Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Orang Miskin dilarang Hidup


Melihat dan mengamati kehidupan sekarang ini, saya sering mengurut dada. Hidup bagi orang miskin adalah seperti menghitung hari. Orang miskin tidak tahu apakah mereka akan bertahan hidup sampai besok atau mati kelaparan. Pendeknya hidup tidak berpihak kepada orang miskin. Kebahagiaan dan kenikmatan hidup hanya boleh dirasakan oleh orang kaya dan berkuasa. Sedang bagi orang miskin,kebahagiaan hanya didapat ketika bisa makan dan bertahan hidup sampai besok.

Tengoklah ( kayak Ipin dan Upin aja bahasanya )kondisi orang miskin sekarang ini. Orang miskin ditakdirkan untuk selalu menerima apapun keputusan sang penguasa. Ketika harga kebutuhan pokok telah melambung tinggi. Harga beras naik drastis. Wajar bila banyak keluarga miskin beralih dari beras ke nasi aking. Bukan hanya beras yang naik, semua kebutuhan juga terus merambat naik dan semakin tak terjangkau.


Biaya pendidikan naik, TDL (tarif dasar listrik) naik, BBM akan naik, dan semuanya ikut-ikutan naik. Pemerintah seakan tutup mata dan telinga dengan nasib rakyat yang semakin sekarat. Semua kebijakan yang dikeluarkan seakan tidak berpihak kepada orang miskin.

Saudaraku, kayaknya masih membekas dalam ingatan kita soal meninggalnya 21 orang saat antri ngambil jatah pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Pasuruan pada pertengahan September 2008 lalu. Kalo ngeliat faktanya, zakat salah satunya emang harus diberikan kepada warga miskin. Kita miris banget euy, ngelihat di layar televisi ratusan orang berebut jatah zakat yang dibagikan. Minimnya pengamaman dan cara pembagiannya yang dipusatkan di satu tempat menjadi alasan utama peristiwa menyedihkan tersebut terjadi.

Sebelumnya, kita juga disuguhi pemandangan yang nggak kalah menyedihkannya. Ada banyak orang yang-karena kemiskinannya-harus melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan orang lain. Kamu masih ingat juga kan? Yup, daging rusak hasil pengumpulan sisa makanan dari berbagai rumah makan. Parahnya, tuh makanan sisa ditaro bersisian bareng dengan kumpulan barang bekas lainnya. Boleh dibilang itu udah makanan sampah deh. Untuk mengelebui calon pembeli, daging itu digoreng sampe kering. Dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang murah. Pembelinya siapa? Warga miskin juga, Bro. Sedih banget.

Saudaraku, jumlah orang miskin di negeri ini emang semakin bertambah banyak. Nggak perlu data statistik yang dipake pun kita udah bisa ngelihat dengan jelas. Data statistik itu cuma ukuran-meski bisa juga berbohong dengan statistik-untuk menentukan berapa jumlah dan prosentasenya aja. Meningkat atau menurun digambarkan dalam bentuk jumlah dan persen. Supaya kelihatan dramatis, dibandingkanlah dengan data sebelumnya. Kalo berkurang jumlah orang miskinnya berarti ada peningkatan kesejahteraan. Kinerja pemerintah bisa dinilai baik ketika bisa mengurangi angka kemiskinan. Begitu juga sebaliknya. Intinya, data itu cuma alat ukur. Meski seringnya juga datanya salah yang mengakibatkan keliru juga mengambil keputusan.

Oya, Pemerintah pernah menegaskan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 17,7 persen pada 2006, menjadi 15,4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 ini merupakan yang terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir.

“Tren penurunan angka kemiskinan ini juga terjadi walaupun kita menggunakan kriteria angka kemiskinan Bank Dunia. Ini merupakan suatu kemajuan yang nyata dan patut kita syukuri,” ungkap Presiden, saat menyampaikan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah tentang RAPBN 2009, di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, 15 Agustus 2008.

Benarkah menurun? Nyatanya nggak juga kok. Banyak pengamat ekonomi bilang data itu diambil sebelum kenaikan harga BBM akhir Mei 2008 lalu. “Pemerintah harus melihat kenyataannya lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya data yang ada kadang tidak sesuai fakta yang ada,” ujar ekonom Indef Aviliani seperti yang dilansir okezone.com (15/08/2008).

Aviliani menambahkan, padahal saat pengambilan sampel untuk survei Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tersebut tidak mencerminkan dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan pada akhir Mei 2008.

Oke, kita kayaknya udah tahu gimana memperlakukan data statistik. Kita bisa menunjukkan kepada siapa pun dengan angka statistik, tapi banyak juga orang menggunakan data statistik untuk berbohong demi kepentingan tertentu. Jadi kacau banget kan? Hehehe.. nggak usah ikut-ikutan bingung apalagi berdebat soal data statistik, karena jumlah orang miskin tetap banyak dan itu bisa kita lihat faktanya dengan mata telanjang. Nggak perlu pake data statistik segala. Iya nggak sih?

Nggak hidup layak

Saudaraku, dalam kehidupan sehari-hari udah sangat jelas bahwa banyak orang yang nggak hidup layak. Di Jakarta, kolong jembatan layang bukan sebatas tempat berteduh di kala panas dan hujan, tapi sudah menjadi ?surga’ untuk hidup di bawahnya, berkembang-biak, dan menyambung hidup di ganasnya belantara ibu kota. Kalo kamu pernah naik kendaraan menelusuri jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, di bawah jembatan layang itulah banyak dari saudara kita yang bermukim di sana. Gubuk-gubuk bertebaran dan berdesakan di bawah sana. Sementara nggak jauh dari situ, puluhan ?gubuk pencakar langit’ (baca: apartemen) berdiri megah menampung ribuan orang yang bisa membeli atau menyewanya dengan harga mahal. Sebuah ironi. Tapi, itulah memang kenyataannya. Ini baru di satu tempat lho, belum tempat lain di sudut-sudut gelap Jakarta, Bro.

Untuk warga miskin di kota besar, jangankan kepikiran untuk ngomongin soal pendidikan bagi anak-anak mereka, untuk urusan dapur aja seringnya nggak mencukupi. Gimana nggak, kerja seharian banting-tulang dan peras-keringat, penghasilannya hanya berkisar di angka Rp 20 ribu ampe Rp 30 ribu. Malah ada yang di bawah banget, yakni nggak nyampe Rp 10 ribu sehari. So, wajar kalo ada di antara mereka yang berpikir 'kreatif’ dengan menjual daging rusak dan nggak layak konsumsi. Siapa tahu bisa menyambung hidupnya yang empot-empotan. Kasihan memang.

Saudaraku, boleh dibilang kemiskinan itu bikin segalanya jadi susah. Mau belajar susah kalo nggak punya duit banyak, karena pendidikan sekarang hanya bisa dibeli dengan duit yang nggak sedikit. Memangnya ada pendidikan gratis di jaman sekarang? Ada kok. Tapi kualitas dan fasilitasnya ya seadanya gitu. Lagipula jumlahnya nggak sebanyak sekolah yang harus bayar. Sehingga akses untuk mendapatkan pendidikan pun jadi terbatasi bagi warga miskin. Maka, wajar kalo kemudian ada penulis yang bikin buku: Orang Miskin Dilarang Sekolah sebagai bentuk satire alias sindiran kepada siapa pun terutama pemerintah.

Bagaimana dengan kesehatan? Hmm.. nggak jauh beda euy. Bagi warga miskin, kesehatan tak mudah untuk bisa mereka dapatkan begitu saja. Memang pemerintah melalui Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan ngadain banyak program untuk memperhatikan warga miskin, khususnya di bidang kesehatan, tapi prosedur untuk ngedapetin surat keterangan miskin aja agar bisa berobat berbelit sampe akhirnya orang yang sakit jadi malas ngurus begituan. Hasilnya, ya pasrah aja sampe maut menjemput. Duh, sampe segitunya ya? Jadi bener nih orang miskin dilarang hidup?

Mungkin sebagian orang berpikir, daripada tinggal di kota besar tapi hidup nggak layak, pulang kampung saja. Hmm.. nggak semua orang bisa hidup enak di kampung halamannya. Justru banyak orang desa yang niat awalnya datang ke ibu kota adalah untuk mengadu nasib. Di desa udah nggak ada yang bisa dikerjakan, karena di desanya juga kemiskinan menderanya tak kunjung henti. Kalo di kota besar, paling nggak kalo mau rajin bisa dapet duit. Ngamen di bis atau di perempatan lampu merah, atau jadi pemulung barang-barang bekas yang bisa didaur-ulang, atau sebagian ada juga yang merasa harus mengeksploitasi cacat tubuhnya untuk memicu iba dari banyak orang demi ngumpulin rupiah. Banyak yang bisa dilakukan di kota besar. Mulai dari yang terpuji sampai yang tercela, dari yang baik sampe yang buruk, dari yang benar sampe yang salah. Bergantung kepada kualitas iman yang dimilikinya.

Kemiskinan struktural

Miskin, menurut Imam Syafi’i dan jumhur ulama, adalah “memiliki sesuatu (penghasilan/pendapatan) tapi tidak mencukupi (kebutuhan pokok)”. Secara sunatullah kemiskinan telah muncul dalam kehidupan manusia. Allah Swt. emang meninggikan rizki sebagian manusia atas sebagian yang lain. Sebagaimana firman Allah Swt.:

“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS al-Ankabuut [29]: 62)

Saudaraku, secara faktual atau kenyataannya, Pak A.M. Saefudin, mantan Menpangan, pernah membagi kemiskinan sebagai kemiskinan alamiah (natural poverty) dan kemiskinan struktural (stuctural poverty). Yang pertama, terjadi karena misalnya cacat mental atau fisik, lahir dari dan dalam keadaan keluarga miskin dan faktor lain yang tak terduga (bencana alam, kebangkrutan dan lain-lain). Sedangkan kemiskinan struktural diciptakan oleh sistem, nilai dan perilaku bejat manusia.

Dalam masyarakat sekarang yang dibangun atas dasar kapitalisme-sekularisme, sangat mungkin terjadi yang namanya kemiskinan struktural. Kemiskinan buatan akibat diterapkannya kebijakan oleh pemerintah yang berakibat kepada kemiskinan massal untuk kalangan tertentu dan kekayaan massal untuk kalangan tertentu pula. Lihat deh, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Nggak imbang banget.

Akibat diterapkannya kebijakan kenaikan harga BBM pada akhir Mei 2008 lalu, kini jadi banyak warga miskin baru. Nggak perlu angka statistik yang rumit, karena faktanya bisa kita jumpai di sekitar kita. Silakan tajamkan mata untuk melihat kenyataan. Asahlah kepekaan telinga untuk mendengar jeritan tertahan warga miskin yang antre minyak tanah (meski kini udah semakin langka karena diganti gas elpiji-yang ternyata juga ikutan susah dicari karena belum terdistribusi semua dan produksinya belum cukup). Dampak ikutannya juga nggak kalah mencekik, maka kita saksikan bersama harga-harga sembako merayap naik secara mengejutkan karena ongkos kirim membengkak gara-gara harga BBM naik, ongkos transportasi juga ikutan melambung tinggi. Biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan lainnya yang merupakan bagian dari rangkaian akibat kebijakan tersebut akhirnya makin bikin parah keadaan. Yup, kita sengsara bersama kapitalisme.

Kita semua sadar dan tahu bahwa kemiskinan akan selalu ada dalam masyarakat apapun. Hanya saja masalahnya adalah, bagaimana upaya untuk menanggulangi dan memecahkan problem kemiskinan tersebut. Bila bicara tentang pengaturan dan pemecahan problem kemiskinan, maka hal ini jelas berkaitan erat dengan sistem yang diterapkan oleh negara yang bersangkutan. Tak mustahil, kemiskinan yang sifatnya sudah sunatullah akan tetap langgeng karena negara membantu memperparah kemiskinan tersebut dengan sistem yang diterapkannya. Inilah yang berbahaya dan sangat mematikan kehidupan masyarakat.

Dalam sistem kapitalisme, para konglomerat (baik kelas kakap maupun kelas teri) dengan leluasa bisa mengendalikan sistem perekonomian. Penimbun misalnya, mereka bisa dengan bebas mengumpulkan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, kemudian menunggu waktu yang pas untuk dilempar ke konsumen dengan harga yang melambung. Ironinya, negara masih percaya dan rela diinjak-injak di bawah telapak kaki para konglomerat. Nggak bisa apa-apa. Jelas ini akan membuat masyarakat menderita karena harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Hasilnya, kemiskinan alaminya udah ditambah dengan kemiskinan struktural yang membuat masyarakat semakin terpuruk.

Apa yang harus kita lakukan? Hmm.. nggak usah jauh-jauh nyari jalan keluar, Islam udah punya solusinya, kok. Tentu jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Sistem Islam akan mengupayakan langkah-langkah dalam mensejahterakan rakyat. Pertama, mengharamkan penimbunan harta. Islam melarang siapapun yang menimbun harta. Ihtik?r (penimbunan) hukumnya haram. Sa’id bin al-Musayyab dari Ma’mar bin Abdullah al-Adawi menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan melakukan penimbunan selain orang yang salah (al Kh?thi`)” (HR Muslim)

Hal ini umum berlaku untuk semua barang termasuk makanan. Al-Asram meriwayatkan dari Abi Umamah dengan menyatakan: “Rasulullah saw. telah melarang penimbunan makanan.”

Karena itu, tindak penimbunan ini merupakan suatu tindakan kriminal. Islam menetapkan hukumannya adalah ta’z?r. Artinya, bisa diambil salah satu atau kombinasi dari bentuk hukum Islam baik denda, cambuk, diasingkan, penjara, dipotong tangan, atau hukum Islam lain seperti hukuman mati. Sekalipun demikian, Abdurrahman al-Malikiy menyatakan hukuman bagi penimbun adalah hukum cambuk dan penjara tiga tahun (Nizham al ‘Uq?bt, hlm. 191).

Kedua, memerintahkan agar harta beredar di seluruh anggota masyarakat, tidak hanya beredar di kalangan tertentu saja. Sebagai firman Allah Swt. (yang artinya): “supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS al-Hasyr [59]: 7)

Ketiga, pemerintah hendaklah mengeluarkan dana khusus untuk kebutuhan mendesak anggota masyarakatnya. Bisa diambil dari Baitul Maal (bukan Baitul Maal yang ada sekarang, itu mah cuma nama doang), Baitul Maal di masa Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) adalah “rumah harta” yang disuplai pemasukannya dari zakat, jizyah, dan pos pemasukan lainnya (lebih lengkap bisa dibaca dalam Kitab al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, karya Syaikh Abdul Qadim Zallum). Cadangan harta yang ada di situ bisa digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat.

Keempat, menetapkan hukum waris, sebagai upaya untuk memecah dan membagikan harta kepada yang berhak atasnya. Kalo sekarang, orang malah rebutan harta waris. Yang seharusnya berhak kagak dapet, yang seharusnya nggak dapat malah ngambil paling banyak. Kacau banget kan?

Kelima, Islam melarang berlaku kikir dengan tidak menikmati dan memanfaatkan harta yang dimilikinya dalam batas-batas yang ditentukan syara’. Yup, dilarang bagi kaum muslimin untuk pelit bin kikir, dan tentu dianjurkan untuk berbagi dengan sesamanya. Dilarang pula kaum muslimin untuk membelanjakan hartanya di jalan yang maksiat atau menikmati kemaksiatan dengan hartanya.

Keenam, Islam menjadikan sebab-sebab pemilikan harta berdasarkan hukum syara’, dengan beberapa cara. Dalam hal ini Islam akan melarang bentuk sistem ekonomi ribawi. Akan diatur tuh, dapetnya dari mana. Kalo hasil judi, hasil nyolong atau korupsi pasti akan dimintai pertanggungan-jawabnya dan hukuman siap menanti.

Insya Allah, dengan adanya aturan dan sanksi yang diterapkan Islam, nggak bakalan ada lagi orang miskin yang hidupnya nggak layak, apalagi dilarang hidup dengan dibiarkan mereka nyari selamat sendiri. Tapi inget lho, kapitalisme-sekularisme, yakni sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara saat ini, sampe tuyul gondrong juga nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah ini-termasuk masalah kehidupan lainnya. Cuma Islam yang bisa. Namun ada syaratnya, yakni Islam yang diterapkan dan dijadikan sebagai ideologi negara.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinami
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Sebuah Renungan: Siapakah Orang Yang....


Siapakah orang yang bangkrut?
Orang yang bangkrut bukanlah orang yang mengalami kerugian dalam usaha atau perdagangan. Tapi orang yang bangkrut adalah orang yang membawa amal kebajikan seperti sholat, puasa, zakat, sedekah, haji dan sebagainya. Namun mereka justru dicampakkan ke neraka karena berbuat dzalim kepada orang lain.

Sholat mereka rajin, tapi menganiaya tetangga juga lebih rajin. Puasa mereka hebat, tapi memfitnah orang juga lebih hebat. Semua pahala dari ibadah yang pernah dikerjakannya akan diberikan kepada orang yang pernah dianiaya, bila pahala mereka telah habis, maka dosa orang yang teraniaya akan diberikan kepada mereka. Bagaimana tidak bangkrut? ( mohon maaf saya tidak sedang menakut-nakuti orang merasa sholeh, alim dan banyak amalnya, tapi ini peringatan agar kita menyadari diri lalu segera bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan)


Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan
waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan
seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s. Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... ......... .dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa Musibah lalu dia berucap "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabb, Aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyu-man. Maka berbaik hatilah dan bersabar.... .......

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang
sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau
terima dan berbagilah.. ....

Siapakah orang yang miskin?
Orang miskin bukanlah orang yang hidup serba kekurangan, hari ini makan besok tidak. Berpakaian compang-camping dan tanpa harta benda. Orang yang miskin adalah orang tidak pernah puas dengan rezeki dan nikmat yang ada. Mereka selalu menumpuk-numpukkan harta dengan jalan halal atau haram. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...... ...

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia
pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat
dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah. ......... ..

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai
akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa
dan noda........ .....

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati Membawa amal-amal kebaikan dimana
kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu....... ...

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi
dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang
yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu
kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia....... ...

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang
menghuni syurga Kelak, karena telah menggunakan akal
sewaktu di dunia untuk menghindari Siksa neraka. Maka
peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal
mungkin. Untuk mengharap ridho-Nya... .......

Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau mengabaikan
tulisan ini begitu saja, kemudian dia tidak berniat menyampaikan kepada orangg lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita
gembira ini selagi sempat, karena tiada ruginya bagimu......
Silakan copypaste ke website atau blog Anda.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Belajarlah dari Piala Dunia 2010: Aku Heran.....


Piala Dunia 2010 Afrika Selatan telah memasuki babak krusial. Masing-masing tim berebut untuk lolos ke babak 16 besar. Siapa yang lengah akan gagal dan siap-siap angkat koper dari Afrika Selatan ke Negaranya. Bagi yang lolos saya ucapkan selamat, berarti tim anda berhak untuk melanjutkan kompetisi dengan tujuan akhir "Juara dunia".

Namun perlu diingat bahwa untuk mencapai babak 16 besar, babak 8 besar, babak 4 besar, dan babak final, diperlukan kerja keras tahan lelah, butuh kesabaran tingkat tinggi dan butuh kejujuran kelas wahid. Tanpa modal itu, kemenangan tanpa arti apa-apa. Kemenangan yang didapat dari jalan curang, menyuap wasit, mengatur skor pertandingan hanya akan mencoreng muka tim dan rakyatnya.


Biarlah kalah tapi tetap menjunjung tinggi fair play ( kejujuran), legowo dan menerima dengan lapang dada tanpa marah, anarkis dan sumpah serapah. Kita harus ingat bahwa kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam suatu pertandingan. Yang menang jangan membusungkan dada, sombong, dan takabur. Sebagai bahan renungan (muhasabah) saya tuliskan beberapa baris nasehat agar dalam hidup ini selalu menjaga diri dari dosa dan kesalahan agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Baris nasehat ini saya beri Judul: Aku Heran.....

"Wahai manusia !

Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.

Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.

Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.

Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.

Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.

Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli."

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada allah SWT serta menangislah.

betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini.

lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.

"Ya Allah,

kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu, tidak juga kami mampu akan siksa api nerakaMu, berilah hambaMu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.

Ya Allah,

dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,

anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,

umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah

adakah jalan upaya bagi kami.

Ya Allah,

hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepadaMu,

ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,

bila Engkau Campakkan kami,

kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dariMu".

"Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu".

Imam Ali bin Abu Thalib RA


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Dua Jempol untuk Afrika Selatan: Kalah-Menang adalah Biasa


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah tim tuan rumah tersingkir di babak penyisihan grup. Memalukan memang, mengecewakan bobotohnya memang, menyakitkan memang. Itulah yang sekarang ini menimpa Afrika Selatan. Bertindak sebagai tuan rumah, para bafana-bafana tidak mampu membawa timnasnya lolos ke babak perdelapan final ( babak 16 besar).

Mereka puas bermain imbang dengan meksiko dan secara menyakitkan harus kalah dari 0-3 dari Uruguay. Point 4 yang mereka dapatkan tidak menjamin lolos ke putaran selanjutnya, karena terpaut selisih gol dengan Korea Selatan. Sungguh hal yang menyakitkan, perih, pedih dan kekecewaan yang mendalam.

Namun ada pelajaran besar yang wajib diambil dari sikap sabarnya para pemain dan rakyat Afrika Selatan. Mereka dengan sadar mengaku kalah, legowo, tidak protes, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak berbuat curang, tidak menyuap wasit, dan bermain sangat fair play alias jujur. Sikap jujur dan legowo inilah yang perlu dicontoh oleh bangsa ini.


Afrika Selatan sadar bahwa kemampuan para bafana-bafana memang begitu adanya. Mereka masih kalah kelas dengan tim-tim yang lain, seperti Uruguay dan Meksiko. Namun mereka bangga mampu mengalahkan France (Prancis) di laga terakhir babak penyisihan. Inilah yang membuat mereka mampu tegar berdiri tegak walaupun tidak mampu lolos ke babak 16 besar.

Afrika Selatan sadar bahwa untuk menang tidak perlu memakai jasa dukun lepus, paranormal, paraji, klenik, menyan dan jampe-jampe lainnya. Mereka sadar untuk menang tidak perlu bantuan wasit, menyogok para pemain lawan, menyuap panitia dan lain-lain.
Mereka sadar bahwa untuk mencapai kemenangan yang dibutuhkan adalah kerja keras, latihan intensif, doa dan dukungan rakyatnya. Saya mengacungkan 2 jempol untuk bafana-bafana dan rakyat Afrika Selatan. Emana, Ninina, Akina, Incuna lan sadayana masyarakat di seluruh dunia menangis bahagia karena sikap jujur dan legowo mereka.

Silakan baca artikel berikut ini:

Untuk Akhir dan Awal Sebuah Amanah
(Tentang Kemenangan dan Kekalahan)

…adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.

[QS. Ar Ra'd:17]

Begitu cemerlangnya kemenangan yang dipersembahkan Khalid bin Walid untuk kejayaan Islam hingga membuat panglima musuh dan pasukannya terkagum-kagum. Maka ketika berhadapan dengannya dalam sebuah jeda pertempuran, Georgius, seorang panglima Romawi, bertanya, “Mengapa Anda dinamai Pedang Allah?”

Bagaimanakah awal dari serangkaian prestasi gemilang Khalid?

Semua bermula dari peperangan yang berkecamuk dengan dahsyatnya di tanah Syiria bertahun-tahun silam. Ketika panglima pasukan Muslim yang ketiga telah meraih syahidnya, Tsabit bin Arqam segera menyambut bendera kaum Muslimin, mengangkatnya tinggi-tinggi sambil menderapkan kudanya menuju Khalid bin Walid. “Peganglah panji ini, wahai Abu Sulaiman!” Khalid yang baru memeluk Islam menolak, merasa dirinya tak layak. “Ambillah,” kata Tsabit, “sebab Anda lebih tahu seni berperang dari aku. Dan demi Allah, aku tak mengambilnya kecuali untuk diserahkan kepada Anda.” Lalu pasukan menyatakan kesediaannya dipimpin oleh Khalid. Maka majulah Khalid sebagai panglima pasukan Muslim untuk pertama kalinya. Dalam perang Mu’tah ini pasukan muslim terkepung dan berada dalam kondisi amat kritis. Dalam kondisi seperti itu tak ada strategi perang yang akan mampu membalikkan keadaan. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah membuka jalur untuk pasukan Muslim agar dapat keluar dari kepungan. Pasukan Muslim yang pertama kali dipimpin oleh Khalid terpaksa pulang dengan kekalahan. Tak dapat disangkal bila pada waktu itu orang-orang menganggapnya sebagai sebuah kegagalan. Tetapi kehendak Allah jualah yang berlaku. Kekalahan Khalid adalah awal dari serangkaian kemenangan-kemenangan Islam yang menyejarah.

Allah telah berfirman dalam surat Ali ‘Imran ayat 140, bahwa kemenangan dan kekalahan adalah piala yang dipergilirkan oleh sejarah di antara semua umat. Maka, tidak ada umat yang dapat memenangkan semua babak pertarungan, juga tidak ada umat yang ditakdirkan untuk kalah selama-lamanya. Kemenangan dan kekalahan sesungguhnya hanyalah variabel yang menjalankan sebuah fungsi: seleksi.

Andaikan kaum Muslimin menang terus, kata Ibnu Qayyim, maka akan banyak orang yang bergabung dengan kaum Muslimin meskipun mereka tidak benar-benar beriman; dan andaikan kaum Muslimin kalah terus, maka misi kenabian tentulah tidak akan tercapai. Dalam putaran kemenangan dan kekalahan, Allah Swt menyeleksi orang-orang beriman dari orang-orang munafik. Dalam putaran kemenangan dan kekalahan, Allah Swt menyingkap tabir pikiran dan jiwa setiap orang. Maka, semua yang terekam dalam pikiran dan tersimpan dalam jiwa akan tampak nyata di depan mata manakala peristiwa-peristiwa kehidupan memaksanya keluar menjadi tindakan.

Maka, kemenangan dan kekalahan bukanlah ukuran supremasi dan keunggulan; Kemenangan dan kekalahan hanyalah sebuah variabel yang dengannya Allah Swt menguji kita tentang apakah kita tetap bisa beriman dalam kedua situasi itu. Ketika amanah tertunai dan prestasi terukir, bukan semata karena superioritas pengembannya. Tetapi semua itu hanyalah karena hidayah dan rahmat Allah, Pemilik Kejayaan dan Kemuliaan.

“Sesungguhnya Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada kami. Sebagian dari kami ada yang membenarkannya dan sebagian pula mendustakannya. Aku dulunya termasuk orang yang mendustakan hingga akhirnya Allah menjadikan hati kami menerima Islam dan memberi petunjuk kepada kami melalui Rasul-Nya, lalu kami berjanji setia kepadanya. Kemudian Rasul mendoakanku, dan beliau berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang Allah diantara sekian banyak pedang-pedang-Nya.’ Maka aku diberi nama Pedang Allah.” Demikianlah Khalid menjawab pertanyaan Georgius.

Kemenangan dan kekalahan sesungguhnya merupakan fenomena yang diatur oleh sebuah kaidah. Setiap umat mempunyai hak untuk menang jika mereka memenuhi syarat-syarat kemenangan. Semakin banyak faktor-faktor kemenangan dalam diri umat, maka semakin kuatlah mereka. Aktivis yang mempunyai kekuatan yang besar dalam dirinya akan mampu memikul beban amanah yang besar pula sesuai dengan kekuatan yang ia miliki. Kekuatan ini sesungguhnya berbanding lurus dengan keimanan yang dimiliki. Dan pada hakikatnya, amanah itu datangnya dari Allah. Maka untuk menumbuhkan kekuatan dalam menunaikan amanah, kedekatan kepada Allah-lah yang harus dibangun.

Sebaliknya, tiap umat pasti kalah jika sebab-sebab kekalahan itu ada dalam diri mereka. Dibutuhkan keberanian untuk melihat ke dalam lebih banyak, bukan menengok keluar dan melaknat musuh. Juga dibutuhkan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, kesediaan dan tekad yang kuat untuk memperbaiki diri serta memenuhi syarat-syarat kemenangan.

Belajar dari Perang Uhud, jumlah pasukan pemanah tidak mencapai 4% dari jumlah total pasukan kaum Muslimin ketika itu. Akan tetapi tindakan indisipliner sebagian dari pemanah tersebut menjadi sebab kekalahan pasukan Muslim. Tujuh puluh sahabat terbunuh dan Rasulullah terluka.

Pada awal peperangan Hunain kaum Muslimin kalah karena sebagian dari mereka terlalu bangga dengan jumlah pasukan dan senjata. Seorang dari mereka berkata, “Hari ini kita tidak kalah oleh pasukan yang jumlah tentaranya sedikit.” Lupa bahwa kemenangan datang dari Allah. Orang-orang yang bangga dengan jumlah pasukan dan senjata ketika itu orang-orang yang baru masuk Islam.

Karena itulah gerakan dakwah yang ingin menegakkan Islam di atas bumi ini harus lebih serius memberantas kemungkaran di internal mereka sebelum kemungkaran di eksternal mereka. Sebab, jika sukses memperbaiki kondisi internal, mereka pun akan sukses membenahi kondisi eksternal. Mereka tidak akan sukses memperbaiki kondisi eksternal sebelum mereka sukses membenahi kondisi internal. Hendaklah gerakan dakwah mewaspadai seluruh kemaksiatan, bukan hanya kemaksiatan yang terlihat, tapi mencakup kemaksiatan-kemaksiatan batin yang tidak terlihat. Kadang kemaksiatan batin –misalnya riya’, ujub, dengki, ambisi, dan takabur– lebih membahayakan, daripada kemaksiatan-kemaksiatan yang terlihat. Sebab, sesuatu yang tidak terlihat itu menyebar secara cepat di tubuh dan menghancurkannya tanpa sakit dan tanda-tanda yang bisa dirasakan.

Menangis dan tertawalah bersama Salman Al Farisi. “Aku menangis karena tiga hal: pertama saat berpisah dengan Muhammad dan tentaranya, kedua saat menjelang kematian, ketiga saat aku berada di hadapan Allah Rabbul’alamin sementara aku tak tahu akan ke neraka atau ke surga. Dan aku ‘tertawa’ karena: pertama orang yang mengharap dunia padahal kematian mengintainya, kedua orang yang lalai dan tak merasakan kelalaiannya, ketiga orang yang tertawa terbahak-bahak sementara ia tak tahu Allah murka atau ridho kepadanya.”

Jangan biarkan karunia hidayah dan rahmat kemenangan itu dicabut oleh Pemiliknya karena dosa-dosa kita. Dosa-dosa yang menghalangi tertunainya amanah. Dosa-dosa yang malalaikan kita dari misi. Dosa-dosa yang menjauhkan kita dari Allah.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad)

dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu,

sedang kamu mengetahui.[QS. Al Anfaal:27]

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. [QS. Ar Ruum:47]



Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kejutan dan Kontroversi di Piala Dunia 2010: Saudaraku, Tinggalkan Dusta


Di piala dunia 2010 Afrika Selatan terdapat banyak kejutan dan kejadian-kejadian kontroversial yang kadang mengusik alam pikiran sehat kita. Kejutannya adalah banyak tim-tim unggulan yang menurut pengamatan kita bakal menang ternyata justru kalah. Sementara kejadian kontroversialnya adalah proses dianulirnya gol Carlos Vela (Meksiko) ke gawang Itumeleng Khune (Afrika Selatan) yang sempat menuai banyak kritikan dari seluruh penjuru dunia. Belakangan keputusan wasit Irmatov ( yang memimpin pertandingan ini) benar, bahwa posisi Vela memang offside.

Kontroversi lainnya adalah kasus dikartumerahnya Kaka (Pemain Brazil, bukan Personel Slank) dan dianulirnya gol Amerika ke Gawang Slovenia. Tapi protes ini hanya dikeluarkan oleh segelintir orang dan tidak begitu ramai dibicarakan.

Berbicara tentang kejutan tim-tim unggulan yang kalah dari tim-tim kuda hitam (bukan kambing hitam), kita akan menyorot kekalahan Jerman, Afrika Selatan, France (Prancis-kata orang Tegal), Spanyol dan mandulnya Inggris.


Mengapa Jerman bisa kalah oleh Serbia? Jawabnya gampang! Bukan karena Miroslav Close dikartu merah, tapi karena yang mengambil tendangan finalti adalah Podolsky. Coba kalau yang mengeksekusi adalah Zinedine Zidane, Insya Allah menjadi gol.

Mengapa Spanyol kalah oleh Swiss? Jawabnya enteng! Bukan karena pemain Spanyol terlalu percaya diri atau mandulnya para strikernya, tapi karena kipernya adalah Cassilas (kasih lost=kalah). Coba kalau kipernya Edwin Van Dersaar pasti bola yang mengarah ke gawang Spanyol akan kesasar.

Mengapa France kalah oleh Afrika Selatan dan Yunani? Jawabnya mudah! Bukan karena konflik yang sedang menimpa tim selepas insiden adu mulut Sang Pelatih Domenech dan Anelka. France kalah karena tidak mampu mencetak gol lebih banyak dari pada lawan.

Mengapa Afrika Selatan kalah oleh Uruguay? Jawabnya tidak sulit! Bukan karena kurang pengalaman atau kurang dukungan, tapi karena penjaga gawangnya selalu meleng (liak-lieuk ke kiri ke kanan) gara-gara suporter wanita katempo bujalnya. Siapa kiper Afrika Selatan yang berbuat demikian? Dialah Itumeleng Khune.

Siapapun anda yang membaca analisa saya di atas akan berkomentar "huuuu komentar dan analisanya ngawur, nggak masuk akal, aneh, nggak pake otak dan sebagainya". Saya sendiri akan berkomentar demikian walau saya sendiri yang menulisnya.

Nah inilah yang sedang terjadi di negeri ini. Banyak orang mengambil keputusan yang kontroversial, banyak kejutan-kejutan yang terjadi di sekeliling kita hampir setiap hari. Banyak orang membuat peraturan yang tak masuk akal, mengeluarkan komentar yang ngawur, menyelesaikan masalah dengan menambah masalah yang lebih berat.

Banyak yang bingung dengan keputusan yag dibuatnya sendiri. Semuanya bermuara karena adanya sifat dusta yang menyebabkan semua ini. Dusta telah menjadi makanan pokok bangsa ini selain nasi, jagung, sagu, ketela, hui, dan angkrik. Korupsi dan Suap menyuap penyebabnya adalah karena masih memelihara sifat dusta.

Di antara sebab terbanyak yang menjerumuskan anak Adam ke lembah kemaksiatan, adalah mereka tidak menjaga dua hal yaitu lidah dan kemaluannya. Sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

Barangsiapa yang mampu menjaga apa yang terdapat di antara dua janggutnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, maka aku jamin akan masuk surga. (Muttafaq alaih, dari Sahl bin Sa'ad).

Kemaksiatan yang ditimbulkan dari kemaluan adalah zina, dan kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan adalah dusta. Terkadang dengan lisannya seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipertimbangkan dan dipikirkan sebelumnya, sehingga menimbulkan fitnah dan kemudharatan yang banyak bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Oleh karena itu jelaslah bahwa di antara keselamatan seorang hamba adalah tergantung pada penjagaannya terhadap lisannya. Nabi shalallahu alaihi wa salam sendiri pernah menasehati Uqbah bin Amir ketika dia bertanya tentang keselamatan, lalu beliau bersabda:

Peliharalah lidahmu, betahlah tinggal di rumahmu dan tangisilah dosa-dosamu.(HR Tirmidzi, hadits hasan).

Termasuk penyimpangan yang nyata dan banyak terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah melakukan dusta, baik dalam ucapan maupun perbuatan, baik dalam menjual maupun membeli, dalam sumpah dan perjanjian, bahkan menggunakan dusta sebagai bumbu dakwah dan menjatuhkan orang karena kedengkian.

Manusia yang awam maupun yang 'alimnya banyak menganggap sepele masalah dusta, sehingga menjadi kebiasaan yang membudaya, yang seolah sulit ditinggalkan. Yang lebih parah lagi adalah kebiasaan dusta ini tidak dipedulikan lagi oleh yang awam maupun yang alim, mad'u maupun da'inya, terhadap bahaya yang ditimbulkan. Na'udzubillah min dzalik.

Padahal urusan dusta adalah termasuk hal yang berbahaya, karena termasuk urusan haram yang menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam neraka. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

Sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kekejian dan kekejian itu menuntun ke dalam neraka. Tidak henti-hentinya seseorang itu berdusta dan membiasakan diri dalam dusta, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (muttafaqun 'alaih).

Dusta mempunyai beberapa pengaruh buruk, yang seandainya hal ini disadari oleh para pendusta pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya dan akan kembali bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Sebagian dari pengaruh buruk itu adalah:

1. Menyebarkan keraguan kepada dan di antara manusia

Keraguan artinya bimbang dan resah. Ini berarti seorang pendusta selamanya menjadi sumber keresahan dan keraguan, serta menjatuhkan ketenangan pada orang yang jujur. Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:

Tinggalkanlah apa-apa yang membuatmu ragu dan ambil apa-apa yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keresahan. (HR Tirmidzi, An Nasai, dan lainnya).

2. Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa memiliki salah satu di antaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diberi amanat dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan jika berselisih dia berkata kotor. (Muttafaqun 'alaih).

Sebagaimana diketahui, bahwa orang munafik akan menempati kerak neraka yang paling bawah. Sebutan munafik adalah sebutan yang amat berat, maka mengapa kita berani berdusta dan mempertahankannya padahal ia hanya akan mengantarkan kita kepada kedudukan yang buruk lagi menghinakan.

3. Hilangnya kepercayaan

Sesungguhnya selama dusta menyebar dalam kehidupan masyarakat, maka hal itu akan menghilangkan kepercayaan di kalangan kaum Muslimin, memutuskan jalinan kasih sayang di antara mereka, sehingga menyebabkan tercegahnya kebaikan dan menjadi penghalang sampainya kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya.

4. Memutarbalikkan kebenaran

Di antara pengaruh buruk dusta adalah memutarbalikkan kebenaran dan membawa berita yang berlainan dengan fakta, lebih-lebih dilakukan dengan tanpa mencari kejelasan atau tabayyun yang disyariatkan. Hal ini dilakukan karena para pendusta suka merubah kebatilan menjadi kebenaran dan kebenaran menjadi kebatilan dalam pandangan manusia. Sebagaimana para pendusta pun suka menghias-hiasi keburukan sehingga tampak baik dan memburuk-burukkan yang baik sehingga berubah menjadi buruk. Dan itulah perniagaan para pendusta yang terurai rapi dan mahal harganya menurut pandangan mereka.

Dan apa saja yang mereka katakan tentang keburukan seseorang, dan apapun pengaruhnya, maka hati-hatilah terhadap mereka, baik yang anda baca dari mereka ataupun yang anda dengar. Pahami firman Allah ta'ala:

...Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (QS Al Mukmin: 28)

5. Pengaruh dusta terhadap anggota badan

Dusta menjalar dari hati ke lidah, maka rusaklah lidah itu, lalu menjalar ke anggota badan, maka rusaklah amal perbuatannya sebagaimana rusaknya lidah dalam berbicara. Maka jika Allah subhanahu wa ta?ala tidak memberikan kesembuhan dalam kejujuran kepada para pendusta itu. Sehingga semakin rusaklah mereka dan menjerumuskan mereka ke arah kehancuran.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan dusta menuntun kepada kedurhakaan. (Muttafaq 'alaih).

Itulah sebagian kecil dari akibat buruk dusta yang semuanya merupakan akibat yang terasa di dunia, dan di sisi Allah balasan bagi pendusta lebih dahsyat dan mengerikan.

Jelaslah bahwa para pendusta akan berjalan di atas jalan yang menuju neraka, karena dengan berdusta berarti ia akan membuka berbagai pintu keburukan lainnya. Rasulullah shalallahu alaih wa salam bersabda:

Sesungguhnya dusta itu menuju kepada kekejian dan kekejian menuntun ke neraka, seseorang terus menerus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai Pendusta. (muttafaq 'alaih)

Untuk itu agar kita semua memperhatikan bahaya dusta sehingga takut untuk melakukannya. Adapun cara untuk menghindar darinya antara lain:

1. Tidak bergaul dengan para pendusta dan mencari teman yang shaleh lagi jujur.
2. Mempunyai keyakinan yang mantap akan bahaya yang ditimbulkannya baik di dunia maupun di akhirat.
3. Melatih hati dan lisan untuk selalu berkata dan berbuat jujur.
4. Selalu aktif mengkaji Al-Qur'an dan mengamalkannya.

Semoga Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dalam ucapan maupun perbuatan.



Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efekti
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog