Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Nuansa Islam: Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan
hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator
kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu'
mungkin membaca doa 'sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil
aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan
kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau
ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga
tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu
dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat
masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

Artikel lainnya:

Rahasia sebuah gerakan/putaran


Beberapa waktu yang lalu disalah satu TV swasta ada
tayangan `After School'nya Dedi Corbuzer. Salah satu bagiannya adalah
menggambarkan bagaimana sebuah roda poros kiri dan kanannya yang
ditautkan seutas tali sehingga roda itu benar benar dalam posisi
tergantung seimbang diatas. Kalo saja salah satu sisi tali dipotong
dan roda dalam keadaan diam, pasti roda tersebut langsung jatuh ke
tanah. Tapi apa yang terjadi bila sebelumnya roda diputar terlebih
dahulu dan kemudian salah satu sisi talinya dipotong? Ajaib..!!
Ternyata roda tersebut tidak langsung jatuh ketanah. Dia tetap
berputar meski hanya ditopang oleh satu tali saja. Baru ketika
gerakan putaran semakin lambat maka akhirnya roda tsb jatuh ke tanah.
Kejadian tersebut di atas ternyata bukan sebuah sulap atau bahkan
permainan dari bangsa jin. Ternyata ada ilmu fisika yang bisa
menjelaskan hal itu yaitu bahwa ketika roda dalam posisi berputar
maka dia akan punya kemampuan untuk berusaha mempertahankan posisi
itu hingga energi yang dimilikinya habis.

Sekilas tanyangan itu seperti angin lalu saja, tapi gak tahu kenapa
seolah-olah Alloh ingin mengajarkan sesuatu kepada saya. Langsung
saja saya coba hubung-hubungkan dengan wacana keislaman yang saya
ketahui. Bahwa untuk selalu hidup adanya pergerakan adalah suatu hal
yang mutlak diperlukan. Seperti halnya roda tadi, supaya dia tetap
diatas dan tidak jatuh ke tanah dia harus terus bergerak berputar
selama mungkin. Dalam ajaran Islam sering kali dengar kata-kata
hijrah, bahwa untuk melanggengkan ajaran Islam saat itu kamu muslimin
harus berani berhijrah (baca: bergerak) untuk menjaga eksistensinya.
Dan terbukti dengan terciptanya masyarakat madani saat itu. Selain
itu, diajarkan juga mengenai shodaqoh/sedekah, infaq, zakat, dll yang
intinya adalah mengeluarkan sejumlah harta kita agar tidak 'diam'.
Ternyata dengan 'menggerakan' harta tsb, gak ada ceritanya orang yang
sedekah tsb jatuh miskin, coba simak pengajiannya ustadz yusuf
mansyur tentang hal ini.

Dalam sisi ibadahpun ternyata 'pergerakkan'
sangat dominan ditunjukkan, bagaimana dalam sholat harus ada berdiri,
rukuk, sujud dan duduk, bagaimana dalam haji harus ada thawaf, sa'i,
dll, tentunya semua itu salah satunya bertujuan untuk menjaga posisi
keimanan manusia itu sendiri. Kalo melihat sirah Nabawiyah, mungkin
kita pernah bertanya dalam hati kenapa sih rosululloh setelah
diangkat sebagai nabi & rosul, beliau begitu getol tuk mengajak
manusia lain untuk mengikuti ajarannya, kenapa gak disimpen aja
sendiri. Bisa jadi prinsip roda diatas bisa adalah jawabannya. Klo
mau keimanan dan ketaqwaan bertambah kuat ya musti harus digesekkan
(baca: digerakkan, karena gesekan masih tergolong sebagai salah satu
gerakan). Beliau 'bererak' ke Thaif eh malah dilempari batu,
beliau 'bergerak' di Mekah eh malah akan dibunuh waktu malam mo
hijrah, beliau udah menang saat pembebasan mekah (fathul mekah) eh
beliau masih juga bergerak lagi dengan mengirim utusan atau surat ke
raja persia atau pun romawi, sampai akhirnya Alloh memanggil beliau.
Alhasil dengan perputaran gerakan beliau tadi, hasil jerih payahnya
masih menggema hingga hari ini.
Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi kita semua...amin.



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Nuansa Islam: Kekaguman Katherine Wesley tentang Islam

Kekaguman Katherine Wesley tentang Islam

Awalnya, ia hanya ingin meneliti Islam, khususnya
fikih dan perbandingan hukum Islam. Tapi, ia mengaku
"jatuh cinta" pada Islam

Sejak dua bulan terakhir ini, the Forum for non/new
Muslims membahas tafsir S. Al-Hujurat Al-Quran.
Rupanya metode pembahasan dengan menjelaskan kata per
kata cukup menarik bagi banyak peserta. Memang di
antara peserta itu sudah ada yang pernah mengambil
kursus bahasa Arab. Sehingga pembahasan ayat-ayat
Al-Quran dengan pendekatan "kata per kata" dan
mendalami makna ayat-ayatnya dengan mendalami makna
dari setiap kata menjadi daya tarik tersendiri.

Hari pertama saja, ketika saya menjelaskan kata
'aamanuu' pada ayat "yaa aayuhalladzina aamanuu
laa tuqaddimuu......dst", mengambil waktu yang cukup
panjang untuk menjelaskan semua makna yang terkait
dengan kata itu. Dimulai dari kata
"amina-ya'manu-amnun" yang berarti "aman",
hingga "aamana-yuuminu-I'maan wa amaanah" yang
berarti "amanah" atau kepercayaan.

Duduk di salah satu sudut ruangan yang tidak terlalu
luas itu, seorang gadis bule. Wajahnya putih bersih
dan penuh senyum, tapi menampakkan sikap pemalu.
Sesekali gadis itu menyelah seolah-olah membenarkan
penjelasan saya, atau menguatkan
argumentasi-argumentasi yang saya berikan.

Saya memang agak terkejut. Apalagi gadis ini belum
saya kenal dengan baik. Maka, dalam sebuah sesi hari
Sabtu itu saya Tanya, "may I ask you?"

"Yes sir!" jawabnya sopan.

"Do you speak Arabic?", tanyaku.

"Oh no!", katanya malu-malu. "But I took some
course on Arabic", lanjutnya.

"Di mana anda mengambil kursus Arab, dan bagaimana
tingkat bahasa Arab mu?" tanyaku.

Dengan sedikit tertawa dia mengatakan, "Jujur saya
malu mengatakannya. Saya baru pemula."

"Saya juga pemula! Jawab saya sambil bercanda.

Menjelang akhir kelas, dua Sabtu lalu, Katherine,
demikian dia mengenalkan diri, seperti ingin sekali
mengatakan sesuatu tapi sepertinya sangat malu, atau
sepertinya berat untuk disampaikan. Sesekali ingin
mengatakan sesuatu, namun setiap kali saya pancing
untuk berbicara, jawabannya "am..amm never mind!",
seperti gaya anak remaja yang cuwek.

Setelah kelas bubar, barulah Katherine mendekat dan
meminta waktu untuk berbicara. Oleh karena waktu saya
singkat, saya katakan, apakah dia perlu waktu panjang?

"Tidak, hanya perlu waktu anda beberapa menit
saja," katanya.

Saya kemudian meminta izin untuk menyelesaikan
beberapa hal yang perlu saya selesaikan. Beberapa saat
kemudian saya memintanya untuk masuk ke 'conference
room'. Katherine masuk ke ruang conference dan
berencana menutup pintu, tapi saya memintanya untuk
tetap pintu terbuka. "It's fine, don't close
it", kata saya.

"Alright Katherine! Adakah hal yang bisa aku
bantu?", saya memulai percakapan siang itu.

"Iman (maksudnya Imam), are you familiar with Imam
Latif?", tanyanya.

"Latif yang mana yang anda maksudkan? Aku mempunyai
beberapa nama Latif dalam memori ku", kataku
merujuk kepada kenyataan bahwa saya mengenal beberapa
teman yang kebetulan bernama Latif atau Abdul Latif.

"I think he is the Imam at the NYU", jawabnya.

"Oh yeah, he is the Muslim Chaplain at the NYU and
as well the Muslim Chaplain for the NYPD", jelasku.

Saya kemudian bertanya, ada apa dengan Imam Khalid
Latif (nama lengkap Chaplain yang dimaksud) itu.
Barulah kemudian saya tahu kalau Katherine itu adalah
mahasiswa S3 di NYU, yang ternyata sedang menulis
disertasinya dalam perbandingan madzhab Maliki dan
Syafi'i.

"Aku telah menghadiri sebagian dari ceramah kuliah dan
kutbahnya." (maksudnya Khutbah)", katanya mengenai
Imam Latif.

Saya kemudian bertanya, kenapa ingin berbicara ke saya
siang itu? Dari percakapan itu ternyata Katherine
sudah meneliti Islam, khususnya fikih dan perbandingan
fikih dalam hukum Islam. "For me, it's simply
amazing!" (bagiku itu benar-benar mengagumkan),
katanya mengenai diskusi-diskusi atau
perdebatan-perdebatan yang terjadi di antara pada
ulama Islam. Menurutnya, semakin dia dalam perberdaan
pendapat para ulama itu, semakin sadar bahwa Islam itu
begitu menjunjung tinggi ilmu dan semangat pencarian
(inquiries). Dia bahkan mengetahui betul bahwa
semangat inilah yang pernah menjadikan Islam jaya
dalam segala lini kehidupan manusia.

"And so, what I can do for you?", tanya saya.
Maksud saya, barangkali ingin mendiskusikan sesuatu
yang berhubungan dengan disertasinya. Atau mungkin
ingin mengklarifikasi tentang sesuatu dalam penelitian
yang dilakukannya.

Katherine terdiam dan bahkan menunduk beberapa saat.
"Saya berfikir untuk memeluk Islam," katanya
seraya meneteskan airmata.

Tanpa terasa saya hanya langsung mengucapkan
"alhamdulillah!". Bagi Katherine tentu kata ini
bukan sesuatu yang asing lagi. Mendengar itu dia hanya
tersenyum seraya mengusap airmatanya.

"Are you sure, Katherine?".

"Yes, I am sure. Pada dasarnya, saya telah
memikirkan tentang dalam waktu yang cukup lama,"
katanya.

Saya kemudian mencoba menjelaskan kembali makna
berislam. Bahwa beislam itu bukan sekedar mengetahui
kebenaran ini, tapi dari itu merupakan komitmen hidup
untuk melakukan perubahan internal maupun eksternal
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Saya memang tidak berpanjang lebar lagi berbicara
kepada Katherine. Saya tahu Katherine sebenarnya tahu
banyak tentang Islam, dan bahkan mungkin lebih banyak
tahu dari 'average Muslims' yang terlahir dari
orang tua Muslim. Apalagi memang dia telah meneliti
hukum Islam, khususnya mengenai fikih Islam.

"Are you ready?", kembali saya tanya.

"Yes!", jawabnya tegas.

Saya meminta ke resepsionis untuk mencarikan dua orang
saksi. Setelah saksi hadir di ruang pertemuan itu,
saya memulai menuntun Katherine mengikrarkan:

"Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah".

Diikuti pekik Allahu Akbar, saya mendoakan semoga
Katherine dikuatkan dan bahkan menjadi da'iyah di
jalanNya. Alhamdulillah! [www.hidayatullah.com]

New York, April 18, 2008

Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of
New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New
York" di www.hidayatullah.com

Artikel lainnya:

Militer Israel Hina Rakyat Palestina Dengan Kaos

Serdadu-serdadu penjajah Israel semakin menampakkan kebenciannya
kepada rakyat Palestina dengan berbagai macam cara.

Sejak perang Gaza 23 berakhir, tentara Israel menandai berakhirnya asa
tugas mereka dengan menggunakan kaos yang menampilkan gambar kekejian
yang mereka buat di Jalur Gaza.

Berbagai macam gambar dan tulisan dalam kaos tersebut berisi nada-nada
yang sangat culas, seperti "Lebih baik memakai durex (kondom)" dengan
di sampingnya gambar mayat seorang bayi

Palestina dengan ibunya yang sangat sedih meratapi kematiannya. Dan
berbagai gambar dan tulisan hinaan lainnya.

Kaos-kaos laknat tersebut didesain oleh Givati Brigade's Shaked
battalion, sebuah kelompok dari militer Israel.

Seorang militer Israel berisinisial Y mengatakan bahwa apa yang mereka
lakukan ini adalah bukti kebanggaan dari tentara Israel atas
bangsanya, tulis harian terkenal Israel haareetz, Sabtu (21/3).
Selain itu juga ada gambar seorang anak yang sedang membawa senjata
dalam bidikan sniper dan bertuliskan dalam bahasa Israel yang berarti
"lebih kecil, lebih sulit".

Menurut seorang tentara Israel yang sempat diwawancara Haaretz, pesan
dalam kaos itu adalah, "Itu seorang anak laki-laki. Jadi, jika anda
akan memiliki sedikit masalah dengannya. Selain itu targetnya juga
lebih kecil."

Gambar lainnya adalah tentara Israel membom sebuah masjid dan
bertuliskan "Hanya Tuhan yang memaafkan".

Gambar kaos-kaos kontroversial itu terungkap setelah serangan Israel
ke Gaza yang menewaskan hampir 1.000 warga sipil. Sebagian besar
merupakan wanita dan anak-anak.

Seorang mantan tentara yang giat membeberkan kebejatan moral tentara
dengan kampanyenya bertajuk "Breaking The Silence", Micheal Maniken
mengatakan kepada Sky News bahwa terungkapnya gambar-gambar kaos itu
menunjukkan semakin bejatnya moral tentara.

Selain itu, banyak juga kaos yang menuliskan pesan-pesan cabul seperti
"No virgins, no terror attacks/tak ada perawan,tak ada serangan
teror".

Menurut Orna Sasson-Levy, seorang sosiolog dari Bar-Ilan University,
adanya fenomena ini menunjukkan tren radikalisasi dalam tubuh tentara
Yahudi Israel, dan menunjukkan rasa sesungguhnya tentara Israel
terhadap rakyat Palestian.
www.muslimdaily.net



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Tips Jitu: Kiat Sukses Jadi Orang Tua

Kiat Sukses Jadi Orang Tua

Menjadi orang tua adalah sesuatu yang menyenangkan tetapi juga membosankan. Jika Anda belum bisa memahaminya, kesalahan terbesar pada anak akan menjadi mempengaruhi kesempatan tumbuh dan berkembang. Sebagian besar orang tua tahu menjadi orang tua itu membutuhkan pengorbanan besar dan kerja keras dengan sedikit kemenangan.

Tetapi di balik pengorbanan ada banyak penghargaan, kebanggaan, kehangatan dan kasih sayang yang diberikan anak-anak. Hal terpenting adalah jangan biarkan perilaku yang salah terlibat dalam hubungan dengan mereka.

Kadang-kadang orang tua tidak mau ambil pusing dengan melepaskan anak-anak bermain diluar atau membiarkannya asyik di depan televisi. Ini adalah menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun hubungan dengan mereka.

Berikut beberapa prinsip dasar yang dapat dilakukan untuk membantu menikmati menjadi orang tua dan memiliki hubungan yang lebih erat dengan anak-anak:

- Berikan penghargaan atas perilaku yang benar dan jangan menghakimi jika berbuat salah. Dengan melakukan ini, Anda akan menanamkan pada anak bahwa perilaku baik dapat diterima sebaliknya tidak.

- Selalu pikirkan sebelum berbicara dengan mereka. Katakan apa yang Anda maksud dan ikuti apa yang dikatakan dengan model peran prilaku yang benar.

- Ketika anak dapat memperkirakan bagaimana Anda bereaksi dalam suatu situasi, ini akan memberikan mereka referensi visual bagiamana mereka harus bersikap.

- Besarkan anak-anak menjadi sukses. Bawa mereka untuk mengerti bahwa sukses itu membutuhkan usaha. Dorong mereka dengan menunjukkan mereka bahwa Anda memiliki keyakinan dan kepercayaan pada mereka.

- Ketika Anda memberitahukan aturan terlebih dahulu, akan lebih mudah mengantisipasi masalah yang mungkin muncul.

- Menghukum atas perilaku yang salah mugkin diperlukan sewaktu-waktu. Tujuannya untuk mengajarkan mereka bagaimana membuat keputusan dan selalu mempertimbangkan kalau ingin berbuat.

- Berikan suasana keluarga yang sehat dan menyenangkan. Tekankan kekuatan Anda dan bicara tentang tujuan Anda. Terima setiap kelemahan orang lain. Ini cara Anda akan belajar membangun kepercayaan dan anak Anda akan datang kepada Anda dengan masalah mereka.

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Akhlak: Keutamaan Menahan Marah

Di antara maksud dan tujuan disyariatkannya puasa adalah latihan menahan nafsu amarah (suka marah). Orang yang mampu menahan marah lebih baik dan lebih sempurna daripada orang yang suka marah (pemarah). Dan itulah yang disebut orang kuat.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, disebutkan hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Rasulullah bersabda:“Siapa yang dikatakan paling kuat di antara kalian? Sahabat menjawab: yaitu di antara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda: Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim)

Al Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Anas Al Juba’i, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa yang mampu menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

Al Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah hamba meneguk tegukan yang lebih utama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari meneguk kemarahan karena mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)


Al Imam Abu Dawud rahimahullah mengeluarkan hadits secara makna dari sahabat Nabi, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan)


Hadits-hadits ini menerangkan keutamaan menahan marah dari pada orang yang mudah marah/pemarah. Dari itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berwasiat kepada sahabat ketika datang pada beliau untuk meminta wasiat, beliau bersabda dengan diulang-ulang: “Jangan mudah marah..” Lengkap haditsnya adalah sebagai berikut:“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shalallahu alaihi wasallam: Berwasiatlah kepadaku. Beliau bersabda: Jangan menjadi seorang pemarah. Kemudian diulang-ulang beberapa kali. Dan beliau bersabda: Janganlah menjadi orang pemarah” (HR. Al Bukhari)


Al Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan hadits dari seseorang dari sahabat Nabi Shalallahu alaihi wasallam dia berkata: “ Aku berkata: Ya Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berwasiatlah kepadaku. Beliau bersabda: jangan menjadi pemarah. Maka berkata seseorang: maka aku pikirkan apa yang beliau sabdakan, ternyata pada sifat pemarah itu terkumpul seluruh kejelekan.” (HR. Imam Ahmad)


Berkata Ibnu Ja’far bin Muhammad rahimahullah: “Marah itu pintu seluruh kejelekan.”
Al Imam Ahmad menafsirkan hadits ini dengan mengatakan: akhlak yang mulia itu dengan meninggalkan sifat pemarah.
Al Imam Ibnu Rajab rahimahullah menerangkan maksud hadits ini dengan mengatakan: sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam: “Jangan menjadi pemarah.” Ini mengandung dua kemungkinan maksud:


1. Hadits ini mengandung perintah melakukan sebab-sebab yang menjadikan akhlak yang mulia seperti bersikap lembut, pemalu, tidak suka mengganggu, pemaaf, tidak mudah marah.
2. Hadits ini mengandung larangan melakukan hal-hal yang menyebabkan kemarahan, mengandung perintah agar sekuat tenaga menahan marah ketika timbul/berhadapan dengan penyebabnya sehingga dengan demikian dia akan terhindar dari efek negatif sifat pemarah.


Sehingga Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mangajarkan cara-cara menghilangkan kemarahan dan cara menghindari efek negatifnya, di antaranya adalah:


1. Membaca ta’awudz ketika marah.

Al Imam Al Al Bukhari dan Al Imam Muslim rahimakumullah meriwayatkan hadits dari Sulaiman bin Surod radhiyallahu ‘anhu:“Ada dua orang saling mencela di sisi Nabi Shalallahu alaihi wasallam dan kami sedang duduk di samping Nabi Shalallahu alaihi wasallam . Salah satu dari keduanya mencela lawannya dengan penuh kemarahan sampai memerah wajahnya. Maka Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya. Yaitu sekiranya dia mengucapkan: ‘Audzubillahi minasy Syaithani rrajiim. Maka mereka berkata kepada yang marah tadi: Tidakkah kalian dengar apa yang disabdakan nabi? Dia menjawab: Aku ini bukan orang gila.”


2. Dengan duduk

Apabila dengan ta’awudz kemarahan belum hilang maka disyariatkan dengan duduk, tidak boleh berdiri.Al Imam Ahmad dan Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Apabila salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah.”Hal ini karena marah dalam berdiri lebih besar kemungkinannya melakukan kejelekan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. Sedangkan berbaring lebih jauh lagi dari duduk dan berdiri.


3. Tidak bicara

Diam tidak berbicara ketika marah merupakan obat yang mujarab untuk menghilangkan kemarahan, karena banyak berbicara dalam keadaan marah tidak bisa terkontrol sehingga terjatuh pada pembicaraan yang tercela dan membahayakan dirinya dan orang lain.Dalam hadits disebutkan:“Apabila di antara kalian marah maka diamlah.” Beliau ucapkan tiga kali. (HR. Ahmad)


4. Berwudhu

Sesungguhnya marah itu dari setan. Dan setan itu diciptakan dari api maka api itu bisa diredam dengan air, demikian juga sifat marah bias diredam dengan berwudhu.Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya marah itu dari syaithan dan syaithan itu dicipta dari api, dan api itu diredam dengan air maka apabila di antara kalian marah berwudhulah.” (HR. Ahmad dan yang lainnya dengan sanad hasan)Adapun pemicu kemarahan ada empat, barangsiapa yang mampu mengendalikan maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan dijaga dari syetan dan diselamatkan dari neraka.


Berkata Al Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah:“Empat hal, barangsiapa yang mampu mengedalikannya maka Allah akan menjaga dari syetan dan diharomkan dari neraka: yaitu seseorang mampu menguasai nafsunya ketika berkeinginan, cemas, syahwat dan marah.”


Empat hal ini yaitu keinginan, cemas, syahwat dan marah merupakan pemicu seluruh kejelekan dan kejahatan bagi orang yang tidak mampu mengendalikan nafsunya.


1. Keinginan, adalah kecondongan nafsu pada sesuatu yang diyakini mendatangkan manfaat pada dirinya, seringnya orang yang tidak mampu menguasai nafsu akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan keinginannya itu dengan segala cara walaupun harus dengan cara harom, dan terkadang yang diinginkan juga berupa sesuatu yang haram.


2. Cemas, adalah rasa takut dari sesuatu. Orang yang cemas akan berupaya untuk menolaknya dengan segala cara walaupun harus dengan cara harom seperti meminta perlindungan kepada selain Allah.


3. Syahwat, adalah kecondongan nafsu pada sesuatu yang diyakini dapat memuaskan nafsunya. Seringnya orang yang kalah dengan nafsunya memuaskan nafsu syahwatnya itu pada sesuatu yang haram seperti zina, mencuri, minum khamer bahkan pada sesuatu yang menyebabkan kekufuran, kebid’ahan dan kemunafikan.


4. Marah, adalah gelagaknya darah hati untuk menolak gangguan sebelum terjadi atau untuk membalas gangguan yang sudah terjadi. Kemarahan seringnya dilakukan dalam bentuk perbuatan yang diharamkan seperti pembunuhan, pemukulan dan berbagai kejahatan yang melampaui batas. Terkadang dalam bentuk perkataan yang diharamkan seperti tuduhan palsu, mencela dan perkataan keji lainnya dan terkadang meningkat sampai pada perkataan kufur.Tetapi tidak semua kemarahan itu tercela, ada yang terpuji, bahkan sampai pada tingkatan harus marah yaitu ketika kita melihat agama Allah direndahkan dan dihinakan, maka kita harus marah karena Allah terhadap pelakunya. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tidak pernah marah jika celaan hanya tertuju pada pribadinya dan beliau sangat marah ketika melihat atau mendengar sesuatu yang dibenci Allah maka Beliau tidak diam. Beliau marah dan berbicara.Ketika Nabi Shalallahu alaihi wasallam melihat kelambu rumah Aisyah ada gambar makhluk hidupnya (yaitu gambar kuda bersayap) maka merah wajah Beliau dan bersabda:“Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang membuat gambar seperti gambar ini.” (HR. Al Bukhari Muslim)

Nabi Shalallahu alaihi wasallam juga marah terhadap seorang sahabat yang menjadi imam shalat dan terlalu panjang bacaannya dan beliau memerintahkan untuk meringankannya. Tetapi Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tidak pernah marah karena pribadinya.


Al Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Anas radhiyallahu anhu:“Anas membantu rumah tangga Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam selama sepuluh tahun, maka tidak pernah beliau berkata kepada Anas: “Ah”, sama sekali. Beliau tidak berkata terhadap apa yang dikerjakan Anas: “Mengapa kamu berbuat ini?!” Dan terhadap apa yang tidak dikerjakan Anas,”Tidakkah kamu berbuat begini.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)


Begitulah keadaan beliau senantiasa berada di atas kebenaran baik ketika marah maupun ketika dalam keadaan ridha/tidak marah. Dan demikianlah semestinya setiap kita selalu di atas kebenaran ketika ridha dan ketika marah.


Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda: artinya:“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu berbicara yang benar ketika marah dan ridha.” (Hadits shahih riwayat Nasa’i)

Al Imam Ath Thabari rahimahullah meriwayatkan hadits Anas:“Tiga hal termasuk akhlak keimanan yaitu: Orang yang jika marah kemarahannya tidak memasukkan ke dalam perkara batil, jika senang maka kesenangannya tidak mengeluarkan dari kebenaran dan jika dia mampu dia tidak melakukan yang tidak semestinya.”


Maka wajib bagi setiap muslim menempatkan nafsu amarahnya terhadap apa yang dibolehkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak melampaui batas terhadap apa yang dilarang sehingga nafsu dan syahwatnya menyeret kepada kemaksiatan, kemunafikan apalagi sampai kepada kekafiran.


Kesempatan baik ini untuk melatih diri kita menuju sifat kesempurnaan dengan menghilangkan sifat pemarah dan berupaya menjadi orang yang tidak mudah marah.


Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Bukanlah puasa itu sekedar menahan makan dan minum. Sesungguhnya puasa itu (adalah puasa) dari perbuatan keji dan sia-sia. Apabila ada orang yang mencelamu atau membodohimu maka katakanlah: sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Ibnu Huzaimah dengan sanad shahih)

sumber : http://ahlussunnah-bangka.com/

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Blog Sedekah: Bersyukurlah Saudaraku

" Ya Alloh hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan matikan aku dalam keadaan miskin dan dipadang mahsyar kumpulkanlah aku bersama orang-orang miskin....!" Sepenggal do'a dari nabi besar Muhammad S.A.W.

Saya yakin, sebagian besar dari kita enggan untuk membaca do'a ini. bahkan mungkin kita membaca do'a agar dipermudah urusan dan dipermurah rezeki. Pernahkan kita berkaca dan membayangjkan menjadi miskin itu adalah kenikmatan duniawi dan kemanisan iman yang sesungguhnya.

Berapa banyak dari kita yang mengeluh gaji kecil, potongan ini itu dari kantor yang membuat take home pay yang kita terima hanya sedikit. Berapa banyak dari kita terutama kaum hawa yang iri melihat harta tetangga rumah atau tetangga kantor dan menghalalkan seagala cara untuk memperolehnya.

Pernah kita berpikir atau membayangkan bagaimana rasanya tidur dikolong jembatan, mandi dengan air sungai jakarta yang terkenal keruh dan sumber penyakit. Apakah mereka menginginkan makan di fastfood yang hanya harga saja mahal, padahal jika kita membuat sendiri jauh lebih enak? Dengan alasan, beda??

Apakah mereka menginginkan AC, TV Flat plus DVD, mobil mewah yang pajak tahunannya melambung tinggi belum bensin bahkan rumah besar yang perawatan mahal. Berapa banyak kita buang waktu hanya untuk memperoleh dan mengurusi harta yang tidak dibawa mati. Berapa banyak waktu yang hilang karena kita lebih mencintai harta daripada iman yang lama-lama terkikis habis, hanya timbul setahun sekali saja yaitu pada Ramadhon?

Kita sekolah tinggi hanya demi gengsi dan gelar, sedang mereka untuk sekolah gratis saja sulit sekali. Berapa banyak ibu melahirkan yang meninggal karena tidak sanggup ke rumah bersalin. Berapa banyak batita dan balita yang terkena gizi buruk sedang kita enak mengunyah burger yang harganya puluhan ribu rupiah.

Pernah membayangkan nikmat dan bahagia hidup susah? Selam ini kita diiming-imingi oleh sinetron tentang enaknya hidup dalam kemewahan. Dalam hidup susah, kita lebih dekat kepada Alloh dan juga kepada manusia, kita lebih memahami perasaan orang, jauh dari sifat egois, sombong apalagi takabur.

Dengan hidup susah, kita tidak perlu "ngoyo" mencari harta apalagi harus merawat harta tersebut. Sedang di akhirat nanti harta yang tidak ditunaikan kewajibannya hanya akan menjadi penghalang hisab kita, belum lagi harta yang ditunaikan secara haram maka hanya akan menyengsarakan kita beribu tahun lama nya dibanding dengan tahun dunia yang hanya hitungan detik.

Masih ada waktu, minimal kita jangan bersedih atas kekurangan harta. Jadikan pelajaran ini adalah awal untuk tidak mencintai dunia dan siap hidup susah dengan segala jaminan yang dijanjikan oleh Alloh SWT.

Jangan tumbuhkan sikap iri atas kelebihan karuni/ rezeki yang Alloh berikan untuk orang lain. Alloh jauh lebih mengetahui apa yang hambanya butuhkan. Bersyukurlah atas apa yang tidak Alloh beri untuk kita.

Janganlah dunia menipumu. Hanya mereka yang tertipu yang menjadikan dunia sebagai tujuan. Sedangkan orang yang beriman secara benar, hanya mencintai kampung akherat.

Ya Alloh yang membolak balikan hati manusia, tetapkanlah hati kami atas keimanan kepada-Mu. Amin

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]



Artikel terkait:
Cahaya Cinta Dalam Gelapnya Lorong Telinga

Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.
Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik "kotoran telinga".

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh "kotoran telinga". Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya". (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan "kotoran telinga". Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

"Kotoran telinga" sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru "kotoran telinga" itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar. Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu.

Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga. Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur´an: "Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur." (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga. Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak
mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman. Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara
segala sesuatu. (QS. Al An´aam, 6:102)


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog