Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label mati. Show all posts
Showing posts with label mati. Show all posts

Renungan: Mengingat Mati


Banyak manusia yang ketakutan jika mendengar kata atau membaca kalimat yang berkaitan dengan mati atau kematian.
Mengapa demikian?
Mungkin banyak manusia yang berfikir bahwa dirinya masih banyak dosa, setiap harinya masih bergelimang dengan maksiat, atau belum bertobat dari pekerjaan yang melanggar aturan Tuhan….dll.

Mungkin juga banyak manusia yang takut mati karena dia berfikir bahwa harta bendanya masih banyak, jika mati bagaimana dengan harta yang selama ini ditumpuk-tumpuknya. jika saya mati bagaimana dengan isteri saya yang cantik, bagaimana dengan anak-anak saya yang tercinta, intinya mereka masih belum siap mati karena hati dan pikirannya masih pada hal DUNIAWI.


Ada juga orang yang tidak takut mati, mereka berfikir bahwa kematian sudah pasti akan terjadi dan tidak bisa ditunda-tunda, kematian sudah pasti dan kita tidak tahu kapan terjadinya, untuk itu sebelum kematian datang menjemput mereka sudah mempersiapkan diri dengan amalan-amalan seperti yang diperintahkan Allah Swt. dan meeka senang dengan kematian tersebut. artinya adalah mereka akan segera terbebas dari kampung dunia yang hina dan miskin, kemudian menuju kampung akherat yang penuh dengan kenikmatan seperti yang dijanjikan Allah Swt.

Ada juga orang yang tidak takut mati karena nekat, karena mereka tidak tahu hakekat hidup. mereka berpandangan bahwa hidup didunia adalah sekali, dunia ini adalah akhir dari pada kehidupan. Jika manusia mati maka tamatlah riwayatnya sebagai manusia. mereka berfikir tidak ada lagi kehidupan baginya setelah mati. mereka berfikir neraka dan surga atau siksa dan bahagia adalah pada saat hidup didunia.
pada saat didunia hidup bahagia maka mereka telah menemukan surga, sebaliknya pada saat mereka hidup didunia miskin dan menderita, maka mereka menganggapnya bahwa itulah neraka.

Menurut Imam al Ghazali, sesungguhnya mati itu hanya sekitar lima menit yaitu ketika ruh berada ditenggorokan untuk suatu proses dicabutnya ruh oleh Malaikat. Kemudian manusia itu akan kembali hidup di alam yang berbeda.
Ketahuilah bahwa semua apa yang ada didunia ini adalah berasal dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah. dan ketahuilah apa yang ada di alam semesta ini semuanya berotasi, demikian juga dengan kehidupan kita berotasi.
Pertama sebelum manusia berada di alam rahim maka, semua dikumpulkan di ALAM RUH, kemudian kita pindah kepada alam berikutnya yaitu ALAM RAHIM, tidak berapa lama di alam rahim berpindah lagi di ALAM DUNIA, beberapa lama di alam dunia, manusia harus berpindah lagi ke ALAM KUBUR atau yang dikenal dengan ALAM BARZAH, setelah sekian lamanya dan sesuai dengan ketentuan Allah Swt, manusia kembali berpindah menuju ALAM AKHERAT, yang pada akhirnya kita kembali lagi menghadap kepada Allah yang Maha Memiliki dengan mempertanggung jawabkan hasil perbuatan yang dilakukan pada saat didunia.

Saudaraku …. pada saat ini kita hidup di alam dunia, alam penentuan apakah kita mendapatkan kebaikan atau siksaan nantinya. Kadang manusia lupa dengan itu semua, karena kesibukan kerja dan duniawi. hingga akhirnya pada saat kematian datang kagetlah dia, rugilah dia.

Maka Rasulullah bersabda dalam hal ini, “Perbanyaklah mengingat mati, karena hal itu dapat membersihkan dosa dan mendorong sikap zuhud terhadap dunia. ”

Nabi juga bersabda ,”Kematian sudah cukup sebagai hal yang dapat menyebabkan perpisahan.” atau nabi juga bersabda ,” Cukuplah kematian sebagi sesuatu yang memberi nasehat.”

Rasulullah Saw pernah keluar ke masjid, beliau mendapatkan kami sedang berbincang dan ketawa-ketawa, Beliau bersabda,”Ingatlah mati. Ingat… demi Tuhan yang jiwaku ditangan-Nya, seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, tentu kamu akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.”

Ada sahabat dari Anshar yang bertanya Siapakah orang yang paling cerdas diantara orang-orang yang cerdas dan yang paling mulia diantara manusia, Yaa..Rasulullah?
Beliau bersabda,” Yaitu mereka yang paling banyak dalam mengingat mati dan yang paling kuat dalam mengadakan persiapan menghadapinya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa keagungan dunia dan kemuliaan akherat.”

Aisyah ra bertanya ,”Yaa Rasulullah, apakah ada seseorang yang akan dihimpun bersama orang-orang yang mati syahid?
Beliau menjawab,”Ya,yaitu orang yang mengingat mati duapuluh kali dalam sehari semalam.”

Saudaraku …mari kita renungkan apakah selama ini, kita termasuk orang yang selalu ingat mati atau justru jauh dari itu.
mari sebelum kematian datang kepada kita pada waktu yang tidak pernah ada yang tahu kecuali Allah. maka mari kiat jalankan perintah Allah dan tinggalkan apa yang dilarang-Nya.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mengapa Kita Harus Mengingat Mati


Bismillahirrohmanirrohim.
Karena dalam sebuah hadits, orang yang banyak mengingat mati, maka Allah akan memudahkan/ meringakan sakitnya kematian.

Sahabatku, taukah bagaimana rasanya kematian? Allahu’alam, tapi yang jelas, Rosulullah bersabda, kematian itu sakitnya ibarat tubuh kita disayat dengan pedang sebanyak 400 kali. Dalam riwayat lain, sakitnya kematian itu ibarat tubuh kita di ‘canthol’ dengan kawat keseluruh tubuh kita dan ditarik sampai daging kita keluar.


Dalam kisah lain, pada suatu hari malaikatul maut datang untuk bertemu dengan Nabi Idris as lalu Nabi Idris meminta agar malaikatul maut mencabut nyawanya dan kemudian Allah menghidupkannya kembali. Permintaan ini dilakukan untuk Nabi Idris as mengetahui kesakitan sakaratul maut agar taqwanya lebih mendalam dan teguh lagi. Maka Allah memberikan wahyu kepada malaikatul maut supaya mencabut nyawa nabi Idris dan meninggalkan ketika itu juga. Malaikatul maut menangis dan memohon kepada Allah supaya Dia (Allah) menghidupkan kembali Nabi Idris lalu dimakbulkan Allah.

Setelah di dapati Nabi Idris as sudah hidup kembali, malaikatul maut bertanya: "Ya saudaraku, bagaimana rasanya kesakitan maut?" Jawab Nabi Idris: "Sesungguhnya ibarat terkelupasnya kulit dalam keadaan hidup-hidup, maka rasa sakit menghadapi maut itu lebih dari 1000 kali sakitnya." Kata malaikat maut: "Secara berhati-hati dan tidak kasar yang telah saya lakukan khusus mencabut nyawa engkau itu, belumlah pernah aku lakukan terhadap seseorang pun."

Sahabatku, mari dan mari terus mengingat kematian. Karena orang yang benci mati (bertemu dengan Allah), Allah-pun juga benci bertemu dengannya. Na’udzubillah..

Mari sahabat, selama jasad masih dikandung badan, selama kita masih bisa bernafas, perbanyak mengingat kematian. Berlomba-lomba menuju kebaikan. Jangan sampai kita termasuk orang yang Allah singgung dalam firman-Nya;
“apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku [ke dunia] agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan."(QS. Al-Mu'minun: 99-100)

Rosulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi termasuk pula semut di dalam liangnya, termasuk pula ikan paus, benar-benar bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia.” (HR. Tirmidzi)
Yakinlah setiap apa yang kita lakukan , tidak akan pernah ada yang sia-sia. Bahkan, “tak ada sehela daupun yang gugur tanpa diketahui-Nya..”(Al-An’am:59)

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orag yang diteguhkan iman, dan dimudahkan dalam menghadapi kematian, dihindarkan dar siksa kubur, serta memasukkan kita dalam surga-Nya..

Wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamun..

Maroji’ : Alqur’an wa Hadits

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Lembutkan Hatimu dengan Mengingat Mati


Saudaraku yang mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian.

Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti harus bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang sia-sia dan tanpa makna.

Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada akhirnya. Ingatlah wahai saudaraku perbekalan yang terbaik adalah ketakwaan kita (watazawwadu fainna khoirozzaadittaqwa) QS. 2:198. Yakni dengan amal shaleh yang ikhlas dan mutaaba’ah (sesuai sunnah Rasulullah u) yang menyertaimu ketika meninggalkan dunia ini untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kematian yang pasti.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati….” (QS. Al-Imran :185)


Memang wahai saudaraku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar berakhir pada kenikmatan surga. Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda:
“Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutaffaqun ‘alaih)
maksudnya, jika kita mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita dan kedahsyatan alam kubur, kegelapan hari kiamat dan segala kesedihannya, shirot (titian) dan segala rintangannya, surga dengan segala kenikmatannya, niscaya akan memberikan motivasi kepada kita untuk mengadakan perubahan. Berubah dari kefasikan dan kekafiran menjadi keimanan, dari kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan menjadi keyakinan, dari kesombongan menjadi ketawadhu’an, dari rakus menjadi rasa syukur dan sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi kasih sayang dan memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi kejujuran dan keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran. Jadi, perubahan diri dari sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi insan Islami harus segera di mulai.
Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa dengan perjalanan panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan segala perangkatnya, kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang semua nilainya disisi Allah S.W.T, tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk!
Wahai yang tertipu oleh dunia…..!

Wahai yang sedang berpaling dari Allah S.W.T…!

Wahai yang sedang lengah dari ketaatan kepada Rabb-nya…!

Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat!!

Wahai yang selalu berangan-angan panjang!!!

Tidakkah engkau mengetahui bahwa kamu akan segera meninggalkan duniamu dan duniamu pula akan meninggalkanmu?

Mana rumahmu yang megah?

Mana pakaianmu yang indah?

Mana aroma wewangianmu?

Mana para pembantu dan familimu?

Mana wajahmu yang cantik dan tampan?

Mana kulitmu yang halus?

Mana….?! Mana….?!

Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraikan seluruh tubuhmu ….?!
Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Allah S.W.T.

Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan maghfirah-Nya.

Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan berlebih-lebihan, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya itu.
Saudaraku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa,

siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya? Sama sekali tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.
Datangilah masjid dan beribadahlah di dalamnya,

tegakkanlah shalat lima waktu,

puasalah di bulan Ramadhan,

tunaikan haji jika engkau telah mampu,

zakatilah harta dan jiwamu,

bimbinglah anak-anakmu dengan Al-Islam,

jauhkan dirimu dan keluargamu dari bacaan/majalah/tabloid porno.
Insyafilah semua dosa-dosa, serta ingatlah ….

Pintu taubat masih terbuka lebar untukmu, rahmat dan maghfirah Allah S.W.T sangatlah luas, lebih luas dari lautan dosa. Ketahuilah bahwa Allah Y sangat senang dengan taubatmu.

Ingatlah firman Allah s.W.T:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan hatinya.”
Rasulullah u menyampaikan satu nasehat yang mana satu nasehat ini cukup untuk menasehati setiap manusia:
“Cukuplah dengan adanya kematian sebagai penasehat (bagi kita).”
Saudaraku….,

Renungkanlah baik-baik risalah ini dengan pena kerinduan dan tinta air mata.

Kembalilah kepada Allah Y dan Rasul-Nya u dengan manhaj (cara) yang benar.

Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan-Nya dan sekuat-kuatnya untuk menjauhi larangan-Nya. Berusahalah untuk memelihara ketundukan, tawadhu’ dan syukur atas nikmat-Nya yang akan mengajakmu menuju pintu ketenangan dan kebahagiaan.

Berhiaslah dengan amal shaleh dan keindahan akhlaqul karimah.

Semuanya akan mempertanggungjawabkan amalannya sendiri-sendiri, maka beramal-lah!
Allah Y berfirman:
“Maka barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kebaikan, niscaya akan melihat ganjarannya. Dan barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kemaksiatan, niscaya akan melihat siksanya.” (Az-Zalzalah: 7-8) Wallahu a’lam.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Wahai Saudaraku, Ingatlah Mati


Rasul Saw bersabda: "Keadaan mayat dalam kubur itu tak ubahnya seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan". Dan barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal , maka seakan-akan dia mengarungi lautan tanpa perahu.Sudahkah kita siapkan bekal itu?. Mudah-mudahan, gambaran kematian ini, dapat menjadikan muhasabbah bagi kita.



Pernahkan kita berhenti sejenak, dan bertanya pada diri kita sendiri, apa yang terjadi pada kita di malam pertama ketika kita meninggal?



Apa yang telah kita persiapkan untuk kematian—sesuatu yang pasti datang kepada kita? Apakah kita akan berada di tempat yang baik ataukah di tempat yang buruk? Seberapa sering kita mengingat mati? Pikirkanlah sejenak, saat dimana tubuh kita dimandikan dan akan segera dikuburkan.

Pernahkah kita memikirkan saat dimana orang-orang membawa tubuh kita ke pekuburan? Dan ketika semua keluarga kita menangis.

Pernahkah kita memikirkan saat tubuh kita diletakkan di dalam liang lahat? Semuanya gelap, dan hanya tanah dan tanah belaka.


Disaat itu, kita menyadari kita sendirian. Tak ada orang lain, dan semuanya begitu sempit. Tulang-tulang kita bahkan saling berdesakkan sendirinya.

Mungkin saat itu kita tengah menyesali semua perbuatan buruk kita di dunia. Kita mungkin baru menyesali akhlak kita terhadap orang tua kita, kita menyesali mengapa kita tidak mengenakan hijab. Tak ada uang. Tak ada perhiasan. Yang ada hanya semua perbuatan kita.

Dan ketika kita ditutup, mungkin kita ingin berteriak dan menyeru semua orang agar jangan pergi dari kuburan kita. Tapi kita tak bisa terdengar. Kita mendengar langkah kaki mereka menjauhi kita. Dan kemudian, di situlah kita berada, rumah masa depan kita yang pasti akan kita tempati.

Mari kita simak apa nasihat Sayidina Ali bin Abi thalib Karamallahu Wajhah tentang kematian berikut ini:" Hai manusia, setiap orang pasti mati untuk menemui (kematian) yang hendak dielakkannya dengan melarikan diri. Kematian adalah tempat di mana hidup ini menggiring kita ke sana. Melarikan diri darinya berarti menangkapnya (karena waktu yang digunakan untuk berlari darinya justru semakin memperpendek dan mempercepat pertemuan dengannya)".

Tahukah anda tentang kematian?

Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara barang sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian. Niscaya kalian akan segera melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri kalian sendiri. ( Imam Ghazali atsar Al-Hasan.)

Datangnya kematian menurut Al-Qur'an:

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri siapa saja walaupun manusia berusaha menghindari dari resiko-resiko kematian.
Katakanlah:"Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar(juga) ke tempat mereka terbunuh".
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah maha mengetahui isi hati. ( Q.S: Ali Imran, 3: 154)

2. Kematian akan mengejar siapa pun meski ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:" Ini adalah dari sisi Allah".

Dan jika mereka ditimpa suatu bencana atau musibah, mereka mengatakan:"Ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah:' Semuanya datang dari sisi Allah".Maka mengapa orang-orang itu( orang munafik ) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?"( Q.S: An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah:" Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S: Al-Jumuah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisinya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. dan Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal".(Q.S: Lukman, 31:34).

Sumber:ekodmm.blogspot.com/eramuslim.com

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Tentang Kematian: Proses Keluarnya Ruh dari Jasad

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan proses keluarnya ruh dari jasad dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, yang diriwayatkan Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Imam Ahmad, dan Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu menyebutkan hadits ini dalam Ash-Shahihul Musnad.

1. Keluarnya ruh seorang mukmin dan kabar gembira baginya.

“Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila akan meninggal dunia, maka para malaikat rahmat turun kepadanya, wajahnya seakan-akan matahari yang bersinar, membawa kain kafan dan wangi-wangian dari jannah (surga). Mereka duduk di tempat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malakul maut r hingga duduk di samping kepalanya, lalu berkata: ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau menuju ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keridhaan-nya.’ Maka ruh tersebut keluar dari jasadnya seperti tetesan air yang mengalir dari bibir tempat air minum. Malakul maut pun mengambil ruh yang sudah keluar dari jasadnya itu. Tiba-tiba para malaikat rahmat yang menunggu tidak membiarkan ruh tersebut berada di tangannya sekejap mata pun. Mereka segera mengambil dan menaruhnya di dalam kafan dan wangi-wangian tersebut, dan keluarlah bau wangi misik yang paling harum yang dijumpai di muka bumi.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para malaikat-Nya untuk memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan istiqamah di atas agama yang sempurna ketika menghadapi sakaratul maut. Ini adalah bukti kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu

merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fushshilat: 30-32)

Ayat-ayat ini adalah berita dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa, bahwa para malaikat akan turun kepada mereka ketika mereka menghadapi maut, juga di dalam kubur mereka, serta ketika mereka dibangkitkan darinya. Para malaikat memberi jaminan keamanan kepada mereka atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka juga memberikan kabar gembira agar orang-orang beriman tidak takut terhadap apa yang akan mereka hadapi di akhirat, tidak bersedih terhadap perkara dunia yang mereka tinggalkan, seperti anak, keluarga, dan harta. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan mengurus dan menanggung mereka semua. Para malaikat juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman dengan hilangnya berbagai kejelekan dan didapatkannya berbagai kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak suka bertemu dengan Allah maka Allah juga tidak suka bertemu dengannya.”

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Nabi Allah, benci terhadap kematian? Kita semua membenci kematian.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukan seperti itu. Seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhaan, dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah, sehingga Allah pun senang bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir apabila diberi kabar gembira dengan azab Allah dan kemurkaan-Nya maka dia akan benci bertemu dengan Allah dan Allah pun benci bertemu dengannya.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Keluarnya ruh seorang kafir dan azab terhadapnya

“Apabila seorang hamba yang kafir akan meninggal dunia, turunlah malaikat azab dari langit. Wajah-wajahnya hitam dan seram. Mereka membawa kain yang kasar dan jelek. Mereka duduk di tempat sejauh mata memandang. Lalu datanglah malakul maut hingga dia duduk di samping kepalanya. Kemudian dia berkata: ‘Wahai jiwa yang jelek, keluarlah menuju kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemarahan-Nya.’ Maka ruh tersebut bergetar di seluruh tubuhnya, kemudian malakul maut mencabutnya sebagaimana dicabutnya besi alat pemanggang dari bulu-bulu yang basah. Dia kemudian mengambil ruh tersebut. Para malaikat yang menunggu tadi tidak membiarkannya di tangannya sekejap mata pun, sampai mereka mengambil dan meletakkannya di kain yang kasar lagi jelek tadi. Keluarlah darinya bau seperti bau bangkai yang paling busuk yang ditemukan di muka bumi.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para malaikat-Nya untuk memberi kabar gembira berupa kemurkaan dan azab-Nya, sehingga ruh-ruh mereka enggan untuk keluar dari jasadnya. Maka para malaikat pun memukul wajah dan punggungnya, sampai ruhnya keluar dari jasadnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (Al-An’am: 93)

“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): ‘Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar’, (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya.” (Al-Anfal: 50-51)

Sakaratul Maut Adalah Penghapus Dosa Seorang Mukmin

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu rasa capek, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, duka cita, sampaipun sebuah duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghapus dosa-dosanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji seorang hamba yang muslim dengan suatu ujian pada badannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Tulislah baginya amalan shalih yang biasa dia lakukan.’ Apabila Allah menyembuhkannya maka Dia telah mencuci dan membersihkannya (dari dosanya). Namun apabila Allah mencabut ruhnya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan merahmatinya.” (HR. Ahmad, dikatakan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu: “Hadits ini shahih, perawinya adalah para perawi kitab-kitab Shahih.”)

Godaan Setan Ketika Sakaratul Maut

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah dan keadilan-Nya menjadikan setan dari golongan jin dan manusia sebagai musuh bagi hamba-Nya. Permusuhan itu tidak berhenti sampai ajal datang kepada hamba tersebut. Setan pun terus berusaha menyesatkan sehingga seorang hamba akan mati dalam keadaan kafir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Iblis menjawab: Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)’.” (Al-A’raf: 16-17)

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki niscaya mereka tidak mengerjakannya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al-An’am: 112)

Hal inilah yang menjadikan kita sadar dan hati-hati dalam mencari lingkungan serta teman bagi kita dan keluarga kita. Lebih-lebih tatkala dalam keadaan sakit atau menghadapi kematian. Karena setan dari golongan jin dan manusia terus bekerja sama dan saling membantu untuk menyesatkan hamba sehingga dia menjadi penghuni neraka jahannam.

Namun sebaliknya, teman dan lingkungan yang baik akan mengajak serta mendorongnya untuk berbuat kebaikan dan istiqamah di atasnya. Oleh karena itu, perhatikanlah kisah berikut.

Dari Ibnul Musayyab rahimahullahu, dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Abu Thalib menghadapi kematian, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemuinya. Ketika itu Abu Jahal ada di sampingnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Wahai paman, ucapkan Laa ilaha illallah, sebuah kalimat yang aku akan jadikan sebagai hujjah untuk membelamu di hadapan Allah.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: “Wahai Abu Thalib, apakah kamu membenci agama Abdul Muththalib?” Terus-menerus Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membujuknya untuk mengucapkannya. Namun mereka berdua (Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah) juga mengulang-ulang ucapan mereka. Hingga Musayyab berkata: “Abu Thalib mati di atas agama Abdul Muththalib.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: Seorang anak Yahudi yang membantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang sakit. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjenguknya. Beliau duduk di samping kepalanya. Beliau menawarkan kepadanya untuk masuk Islam. Beliau berkata: “Masuk Islamlah.” Anak itu lalu memandang kepada bapaknya yang berada di sampingnya. Bapaknya lalu berkata: “Taatilah Abul Qasim (Rasulullah).” Maka dia pun masuk Islam lalu meninggal dunia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu keluar sambil berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka dengan perantaraanku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hanyalah amalan-amalan itu tergantung dengan akhirnya.” (HR. Al-Bukhari dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu)

Tidak Ada yang Selamat Kecuali Orang yang Diselamatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Karena dahsyatnya berbagai ujian dan cobaan yang dihadapi masing-masing hamba, maka tidak mungkin bisa selamat dan berhasil melaluinya kecuali orang yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmat dan keutamaan dari-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Bersabarlah (wahai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah.” (An-Nahl: 127)

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amalan seseorang tidak akan memasukkan dirinya ke dalam jannah.” Mereka bertanya: “Tidak pula engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula aku. Hanya saja Allah Subhanahu wa Ta’ala telah meliputiku dengan rahmat dan keutamaan dari-Nya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sebagai penutup, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Ali ‘Imran: 8)

“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi, lihat Shahih Al-Jami’, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “Shahih”)

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin. (asysyariah.com)


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Tentang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Berjalan di atas api


Subhanallah, ternyata bukan hanya Nabi Ibrahim saja yang selamat dari api.

Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim" ( TQS.21 : 69)

Alkisah, ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam api oleh raja Namrud, Allah SWT memerintahkan api supaya menjadi digin, sehingga Nabi Ibrahim selamat. At Tarisy dalam Tafsir Majma'ul Bayan menguraikan kejadian tersebut menjadi 3 kemungkinan :
1. Allah mengganti panasnya api menjadi dingin
2. Allah membuat dinding antara api dengan Ibrahin sehingga tidak terasa panasnya
3. Karena dingin yang membeku pun bisa menyakiti Ibrahim, Allah melengkapi perintahnya kepada api agar menjadi dingin, tetap selamat bagi Nabi Ibrahim

Al Wahidi menyampaikan berita dari Anas Bin Malik bahwa malaikat Jibril yang diutus oleh Allah menyelubungi Ibrahim, dengan jubah dari syurga. Sedangakn Sayyid Qutub dalam tafsir Dzilalil Qur'an mengatakan bahwa hal itu adalah mukjizat Allah SWT secara khusus dan tidak usah dipertanyakan mengenai api yang bisa menjadi dingin, sebab tidak ada penjelasan dalam Al Qur'an dan akal manusia tidak akan menjangkaunya.

Betulkah hal itu tidak bisa djelaskan secara ilmiah ? Michel Talbot dalam bukunya Mysticism and The NewPhysics menjelaskan fenomena ajaib tersebut. Pada 16 Juli 1967, Arthur paul mantan direktur Foregn Ecomomy administrating menyaksikan upasacara tradisional seorang pendeta Tamil diikuti ratusan pendiduk setempat, orangtua dan anak-anak berjalam bolak-balik diatas batu baru pijar tanpa terluka dan tidak merasa kesakitan. Sebelumnya di Surrey, Inggris pada tahun 1935, English Society for phisical research melakukan serangkain tes. Para fisikawan dan psikolog dari Ozford turut hadir menyaksikan dua orang India berjalan diatas api sepanas 500 C tanpa luka.

Ada apa gerangan ? Penjelasannya adalah api dan panas merupakan bentuk energi yang dampaknya dihasilkan akselerasi vibrasi molekul yang akseleratif. Menurut teori fisika baru, kesadaran manusia bisa mempengaruhi materi. Fisikawan Jack Sarfatti berpendapat bahwa perilaku acak partikel-partikel dalam gerak Brown dapat dipengarui oleh aktivitas manusia atas kemauannya sendiri. Kesadaran dapat menghasilkan sebuah medan biogravitasi yang dapat berinteraksi dan mengubah medan gravitasi pengendali materi. Maka, kesadaran pendeta Tamil dan orang India tadilah yang mengintervensi vibrasi molekul-molekul akselerasi dan menahan peroses nyala api yang normal. Persis seperti dalam ayat 69 Surat Al Anbiya diatas.

Subhanallah, ternyata bukan hanya Nabi Ibrahim saja yang selamat dari api. Dan memang tidak ada ayat dalam Al Qur'an melarang manusia lain mengalaminya. Fenomena alam fisika yang aneh dalam Al Qur'an jangan terlalu cepat disebut mukjizat, yang mustahil dilakukan manusia biasa, sehingga tidak usah dipikirkan. Bukankah kita harus mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an? Siapa tahu ayat-ayat tersebut adalah tantangan Allah SWT untuk diwujudkan dam ilmu pengetauan. Wallau a'lam.


Mukjizat Terhebat

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah.” (Q.S. Ali Imran 3:49). Perbuatan Nabi Isa a.s. dalam ayat di atas memang ajaib pada zaman itu. Sampai-sampai beliau dianggap anak Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa menghidupkan orang mati.

Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum alam seperti itu lantas disebut mukjizat, sebagai senjata para Nabi untuk menundukkan orang kafir. Tetapi sepanjang sejarah, terbukti bahwa mukjizat tidak otomatis membuat orang beriman. Apalagi bila ternyata perbuatan ajaib tadi tidak lagi monopoli para Nabi. Banyak “mukjizat” yang sekarang menjadi perbuatan manusia sehari-hari. Seperti terbang, bicara jarak jauh, melihat kejadian di negeri lain, termasuk membuat orang buta bisa melihat.

Para peneliti di Institut Teknologi Aachen, Jerman, baru-baru ini berhasil membuat semacam kacamata berkamera yang dilengkapi IC, yang bisa memancarkan gelombang video ke pusat syaraf penglihatan di otak seorang yang buta, sehingga dia bisa “melihat”. Mirip kacamata hitam dalam film Star Wars. Nah, berarti membuat orang buta melihat bukan mukjizat lagi.

Bagaimana dengan menghidupkan orang mati? Ini lebih rumit. Tetapi beberapa ayat dalam Al Quran sudah mengisyaratkan ke sana. Misalnya dalam surat Al Kahfi dikisahkan tentang para pemuda yang tidur dalam gua lalu bangun 309 tahun kemudian. Tidur selama itu hampir sama saja dengan mati. Dalam surat Al Baqarah ayat 259 Allah berfirman juga tentang orang yang ditidurkan (dimatikan) 100 tahun lalu bangun/hidup lagi untuk melihat perubahan besar di negerinya. Bisa jadi itu isyarat dari Allah supaya kita berpikir bahwa menghidupkan yang mati itu tidak mustahil. Dan bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya.

Di Amerika Serikat, Cryonic Insitute of Illinois melakukan percobaan membekukan seekor kelinci dengan temperatur minus 70oC selama 6 jam, lalu dihangatkan lagi, ternyata jantung kelinci itu bisa bekerja normal kembali. Laboratorium semacam itu ada banyak. Di antaranya bahkan memasang harga USD.28.000 untuk ongkos mengawetkan kepala mayat dalam tabung hampa bersuhu minus 27oC sampai minus 78oC selama 100 tahun. Harapnnya, pada abad mendatang sudah ditemukan teknologi menghidupkan orang mati dan membuat organ tubuh baru.

Sebenarnya ribuan tahun yang lalu, orang Mesir purba dan Cina purba juga sudah membalsem tubuh mayat menjadi mumi, barangkali juga dengan harapan di masa datang bisa hidup lagi. Walhasil perbuatan menghidupkan orang mati belum tentu menjadi mukjizat hebat yang abadi. Kelak bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya. Mukjizat fisik satu saat akan gugur keistimewaannya. Mukjizat abadi yang tidak akan pernah tertandingi hanyalah Al Quran, mukjizat terhebat Nabi Muhammad saw. Allahu Akbar.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Gempa Petang Guncang Ranah Minang


Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Indonesia kembali menangis. Bumi Minang dihantam gempa tektonik berkekuatan 7,9 Skala Righter (SR) setelah sebelumnya Bumi Priangan juga digoyang gempa berkekuatan 7,3 SR.

Gempa dahsyat terjadi di Sumatera Barat tepatnya berpusat di 22 km Barat Daya Pariaman, 52 km Barat Laut Padang pada 0,72 LS dan 99,94 BT di kedalaman 110 km. Gempa terjadi pada Hari Rabu (30/9) saat petang sekitar pukul 17.16 WIB.

Pada saat berita ini naik posting, jumlah korban sementara diperkirakan mencapai 220 orang lebih. Kerusakann terparah terjadi di Pariaman, Padang yang mencapai 60 persen.

Menurut berita dari berbagai media massa, kerusakan akibat yang ditimbulkan akibat gempa Sumbar sama seperti kerusakan akibat gempa Aceh dan Jogja. Padang dan sekitarnya luluh lantak, listrik padam, terjadi kebakaran di beberapa lokasi dan akses komunikasi dari dan keluar Sumatera Barat juga terganggu.

Berita mengenai gempa Sumatera Barat bisa juga disimak di website berikut:

1. www.Lintasberita.com
2. www.Republika.co.id
3. www.berita.liputan6.com
4. www.pro3rri.com
5. www.suaramerdeka.com
6. www.nasional.vivanews.com
7. www.google.co.id

Aku ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Minang, semoga mereka diberi ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini.

Menurutku musibah gempa, banjir dan gunung meletus dan sebagainya sebenarnya....

Ridha terhadap Keputusan Allah


Seseorang dari Bani 'Abs keluar mencari untanya yang hilang. Tiga hari lamanya sampai tidak pulang. Ia sudah berusaha mencarinya ke mana-mana. Padahal ia seorang yang tergolong kaya raya dan memiliki segalanya. Harta dan keluarganya berada di sebuah rumah yang sangat mewah di dekat aliran air di daerah Bani 'Abs.

Mereka hidup enak, aman dan tenang. Tidak pernah terfikir oleh mereka bahwa sebuah bencana bisa saja menimpa mereka, musibah bisa saja mengancam mereka. Kapan saja, di mana saja. Siap atau tidak siap.


Semua keluarganya, baik yang besar maupun yang kecil sedang tertidur terbuai mimpi. Mereka berada di tengah-tengah harta mereka, sementara bapak mereka sedang tidak ada, mencari barangnya yang hilang.

Pada saat itulah Allah mengirimkan air bah yang menerjang bukit-bukit seperti debu, tanpa ampun. Dan itu terjadi di akhir malam. Semuanya hanyut, rumah-rumah mereka tercerabut, porak-poranda, harta mereka ludes, dan semua anggota keluarganya ikut terbawa arus dahsyat. Kini semuanya hanya tinggal bekas, seakan-akan mereka tidak pernah ada. Yang ada hanyalah omongan dari mulut ke mulut, pemberitaan di media massa.

Setelah tiga hari mencari unta, si bapak ini kembali ke lembah tempat tinggalnya. Tetapi dia tidak merasakan kehadiran seseorang, tidak terdengar suara, tidak ada kehidupan, tidak ada nafas, tidak ada orang bicara,. tidak ada sambutan dan tidak ada keceriaan.
Tempat itu datar, rata, yang ada hanya bekas-bekas bangunan yang berserakan bercampur sampah.

Ya Allah, sungguh sebuah bencana yang sangat berat, tak ada lagi istri, tak ada lagi anak-anak, tak ada lagi emas, tak ada lagi barang elektronik, tak ada lagi dirham, dinar, tak ada lagi pakaian, makanan, minuman. Tak ada apa-apa, sepi, sunyi dan memilukan. Sungguh sebuah musibah yang menghancurkan segala-galanya.

Satu-satunya unta yang masih ada lepas begitu saja. Dikejarnya unta itu. Ketika sudah hampir tertangkap, unta tersebut menendang wajah orang itu, dan membuatnya buta.

Orang itu pun berteriak-teriak dengan harapan ada orang yang akan membawanya ke tempat yang bisa dia jadikan untuk berteduh. Berselang beberapa hari kemudian, suara itu terdengar oleh seorang Badui. Dihampirinya orang itu, dan dituntunnya.

Kemudian si bapak buta ini dibawa menghadap al-Walid ibn Abdul Malik, khalifah di Damaskus.
Orang itu pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Kata al-Walid, "Lalu bagaimana sikapmu?" Jawab si Bapak, "Saya ridha kepada Allah."

Sebuah kalimat yang sangat agung, yang diucapkan oleh seorang muslim yang di dalam hatinya terdapat tauhid. Ia menjadi bukti bagi orang-orang yang bertanya, nasihat bagi orang-orang yang mencari nasihat, dan sebuah pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Kepada orang yang tidak ridha dan tidak menerima keputusan Dzat yang menentukan, maka terserah kepada mereka. Bila mereka merasa mampu, maka carilah lorong ke dalam tanah, atau tangga menuju langit.

Jika mau,
"Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia fikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya?" (QS. Al-Hajj: 15)

Menulis kisah ini aku jadi teringat akan musibah yang terus menerus menimpa bangsa ini. Masih terkenang musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan Pangandaran. Ratusan ribu nyawa melayang dan menghancurkan harta benda.

Masih hangat dalam ingatan, musibah jebolnya tanggul Situ Gintung, longsornya bukit di Cianjur akibat gempa yang menewaskan puluhan nyawa. Ini semua merupakan musibah yang telah Allah tentukan, dan obatnya hanyalah ridha atas ketentuan Allah.

Jika bersedih panggillah jiwamu dengan harapan sebagai janji, karena kebaikan bagi jiwa dalah janji.

jadikan harapanmu menjadi perisai atas serangan putus asamu, hingga waktu akan menghapus kesedihan itu.

Tutuplah dirimu terhadap orang yang sering duduk bersamamu, karena mereka selalu iri dan mendengki.

Tak usah khawatirkan akan terjadi sesuatu, sebab ini akan membuat orang yang hidup merasa mati sebelum kematian itu sendiri.

Kesedihan itu tidak akan abadi, seperti juga kesenangan tidak akan lestari.
Kalau saja bukan karena hal yang mempengaruhi jiwa,
pasti tak akan ada kehidupan yang lurus bagi orang-orang yang terjaga.

Pemutus Semua Kenikmatan



Kematian, melenyapkan semua kenikmatan. memisahkan apa yang semula terhimpun. Me-yatim-kan anak-anak laki dan perempuan. Menjadikan sunyi gedung-gedung ramai. Membuat pahit nafas. Memindahkaan penghuni istana ke dalam kubur. Menempelkan pipi ke tanah liat lahat. Menyamakan pemimpin dengan yang dipimpin. Mendatangi orang pintar maupun kaya.

Mengejutkan mereka yang semula bergembira dengan kedukaan. Bahkan mendatangi seorang anak yang masih menyusu pada sang ibu. Mendatangi orang yang sedang tidur di atas kasur empuk. Mencopot jabatan seorang pejabat dari kedudukannya. Menurunkan kedudukan pemimpin dari kursi kepemimpinannya.

Kematian berseru setiap pagi: "Nyawa...Nyawa..." Dan berseru setiap senja: "Betapa meruginya orang-orang yang hidup," Ia mengatakan kepada manusia: "Kalian semakin mendekati kematian dan kehancuran. Setiap kalian berjalan menuju ketiadaan. Wahai orang yang terkagum dengan kemudaannya, menuhankan pakaian dan penampilannya, merasa terlindungi dengan para pengawal dan benteng-benteng.

Apakah kalian lupa dengan kematian yang semakin dekat kepadamu? Wahai orang yang disibukkan dengan membangun rumah mewah, kecintaan berlebihan dengan kampung halaman, merasa aman dari musibah. Sesungguhnya kematian akan mendatangimu dan menghancurkan rumah-rumahmu,"

Kematian, ibarat minuman yang dipergilirkan atas orang-orang yang hidup. Semua manusia harus meminumnya. Kematian, tak memandang waktu yang cocok. Ia bisa mendatangi orang yang sedang duduk, berjalan atau di atas kendaraan.

Di malam pengantin, saat berkumpul para tamu, kematian pun bisa datang dengan tiba-tiba, menyerang dengan segenap pasukannya. Ia bisa merenggut pengantin pria dan wanitanya. Misi kedatangannya hanya satu, yakni mencabut nyawa.

Seorang anak dilahirkan dan akan pergi kembali akhirnya. Kematian datang mengejutkan dan menakutkan semua orang. Senyuman orang yang mencintai berubah menjadi derai air mata.

Seorang shalih berdiri di sisi kuburan dan air matanya menetes.
Ia mengatakan, "Wahai kematian, apa yang engkau lakukan atas orang-orang yang kucintai? Apa yang engkau perbuat terhadap para sahabatku?"

Kematian menjawab (jawaban yang dilontarkan dari orang shalih itu juga), "Aku telah melahap pipi mereka, aku lenyapkan dua mata mereka. Aku hancurkan bibir mereka, aku potong dua telinga mereka. Aku pisahkan dua telapak tangan dari lengan. Aku pisahkan dua lengan dari dua tangan. Aku pisahkan dua tangan dari tubuh.

Aku pisahkan dua kaki dari dua telapak kaki.
Aku pisahkan dua telapak kaki dari betis. Aku pisahkan betis dari paha. Dan aku pisahkan paha dari tubuh.

Jika engkau melihat istana megah, penguasa yang kejam dan zalim. Ingatlah kematian akan menjadikan istana seperti tanah, kerajaan akan menjadi liang kubur. Jika kalian melihat seorang wanita berparas cantik atau taman yang indah, atau kebun yang menyejukkan, ingatlah kematian akan menghapus semua kecantikan dan keindahan.

Celakalah orang yang sangat disibukkan dengan hartanya, menuhankan kecantikan dan kemolekannya. Kapankah diri akan tersadar wahai yang memiliki dan mencintai dunia dengan segala keindahannya yang menipu? Tidakkah engkau ingat, saat dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur dan diungkapkan apa yang ada dalam dada.

Allah menamakan kematian sebagai musibah. Sedangkan kalian tidak pernah tahu kedatangannya. Kematian merenggut orang kuat dan lemah, orang hina dan mulia, orang yang menang dan kalah. Lalu kuburan orang kaya bisa berdampingan dengan orang miskin. Kuburan orang biasa saja bisa bersebelahan dengan kuburan para pemimpin.

Nasihat Sayidina Ali bin Abi Thalib tentang Kematian





Mari kita simak apa nasihat Sayidina Ali bin Abi thalib Karamallahu Wajhah tentang kematian berikut ini:" Hai manusia, setiap orang pasti mati untuk menemui (kematian) yang hendak dielakkannya dengan melarikan diri. Kematian adalah tempat di mana hidup ini menggiring kita ke sana. Melarikan diri darinya berarti menangkapnya (karena waktu yang digunakan untuk berlari darinya justru semakin memperpendek dan mempercepat pertemuan dengannya)".

Tahukah anda tentang kematian?

Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara barang sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian. Niscaya kalian akan segera melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri kalian sendiri. ( Imam Ghazali atsar Al-Hasan.)

Datangnya kematian menurut Al-Qur'an:

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri siapa saja walaupun manusia berusaha menghindari dari resiko-resiko kematian.
Katakanlah:"Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar(juga) ke tempat mereka terbunuh".
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah maha mengetahui isi hati. ( Q.S: Ali Imran, 3: 154)

2. Kematian akan mengejar siapa pun meski ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:" Ini adalah dari sisi Allah".

Dan jika mereka ditimpa suatu bencana atau musibah, mereka mengatakan:"Ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah:' Semuanya datang dari sisi Allah".Maka mengapa orang-orang itu( orang munafik ) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?"( Q.S: An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah:" Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S: Al-Jumuah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisinya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. dan Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal".(Q.S: Lukman, 31:34).
Kembali ke atas

Kematian pintu gerbang kehidupan abadi


Seandainya kamu semua berada di rumahmu, pastilah orang-orang yang telah ditetapkan untuk mati keluar ke tempat mereka terbunuh (QS Ali Imran 3; 154)

Kematian itu milik semua makhluk Allah, manusia, hewan, tumbuhan termasuk bangsa malaikat dan setan semuanya akan merasakan apa yang namanya kematian.

Kematian adalah sebuah tahapan dari kehidupan yang kejadiannya bersifat pasti. Ia akan datang menjemput tanpa dapat dihindari. Kehadirannya sering menimbulkan ketakutan pada awalnya dan senantiasa melahirkan kesedihan pada akhirnya.

Bahkan, kesedihan yang berkepanjangan dan berlarut-larut. Kematianlah yang membuat seluruh kenikmatan dan kebahagiaan terputuskan yang kemudian diganti oleh penderitaan dalam kehidupan dunia.

Kematian pula yang membuat hubungan antara orang-orang yang dicintai dan yang mencintai terpisahkan. Karena kematian, seseorang harus meninggalkan harta benda yang begitu dicintai, begitu dibanggakan dan begitu diagungkan dan sejumlah harta benda yang diklaim adalah miliknya sendiri.

Alhaakumut takaatsuru hattaa zurtumul maqabir; bermegah-megahan telah melalaikan kalian hingga kalian sampai di alam kubur ( Q.S. At-Takatsur, 102:1-2)

Tentang kematian



Kematian merupakan sesuatu yang dekat, sekaligus jauh. Dikatakan dekat karena kematian senantiasa mengintai kenikmatan yang sedang dialami manusia. Dikatakan jauh karena manusia tidak akan pernah mengetahui di bumi mana ia akan mati dan kapan kematian itu menjemputnya. (QS. Lukman, 31-34).

Kematian merupakan salah satu misteri dunia yang hingga kini belum bisa terpecahkan oleh manusia super jenius manapun. Ia tetap menjadi misteri yang sulit dibongkar sampai kapanpun.
Bagi sebagian orang, kematian merupakan peristiwa mengerikan yang sangat ditakuti.

Tetapi oleh sebagian yang lain, kematian merupakan peristiwa dan moment yang sangat ditungggu-tunggu. Tentu saja, menunggu dan menanti kematian yang dimaksud bukan didasari oleh rasa kecewa atau putus asa sebagaimana fenomena yang sekarang banyak terjadi; melainkan menunggu perjumpaan dengan Allah.

Setiap orang pasti akan mengalami proses sakaratul maut. Namun proses itu berbeda-beda bagi bagi setiap orang. Menurut Nabi Ibrahim Alaihis Salam, orang-orang ahli ibadah akan didatangi oleh malaikat yang pakaiannya indah, berpenampilan sangat sopan dan ramah.

Sebaliknya, mereka yang ahli maksiat dan banyak berbuat dosa akan didatangi oleh sosok malaikat yang menyeramkam, hiiii atut. Tangan malaikat ini akan mencekik leher orang yang sedang sakaratul maut hingga sulit bernafas.