Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label sakaratul maut. Show all posts
Showing posts with label sakaratul maut. Show all posts

Bahaya Narkoba,: Waspadalah, waspadalah!!!


PENYALAHGUNAAN narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat.

Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.


Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.

Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Pengertian

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.

Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka.

Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.

Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

Bahaya bagi pelajar



Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.

Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:

* perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
* sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
* menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
* sering menguap, mengantuk, dan malas,
* tidak memedulikan kesehatan diri,
* suka mencuri untuk membeli narkoba.

Upaya pencegahan

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.

Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.***

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Say No To Drugs, Okey Coy



Katakan tidak untuk Narkoba “ Say No To Drags”, slogan yang sering kita lihat, kita baca, diberbagai sudut kota, surat Kabar, Televisi dan sebagainya. Dengan gencarnya berbagai Ormas, Lembaga Pemerintahan, bahkan ada individu yang rela menyisihkan hartanya, untuk mengkampanyekan program anti Narkoba.

Namun .. semakin gencar kampanye anti Narkoba dilakukan, semakin subur dan marak pula peredaran gelap Narkoba, korbannya pun tidak memandang status social, mulai dari kalangan bawah sampai atas, dari mulai artis, aparat pemerintah, aparat penegak hukum, bahkan masyarakat yang tinggal di pelosok pedesaan telah ada yang menjadi korban keganasan Narkoba, sama halnya dengan pelaku kejahatan jaringan Narkoba, kini sudah tidak lagi memandang status sosial.


Begitu maraknya peredaran gelap Narkoba membuat kita semakin prihatin dan khawatir, bagaimana dengan nasib generasi muda kita, anak – anak kita kedepan, akankah nanti mereka menjadi korban dari kebiadaban Narkoba? Sebab selama ini semakin intensif perang terhadap Narkoba dilaksanakan, semakin gencar pula para pelaku kejahatan.

Narkoba, mencari celah dan inovasi untuk menyebarkan virus dan setan Narkoba. Kemudian apa yang harus kita lakukan? Dengan keadaan seperti ini … akankah kita menyerah begitu saja terhadap Narkoba? Lalu membiarkan ia menebar virus dan menghancurkan sendi – sendi kehidupan yang selama ini kita bangun dan kita jaga.

Atau kita pasif dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak Hukum saja “ Tidak”. Jangan pernah menyerah untuk berperang dengan Narkoba. Kita harus berperan sekecil apapun dalam memerangi kejahatan Narkoba.



Minimal dari dalam diri kita sendiri, kita tekadkan dan sugestikan diri kita, bahwa selama hidup tidak akan mengenal apalagi menyentuh yang namanya Narkoba. Kemudian tularkan tekad dan sugesti kita kepada lingkungan terdekat, orang – orang yang kita sayangi, agar mempunyai tekad yang sama.

Bila ada dalam lingkungan kita terlibat ataupun menjadi korban Narkoba, sentuh hatinya dengan kasih sayang, beri dukungan agar ia dapat lepas dari jerat setan Narkoba. Nah. Alangkah .. indahnya bila kita semua mempunyai visi dan misi yang sama untuk memerangi Narkoba.

Apalagi bila kita mau dan peduli untuk bekerjasama dengan Lembaga yang terkait dengan pemberantasan Narkoba. Yakinlah bila kita semua maju bersama untuk memerangi Narkoba, berarti kita sudah menabung sebuah amal kebaikan dan juga menyelamatkan generasi penerus kita kedepan. Ok .. jangan lihat slogan, namun tekadkan dan sugestikan dalam diri kita untuk “ Say No to Drugs”

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Hikmah Tsunami Jepang: Nenek Bisa Bertemu Cucunya




Sebanyak 99 warga negara Indonesia (WNI) tiba di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (15/3/2011) malam. Kehadiran rombongan itu langsung disambut senyum bahagia dan rangkulan erat keluarganya yang sudah cemas.

Air mata mereka pun tak terasa jatuh di pipi menyambut kebahagiaan itu. Tak terkecuali bagi Erlinda. Begitu rombongan masuk ke aula yang menjadi tempat tunggu keluarga, Erlinda langsung mendekap sang anak, Nuansa Sulaiman.


Nuansa tidak datang sendiri. Ia datang bersama istrinya dan seorang bayi mungil yang tampak tenang di rangkulan. Sempat tertegun melihat bayi itu, Erlinda pun meraih sang bayi yang baru berumur dua pekan.

Air mata pun bercucuran, dipeganginya erat-erat si bayi yang bernama Nadia Sophia itu. Rupanya, inilah kali pertama Erlinda bertemu dengan cucu semata wayangnya tersebut.

Semua kekhawatiran pun sirna dan ia bersyukur atas bencana tsunami di Jepang pada Jumat (11/3/2011) lalu. "Perjuangan Nadia bertemu neneknya mungkin memang ditakdirkan begini, harus ada bencana tsunami dulu. Saya bersyukur karena ternyata ada hikmahnya juga bencana ini," ungkap Erlinda.

Ia menceritakan, Nadia yang lahir di Sendai, Miyagi, belum pernah bertemu dengan dirinya sejak lahir. Maklum saja karena ayah Nadia, Nuansa Sulaiman, tengah sibuk menuntaskan studinya untuk meraih gelar doktor di Tohoku University.

"Jadi, ini benar-benar pertama kalinya, dan saya lega sekali dan bahagia dia (Nadia) tidak kenapa-napa karena keluarga anak saya sempat tidak terdata KBRI," ungkap Erlinda.

Saat bencana gempa bumi yang disusul tsunami menghantam Jepang, Erlinda panik bukan main. Ia langsung khawatir terjadi apa-apa pada si bayi yang baru saja lahir itu.

"Berkali-kali ditelepon nggak bisa, di sana tahunya listrik mati. Baru pas Sabtu malam saya dapat kabar mereka ada di KBRI," ungkap Erlinda yang tak henti-hentinya mencium cucu tersayangnya.

Dalam sambungan telepon, Nuansa menceritakan bahwa dirinya beserta istri dan Nadia selamat dari bencana terhebat dalam 30 tahun terakhir di Jepang tersebut.

"Anak saya waktu itu di kampus, sementara istrinya di rumah. Sesaat setelah gempa besar, anak saya langsung jalan kaki menuju rumah menjemput anak istri," ucap Erlinda.

Nuansa dan istri beserta Nadia pun bergerak bersama menuju lokasi pengungsian dengan berjalan kaki karena angkutan umum praktis terhenti.

"Tiga jam untuk sampai ke tempat pengungsian dan akhirnya dipindahkan ke KBRI dan sampai di Jakarta dengan selamat, Alhamdulillah," ujarnya.

Sesampainya di Jakarta, Erlinda mengaku akan menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan sang cucu di rumah keluarga, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sebelum kondisi di Jepang stabil, Nuansa dan istri beserta Nadia memutuskan menetap sementara di rumah Erlinda. "Kalau tidak ada hambatan dan sudah baik-baik saja, tanggal 24 April mereka ingin kembali ke Jepang. Saya ikhlas saja, semoga bencana seperti ini tidak lagi terjadi," tandasnya.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mari Mengingat Mati


Diambil dari Buku Kisah Penuh Hikmah 1 :

Kematian adalah permulaan kepada kehidupan baru yang kekal abadi (akhirat). Yakin dengan sebenar-benar yakin akan alam akhirat sangat dituntut karena merupakan penjabaran dari rukun iman yang kelima.

Sabda Rasulullah:
"Perbanyakkanlah mengingati mati, niscaya akan meremehkan berbagai kelezatan.” (An Nasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah)


Ketika Malaikat maut datang menemui Nabi Yaakub AS untuk mencabut nyawa, beliau bertanya, "Bukankah aku minta agar dikirimkan utusan terlebih dahulu"
Malaikat maut menjawab, "Demi Allah telah banyak utusanku memberi peringatan wahai nabi Allah,
Jawab Nabi Yaakub ,"Aku tidak mengetahui dan mengenalinya,"
Jawab malaikat maut pula, "Yaitu berupa sakit, uban, pendengaran kurang dan penglihatan kabur."

Rasulullah bersabda, "Berziarahlah kubur karena ia dapat mengingatkan kamu kepada Akhirat. Mandikan orang mati karena mengurus jasad orang mati merupakan peringatan yang mendalam. Dan shalatkan jenazah karena ia dapat menyedihkan hati kamu karena orang yang bersedih dibawah naungan Allah SWT berarti bersedia dengan segala kebajikan. (Dari Abu Dzar)

Barang siapa yang banyak menginggat mati akan mengutamakan 3 perkara:

1. Segera bertaubat, karena yakin mati akan datang dengan tiba-tiba, tanpa disangka dan tidak mengira tempat.
2. Berhati tenang dan senantiasa mewaspadai hati dari dihingapi dan dikotori ole berbagai mazmumah (sifat keji). Dan sentiasa mengingati Allah SWT.
3. Rajin beribadah dan taat, dunia ini adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat perhitungan.


Tanda-tanda orang yang melupakan mati

1. Menunda-nunda taubat, akhirnya mati dalam keadaan membawa dosa dan belum bertaubat. Seringkali berangan-angan karena menyangka mati masih lambat dan umur akan panjang.
2. Tidak rela hidup sederhana akhirnya memburu kesenangan dan kemewahan dunia hingga lalai dari menginggati Allah SWT. Sering merasa kecewa dan putus asa seolah-olah dunia ini segala-galanya. Terlalu mementingkan diri sendiri dan sanggup menindas orang lain
3. Malas beribadah, kelezatan menikmati nikmat dunia menyebabkan lenyapnya kelezatan beribadah pada Allah SWT. Hilang kemanisan ibadah, malah merasakan kosong dan tidak bermanfaat.

Allah SWT Berfirman :
Audzubillahi minasy syathonirrojim

1. Kullu nafsindza iqotul maut (Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian)
2. Faidza ja’a Ajaluhum laa yasta’khiruna sa’ah wala yastaqdimun (Maka apabila datang waktu kematian tidaklah dapat diundur dan tidakpula dapat dimajukan.)
3. Wamal hayatuddun ya illa mata’ul ghuruur (Sesungguhnya dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yangmemperdayakan.) Shodaqollohul adhim.

Semoga Bermanfaat

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Warga Sekitar Merapi Lebih Percaya Mbah Maridjan


Relawan dari Tagana Nartukiyo sudah sejak tiga hari ini melakukan evakuasi baik korban yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Yang menyulitkan selama evakuasi warga yang tinggal di wilayah bahaya Merapi karena mereka masih percaya dengan Mbah Marijan (Pelemsari, Ngrangkah dan Kinahrejo) Kecamatan Umbulharjoyang tidak mau mengungsi.

''Sehingga banyak korban meninggal dari Pelemsari, Ngrangkah dan Kinahrejo. Kami sudah berusaha membujuk mereka tetapi tetap saja mereka tidak mau dievakuasi,''kata Tiyok panggilan akrabnya Nartukiyo pada Republika di ruang mayat RSUP Dr Sardjito, Rabu (27/10).


Ia sempat membujuk Ny. Samidi yang termasuk salah satu korban yang dievakuasi Rabu pagi ini. Mereka juga percaya bahwa di antara rumah Mbah Marijan dan Gunung Merapi ada Gunung Kendil, sehingga menurut mereka tidak mungkin rumah Mbah Marijan terkena awan panas.

Di samping percaya dengan Mbah Marijan, warga juga lebih mempercayai bahwa waktu terjadi bencana Merapi tahun 2006 warga sudah mengungsi, tetapi kenyataannya tidak terjadi letusan. ''Memang yang terjadi pada tahun 2006 Gunung Merapi hanya meleleh dan terjadi guguran material, sedangkan sekarang Gunung Merapi meletus eksplosif dan terjadi awan panas. Ternyata meskipun rumah Mbah Marijan terhalang Gunung Kendil, Allah berkehendak lain. Gunung Kendil juga diterjang awan panas, semua pohon-pohon terbakar. Demikian juga rumah Mbah Marijan," ungkap Tiyok warga Umbulharjo yang menjadi relawan swadaya sejak tahun 2006.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kultum: “Penyakit” Sebuah Pesan Dari Allah Untuk Manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui orang yang menderita suatu penyakit menahun seperti jantung, kanker, darah tinggi dan sebagainya berusaha berobat ke sana kemari demi mendapatkan kesembuhan. Ada kalanya sebagian dari mereka sadar bahwa musibah tersebut adalah pemberian dari Allah dan kemudian bersabar dan bertawakal kepada Allah kemudian akhirnya Allah bimbing kepada suatu jalan keluar yang menjadi sebab kesembuhan penyakitnya. Bahkan ada yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut hanya dengan memperbanyak sodaqah, mendirikan shalat malam atau melakukan ibadah-ibadah yang selama ini tidak pernah mereka kerjakan.
Hal itu bisa terjadi karena bagi orang mukmin musibah yang menimpa adalah ujian dari Allah yang dimaksudkan untuk meningkatkan derajatnya atau untuk menjadi kiparat atas dosa yang pernah dibuatnya.
Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah, dengannya akan mengampuni kesalahan-kesalahannya.” Tentu saja ini bagi orang yang bersabar, yang mengharapkan ridha Allah dan sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Yang Maha Tunggal dan Maha Pemberi.

Sementara sebagian yang lain hanya mengandalkan akalnya dengan terus berobat ke sana kemari dan kemudian mereka terjebak pada keadaan di mana mereka harus selalu mengeluarkan uang untuk beli obat agar tubuhnya terasa sehat, tensinya terkendali, gula darahnya dalam batas normal, kolesterolnya tidak melewati ambang batas dan lain sebagainya. Mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar bahkan berobat sampai ke luar negeri demi untuk mendapatkan kesembuhan, padahal kalau untuk menolong orang lain, uang sepeser pun sulit untuk mereka berikan, kalupun diberikan, pemberian diikuti dengan perkataan yang menyakitkan. Sungguh mereka lupa bahwa jiwa mereka berada di tangan Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Mereka sungguh ketakutan bahwa sakit yang mereka derita akan membawa kepada kematian yang datang tiba-tiba, padahal umur manusia sudah ditentukan oleh Allah ketika mereka masih di dalam perut ibunya seperti hadits yang diriwayatkan oleh Anas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya Allah azza wa jalla memerintah Malaikat menjaga rahim, maka ia tanya: Ya Rabbi, masih berupa nuthfah (mani), ya Rabbi sudah berupa alaqah (darah beku), ya Rabbi berupa mudhghah (segumpal daging), maka apabila akan dijadikan, ditanyakan laki-laki atau wanita, nasib baik atau jelek, apakah rezekinya, ajalnya. Maka tulis semuanya ketika berada dalam perut ibunya. (Bukhari, Muslim).

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al A’raaf : 34)

Saat ini manusia banyak yang mengagung-agungkan ilmu pengetahuan, bahkan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai ”Tuhan” mereka. Mereka berpendapat bahwa segala persoalan hanya bisa selesai dengan ilmu pengetahuan padahal akan tiba saatnya di mana ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ada kisah nyata di mana seorang pasien darah tinggi berobat kepada dokter ahli jantung dan pembuluh darah. Dokter itu meyarankan agar si pasien melakukan tes laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah, koagulasi, ureum dan kreatinin untuk mengetahui apakah ginjal masih berfungsi baik atau tidak. Selain itu si pasien juga disarankan untuk melakukan USG ginjal dan jantung serta menjalani tes treadmill untuk mengetahui kondisi jantung si pasien. Dari serangkaian tes itu ternyata keadaan si pasien baik-baik saja akan tetapi tensinya tetap tinggi. Mengetahui semua hasilnya baik si pasien bertanya kepada sang dokter,”saya kenapa dok?”. Si dokter pun menjawab ”tidak tahu, kita sudah melakukan semua tes dan tidak ditemukan ada kondisi yang mengkhawatirkan” lalu si pasien bertanya lagi ”kenapa tensi saya bisa tinggi” sang dokter menjawab ”ya, pembuluh darahnya aja maunya begitu. Sudah anda minum saja obat penurun tensi seumur hidup.” Sepulangnya dari dokter tersebut si pasien kemudian terpaksa minum obat setiap hari untuk menjaga agar tekanan darahnya tetap normal. Seiring perjalanan waktu si pasien pun kemudian menyadari bahwa segala persoalannya harus dikembalikan kepada Sang Pemilik segala urusan yaitu Allah. Puasa sunah Senin Kamis, sodaqah dan sholat malam pun dijalaninya, dan akhirnya tekanan darahnya pun terkendali tanpa harus minum obat dokter dengan izin Allah.
Dalam kasus tersebut, dalam memecahkan suatu masalah, manusia sering hanya mengandalkan akalnya. Ketika tekanan darah seseorang naik, dokter menyelidiki penyebabnya apakah karena kolesterol atau gula darahnya tinggi, atau fungsi ginjalnya terganggu kemudian dokter memberikan resep untuk mengatasi masalah tersebut. Ketika penyakitnya tidak juga sembuh dokter terus menyelidiki penyebab dari kondisi yang yang dianggap sebagai masalah kemudian menulis resep, sampai tiba pada titik tertentu misalnya fungsi ginjalnya tidak berfungsi dokter tidak dapat lagi mengidentifikasi penyebab dari akar permasalahan timbulnya penyakit si pasien dan biasanya dokter menyarankan untuk tranplantasi ginjal. Itulah yang disebut dengan causa prima yaitu ketika manusia terus bertanya tentang sebab primer dari suatu kejadian yang ada di muka bumi ini, maka kesadaran yang benar akan membawa manusia pada kesimpulan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Maka tidak jarang kita menemukan seseorang yang menderita suatu penyakit yang menurut vonis dokter sudah sangat kronis dan tidak mungkin diobati namun dapat sembuh dengan cara yang kadang-kadang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu kedokteran yang paling modern sekalipun.
Oleh karena itu, ketika manusia sadar bahwa masalah sebenarnya di balik semua keadaan yang terjadi pada dirinya adalah karena dia menyimpang dari jalur Ilahi, maka obat dari penyakit sebenarnya adalah kembali kepada jalan yang lurus yang telah digariskan oleh Allah. Maka tak heran jika hanya dengan beristigfar, kemudian memperbaiki diri dengan memperbanyak amalan seperti sadaqah atau shalat malam, maka penyakit yang di deritanya bisa sembuh tanpa obat dari dokter.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangannya sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syura:30).

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (QS. Al An’am : 17)


Kita sering melihat fenomena bahwa untuk penyakit yang sama, ada orang yang sembuh dengan obat herbal yang bisa di dapat dengan harga murah, ada juga yang sembuh dengan obat yang harganya murah (generik), ada juga yang baru bisa sembuh kalau dengan obat paten. Ada seseorang yang divonis oleh dokter mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah, namun sebelum berangkat haji orang tersebut berikhtiyar dengan minum jus kurma+kismis+air zam dan alhasil penyakitnya sembuh dan dapat menjalankan ibadah haji tanpa halangan. Itu semua karena segala sesuatu hanya terjadi jika Allah mengizinkan sesuatu itu terjadi dan hal tersebut berhubungan dengan spiritual (spirit = roh) seseorang atau menurut pendapat pandangan psikologi islam karena roh adalah pusat orientasi dari berfungsinya jiwa, akal, raga, atau perilaku dan roh menjadi media penghubung antara Sang Pencipta dan makhluknya. Roh pada manusia – memerankan fungsi istimewa – melampaui fungsi raga, akal dan jiwa, dalam melakukan dialog dengan Allah sang pencipta.

Dan, barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. (QS. Thaha:124).

Dan bahwasannya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (QS. Al-Jin:16).

Pada dasamya sifat asal manusia adalah baik dan selalu ingin kembali kepada Kebenaran Sejati (Allah). Namun, ketika potensi luhur itu tidak dikelola dengan baik, manusia terjerembap dalam kegelapan yang destruktif. Jadi segala bentuk perilaku menyimpang sebenarnya akibat dari tidak berfungsi secara maksimalnya potensi luhur manusia tersebut. Sifat asli manusia yang pada dasarnya baik dan dalam psikologi Islam disebut sebagai fitrah.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)", (QS. Al A’raaf :172)

Menurut Prof. Dr. Achmad Mubarok, M.A. dalam menyelesaikan persoalan seyogyanya manusia mengandalkan Kecerdasan Spiritual (SQ). Kecerdasan tersebut ditandai dengan kemampuan memandang masalah secara batin sebagai lawan dari pandanqan mata kepala. Jika pandangan mata kepala terhalang sekat ruang dan waktu. Orang yang memiliki kecerdasan spitual bukan saja bisa melihat hal-hal di balik ruang tetapi juga bisa berkomunikasi dengan siapa saja di masa lalu dan yang akan akan bermain di masa depan.
Demikianlah, segala persoalan yang terjadi sebenarnya sudah Allah tetapkan bahkan sebelum manusia itu diciptakan. Oleh karena itu seyogyanya manusia mengembalikan segalanya hanya kepada Allah dengan tetap berikhtiyar karena hal tersebut adalah hikmah yang Allah tetapkan karena Allah itu Maha Bijaksana (Hakiim) yang mempertautkan sebab-sebab dengan akibat-akibatnya. Manusia dilarang hanya bersandar kepada cara yang ditempuh karena akan menyebabkan tawakalnya kepada Allah semakin berkurang. Hal ini membuatnya secara tidak langsung mencela kekuasaan Allah untuk bisa mengatasi segala problema. Yaitu tatkala seorang hamba menjadikan seolah-olah hanya cara itulah yang menjadi inti keberhasilan, agar apa yang diinginkan tercapai dan apa yang tidak disukai hilang (baca juga ”bertawakallah jika engkau beriman”).

Sumber: Blogdakwahislam.blogspot.com

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

BERATNYA SIKSA KUBUR



BERATNYA SIKSA KUBUR

Al-Faqih berkata bahwa Abu Ja’far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta, ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya, dan apabila ia tidak hafal, maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecualioleh isteri yang sangat dicintainya. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan - akan ia belum puas dari tidurnya itu.

Sedangkan orang kafir, maka kuburnya disempitkan atasnya sehingga tulang - tulangnya masuk kedalam perutnya lantas didatangi berbagai macam ular yang besar sebesar leher unta, dimana ular-ular itu makan dagingnya sehingga tidak tersisa daging pada tulangnya. Kemudian datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu dan buta dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk itu tanpa mendengar jeritan dan melihat orang itu sehingga tidak akan timbul rasa belas kasihan kepadanya. Disamping itu neraka selalu diperlihatkan kepadanya baik diwaktu pagi maupun diwaktu sore.

Al-Faqih memberikan nasehat, barang siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur, maka ia harus senantiasa mengerjakan empat hal dan menjauhkan diri dari empat hal. Empat hal yang harus selalu dikerjakan itu adalah:

1. Shalat,
2. Shadaqah,
3. Membaca Al-Qur’an,
4. Banyak membaca tasbih (subhanallah walkhamdulillah wa laa ilaa ha illallah hu allahu akbar, laa khaulaa wa laa kuwwata illaa billah).

Keempat hal ini akan bisa menjadikan kubur itu terang dan lapang. Sedangkan empat hal yang harus ditinggalkan adalah;

1. Dusta,
2. Khianat,
3. Adu domba,
4. Hati-hati dalam masalah kencing.
Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) : “Bersihkanlah (bersucilah) sewaktu kencing, karena kebanyakan siksa kubur itu karena kencing”.

Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Barang siapa yang banyak mengingat kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu taman dari taman-taman surga. Dan barangsiapa yang lalai kepada kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu jurang dari jurang-jurang neraka”.

Sahabat Ali karromallahu wajhahu didalam khutbahnya mengatakan: “Wahai hamba Allah ingatlah mati, ingatlah mati karena kamu tidak bisa menghindar darinya. Bila kamu diam, maka ia akan datang menghampirimu; dan bila kamu lari, ia akan mengejarmu. Ia terikat pada ubun-ubunmu. Carilah keselamatan, carilah keselematan. Di belakangmu ada kubur yang selalu mengejar kamu. Ingatlah bahwa kubur itu bisa merupakan salah satu taman dari taman-taman surga, dan bisa pula merupakan salah satu jurang dari jurang-jurang neraka. Ingatlah bahwa sesungguhnya kubur itu setiap hari berbicara tiga kali dengan perkataan;

1. “Aku adalah rumah gelap",
2. "Aku adalah rumah duka cita",
3. "Dan aku adalah rumah ulat”.

"Ingatlah bahwa setelah itu ada suatu hari yang lebih ngeri dimana pada hari itu anak muda langsung beruban, orang tua pingsan, semua orang yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, semua wanita yang hamil menggugurkan kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak, akan tetapi siksaan Allah itu sangat keras. Ingatlah, bahwa setelah itu ada neraka yang panas sekali, sangat curam, perhiasaannya besi, airnya nanah, di dalamnya tidak ada rahmat Allah sama sekali”. (mendengar khutbah ini kaum muslimin menangis tersedu-sedu). Lalu Sayyidina Ali k.w melanjutkan khutbahnya: “Tetapi disamping itu ada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksaan yang pedih dan memasukkan kami dan kamu ke dalam surga tempat kenikmatan”. Amin

Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) :“Kubur itu adalah pos (tempat pemberhentian) pertama dari pos-pos akhirat. Apabila seseorang selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih mudah daripadanya, dan apabila seseorang tidak selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih berat daripadanya”.

Contoh akibat sifat khianat;
Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Mahmud Al-Maghuli dimana ia berkata: “Sewaktu kami sedang duduk bersama-sama dengan Ibnu Abbas ra, tiba-tiba datanglah sekelompok kaum lalu berrkata: “Kamu berangkat dari rumah dengan maksud untuk menunaikan haji, dan ada seorang teman kami yang ketika sampai di daerah Dzatus Shafah meninggal dunia kemudian kami mengurusnya dan kami menggalikan kubur untuknya. Ketika kami menggali kubur dan membuat liang lahat ternyata liang lahat itu penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu, dan kami menggali lagi di temapt lain. Di tempat yang lain itu pun sama saja, liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu dan menggali lagi kubur untuk yang ketiga kalinya, dan ternyata di tempat itupun liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tingalkan mayat itu dan kami datang kepadamu”. Ibnu Abbas ra berkata: “Itu adalah amal perbuatan yang ia lakukan sendiri. Pergilah dan kuburlah mayat itu di kubur yang mana saja. Demi Allah, seandainya kamu menggali seluruh bumi niscaya kamu kamu akan selalu menjumpai ular di dalamnya. Beritakanlah hal ini kepada kaumnya”. Abdul Hamid berkata: “Kemudian kami pergi dan mengubur mayat itu pada salah satu diantara ketiga kuburn yang kami gali itu. Ketika kami kembali (dari ibadah haji), kami mendatangi keluarganya dengan membawa barang kepunyaannya dan kami bertanya kepada istrinya: “Apa yang biasa dia lakukan waktu hidupnya ?”. Istrinya menjawab: “Ia dulu berjualan bahan makanan yaitu gandum. Setiap hari ia mengambil sebagian dari gandum dagangan itu untuk dimakan, kemudian sebanyak gandum yang dia ambil diganti dengan tangkai gandum yang warnanya serupa lalu ditumbuk dan dicampur dengan nya”.

Contoh akibat mengakhirkan waktu Sholat dan adu domba;
Amar bin Dfinar berkata: “Ada seorang penduduk Madinah yang mempunyai saudari di ujung kota. Pada saat saudarinya sakit dan ia datang menjenguk saudarinya itu. Setelah sampai disana, saudarinya itu mati dan ia mengurusnya dan ikut menguburnya. Sesudah selali penguburan, ia pulang ke rumahnya lalu teringat bahwa kantong uangnya jatuh sewaktu mengubur saudarinya itu. Ia lalu minta tolong seorang teman untuk menggali kubur dan ia pun menemukan kantong yang jatuh itu. Ia berkata pada temannya: “Pergilah kamu, karena aku ingin melihat apa yang sedang terjadi pada diri saudariku”. Kemudian ia mengangkat penutup liang lahat dan tiba-tiba terlihat bahwa kubur itu menyalakan api. Ia lalu meratakan kembali kubur itu dan cepat-cepat pulang menemui ibunya dan bertanya: “Beritahukan kepadaku apa yang biasa dilakukakan oleh saudariku”. Ibunya menjawab: “Kenapa kamu menanyakan tentang saudarimu, sedangkan dia sudah meninggal dunia?”. Ia berkata lagi : “Tolong bu, beritahukan kepadaku”. :Ibunya menjawab: “Saudarimu itu suka mengakhirkan shalat dan tidak mengerjakan shalat dengan suci yang sempurna. Ia suka datang ke rumah-rumah tetangga dengan menceritakan kepada mereka apa yang ia dengar dengan maksud mengadu domba”. Itulah yang menyebabkan siksaan kubur.

Oleh karena itu, barang siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka ia harus menjauhkan diri dari adu domba dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya agar bisa selamat dari siksaannya dan dapat dengan mudah menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. (m. muslih albaroni)

Narasumber:
- www.Suara-santri.tripod.com

Artikel berkaitan:

KEDAHSYATAN SIKSAAN DI ALAM KUBUR

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad S.A.W keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad S.A.W duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad S.A.W mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

"Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari surga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikul maut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai ke langit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hamba-Ku, maka berikan padanya hamparan dari surga serta pakaian surga dan bukakan untuknya pintu yang menuju ke surga, supaya ia mendapat bau surga dan hawa surga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad S.A.W membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Artinya) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk surga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."

Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu saja sebagaimana ayat "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang Artinya) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."

Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didalam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hamba-Ku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya Tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi misik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang Berarti) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke illiyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksa-Nya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke sijjin."

Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan di kubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari Al-quran cukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah S.W.T. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa yaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa cambuk dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."

Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menjalankan (wajib) Empat dan meninggalkan Empat yaitu:
* Menjaga sholat lima waktu
* Banyak bersedekah
* Banyak membaca Al-quran
* Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)

Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:
* Dusta
* Khianat
* Adu Domba
*Menjaga kencing.
Sebab Nabi Muhammad S.A.W pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu karena kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)

Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang Artinya) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sholat dan lahgu (tidak hirau) dalam bacaan quran, berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kuburan."

Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu karena tenangnya dan diamnya kuburan-kuburan ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeda antara yang satu dengan yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."

Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun surga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahwa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."

Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih mengerikan, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang menyusui lupa terhadap bayinya dan wanita yang hamil menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah S.W.T. yang sangat mengerikan dan dahsyat.

Ingatlah bahwa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah S.W.T. disana. Maka kaum muslimin lalu menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada surga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah S.W.T. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'im (Syurga yang serba kenikmatan).

Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahwa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."

Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut surga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad S.A.W pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang Artinya)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."

Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur saja demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oleh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekedar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."

Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa khianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai khianat."

Ada keterangan bahwa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:
* Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.
* Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.
* Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.
* Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.
* Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.

Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan diujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahwa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sholat dari waktunya, juga cuek dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakir.

Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa yaitu:
* Ketika melihat Malakulmaut
* Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakir
* Ketika menghadapi hisab dihari kiamat

Dan ketetapan ketika melihat Malaikul maut dalam tiga hal iaitu:
* Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam
* Diberi selamat oleh Malaikat bahwa ia mendapat rahmat
* Melihat tempatnya disurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.

Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:
* Allah S.W.T. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar.
* Mudah dan ringan hisabnya.
* Diampunkan segala dosanya.

Ada juga yang mengatakan bahwa ketetapan itu dalam empat masa yaitu:

* Ketika mati
* Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut
* Ketika hisab
* Ketika berjalan diatas sirot sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat

Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakir dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan yaitu:

* Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."
* Atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."

Pendapat pertama bahwa ia tidak mungkin dalam akal karena menyalahi kebiasaan tabiat alam. Pendapat ini bererti meniadakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mau terima.

Firman Allah S.W.T. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang Artinya) "Dan siapa yang mengabaikan peringatan-Ku (ajaran-Ku) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."

Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang Artinya) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."

Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah Tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad S.A.W. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah artinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)

Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad S.A.W bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur yaitu Mungkar Nakir hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keduanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sadar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad S.A.W menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah S.W.T.. Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."

Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asy-syabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika sholeh (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, niscaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengetahui apa yang didepan aku daripada bahaya, niscaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah dimasukan dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sholatnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur karena takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, karena ia biasa berjalan tegak karena ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, karena ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus karena takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad S.A.W? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahwa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur karena Nabi Muhammad S.A.W juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."

A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad S.A.W maka Nabi Muhammad S.A.W memberitahu kepadaku bahwa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah S.W.T. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah S.W.T. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, karena itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, karena orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sholat dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka heran pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, karena itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah S.W.T. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali ke dunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah S.W.T. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhim."

Sumber ;
Tanbihul-ghofilin



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Muhasabah: Waktu Kita Sedikit


Ya, waktu kita sedikit. Kita sudah berada di ujung zaman. Kita berada dimana kiamat sudah menjelang. Berapa banyak waktu yang telah kita gunakan dalam hidup ini. Sudahkah kita menggunakan beberapa jenak waktu kita untuk bersama dengan orang-orang shaleh guna melembutkan hati kita, agar arah hidup kita lebih lurus?

Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta Allah ta'ala. Mahal dan istimewanya kebersamaan kita, pernah disinggung oleh Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu dalam perkataannya, “Tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang setelah ia masuk Islam, dari karunia memiliki saudara yang shalih”.

Shahabat rasul yang terkenal ketegasannya dalam membela kebenaran itu lalu berpesan, “
Jika di antara kalian ada yang merasa senang dengan saudaranya hendaknya ia memegang saudaranya itu dengan kuat”. Karena itu saudaraku, jangan menjauh dan kuatkanlah tekad untuk tetap bersama-sama di sini.

Kita harus rela menebus apapun, agar kebersamaan kita tetap terpelihara. Saudaraku, peganglah kuat-kuat saudara-saudara shalih kita. Dalam kondisi taat, saudara yang shalih akan mendorong kita untuk berbuat ketaatan yang lebih banyak lagi.

Dalam kondisi lalai saudara yang shalih akan mengingatkan kita dari kelalaian. Dalam kondisi hati kita tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shalih akan membantu mengobati kita dan membuat kita pulih kembali.

Duduklah bersama mereka. Membaca ayat-ayat Allah, merenungi petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, atau hanya sekedar bertatap muka. Itulah kebiasaan para salafusshalih dahulu. Mereka gemar bermujalasah atau duduk bersama-sama orang-orang shalih yang bisa menentramkan hati.

Ahmad bin Abi al-Hawari ad-Dimasyqi, salah satu tokoh generasi tabi'in, biasa duduk-duduk dan berdekatan bersama orang-orang shalih saat ia merasakan kekesatan hati. “Jika engkau merasakan kekesatan dalam hatimu maka duduklah dengan orang-orang berzikir dan orang-orang zuhud, “ begitu katanya.

Datanglah kerumah-rumah saudara mereka, seperti yang dilakukan oleh Mimun bin Mahran yang pergi kepada guru generasi tabi'in Hasan al-Bashri rahimahullah. Maimun mengetuk pintu rumah Hasan al-Bashri dan berkata, “Wahai Abu Sa'id aku mulai merasakan kekasaran dalam hatiku bantulah aku melembutkannya”

Ada saja orang yang memiliki kekuatan hati seperti itu. Ada saja orang yang mampu memberi kesejukan dalam diri sesorang. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama kita di sini di jalan menyebarkan dan mengajak kepada kebaikan jalan yang pernah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul.

Meski derajat mereka tidak seperti sahabat tapi pancaran cahaya wajah mereka membuat siapa saja menjadi luluh.
Mungkin saja ada di antara mereka yang tidak berasal dari kalangan shahabat, bukan pula dari tabi'in atau dari generasi berikutnya akan tetapi kata-kata mereka meluluhkan karatan-karatan yang ada dalam hati. Darimana kita mendapat orang-orang seperti itu? “Hati bisa merasakan apa yang tidak dilihat oleh mata”, kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Hatilah yang akan menuntun kita untuk mendapatkan orang-orang shalih yang kita butuhkan.

Seharusnya bagi orang-orang beriman tidak terlalu sulit menilai dan membedakan sesuatu. “Seseorang tidak mungkin merahasiakan sesuatu dalam dirinya, karena Allah akan menampakkan rahasia itu pada raut wajah dan untaian lisan” kata Ibnu Taimiyah lagi. Karena itu pertajam mata hati kita. Jangan kotori dengan lumpur dosa yang membuatnya jadi kelam.

Sebab hati orang beriman memiliki firasat untuk menilai sesuatu. Firasat iman namanya. Ia akan membantu kita guna menemukan kebenaran. Seperti firasat ahli hadits saat memeriksa apakah satu hadits shahih atau dha'if, terkadang mereka menilainya melalui firasat mereka yang tajam sebelum memutuskan derajat sebuah hadits. Begitulah seterusnya.

Setelah itu gunakan waktu sebaik mungkin untuk bermunajat dengan Allah. Rasakan keindahan kata yang dikatakan oleh Muslim bin Yasar, “Tidak ada kenikamatan selain bemunajat dengan Allah”.

Selain di masjid, sudut-sudut rumah kita sangat bagus digunakan sebagai tempat bermunajat. Sujudlah di sana, perbanyaklah doa di sana, berkeluh kesahlah padaNya. Bakr bin Abdullah al-Muzani berkata, ”Ada apa denganmu wahai Ibnu Adam, menyepilah di antara dirimu dan mihrab, berdirilah di sana menemui Tuhanmu.

Tidak ada penghalang antara dirimu dengan rabbmu". Rahmah dan kasih sayang Allah begitu luas. Lebih luas dari lautan dan alam semesta, bahkan lebih luas dari pengertian luas yang kita pahami.

Mungkin inilah sebabnya Allah menunda memberi hukuman atau ujian kepada sekelompok umat, tujuannya agar ummat tersebut segera memperbaiki diri mereka, bertaubat dan segera berbenah dari berbagai kelalaian. Karena itu segeralah bertaqarrub padaNya. Ingat berbagai macam karuniaNya pada kita.

Syukurilah itu semua dengan segera melakukan berbagai macam ketaatan. Mari kita simak pecakapan antara Umar bin Abdul Aziz dengan putranya Abdul Malik. “Wahai anakku, aku ingin istirahat. Aku lelah setelah semalam mengurus jenazah kakekmu Sulaiman bin Abdul Malik. Karena itu, jangan kau bangunkan aku sampai waktu zuhur tiba”, kata Umar “Wahai Amirul Mu'minin, siapakah yang kau harap menyelesaikan urusan kaum Muslimin yang menunggumu guna memutuskan perkara mereka?”, kata Abdul Malik. “Aku lelah wahai anakku, nanti saja setelah shalat Zuhur aku menyelesaikan perkara mereka”, jawab Umar.

Dengan penuh rasa hormat ia mencoba mengingatkan ayahnya, “Man yadhmanu laka an ta'iisya ilaz zhuhri (siapa yang telah memberi jaminan kepadamu wahai ayah bahwa engkau masih hidup sampai zuhur?”.

Sesaat setelah mendengar itu, sang khalifah yang wara' ini tiba-tiba bergetar hebat mendengarkan perkataan anak yang ia cintai. Ia tidak menduga anaknya yang masih kecil itu sanggup mengucapkan perkataan yang mengandung penjabaran tauhidurrububiyah yang sangat jelas. Ucapan itu tiba-tiba mengenyahkan rasa lelahnya.

Sejurus kemudian, sang khalifah memanggil anaknya agar mendekat. Setelah sang anak mendekat, khalifah yang zuhud ini memegang kepala Abdul malik, meletakkan hidung dan bibirnya di antara kedua kening sang anak lalu berkata, “Alhamdulillahil ladzi akhraja min shulbi man yau'iinunii ala diiniy (segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari keturunanku yang membantuku taat kepada agamaku)”.

Setelah itu keduanya berangkat ke masjid, dan khalifah yang zuhud itu menyelesaikan urusan rakyatnya yang telah lama menanti kehadiran sang khalifah. Beginilah kia seharusnya menyikapi perjalanan waktu.

Memanfaatkan segala momen untuk menambah kualitas hidup kita. Disamping selalu bertaqarrub pada Allah dengan berbagai ibadah juga dengan selalu bersama orang-orang shalih, bermajelis dengan mereka dan mendengar nasehat-nasehatnya serta meneladani prihidupnya, agar perjalanan kehidupan kita lebih terarah. Sebab waktu kita sedikit. Kita berada di lorong kehidupan yang panjangnya segera akan berakhir. Tim al-Balagh,

Media Dakwah

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Warung Blog Cantik: Pengantar "Menuju Kehidupan Sebenarnya"

Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: ”Pada saat manusia menemui kematiannya, maka iapun terbangun dari tidurnya.”

Berarti, kehidupan kita di dunia ini laksana sebuah mimpi. Hal ini sejalan dengan firman Allah:

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Dalam kenyataan sehari-hari tidak sedikit manusia yang justru sangat serius dengan kehidupan dunia ini sambil memandang kehidupan akhirat -dengan derita neraka dan nikmat surganya- justru sebagai senda gurau dan main-main. Manusia sedemikian seriusnya ingin meraih kenikmatan dan keberhasilan dunia seolah itu semua merupakan kenikmatan dan keberhasilan final dan hakiki. Mereka berusaha sekuat mungkin menghindar dari kegagalan dan penderitaan dunia seolah itulah kegagalan dan penderitaan yang sejati.

Padahal kehidupan di dunia telah Allah taqdirkan bagi setiap manusia. Ada yang ditaqdirkan menikmati ”mimpi menyenangkan” di dunia. Ia menjadi orang kaya, terpandang, dipuja-puji manusia banyak, serba berkecukupan sehingga hidupnya selalu berlimpah. Sementara ada yang di taqdirkan mengalami ”mimpi buruk” selama hidupnya di dunia. Ia menjadi orang miskin, serba berkekurangan, terpinggirkan, terabaikan bahkan teraniaya.

Sedikit sekali manusia yang menyadari bahwa mimpi manapun yang dialaminya tidaklah menjadi persoalan penting. Kendati, sudah barang tentu, tidak ada manusia yang ingin menjalani kehidupan berupa mimpi buruk menjadi orang miskin, serba berkekurangan, terpinggirkan, terabaikan bahkan teraniaya. Demikian pula sebaliknya. Manusia mana yang menolak ditaqdirkan Allah menjalani kehidupan dalam bentuk mimpi menyenangkan menjadi orang kaya, terpandang, dipuja-puji manusia banyak, serba berkecukupan sehingga hidupnya selalu berlimpah. Tapi seorang mu’min sungguh sadar bahwa isyu utama yang perlu difikirkan adalah bagaimana nasibnya saat Allah mencabut nyawanya. Adapun jenis mimpi apa yang Allah taqdirkan bagi dirinya hanyalah sebuah ujian/testcase untuk melihat jenis respon apa yang bakal ditampilkannya. Persis seperti ucapan Nabi Muhammad saw sebagai berikut:

“Urusan orang beriman itu menakjubkan. Sesungguhnya urusannya semua baik. Dan hal itu tidak dialami seorangpun kecuali orang beriman. Bila ia mendapat karunia, ia bersyukur. Maka bersyukur itu baik baginya. Bila ia mendapat mudharat, ia bersabar. Maka bersabar itu baik baginya.” (Muslim 14/280)

Alangkah bodohnya seseorang yang hidup di dunia dalam mimpi meyenangkan namun ia lalai akan saat kematian. Sehingga saat ia bangun dari mimpinya ia berada dalam kegelisahan dan penyesalan berkepanjangan. Apalagi orang yang hidup di dunia dan menjalani mimpi buruk. Lalu saat ia bangun menjalani hidupnya di akhirat, ternyata keadaannya lebih buruk lagi, penuh penyesalan dan penderitaan abadi. Demikianlah keadaan orang-orang yang tidak beriman akan kehidupan akhirat. Mereka menyangka hidup hanya di dunia semata. Mereka tertipu oleh dunia. Allah gambarkan logika berfikir mereka sebagai berikut:

“Dan mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS Al-Jatsiyah 23-24)

Sedangkan orang beriman sangat yakin dan selalu mempersiapkan dirinya menghadapi kehidupan sejati, yakni akhirat. Sebab mereka diberitahu Allah bahwa akhirat itulah yang hendaknya didambakan.

“...kalian menghendaki harta benda dunia, sedangkan Allah menghendaki akhirat (untukmu)…” (QS Al-Anfal 67)
Orang beriman sibuk bukan untuk masa tuanya di dunia. Tapi ia sibuk mempersiapkan berbagai investasi berupa ’amal ’ibadah dan ’amal sholeh untuk masa hidupnya yang sejati, yakni akhirat.

“Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.”(At-Tirmidzi 8/499 )
Ia sangat terobsesi akan keberhasilannya di akhirat sehingga keberhasilannya di dunia menjadi sesuatu yang ia kejar secukupnya. Ia sangat sibuk menghindari kegagalan di akhirat sehingga berbagai kegagalan di dunia ia hindari sewajarnya. Ingatannya akan akhirat sangat dominan sehingga ingatannya akan dunia menjadi sebatas ”asal tidak lupa” bahwa ia masih hidup di dunia.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi..” (QS Al-Qashash 77)


Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Cara Bikin Blog Murah dan Cantik
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Renungan Akhir Tahun: Takutlah Kepada Allah


Menelusuri kehidupan untuk mencari kebahagiaan yang hakiki sungguh sangat sulit. Kita harus melalui pertarungan-pertarungan yang sengit, jalan-jalan yang terjal dan berjurang penuh dengan duri. Jika salah melangkah hanya akan didapati dua kemungkinan dan tidak ada kemungkinan yang ketiga. Pertama, akan menjadi orang yang terselamatkan sehingga selamat (dunia akhirat) dan kedua, menjadi orang yang binasa dan celaka.

Masih beruntung jika terselamatkan sehingga bisa kembali berjuang dengan menerjang badai yang ganas dan dahsyat tersebut. Namun sungguh malang jika setelah terselamatkan tidak bisa berjuang, dan tidak bisa bangkit menyelamatkan diri. Lawan bertarung adalah sangat kuat. Itulah Iblis dan tentara-tentaranya dari kalangan jin dan manusia serta lawan yang ada pada diri kita yang disebut nafsu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada yang jelek.” (Yusuf: 53)
Adapun jalan-jalan yang terjal dan berjurang serta penuh dengan duri itu adalah segala yang diharamkan Allah yang menghiasi kehidupan ini.

Di sinilah letak pentingnya rasa takut yang harus menghiasi perjuangan kita. Yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal, takut, berharap, dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama.” (Al-Ikhtiyarat, hal. 85)

Kedudukan Takut dalam Agama

Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab beliau Ighatsatul Lahfan (1/30) berkata: “Termasuk dari tipu daya musuh Allah adalah menakut-nakuti orang beriman dari bala tentara dan wali-wali mereka (wali setan) agar orang-orang beriman tidak memerangi mereka, menyeru mereka (orang-orang yang beriman) kepada kemungkaran dan mencegah mereka dari kebajikan. Allah subhanahu wa ta’ala ?memberitahukan kepada kita bahwa yang demikian ini adalah tipu daya setan dan merupakan ketakutan yang mereka tanamkan. Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kita untuk takut kepada setan tersebut, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti kamu, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman.” (Ali Imran: 175)

Tatkala iman seorang hamba kuat, maka akan hilang rasa takut terhadap wali-wali setan. Dan tatkala melemah imannya akan menjadi kuat ketakutan tersebut. Maka ayat ini (Ali Imran: 175) menunjukkan bahwa keikhlasan untuk memiliki rasa takut kepada Allah termasuk syarat iman.”

Takut adalah Ibadah
Disamping memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama, ‘takut’ juga merupakan salah satu dari perintah-perintah Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana di dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti (kamu), karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imran: 175)

“Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44).

Dari kedua ayat di atas dan ayat-ayat yang lain maka sungguh sangat jelas bahwa takut itu termasuk dari ibadah, bahkan ibadah yang paling mulia. Dan Allah tidak akan memerintahkan melainkan untuk suatu kemuliaan.

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Al-Ushuluts Tsalatsah mengatakan: “Macam-macam ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah seperti Islam, Iman, dan Ihsan, dan juga termasuk berdoa, takut, berharap, tawakkal, cinta, rahbah (salah satu jenis takut), khasyah (juga salah satu jenis takut), khusyu’, bertaubat, meminta pertolongan, meminta perlindungan, menyembelih, bernadzar, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, semuanya milik Allah semata berdasarkan firman-Nya:

“Dan bahwasanya masjid-masjid ini adalah milik Allah maka janganlah kamu berdoa kepada selain-Nya disamping berdoa kepada Allah.” (Al-Jin: 18)
Barangsiapa berpaling sedikit saja kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala maka dia seorang musyrik dan kafir.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Dalil Takut adalah Ibadah

Allah subhanahu wa ta’ala ?berfirman:
“Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (An-Nahl: 50)

“Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (Al-Ahzab: 39).

“Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 150).

Masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang takut. Adapun dari Sunnah Rasulullah, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah, di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no.629 dan Muslim no. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala ?berfirman:
“Demi kemuliaan dan keagunganku, aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku.” (HR. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. 742)

Macam-macam Takut

Para ulama telah membagi jenis takut menjadi beberapa bagian, di antara mereka ada yang membagi lima, empat, dan ada yang membagi menjadi tiga, yaitu:
Pertama, takut ibadah.
Yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri, pengagungan, dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Kedua, takut syirik.

Takut syirik yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. Barang siapa yang memberikannya kepada selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan yang besar, seperti takut kepada orang mati, takut kepada dukun-dukun, takut kepada wali-wali yang dianggap bisa memberikan manfaat dan mudharat, dsb.

Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka, mengeluarkannya dari Islam, dan menghalalkan darah dan hartanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44)

Ketiga, takut tabiat. Yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang, seperti takut kepada musuh, binatang buas, api, dan sebagainya. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. Allah ? subhanahu wa ta’ala ?berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam:

“Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat.” (Al-Qashash: 21)

Pertanyaannya, bagaimana hukumnya takut kepada selain Allah? Jawabannya harus dirinci. Bila takut kepada selain Allah menyebabkan sampai menghinakan diri di hadapannya maka termasuk syirik. Jika ketakutannya itu menyebabkan ia melakukan yang diharamkan dan meninggalkan kewajiban maka takut ini termasuk maksiat dan berdosa. Jika takutnya adalah takut tabiat seperti takut kepada air deras yang bisa menghanyutkan dirinya, hartanya, atau anaknya, maka takut yang demikian itu adalah boleh.

Wallahu a’lam.

Sumber bacaan:
1 Al Qur’an
2 Al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin
3 Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid, Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
4 Al-Qaulul Mufid, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Yamani
5 Al-Ushuluts Tsalatsah, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Dinukil dari:

http://www.asysyariah.com/



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog