan tentang dalam waktu yang cukup lama,"
katanya.
Saya kemudian mencoba menjelaskan kembali makna
berislam. Bahwa beislam itu bukan sekedar mengetahui
kebenaran ini, tapi dari itu merupakan komitmen hidup
untuk melakukan perubahan internal maupun eksternal
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Saya memang tidak berpanjang lebar lagi berbicara
kepada Katherine. Saya tahu Katherine sebenarnya tahu
banyak tentang Islam, dan bahkan mungkin lebih banyak
tahu dari 'average Muslims' yang terlahir dari
orang tua Muslim. Apalagi memang dia telah meneliti
hukum Islam, khususnya mengenai fikih Islam.
"Are you ready?", kembali saya tanya.
"Yes!", jawabnya tegas.
Saya meminta ke resepsionis untuk mencarikan dua orang
saksi. Setelah saksi hadir di ruang pertemuan itu,
saya memulai menuntun Katherine mengikrarkan:
"Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah".
Diikuti pekik Allahu Akbar, saya mendoakan semoga
Katherine dikuatkan dan bahkan menjadi da'iyah di
jalanNya. Alhamdulillah! [www.hidayatullah.com]
New York, April 18, 2008
Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of
New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New
York" di www.hidayatullah.com
Artikel lainnya:
Militer Israel Hina Rakyat Palestina Dengan Kaos
Serdadu-serdadu penjajah Israel semakin menampakkan kebenciannya
kepada rakyat Palestina dengan berbagai macam cara.
Sejak perang Gaza 23 berakhir, tentara Israel menandai berakhirnya asa
tugas mereka dengan menggunakan kaos yang menampilkan gambar kekejian
yang mereka buat di Jalur Gaza.
Berbagai macam gambar dan tulisan dalam kaos tersebut berisi nada-nada
yang sangat culas, seperti "Lebih baik memakai durex (kondom)" dengan
di sampingnya gambar mayat seorang bayi
Palestina dengan ibunya yang sangat sedih meratapi kematiannya. Dan
berbagai gambar dan tulisan hinaan lainnya.
Kaos-kaos laknat tersebut didesain oleh Givati Brigade's Shaked
battalion, sebuah kelompok dari militer Israel.
Seorang militer Israel berisinisial Y mengatakan bahwa apa yang mereka
lakukan ini adalah bukti kebanggaan dari tentara Israel atas
bangsanya, tulis harian terkenal Israel haareetz, Sabtu (21/3).
Selain itu juga ada gambar seorang anak yang sedang membawa senjata
dalam bidikan sniper dan bertuliskan dalam bahasa Israel yang berarti
"lebih kecil, lebih sulit".
Menurut seorang tentara Israel yang sempat diwawancara Haaretz, pesan
dalam kaos itu adalah, "Itu seorang anak laki-laki. Jadi, jika anda
akan memiliki sedikit masalah dengannya. Selain itu targetnya juga
lebih kecil."
Gambar lainnya adalah tentara Israel membom sebuah masjid dan
bertuliskan "Hanya Tuhan yang memaafkan".
Gambar kaos-kaos kontroversial itu terungkap setelah serangan Israel
ke Gaza yang menewaskan hampir 1.000 warga sipil. Sebagian besar
merupakan wanita dan anak-anak.
Seorang mantan tentara yang giat membeberkan kebejatan moral tentara
dengan kampanyenya bertajuk "Breaking The Silence", Micheal Maniken
mengatakan kepada Sky News bahwa terungkapnya gambar-gambar kaos itu
menunjukkan semakin bejatnya moral tentara.
Selain itu, banyak juga kaos yang menuliskan pesan-pesan cabul seperti
"No virgins, no terror attacks/tak ada perawan,tak ada serangan
teror".
Menurut Orna Sasson-Levy, seorang sosiolog dari Bar-Ilan University,
adanya fenomena ini menunjukkan tren radikalisasi dalam tubuh tentara
Yahudi Israel, dan menunjukkan rasa sesungguhnya tentara Israel
terhadap rakyat Palestian.
www.muslimdaily.net
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Mutiara Nasihat: Kelebihan Imam Ali
EMPAT HAL YANG MENCAKUP DELAPAN MASALAH
Rosul pernah menyebutkan beberapa kelebihan imam Ali Ra yang pernah beliau SAW ungkapkan, kurang lebih initinya seperti berikut:
“Ya Ali Aku minta kepada Allah untukmu minta 5 hal dan Allah mengabulkannya ;
1. Aku mohon kepada Allah meminta aku menjadi manusia yang pertama dibangkitkan ketika bumi pertama kali dibelah, dan ketika aku membersihkan kepalaku dari debu aku meminta kepada Allah supaya engkau dibangkitkan bersama Aku.
2. Aku minta kepada Allah supaya Aku dan Kamu diberhentikan di mizan dan engkau berhenti bersamaku dan Allah mengabulkannya.
3. Aku minta kepada Allah supaya menjadikan engkau yang mengibarkan benderaku kelak dihari kiamat, Dan Allah mengabulkannya bendera terbesar dan termegah dan umat yang bersama bendera ini mereka jaya diakhirat yaitu rombongan orang-orang yang sukses yang menuju surga.
4. Aku minta kepada Allah agar kelak ketika orang mukmin yang minum air di telaga rosul SAW imam ali Sa yang menuangkan airnya dan Allah mengabulkannya. Ternyata rosul punya telaga kelak di Akhirat Siapa yang minum air dari telaga rosul SAW ini tidak akan haus selamanya dan yang menuangkan airnya adalah imam Ali Sa.
5. Aku minta kepada Allah agar engkau yang menggiring dan menuntun kaum mukmin ke surga, dan Allah mengabulkannya ini semua yang bersabda adalah Rosul dan ini hanyalah perintah dari Allah bukan karena rosul memanjakan keponakannya. Beliau satu-satunya yang lahir di ka'bah, satu-satunya yang pernah menaiki pundaknya rosul SAW, beliau dari kecil sudah dibimbing oleh rosul Saw beliau adalah pintu kota rosul SAW.
Ada 4 Ungkapan imam Ali tapi mencakup 8 masalah yang disampaikan, ini Pedoman pendek tapi bisa jadi pegangan hidup ;
1. Apa yang wajib dan apa yang lebih wajib??
Wajib ialah taat kepada Allah dan yang lebih wajib ialah meninggalkan dosa, kita memiliki bermacam-macam perintah dan kita tidak punya pilihan lain kecuali “melaksanakan Tanpa menawar” perintah apapun dari Allah maka wajib dilaksanakan, diperintahkan apapun itu maka wajib dilaksanakn, hukum adalah hukum Allah dan halal yang menentukan Allah haram yang menentukan adalah Allah.
Bahkan adalam alquran Teriakan penghuni neraka “Coba dulu aku taat kepada Allah dan rosul-Nya” sesuai ketentuan Allah wajib, jangan kita numpuk amal taat tapi diwaktu yang sama kita melaksanakan maksiat dan ini lebih wajib daripada taat kepada Allah, karena meninggalkan dosa ialah menunjukan kita tidak berani menentang ketentuan Allah meski itu dosa kecil kamu anggap remeh dosa kecil bisa sangat besar dihadapan Allah.
Ada dosa kecil dan besar itu apabila kita nisbatkan antara satu dosa yang lain, tapi kalau dihadapan Allah tidak ada dosa kecil maupun dosa besar karena semua berarti meremehkan Allah. Kadang matematika kita salah ini akan bisa menghapus dosa kita, kalau kita kalah hawa nafsu kita cepet-cepet minta ampun kepada Allah. Menganggap remeh dosa kecil dosanya jauh lebih besar dari dosa itu sendiri dan ini yang lebih wajib ditinggalkan. Orang yang pakai minyak wangi tapi tidak mandi pasti akan tercium bau busuknya maka yang lebih baik mandi ini contoh ringannya.
2. Apa yang dekat dan Apa yang lebih dekat??
Yang deket ialah “hari kiamat” dan yang lebih dekat ialah “kematian”. Rosul SAW adalah nabi terakhir itu bukti hari kiamat sudah dekat tapi yang lebih deket ialah mati, karena mati itu sendiri adalah kiamat bagi orang yang mati itu akan bangkit dari kiamatnya, kenapa kematian disebut lebih dekat karena kematiakn ini kita tidak akan pernah tau kapan datangnya?? karena yang menentukan kematian adalah Dzat yang menghidupkan dan mematikan.
Kita disuruh mempersiapkan kiamat maka kita juga lebih wajib mempersiapkan untuk kematian kita membangun Akhirat karena itu kematian, Sabda Rosul SAW "orang mukmin yang paling cerdik ialah yang yang lebih banyak mengingat kematiannya dan selalu mempersiapkan kematian yang akan menjemputnya" dan itu pasti akan terjadi" tapi kenapa sering dilupakan? Padahal mati adalah yang akan selalu memotong segala kenikmatan, harusnya kita heran mengapa ada orang yang berani besumpah-serapah atas nama Tuhan lagi dengan fitnahnya padahal malam ini kita tidur bangun belum tentu masih hidup apa yang nanti akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah???
Menurut imam Ali Sa nafas kita ini sebenarnya mengantarkan kita kepada kematian, jangan berkata ulang tahun yang benar kurang tahun kita hidup selama 20 tahun berarti waktu kita sudah berkurang 20 tahun, kita ingin happy sehingga lupa mati dan percuma semua ini kalau kematian sudah menjemputnya, imam Ali bersabda lagi “matilah kalian sebelum kalian mati” artinya persiapkan kematian kalian sebelum kematian datang sehingga mereka akan meresa belum puas dan kurang saja menjalani hidupnya kalau kematian sudah menjemputnya. Ketika maut menjemputnya manusia selalu berteriak supaya dikembalikan kedunia ia baru sadar beramal sholeh sholat 2 rekaat saja bagi mereka lebih berharga dari seluruh kenikmatan yang ada didunia karena waktunya sudah habis. siapkan kematian biar tidak menjadi bercana dahsyat
3. Apa yang mengherankan dan apa yang paling mengherankan ????
Yang mengherankan adalah dunia, orang kaya menghina sana sini besok bisa jadi orang paling miskin, ada orang tua yang sakit bertahun-tahun tapi tidak meninggal juga sedang ad anak kecil yang luchu, sehat tapi malah meninggal, karena semua ini mengherankan, sulit diterka dan begitulah Allah menjadikan dunia ini agar kita menuju ke yang lebih kekal ketawa 1 jam akan memaksa kita menangis berpuluh jam, mereka melakukan apa saja untuk mengumpulan dunianya sehingga melupakan apakah itu halal atau haram belum sempat menikmati ia akan mati, orang yang mengajak kebaikan dikucilkan diasingkan tapi orang yang mengajak kepada sesuatu yang tidak berguna disanjung-sanjung dipuja-puja.
Lalu apa yang lebih mengherankan dari dunia adalah hubud dun ya “cinta dunia” ialah menjadikan dunia tujuan hidup dan ini larangan Allah, lalu kita seharusnya bagaimana terhadap dunia? Jawabnya menjadikan dunia ini sebagai pelantara "wasilah" untuk kehidupan akhirat maka ialah orang paling kaya disana. bagaimanapun ia kayanya tapi itu bukan cinta dunia, Menurut rosul “Cinta dunia pangkal dari kehancuran” apalagi kalau tidak memperdulikan yang lain, tidka memikirkan dosa dan semuanya dunia ialah tempat tipuan apabila ia menjadikan dunia ini tujuan hidupnya bukan sebagai ladang untuk panen kelak diakhirat.
imam Ali Sa bersabda “Dunia ini lebih mulia dari tulang, tulangnya babi, dipegang orang yang berpenyakit kulit dan sudah” begitu menurut pandangan imam Ali lalu ada ungkapan yang lain adalah “manusia ini bagaikan anak dunia dan dunia adalah ibunya jadi tidak salah anak mencintai ibunya??” Apakah ini kontradiksi?? jawabannya tidak selama ia menjadikan dunia ini bukan sebagai tujuan hidupnya tapi harus menjadikan dunia ini sebagai perantara ke akhirat, bermacam-macam kita saksikan kawan yang kemana-mana akrab esoknya menjadi musuh yang paling dibenci dan itu sumber utamanya dari cinta dunia.
Jangan terpukau ketika melihat kekayaan orang karena mungkin kayaannya itu lebih banyak melupakan kewajibannya kepada Allah, ia mungkin disanjung orang tapi mungkin juga tidak disanjung oleh Allah karena ini adalah yang paling penting, jangan terpukau dengan setiap amal pernuatannya apabila taatnya itu bukan karena Allah melainkan untuk tujuan yang lain, diibaratkan "dunia ini adalah anak perempuannya akhirat, jadi kalau sudah memilih anak perempuan maka haram baginya menikahi ibunya juga".
Allah mensifati Dunia ini 5 hal ; diibaratkan juga dunia dan perjalanan dunia seperti anak kecil, Dunia ini adalah ;
1. Permainan, belaka seperti waktu kita masih kecil suka bermain-main saja
2. Sesuatu yang melupakan kita dengan tujuan utama yaitu Allah, ketika kita beranjak dewasa lupa akan tujuan kita diciptakan ini untuk apa??
3. Zina (berhias), kalau sudah remaja manusia pasti suka berhias
4. Tempat Saling bangga-banggakan,
5. Tempat Banyak-banyakan harta dan ini tidak akan pernah selesai dalam surat at-takasur.
Sementara di akhirat ada siksaan yang pedih tapi ada juga pengampunan dan kerelahan Allah.
Sabda rosul ada dua hal yang dibenci anak adam yaitu semua anak adam benci mati, sementara kematian buat simukmin ialah kejayaan karena ia akan selamat dari fitnah, dan yang kedua ialah benci kalau sedikit hartanya sementara kata rosul sedikit hartanya lebih ringan ketika ia di hisab Allah kelak, dunia ini adalah tangisan belaka
4. Apa yang sulit dan apa yang lebih sulit???
Yang sulit itu Kubur 2x1 meter setiap orang hendaknya melihat ini kapling yang harus dibeli ya ini kita mau tidak mau mesti mati pasti kesana dan sudah tidak berdaya lagi kita, bahkan rosul masih kena himpitan bumi ketika diliang lahat ketika diiringi 60.000 malaikat, lalu bagaimana dengan kita ini yang penuh dosa?? dan Perlu diketahui ada dua hal yang benci 2 hal: pertama mati, sementara kematian bagi mukmin karena membebaskan diri dari Fitnah, kedua semua anak adam benci hartanya sedikit, padahal kalau sedikit harta hisabnya ringan juga. dunia itu tempat tangisan dan serba sulit, kuburan ini setiap hari berteriak
1. Aku tempat yang paling asing
2. Aku tempat yang gersang
3. Aku tempat yang penuh dengan binatang
1. Aku tempat yang Gelap (kuburan)
2. Aku taman dari taman-taman surga
3. Aku sebagian dari neraka
Malam pertama bagi orang mati dikuburan itu sangatlah mengerikan maka kita harus menghadiahkan kepada mereka sholat, "demi Allah" kata imam Ali Sa apabila ia diberi umur dunia muda terus 1000 tahun, mampu menikmati semua kehidupannya engan bahagia, 1000 tahun sehat selalu tanpa pernah mengeluh sedikitpun, tidak pernah sedih demi Allah kata imam Ali semua ini tidak berarti karena ia lupa semua itu begitu dahsyatnya malam pertama kubur itu makanya kita harus menghadiahkan sholat dan talkin mayyit dan lainnya karena si mayyit sendiri sampai lupa siapa namanya. habis semua, ini berlakuk untuk semua sama rata tidak ada kaya tidak ada miskin pasti seperti itu. “Bersiaplahh...!!!”
Lalu apakah yang paling sulit??Dan ini yang paling sulit ialah pergi kubur tanpa bekal ini berarti kehancuran pasti menangis disana dan tugas nabi Muhammad Saw ialah memberi syafaat kepada seluruh mukmin, kuburan adalah tempat kita menyelesaikan urusan kita dengan Allah, kita ini perlu kawan kelak diakhirat maka pilihlah kawan yang tampan dan bau wanginya,
Kalau sebaik-baik bekal itu Taqwa dengerkan sejelek-jelek bekal ialah berbuat jelek kepada sesama hamba Allah, kita caci orang, kita hinakan kedudukannya, kita fitnah mereka lalu gimana tanggungjawab kita kepada mereka, amal kita ini berbentuk dikubur dari sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya tapi ada satu cahaya yang selalu mendampingi ketika ia dibangkitkan ada cahaya terang yang selalu bersamanya dan selalu menyelesaikan semua post-post diakhirat, cahaya apa itu yang selalu menyelesaikan urusannya? Menyelamatkan dia dari post post kelak diakhirat mengewal ia persis sampai dipintu surga? Orang itu berhenti sebentar dan bertanya cahaya apa kamu? Cahaya itu ialah bentuk pahala kamu sering menggembirakan sesamanya sungguh besar pahalanya membahagiakan dan menggembirakan orang lain apalagi membahagiakan rosul SAW dan keluarga beliau Sa Amin..
Narasumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alqi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib
- websitestory.co.cc
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Rosul pernah menyebutkan beberapa kelebihan imam Ali Ra yang pernah beliau SAW ungkapkan, kurang lebih initinya seperti berikut:
“Ya Ali Aku minta kepada Allah untukmu minta 5 hal dan Allah mengabulkannya ;
1. Aku mohon kepada Allah meminta aku menjadi manusia yang pertama dibangkitkan ketika bumi pertama kali dibelah, dan ketika aku membersihkan kepalaku dari debu aku meminta kepada Allah supaya engkau dibangkitkan bersama Aku.
2. Aku minta kepada Allah supaya Aku dan Kamu diberhentikan di mizan dan engkau berhenti bersamaku dan Allah mengabulkannya.
3. Aku minta kepada Allah supaya menjadikan engkau yang mengibarkan benderaku kelak dihari kiamat, Dan Allah mengabulkannya bendera terbesar dan termegah dan umat yang bersama bendera ini mereka jaya diakhirat yaitu rombongan orang-orang yang sukses yang menuju surga.
4. Aku minta kepada Allah agar kelak ketika orang mukmin yang minum air di telaga rosul SAW imam ali Sa yang menuangkan airnya dan Allah mengabulkannya. Ternyata rosul punya telaga kelak di Akhirat Siapa yang minum air dari telaga rosul SAW ini tidak akan haus selamanya dan yang menuangkan airnya adalah imam Ali Sa.
5. Aku minta kepada Allah agar engkau yang menggiring dan menuntun kaum mukmin ke surga, dan Allah mengabulkannya ini semua yang bersabda adalah Rosul dan ini hanyalah perintah dari Allah bukan karena rosul memanjakan keponakannya. Beliau satu-satunya yang lahir di ka'bah, satu-satunya yang pernah menaiki pundaknya rosul SAW, beliau dari kecil sudah dibimbing oleh rosul Saw beliau adalah pintu kota rosul SAW.
Ada 4 Ungkapan imam Ali tapi mencakup 8 masalah yang disampaikan, ini Pedoman pendek tapi bisa jadi pegangan hidup ;
1. Apa yang wajib dan apa yang lebih wajib??
Wajib ialah taat kepada Allah dan yang lebih wajib ialah meninggalkan dosa, kita memiliki bermacam-macam perintah dan kita tidak punya pilihan lain kecuali “melaksanakan Tanpa menawar” perintah apapun dari Allah maka wajib dilaksanakan, diperintahkan apapun itu maka wajib dilaksanakn, hukum adalah hukum Allah dan halal yang menentukan Allah haram yang menentukan adalah Allah.
Bahkan adalam alquran Teriakan penghuni neraka “Coba dulu aku taat kepada Allah dan rosul-Nya” sesuai ketentuan Allah wajib, jangan kita numpuk amal taat tapi diwaktu yang sama kita melaksanakan maksiat dan ini lebih wajib daripada taat kepada Allah, karena meninggalkan dosa ialah menunjukan kita tidak berani menentang ketentuan Allah meski itu dosa kecil kamu anggap remeh dosa kecil bisa sangat besar dihadapan Allah.
Ada dosa kecil dan besar itu apabila kita nisbatkan antara satu dosa yang lain, tapi kalau dihadapan Allah tidak ada dosa kecil maupun dosa besar karena semua berarti meremehkan Allah. Kadang matematika kita salah ini akan bisa menghapus dosa kita, kalau kita kalah hawa nafsu kita cepet-cepet minta ampun kepada Allah. Menganggap remeh dosa kecil dosanya jauh lebih besar dari dosa itu sendiri dan ini yang lebih wajib ditinggalkan. Orang yang pakai minyak wangi tapi tidak mandi pasti akan tercium bau busuknya maka yang lebih baik mandi ini contoh ringannya.
2. Apa yang dekat dan Apa yang lebih dekat??
Yang deket ialah “hari kiamat” dan yang lebih dekat ialah “kematian”. Rosul SAW adalah nabi terakhir itu bukti hari kiamat sudah dekat tapi yang lebih deket ialah mati, karena mati itu sendiri adalah kiamat bagi orang yang mati itu akan bangkit dari kiamatnya, kenapa kematian disebut lebih dekat karena kematiakn ini kita tidak akan pernah tau kapan datangnya?? karena yang menentukan kematian adalah Dzat yang menghidupkan dan mematikan.
Kita disuruh mempersiapkan kiamat maka kita juga lebih wajib mempersiapkan untuk kematian kita membangun Akhirat karena itu kematian, Sabda Rosul SAW "orang mukmin yang paling cerdik ialah yang yang lebih banyak mengingat kematiannya dan selalu mempersiapkan kematian yang akan menjemputnya" dan itu pasti akan terjadi" tapi kenapa sering dilupakan? Padahal mati adalah yang akan selalu memotong segala kenikmatan, harusnya kita heran mengapa ada orang yang berani besumpah-serapah atas nama Tuhan lagi dengan fitnahnya padahal malam ini kita tidur bangun belum tentu masih hidup apa yang nanti akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah???
Menurut imam Ali Sa nafas kita ini sebenarnya mengantarkan kita kepada kematian, jangan berkata ulang tahun yang benar kurang tahun kita hidup selama 20 tahun berarti waktu kita sudah berkurang 20 tahun, kita ingin happy sehingga lupa mati dan percuma semua ini kalau kematian sudah menjemputnya, imam Ali bersabda lagi “matilah kalian sebelum kalian mati” artinya persiapkan kematian kalian sebelum kematian datang sehingga mereka akan meresa belum puas dan kurang saja menjalani hidupnya kalau kematian sudah menjemputnya. Ketika maut menjemputnya manusia selalu berteriak supaya dikembalikan kedunia ia baru sadar beramal sholeh sholat 2 rekaat saja bagi mereka lebih berharga dari seluruh kenikmatan yang ada didunia karena waktunya sudah habis. siapkan kematian biar tidak menjadi bercana dahsyat
3. Apa yang mengherankan dan apa yang paling mengherankan ????
Yang mengherankan adalah dunia, orang kaya menghina sana sini besok bisa jadi orang paling miskin, ada orang tua yang sakit bertahun-tahun tapi tidak meninggal juga sedang ad anak kecil yang luchu, sehat tapi malah meninggal, karena semua ini mengherankan, sulit diterka dan begitulah Allah menjadikan dunia ini agar kita menuju ke yang lebih kekal ketawa 1 jam akan memaksa kita menangis berpuluh jam, mereka melakukan apa saja untuk mengumpulan dunianya sehingga melupakan apakah itu halal atau haram belum sempat menikmati ia akan mati, orang yang mengajak kebaikan dikucilkan diasingkan tapi orang yang mengajak kepada sesuatu yang tidak berguna disanjung-sanjung dipuja-puja.
Lalu apa yang lebih mengherankan dari dunia adalah hubud dun ya “cinta dunia” ialah menjadikan dunia tujuan hidup dan ini larangan Allah, lalu kita seharusnya bagaimana terhadap dunia? Jawabnya menjadikan dunia ini sebagai pelantara "wasilah" untuk kehidupan akhirat maka ialah orang paling kaya disana. bagaimanapun ia kayanya tapi itu bukan cinta dunia, Menurut rosul “Cinta dunia pangkal dari kehancuran” apalagi kalau tidak memperdulikan yang lain, tidka memikirkan dosa dan semuanya dunia ialah tempat tipuan apabila ia menjadikan dunia ini tujuan hidupnya bukan sebagai ladang untuk panen kelak diakhirat.
imam Ali Sa bersabda “Dunia ini lebih mulia dari tulang, tulangnya babi, dipegang orang yang berpenyakit kulit dan sudah” begitu menurut pandangan imam Ali lalu ada ungkapan yang lain adalah “manusia ini bagaikan anak dunia dan dunia adalah ibunya jadi tidak salah anak mencintai ibunya??” Apakah ini kontradiksi?? jawabannya tidak selama ia menjadikan dunia ini bukan sebagai tujuan hidupnya tapi harus menjadikan dunia ini sebagai perantara ke akhirat, bermacam-macam kita saksikan kawan yang kemana-mana akrab esoknya menjadi musuh yang paling dibenci dan itu sumber utamanya dari cinta dunia.
Jangan terpukau ketika melihat kekayaan orang karena mungkin kayaannya itu lebih banyak melupakan kewajibannya kepada Allah, ia mungkin disanjung orang tapi mungkin juga tidak disanjung oleh Allah karena ini adalah yang paling penting, jangan terpukau dengan setiap amal pernuatannya apabila taatnya itu bukan karena Allah melainkan untuk tujuan yang lain, diibaratkan "dunia ini adalah anak perempuannya akhirat, jadi kalau sudah memilih anak perempuan maka haram baginya menikahi ibunya juga".
Allah mensifati Dunia ini 5 hal ; diibaratkan juga dunia dan perjalanan dunia seperti anak kecil, Dunia ini adalah ;
1. Permainan, belaka seperti waktu kita masih kecil suka bermain-main saja
2. Sesuatu yang melupakan kita dengan tujuan utama yaitu Allah, ketika kita beranjak dewasa lupa akan tujuan kita diciptakan ini untuk apa??
3. Zina (berhias), kalau sudah remaja manusia pasti suka berhias
4. Tempat Saling bangga-banggakan,
5. Tempat Banyak-banyakan harta dan ini tidak akan pernah selesai dalam surat at-takasur.
Sementara di akhirat ada siksaan yang pedih tapi ada juga pengampunan dan kerelahan Allah.
Sabda rosul ada dua hal yang dibenci anak adam yaitu semua anak adam benci mati, sementara kematian buat simukmin ialah kejayaan karena ia akan selamat dari fitnah, dan yang kedua ialah benci kalau sedikit hartanya sementara kata rosul sedikit hartanya lebih ringan ketika ia di hisab Allah kelak, dunia ini adalah tangisan belaka
4. Apa yang sulit dan apa yang lebih sulit???
Yang sulit itu Kubur 2x1 meter setiap orang hendaknya melihat ini kapling yang harus dibeli ya ini kita mau tidak mau mesti mati pasti kesana dan sudah tidak berdaya lagi kita, bahkan rosul masih kena himpitan bumi ketika diliang lahat ketika diiringi 60.000 malaikat, lalu bagaimana dengan kita ini yang penuh dosa?? dan Perlu diketahui ada dua hal yang benci 2 hal: pertama mati, sementara kematian bagi mukmin karena membebaskan diri dari Fitnah, kedua semua anak adam benci hartanya sedikit, padahal kalau sedikit harta hisabnya ringan juga. dunia itu tempat tangisan dan serba sulit, kuburan ini setiap hari berteriak
1. Aku tempat yang paling asing
2. Aku tempat yang gersang
3. Aku tempat yang penuh dengan binatang
1. Aku tempat yang Gelap (kuburan)
2. Aku taman dari taman-taman surga
3. Aku sebagian dari neraka
Malam pertama bagi orang mati dikuburan itu sangatlah mengerikan maka kita harus menghadiahkan kepada mereka sholat, "demi Allah" kata imam Ali Sa apabila ia diberi umur dunia muda terus 1000 tahun, mampu menikmati semua kehidupannya engan bahagia, 1000 tahun sehat selalu tanpa pernah mengeluh sedikitpun, tidak pernah sedih demi Allah kata imam Ali semua ini tidak berarti karena ia lupa semua itu begitu dahsyatnya malam pertama kubur itu makanya kita harus menghadiahkan sholat dan talkin mayyit dan lainnya karena si mayyit sendiri sampai lupa siapa namanya. habis semua, ini berlakuk untuk semua sama rata tidak ada kaya tidak ada miskin pasti seperti itu. “Bersiaplahh...!!!”
Lalu apakah yang paling sulit??Dan ini yang paling sulit ialah pergi kubur tanpa bekal ini berarti kehancuran pasti menangis disana dan tugas nabi Muhammad Saw ialah memberi syafaat kepada seluruh mukmin, kuburan adalah tempat kita menyelesaikan urusan kita dengan Allah, kita ini perlu kawan kelak diakhirat maka pilihlah kawan yang tampan dan bau wanginya,
Kalau sebaik-baik bekal itu Taqwa dengerkan sejelek-jelek bekal ialah berbuat jelek kepada sesama hamba Allah, kita caci orang, kita hinakan kedudukannya, kita fitnah mereka lalu gimana tanggungjawab kita kepada mereka, amal kita ini berbentuk dikubur dari sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya tapi ada satu cahaya yang selalu mendampingi ketika ia dibangkitkan ada cahaya terang yang selalu bersamanya dan selalu menyelesaikan semua post-post diakhirat, cahaya apa itu yang selalu menyelesaikan urusannya? Menyelamatkan dia dari post post kelak diakhirat mengewal ia persis sampai dipintu surga? Orang itu berhenti sebentar dan bertanya cahaya apa kamu? Cahaya itu ialah bentuk pahala kamu sering menggembirakan sesamanya sungguh besar pahalanya membahagiakan dan menggembirakan orang lain apalagi membahagiakan rosul SAW dan keluarga beliau Sa Amin..
Narasumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alqi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib
- websitestory.co.cc
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog






















