Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label mukjizat. Show all posts
Showing posts with label mukjizat. Show all posts

Kultum: Ketika Iblis Membentangkan Sajadah

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.

"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.
"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"

"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".

Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mukjizat: Kelebihan Hayati Al-Qur'an

Al-Quran merupakan mukjizat yang paling besar dan utama yang diturunkan oleh Allah kepada nabi kita Muhammad s.a.w.

Ia merupakan petunjuk yang paling baik untuk umat manusia sehingga hari qiamat dalam mencari keridhaan Allah seterusnya mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Di antara kelebihan membaca serta menghayati segala isi al-Quran dapat dilihat melalui beberapa petikan hadis nabi s.a.w sebagai pedoman kepada kita semua.

1. Sabda nabi s.a.w yang artinya : Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Quran dan mengajarnya
- muttafaqqun ‘alaihi

2. Sabda nabi s.a.w yang artinya : Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Quran) maka baginya(pembaca) dengannya (al-Quran) pahala dan pahala digandakan sepuluh sebagaimananya. Aku tidak kata bahawa alif laam miim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim itu satu huruf
- diriwayat oleh Tarmizi dan ia merupakan hadis hasan sohih

3.Sabda nabi s.a.w yang artinya : Orang yang membaca al-quran dan dia mahir dengannya bersama malaikat yang mulia dan orang yang taat. Sesiapa yang membaca al-Quran sedangkan dia tersekat-sekat padanya dan dia begitu susah atasnya maka baginya 2 pahala (pahala membaca dan pahala kesusahan).
- Sohih Bukhari dan muslim

4.Abi Umamah al-Bahili telah berkata bahawa dia mendengar sabda nabi s.a.w yang artinya : Kamu hendaklah membaca al-Quran maka sesungguhnya ia akan datang pada hari qiamat sebagai syafaat bagi ahli-ahlinya
- Riwayat Muslim

5. Sabda nabi s.a.w yang artinya : Sesungguhnya sesiapa yang tidak terdapat pada kerongkongnya sesuatu daripada al-Quran(tidak membaca) maka ia seperti rumah yang usang
- Riwayat Tarmizi

6. Dalam satu hadis Qudsi di mana sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Allah telah berfirman yang artinya : Sesiapa yang sentiasa sibuk dengan al-Quran dan zikir mengingatiKu daripada meminta-minta kepadaKu maka Aku akan anugerahkan perkara yang lebih baik daripada Aku anugerahkan kepada mereka yang sentiasa memohon kepadaKu itu. Dan kelebihan Kalam Allah di atas segala kalam yang lain seperti lebihnya Allah di atas segala makhlukNya
- Riwayat Tarmizi dan hadis hasan sohih

7. Sabda nabi s.a.w yang artinya : Tiada suatu kaum yang berhimpun di dalam rumah daripada rumah-rumah Allah (masjid) membaca kitab Allah (al-Quran) dan tadarrus antara mereka melainkan akan diturunkan ketenangan ke atas mereka, disirami ke atas mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebut mereka pada sesiapa di sisinya
- Riwayat Muslim

8. Daripada Daripada ‘Uqbah bin ‘Amir telah berkata : Telah keluar Rasulullah s.a.w menemui kami di Suffah maka sabdanya : Siapakah di kalangan kamu yang suka keluar ke Buthan dan ‘Aqiq (nama 2 tempat di Madinah) di mana dia akan membawa pulang darinya 2 ekor unta yang sihat lagi gemuk tanpa berbuat dosa dan tidak pula memutuskan tali persaudaraan ? Maka kami menjawab : Wahai Rasulullah! Kami semua menyukai perkara itu. Sabdanya : Mengapakah seseorang daripadamu tidak keluar ke masjid untuk belajar atau membaca 2 ayat daripada kitab Allah (al-Quran) maka ia lebih baik daripada 2 ekor unta yang gemuk, tiga ekor, empat ekor di mana lebih baik baginya daripada empat dan daripada semua bilangan unta
- Riwayat Muslim

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mukjizat terhebat


Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah.” (Q.S. Ali Imran 3:49). Perbuatan Nabi Isa a.s. dalam ayat di atas memang ajaib pada zaman itu. Sampai-sampai beliau dianggap anak Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa menghidupkan orang mati.

Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum alam seperti itu lantas disebut mukjizat, sebagai senjata para Nabi untuk menundukkan orang kafir. Tetapi sepanjang sejarah, terbukti bahwa mukjizat tidak otomatis membuat orang beriman. Apalagi bila ternyata perbuatan ajaib tadi tidak lagi monopoli para Nabi. Banyak “mukjizat” yang sekarang menjadi perbuatan manusia sehari-hari. Seperti terbang, bicara jarak jauh, melihat kejadian di negeri lain, termasuk membuat orang buta bisa melihat.

Para peneliti di Institut Teknologi Aachen, Jerman, baru-baru ini berhasil membuat semacam kacamata berkamera yang dilengkapi IC, yang bisa memancarkan gelombang video ke pusat syaraf penglihatan di otak seorang yang buta, sehingga dia bisa “melihat”. Mirip kacamata hitam dalam film Star Wars. Nah, berarti membuat orang buta melihat bukan mukjizat lagi.

Bagaimana dengan menghidupkan orang mati? Ini lebih rumit. Tetapi beberapa ayat dalam Al Quran sudah mengisyaratkan ke sana. Misalnya dalam surat Al Kahfi dikisahkan tentang para pemuda yang tidur dalam gua lalu bangun 309 tahun kemudian. Tidur selama itu hampir sama saja dengan mati. Dalam surat Al Baqarah ayat 259 Allah berfirman juga tentang orang yang ditidurkan (dimatikan) 100 tahun lalu bangun/hidup lagi untuk melihat perubahan besar di negerinya. Bisa jadi itu isyarat dari Allah supaya kita berpikir bahwa menghidupkan yang mati itu tidak mustahil. Dan bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya.

Di Amerika Serikat, Cryonic Insitute of Illinois melakukan percobaan membekukan seekor kelinci dengan temperatur minus 70oC selama 6 jam, lalu dihangatkan lagi, ternyata jantung kelinci itu bisa bekerja normal kembali. Laboratorium semacam itu ada banyak. Di antaranya bahkan memasang harga USD.28.000 untuk ongkos mengawetkan kepala mayat dalam tabung hampa bersuhu minus 27oC sampai minus 78oC selama 100 tahun. Harapnnya, pada abad mendatang sudah ditemukan teknologi menghidupkan orang mati dan membuat organ tubuh baru.

Sebenarnya ribuan tahun yang lalu, orang Mesir purba dan Cina purba juga sudah membalsem tubuh mayat menjadi mumi, barangkali juga dengan harapan di masa datang bisa hidup lagi. Walhasil perbuatan menghidupkan orang mati belum tentu menjadi mukjizat hebat yang abadi. Kelak bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya. Mukjizat fisik satu saat akan gugur keistimewaannya. Mukjizat abadi yang tidak akan pernah tertandingi hanyalah Al Quran, mukjizat terhebat Nabi Muhammad saw. Allahu Akbar.

(PercikanIman.Org)
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Berjalan di atas api


Subhanallah, ternyata bukan hanya Nabi Ibrahim saja yang selamat dari api.

Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim" ( TQS.21 : 69)

Alkisah, ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam api oleh raja Namrud, Allah SWT memerintahkan api supaya menjadi digin, sehingga Nabi Ibrahim selamat. At Tarisy dalam Tafsir Majma'ul Bayan menguraikan kejadian tersebut menjadi 3 kemungkinan :
1. Allah mengganti panasnya api menjadi dingin
2. Allah membuat dinding antara api dengan Ibrahin sehingga tidak terasa panasnya
3. Karena dingin yang membeku pun bisa menyakiti Ibrahim, Allah melengkapi perintahnya kepada api agar menjadi dingin, tetap selamat bagi Nabi Ibrahim

Al Wahidi menyampaikan berita dari Anas Bin Malik bahwa malaikat Jibril yang diutus oleh Allah menyelubungi Ibrahim, dengan jubah dari syurga. Sedangakn Sayyid Qutub dalam tafsir Dzilalil Qur'an mengatakan bahwa hal itu adalah mukjizat Allah SWT secara khusus dan tidak usah dipertanyakan mengenai api yang bisa menjadi dingin, sebab tidak ada penjelasan dalam Al Qur'an dan akal manusia tidak akan menjangkaunya.

Betulkah hal itu tidak bisa djelaskan secara ilmiah ? Michel Talbot dalam bukunya Mysticism and The NewPhysics menjelaskan fenomena ajaib tersebut. Pada 16 Juli 1967, Arthur paul mantan direktur Foregn Ecomomy administrating menyaksikan upasacara tradisional seorang pendeta Tamil diikuti ratusan pendiduk setempat, orangtua dan anak-anak berjalam bolak-balik diatas batu baru pijar tanpa terluka dan tidak merasa kesakitan. Sebelumnya di Surrey, Inggris pada tahun 1935, English Society for phisical research melakukan serangkain tes. Para fisikawan dan psikolog dari Ozford turut hadir menyaksikan dua orang India berjalan diatas api sepanas 500 C tanpa luka.

Ada apa gerangan ? Penjelasannya adalah api dan panas merupakan bentuk energi yang dampaknya dihasilkan akselerasi vibrasi molekul yang akseleratif. Menurut teori fisika baru, kesadaran manusia bisa mempengaruhi materi. Fisikawan Jack Sarfatti berpendapat bahwa perilaku acak partikel-partikel dalam gerak Brown dapat dipengarui oleh aktivitas manusia atas kemauannya sendiri. Kesadaran dapat menghasilkan sebuah medan biogravitasi yang dapat berinteraksi dan mengubah medan gravitasi pengendali materi. Maka, kesadaran pendeta Tamil dan orang India tadilah yang mengintervensi vibrasi molekul-molekul akselerasi dan menahan peroses nyala api yang normal. Persis seperti dalam ayat 69 Surat Al Anbiya diatas.

Subhanallah, ternyata bukan hanya Nabi Ibrahim saja yang selamat dari api. Dan memang tidak ada ayat dalam Al Qur'an melarang manusia lain mengalaminya. Fenomena alam fisika yang aneh dalam Al Qur'an jangan terlalu cepat disebut mukjizat, yang mustahil dilakukan manusia biasa, sehingga tidak usah dipikirkan. Bukankah kita harus mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an? Siapa tahu ayat-ayat tersebut adalah tantangan Allah SWT untuk diwujudkan dam ilmu pengetauan. Wallau a'lam.


Mukjizat Terhebat

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah.” (Q.S. Ali Imran 3:49). Perbuatan Nabi Isa a.s. dalam ayat di atas memang ajaib pada zaman itu. Sampai-sampai beliau dianggap anak Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa menghidupkan orang mati.

Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum alam seperti itu lantas disebut mukjizat, sebagai senjata para Nabi untuk menundukkan orang kafir. Tetapi sepanjang sejarah, terbukti bahwa mukjizat tidak otomatis membuat orang beriman. Apalagi bila ternyata perbuatan ajaib tadi tidak lagi monopoli para Nabi. Banyak “mukjizat” yang sekarang menjadi perbuatan manusia sehari-hari. Seperti terbang, bicara jarak jauh, melihat kejadian di negeri lain, termasuk membuat orang buta bisa melihat.

Para peneliti di Institut Teknologi Aachen, Jerman, baru-baru ini berhasil membuat semacam kacamata berkamera yang dilengkapi IC, yang bisa memancarkan gelombang video ke pusat syaraf penglihatan di otak seorang yang buta, sehingga dia bisa “melihat”. Mirip kacamata hitam dalam film Star Wars. Nah, berarti membuat orang buta melihat bukan mukjizat lagi.

Bagaimana dengan menghidupkan orang mati? Ini lebih rumit. Tetapi beberapa ayat dalam Al Quran sudah mengisyaratkan ke sana. Misalnya dalam surat Al Kahfi dikisahkan tentang para pemuda yang tidur dalam gua lalu bangun 309 tahun kemudian. Tidur selama itu hampir sama saja dengan mati. Dalam surat Al Baqarah ayat 259 Allah berfirman juga tentang orang yang ditidurkan (dimatikan) 100 tahun lalu bangun/hidup lagi untuk melihat perubahan besar di negerinya. Bisa jadi itu isyarat dari Allah supaya kita berpikir bahwa menghidupkan yang mati itu tidak mustahil. Dan bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya.

Di Amerika Serikat, Cryonic Insitute of Illinois melakukan percobaan membekukan seekor kelinci dengan temperatur minus 70oC selama 6 jam, lalu dihangatkan lagi, ternyata jantung kelinci itu bisa bekerja normal kembali. Laboratorium semacam itu ada banyak. Di antaranya bahkan memasang harga USD.28.000 untuk ongkos mengawetkan kepala mayat dalam tabung hampa bersuhu minus 27oC sampai minus 78oC selama 100 tahun. Harapnnya, pada abad mendatang sudah ditemukan teknologi menghidupkan orang mati dan membuat organ tubuh baru.

Sebenarnya ribuan tahun yang lalu, orang Mesir purba dan Cina purba juga sudah membalsem tubuh mayat menjadi mumi, barangkali juga dengan harapan di masa datang bisa hidup lagi. Walhasil perbuatan menghidupkan orang mati belum tentu menjadi mukjizat hebat yang abadi. Kelak bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya. Mukjizat fisik satu saat akan gugur keistimewaannya. Mukjizat abadi yang tidak akan pernah tertandingi hanyalah Al Quran, mukjizat terhebat Nabi Muhammad saw. Allahu Akbar.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Pendengki tidak akan sukses


Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi

"Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi (saling berpaling), dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (H.R. Muttafaq 'alaih)

Hadis ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam "Al Adab" dan Muslim dalam "Al Birr". Lebih khusus tentang larangan dengki disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam hadis lain:

“Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).

Dengki didefiniskan oleh para ulama sebagai:

"Mengangankan hilangnya kenikamatan dari pemiliknya, baik kenikmatan (yang berhubungan dengan) agama maupun dunia."

Dari definisi di atas kita dapat memahami bahwa iri dengki tidak hanya menyangkut capaian-capaian yang bersifat duniawi, seperti rumah dan kendaraan, melainkan juga menyangkut capaian-capaian di lingkup keagamaan, misalnya dakwah. Ini juga berarti bahwa penyakit dengki bukan hanya menjangkiti kalangan awam. Iri dengki itu ternyata dapat menjalar dan menjangkiti kalangan yang dikategorikan berilmu, pejuang, dan da’i. Seorang da’i atau mubalig, misalnya, tidak suka melihat banyaknya pengikut da’i atau mubalig lain. Seorang yang berafiliasi kepada kelompok atau jama'ah tertentu sangat benci kepada kelompok atau jama'ah lain yang mendapatkan kemenangan-kemenangan. Dan masih banyak lagi bentuk lainnya dari sikap iri dengki di kalangan para “pejuang”. Tapi bagaimana ini bisa terjadi?

Imam al-Ghazali r.a. menjelaskan, “Tidak akan terjadi saling dengki di kalangan para ulama. Sebab yang mereka tuju adalah ma’rifatullah (mengenal Allah). Tujuan seperti itu bagaikan samudera luas yang tidak bertepi. Dan yang mereka cari adalah kedudukan di sisi Allah. Itu juga merupakan tujuan yang tidak terbatas. Karena kenikmatan paling tinggi yang ada pada sisi Allah adalah perjumpaan dengan-Nya. Dan dalam hal itu tidak akan ada saling dorong dan berdesak-desakan. Orang-orang yang melihat Allah tidak akan merasa sempit dengan adanya orang lain yang juga melihat-Nya. Bahkan, semakin banyak yang melihat semakin nikmatlah mereka.”

Al-Ghazali melanjutkan, “Akan tetapi, bila para ulama, dengan ilmunya itu menginginkan harta dan wibawa mereka pasti saling dengki. Sebab harta merupakan materi. Jika ia ada pada tangan seseorang pasti hilang dari tangan orang lain. Dan wibawa adalah penguasaan hati. Jika hati seseorang mengagungkan seorang ulama pasti orang itu tidak mengagungkan ulama lainnya. Hal itu dapat menjadi sebab saling dengki.” (Ihya-u ‘Ulumid-Din, Imam Al-Ghazali, juz III hal. 191.)

Jadi, dalam konteks perjuangan, dengki dapat merayapi hati orang yang merasa kalah wibawa, kalah popularitas, kalah pengaruh, kalah pengikut. Yang didengki tentulah pihak yang dianggapnya lebih dalam hal wibawa, polularitas, pengaruh, dan jumlah pengikut itu. Tidak mungkin seseorang merasa iri kepada orang yang dianggapnya lebih “kecil” atau lebih lemah. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Kullu dzi ni’matin mahsuudun.” (Setiap yang mendapat kenikmatan pasti didengki).

Penyakit dengki sangat berbahaya. Tapi bahayanya lebih besar mengancam si pendengki ketimbang orang yang didengki. Bahkan realitas membuktikan, sering kali pihak yang didengki justru diuntungkan dan mendapatkan banyak kebaikan. Sebaliknya, si pendengki menjadi pecundang. Di antara kekalahan-kekalahan pendengki adalah sebagai berikut.

Pertama, kegagalan dalam perjuangan.
Perilaku pendengki sering tidak terkendali. Dia bisa terjebak dalam tindakan merusak nama baik, mendeskreditkan, dan menghinakan orang yang didengkinya. Dengan cara itu ia membayangkan akan merusak citra, kredibelitas, dan daya tarik orang yang didengkinya dan sebaliknya mengangkat citra, nama baik, dan kredibelitas pihaknya. Namun kehendak Allah tidaklah demikian. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Jabir dan Abu Ayyub al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang Muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang Muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Ath-Thabrani)

Kedua, melumat habis kebaikan.
Rasulullah saw. bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (H.R. Abu Dawud).

Makna memakan kebaikan dijelaskan dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, “Memusnahkan dan menghilangkan (nilai) ketaatan pendengki sebagaimana api membakar kayu bakar. Sebab kedengkian akan mengantarkan pengidapnya menggunjing orang yang didengki dan perbuatan buruk lainnya. Maka berpindahlah kebaikan si pendengki itu pada kehormatan orang yang didengki. Maka bertambahlah pada orang yang didengki kenikmatan demi kenikmatan sedangkan si pendengki bertambah kerugian demi kerugian. Sebagaimana yang Allah firmankan, ‘Ia merugi dunia dan akhirat’.” (‘Aunul-Ma’bud juz 13:168)

Ketiga, tidak produktif dengan kebajikan.
Rasulullah saw. bersabda, “Menjalar kepada kalian penyakit umat-umat (terdahulu): kedengkian dan kebencian. Itulah penyakit yang akan mencukur gundul. Aku tidak mengatakan bahwa penyakit itu mencukur rambut melainkan mencukur agama.” (H.R. At-Tirmidzi)

Islam yang rahmatan lil-'alamin yang dibawa oleh orang yang di dadanya memendam kedengkian tidak akan dapat dirasakan nikmatnya oleh orang lain. Bahkan pendengki itu tidak mampu untuk sekadar menyungging senyum, mengucapkan kata ‘selamat’, atau melambaikan tangan bagi saudaranya yang mendapat sukses, baik dalam urusan dunia maupun terkait dengan sukses dalam perjuangan. Apatah lagi untuk membantu dan mendukung saudaranya yang mendapat sukses itu. Dengan demikian Islam yang dibawanya tidak produktif dengan kebaikan alias gundul.

Keempat, menghancurkan harga diri.
Ketika seseorang melampiaskan kebencian dan kedengkian dengan melakukan propaganda busuk, hasutan, dan demarketing kepada pihak lain, jangan berangan bahwa semua orang akan terpengaruh olehnya. Yang terpengaruh hanyalah orang-orang yang tidak membuka mata terhadap realitas, tidak dapat berpikir objektif, atau memang sudah “satu frekuensi” dengan si pendengki. Akan tetapi banyak pula yang mencoba melakukan tabayyun, mencari informasi pembanding, dan berusaha berpikir objektif. Nah, semakin hebat gempuran kedengkian dan kebencian itu, bagi orang yang berpikir objektif justru akan semakin tahu kebusukan hati si pendengki. Orang yang memiliki hati nurani ternyata tidak senang dengan fitnah, isu murahan, atau intrik-intrik pecundang. Di mata mereka orang-orang yang bermental kerdil itu tidaklah simpatik dan tidak mengundang keberpihakan.

Orang yang banyak melakukan provokasi dan hanya bisa menjelek-jelekkan pihak lain juga akan terlihat di mata orang banyak sebagai orang yang tidak punya program dalam hidupnya. Dia tampil sebagai orang yang tidak dapat menampilkan sesuatu yang positif untuk “dijual”. Maka jalan pintasnya adalah mengorek-ngorek apa yang ia anggap sebagai kesalahan. Bahkan sesuatu yang baik di mata pendengki bisa disulap menjadi keburukan. Nah, mana ada orang yang sehat akalnya suka cara-cara seperti itu?

Kelima, menyerupai orang munafik.
Di antara perilaku orang munafik adalah selalu mencerca dan mencaci apa yang dilakukan oran lain terutama yang didengkinya. Jangankan yang tampak buruk, yang nyata-nyata baik pun akan dikecam dan dianggap buruk. Allah swt. menggambarkan prilaku itu sebagai prilaku orang munafik. Abi Mas’ud al-Anshari r.a. mengatakan, saat turun ayat tentang infaq para sahabat mulai memberikan infaq. Ketika ada orang Muslim yang memberi infaq dalam jumlah besar, orang-orang munafik mengatakan bahwa dia riya. Dan ketika ada orang Muslim yang berinfak dalam jumlah kecil, mereka mengatakan bahwa Allah tidak butuh dengan infak yang kecil itu. Maka turunlah ayat 79 At-Taubah. (Al-Bukhari dan Muslim)

Keenam, gelap mata dan tidak termotivasi untuk memperbaiki diri.
Pendengki biasanya sulit melihat kelemahan dan kekurangan diri sendiri dan tidak dapat melihat kelebihan pada pihak lain. Akibatnya pula jalan kebenaran yang terang benderang menjadi kelam tertutup mega kedengkian. Apa pun yang dikatakan, apa pun yang dilakukan dan apa pun yang datang dari orang yang dibenci dan didengkinya adalah salah dan tidak baik. Akhirnya dia tidak dapat melaksanakan perintah Allah swt. sebagaimana yang disebutkan dalam ayat, “Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (Q.S. Az-Zumar 39: 18)

Di sisi lain, pendengki –manakala mengalami kekalahan dan kegagalan dalam perjuangan— cenderung mencari kambing hitam. Ia menuduh pihak luar sebagai biang kegagalan dan bukannya melakukan muhasabah (introspeksi). Semakin larut dalam mencari-cari kesalahan pihak lain akan semakin habis waktunya dan semakin terkuras potensinya hingga tak mampu memperbaiki diri. Dan tentu saja sikap ini hanya akan menambah keterpurukan dan sama sekali tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun untuk mewujudkan kemenangan yang didambakannya.

Ketujuh, membebani diri sendiri.
Iri dengki adalah beban berat. Bayangkan, setiap melihat orang yang didengkinya dengan segala kesuksesannya, mukanya akan menjadi tertekuk, lidahnya mengeluarkan sumpah serapah, bibirnya berat untuk tersenyum, dan yang lebih bahaya hatinya semakin penuh dengan marah, benci, curiga, kesal, kecewa, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Nikmatkah kehidupan yang penuh dengan perasaan itu? Seperti layaknya penyakit, ketika dipelihara akan mendatangkan penyakit lainnya. Demikian pula penyakit hati yang bernama iri dengki. “Di dalam hati mereka ada penyakit maka Allah tambahkan kepada mereka penyakit (lainnya).” (Q.S. Al Baqarah 2: 10)

Jika demikian, mengertilah kita makna pernyataan seorang ulama salaf, seperti disebutkan dalam kitab Kasyful-Khafa 1:430
"Pendengki tidak akan pernah sukses.” Wallahu A’lam.


Lalat Itu Hebat !

Nah, kehebatan desain lalat itu sampai sekarang masih belum bisa diproduksi, walaupun semua pabrik dan laboratorium berhimpun untuk itu.

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.(TQS. Al Hajj : 22 : 73)

Al Qurthubi dalam tafsir Al Jami'ul Ahlam membahas tentang ayat di atas bahwa patung-patung berhala di ka'bah dahulu sering diberi makanan/sesajen. Ketika seekor lalat memakan sesajen itu, berhala-berhala tersebut tidak sanggup merebutnya kembali. Padahal lalat adalah binatang yang lemah dan hina.

Kalau tafsirnya hanya seperti itu. kok rasanya biasa-basa saja? Bahwa patung tidak bisa mengusir lalat? Tentu ada makna yang masih tersembunyi.

Mungkinkah tentang lalat ?

Lalat ternyata bukan ciptaan Allah yang sederhana, apalagi hina dan lemah. Ia hewan superproduktif. Setiap bertelur bisa mencapai 100 butir. Walaupun umurnya pendek hanya 3 bulan. Dalam masa itu bisa menghasilkan 1000 butir telur. Dalam tempo 5 bulan, seekor induk lalat akan berkembang biak menjadi 5,5 miliar lalat. Untunglah populasi sebanyak itu diredam olehnya banyaknya predator, pemangsa lalat seperti cicak, butung, katak dsb sehingga manusia tidak terlalu terganggu olehnya. Setelah kawin, dalam 5 hari ia akan bertelur di tempat sampah yang kaya akan gizi dan protein bagi anak-anaknya.

Dalam tempo 24 jam, telur menetas menjadi belatung. Tiga hari kemudian menjadi kepompong. Setelah dua hari, lahirlah lalat muda yang siap terbang. Sayapnya bergetar dengan serasi, dengan manuver terbang yang sangat cepat. Telungkup, miring dan telentang. Bisa mendarat terbalik dengan kaki-kaki melekat erat di langit-langit rumah. Kaki itu bila perlu bisa mengeluarkan sejenis lendir perekat.

Lalat hanya aktif bergerak kalau sedang lapar. Seperti sabda Rasululloh SAW, "Kami kaum yang makan jikalau lapar saja". Dengan mulutnya yang mirip belalai, lalat mengisap bubur berprotein tinggi dari sampah busuk. Setelah kenyang dia diam istirahat di tempat aman, misalnya di tali jemuran atau di langit-langit dapur.

Lalat sangat sukar ditangkap atau dipukul. Selain gaya terbangnya yang gesit, rupanya matanya juga istimewa. Dua belah bola matanya besar bisa melihat ke segala arah. Bola matanya terdiri dari 4000 biiji mata facet yang bersegi enam. Masing-masing bekerja sendiri-sendiri dan menghasilkan ribuan gambar benda yang dilihatnya. Informasi tadi dikirim sangat cepat ke pusat saraf penglihatannya. Karena itu gerakan memukul sedikit saja sudah segera ditangkap oleh lalat, sehingga dia bisa secepat kilat menghindar.

Nah, kehebatan desain lalat itu sampai sekarang masih belum bisa diproduksi, walaupun semua pabrik dan laboratorium berhimpun untuk itu. Ternyata Allah bukan hanya menyindir patung berhala yang tidak bisa membuat lalat, tetapi juga mengingatkan bahwa ilmu dan teknologi juga jangan diberhalakan. Yang pasti Allah SWT telah memberikan isyarat tentang hebatnya lalat. Seekor lalat. Wallahu A'lam.

(PercikanIman.Org)
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog