Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label gempa bumi. Show all posts
Showing posts with label gempa bumi. Show all posts

Dahsyatnya Gempa dan Tsunami Jepang



Gempa bumi berkekuatan sekitar 8,9 Skala Richter menggetarkan sejumlah kawasan di Jepang, Jumat siang, 11 Maret 2011. Gempa berpusat di 130 kilometer sebelah timur Sendai, Honshu, atau 373 kilometer tenggara Tokyo, pada kedalaman 24 km itu

Gempa terdahsyat dalam 140 tahun terakhir ini mengakibatkan gelombang tsunami hingga 10 meter yang menghancurkan sejumlah kawasan di pesisir Timur Jepang. Korban jiwa diperkirakan mencapai ratusan.


Sudah lebih 300 mayat ditemukan di Sendai. Sebanyak 349 warga lainnya juga dilaporkan hilang di wilayah itu. Sendai menjadi salah satu kawasan yang mendapat efek terparah akibat tsunami. Sementara di kota Ofunato, lebih 300 rumah hanyut.

Dalam tayangan televisi lokal, tsunami menyapu puluhan kapal hingga ke tengah kota bersatu dengan mobil dan rumah yang hanyut. Ingin melighat dahsyatnya bencana tersebut? Klik rekaman foto ini.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Hikmah Tsunami Jepang: Nenek Bisa Bertemu Cucunya




Sebanyak 99 warga negara Indonesia (WNI) tiba di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (15/3/2011) malam. Kehadiran rombongan itu langsung disambut senyum bahagia dan rangkulan erat keluarganya yang sudah cemas.

Air mata mereka pun tak terasa jatuh di pipi menyambut kebahagiaan itu. Tak terkecuali bagi Erlinda. Begitu rombongan masuk ke aula yang menjadi tempat tunggu keluarga, Erlinda langsung mendekap sang anak, Nuansa Sulaiman.


Nuansa tidak datang sendiri. Ia datang bersama istrinya dan seorang bayi mungil yang tampak tenang di rangkulan. Sempat tertegun melihat bayi itu, Erlinda pun meraih sang bayi yang baru berumur dua pekan.

Air mata pun bercucuran, dipeganginya erat-erat si bayi yang bernama Nadia Sophia itu. Rupanya, inilah kali pertama Erlinda bertemu dengan cucu semata wayangnya tersebut.

Semua kekhawatiran pun sirna dan ia bersyukur atas bencana tsunami di Jepang pada Jumat (11/3/2011) lalu. "Perjuangan Nadia bertemu neneknya mungkin memang ditakdirkan begini, harus ada bencana tsunami dulu. Saya bersyukur karena ternyata ada hikmahnya juga bencana ini," ungkap Erlinda.

Ia menceritakan, Nadia yang lahir di Sendai, Miyagi, belum pernah bertemu dengan dirinya sejak lahir. Maklum saja karena ayah Nadia, Nuansa Sulaiman, tengah sibuk menuntaskan studinya untuk meraih gelar doktor di Tohoku University.

"Jadi, ini benar-benar pertama kalinya, dan saya lega sekali dan bahagia dia (Nadia) tidak kenapa-napa karena keluarga anak saya sempat tidak terdata KBRI," ungkap Erlinda.

Saat bencana gempa bumi yang disusul tsunami menghantam Jepang, Erlinda panik bukan main. Ia langsung khawatir terjadi apa-apa pada si bayi yang baru saja lahir itu.

"Berkali-kali ditelepon nggak bisa, di sana tahunya listrik mati. Baru pas Sabtu malam saya dapat kabar mereka ada di KBRI," ungkap Erlinda yang tak henti-hentinya mencium cucu tersayangnya.

Dalam sambungan telepon, Nuansa menceritakan bahwa dirinya beserta istri dan Nadia selamat dari bencana terhebat dalam 30 tahun terakhir di Jepang tersebut.

"Anak saya waktu itu di kampus, sementara istrinya di rumah. Sesaat setelah gempa besar, anak saya langsung jalan kaki menuju rumah menjemput anak istri," ucap Erlinda.

Nuansa dan istri beserta Nadia pun bergerak bersama menuju lokasi pengungsian dengan berjalan kaki karena angkutan umum praktis terhenti.

"Tiga jam untuk sampai ke tempat pengungsian dan akhirnya dipindahkan ke KBRI dan sampai di Jakarta dengan selamat, Alhamdulillah," ujarnya.

Sesampainya di Jakarta, Erlinda mengaku akan menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan sang cucu di rumah keluarga, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sebelum kondisi di Jepang stabil, Nuansa dan istri beserta Nadia memutuskan menetap sementara di rumah Erlinda. "Kalau tidak ada hambatan dan sudah baik-baik saja, tanggal 24 April mereka ingin kembali ke Jepang. Saya ikhlas saja, semoga bencana seperti ini tidak lagi terjadi," tandasnya.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Gunung Merapi Meletus, Mbah Maridjan Tewas

Gunung berapi aktif di Indonesia, Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB. " Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti" kata Surono, Kepala Pisat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Yogyakarta, Selasa 26 Oktober 2010.

Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIb mengarah ke barat. Namun awan panas yang berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.


Sirine bahaya di Kaliurang, Sleman berbunyi pada pukul 17.57 WIB. Pada pukul 18.05 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

" Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit. Namun pada tahun ini, awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit" katanya.

Lamanya awan panas tersebut, lanjut dia, menunjukkan energi yang cukup besar. Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan. " Tipe letusan Merapi dipastikan eksplosif" ujarnya.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Gempa 7,2 SR Guncang Meulaboh NAD, masyarakat Aceh Panik

Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 SR mengguncang Meulaboh Nangroe Aceh Darussalam (NAD) hari ini Minggu 9 Mei 2010 pukul 12.59. Pusat gempa berada di kedalaman 30 km di posisi 6,31 LU dan 95,84 BT. BMKG mencabut peringatan tsunami, namun masyarakat terlanjur menyelamatkan diri.

Getaran gempa dirasakan sampai ke Medan dan sebagian SUMUT yang menyebabkan masyarakat Medan panik dan menyelamatkan diri. Belum ada kabar pasti tentang kerusakan yang disebabkan oleh gempa ini.

Namun BMKG mengimbau masyarakat Aceh dan sekitarnya agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat hingga kini masih bertahan di luar rumah mengantisipasi terjadinya gempa susulan.


Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 SR mengguncang Meulaboh Nangroe Aceh Darussalam hari ini Minggu 9 Mei 2010 pukul 12.59. Getaran gempa dirasakan sampai ke Medan yang menyebabkan masyarakat Medan panik dan menyelamatkan diri.

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Sebab -sebab Terjadinya Bencana


Apakah bencana-bencana yang terjadi, khususnya di Indonesia, termasuk adzab Allah, karena Indonesia merupakan negara yang tidak sepenuhnya memberlakukan syari’at agama secara baik dan benar?

Musibah-musibah yang terjadi menimpa ummat ini, ada dua bentuk penyebab. Bisa merupakan hukuman atau penebus dosa. Jika merupakan hukuman, maka itu hukuman atas maksiat. Jika merupakan penebus dosa, maka sebagai penebus dosa terhadap pelaku maksiat. Ini menunjukkan, bahwa maksiat menjadi peyebab musibah-musibah yang menimpa umat.
Oleh karena itu, maka orang yang berakal, ia berhenti dari (berbuat maksiat). Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran. Dia mengambil pelajaran (musibah) yang menimpa orang lain sebelum menimpa dirinya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu:



“Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dengan orang lain. Dan orang yang celaka adalah orang yang mengambil pelajaran dengan dirinya.”

Jadi, musibah-musibah itu diakibatkan dari perbuatan-perbuatan maksiat. Ini disebutkan dalam banyak hadits, di antaranya hadits ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



“Hai orang-orang Muhajirin; lima perkara, jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatkannya:

1. Tidaklah muncul perbuatan keji (seperti: bakhil, zina, minum khomr, judi, merampok dan lainnya) pada suatu masyarakat, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang sebelum mereka.
2. Orang-orang tidak menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.
3. Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezholiman pemerintah, kehidupan yang susah, dan paceklik.
4. Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak menghukumi dengan kitab Allah. Dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan yang keras di antara mereka.” [1]

Dan hadits:



“Jika kamu berjual-beli dengan ‘inah (sejenis riba), kamu memegangi ekor-ekor sapi, kamu puas dengan pertanian, dan kamu meninggalkan jihad, Allah pasti akan menimpakan kehinaan kepada kamu. Dia tidak akan menghilangkan kehinaan itu sehingga kamu kembali menuju agama kamu.” [2]

Ini semua menunjukkan, bahwa kemaksiatan merupakan sebab di antara sebab-sebab musibah. Maka kewajiban umat yang menghormati dirinya sendiri dan yang mengambil pelajaran terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, hendaklah memperhatikan dirinya dan menjauhi kemaksiatan, baik sebagai individu atau sebagai bangsa. Karena sesungguhnya, yang menghancurkan bangsa-bangsa dan membinasakan umat-umat adalah dosa-dosa; dan sebelum itu dosa-dosa mematikan hati. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.

(Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali hafizhahullah)
[1] Hadits ini kami dapati dengan lafazh:


Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya:

1. Perbuatan keji (seperti: bakhil, zina, minum khomr, judi, merampok dan lainnya) tidaklah dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lewat.
2. Orang-orang tidak mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah.
3. Orang-orang tidak menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.
4. Orang-orang tidak membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
5. Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak menghukumi dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan di antara mereka.”

(HR Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu ‘Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif).
[2] HR Abu Dawud dan lainnya. Dihasankan oleh Syaikh al Albani di dalam Silsilah ash-Shahihah no. 11

Sumber: bukhari.or.id





Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kolom Bang Karto: Bencana di Sekitar Kita

"Dunia sudah mendekati akhir zaman," begitulah apa yang ada dalam pikiranku. Membaca surat kabar, nonton televisi, mengamati lingkungan sekitar membuat aku hampir menangis. Betapa tidak, hampir di seluruh belahan bumi ini sedang dilanda musibah.

Musibah ada di mana-mana. Gempa bumi meluluhlantakkan Chile, Haiti, Taiwan, termasuk juga di Indonesia. Banjir bandang ada di mana-mana, di Madeiras, Spanyol; termasuk di Pasir Jambu, Ciwidey, Jawa Barat.

Namun apa yang kita saksikan tidak juga mampu merubah akhlak dan perilaku manusia itu sendiri. Seolah-olah manusia telah dibutakan oleh materi dan keindahan dunia. Lupa bahwa bencana juga bisa menimpa kita kapan dan di mana saja.

Kita seperti pura-pura buta, pura-pura tuli dengan lingkungan sekitar kita. Kita sering nonton televisi tentang berita kejadian gempa, tapi kita seakan cuek dengan kejadian itu. Semestinya kita sadar bahwa kita juga bisa bernasib sama dengan mereka yang sedang dilanda gempa, kapan dan di mana saja.

Kita sering membaca surat kabar tentang bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa saudara-saudara kita di Pasir jambu, Ciwidey, Jawa Barat. tapi kita lupa bahwa bencana serupa bisa saja akan menimpa kita kapan dan di mana saja.

Kita sering nonton televisi dan juga membaca surat kabar tentang banjir besar yang hampir menenggelamkan Cieunteung, Banjaran, Dayeuhkolot, Baleendah, dan Kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung. Namun seolah-olah kita buta dan tuli pura-pura tidak tahu, pura-pura tidak mendengar. Kita seolah tidak peduli dengan kejadian tersebut, kita tidak juga mengambil pelajaran dari semua bencana tersebut.

Kita tidak sadar bahwa bencana banjir, longsor, gempa dan malapetaka bisa menghampiri kita kapan dan di mana saja. Kita telah dibutakan oleh berlimpahnya harta, kekayaan, materi, emas, kemegahan, kedudukan, pangkat dan jabatan.

Kita seakan lupa bahwa harta dan kekayaan hanyalah titipan belaka. Tidak ada yang abadi, tidak ada yang langgeng. Kita mau tidak mau akan berpisah juga dengan harta kapan dan di mana saja. Kita hanya dipinjami oleh Allah SWT. Padahal kita tahu bahwa semua barang pinjaman tetap harus dikembalikan kepada yang punya. Tidak ingatkah itu, saudaraku?

Apapun yang kita punya sekarang ini, itu hanya barang pinjaman belaka. Suatu saat nanti pasti akan diambil kembali oleh yang meminjami kita. Bisa kita yang meninggalkan harta atau harta yang meninggalkan kita.

Untuk itu aku berpesan, ingatlah semua kejadian yang sedang menimpa saudara-saudara di sekitar kita. Mereka yang sedang tertimpa musibah banjir, longsor, kebakaran, gempa dan musibah lainnya. Jadikan sebagai pelajaran bagi kita bahwa bencana tersebut bisa menimpa kita kapan dan di mana saja.

Kita tidak tahu nasib kita satu menit yang akan datang. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada kita satu jam mendatang. Tapi kita seakan sombong dengan apa yang kita punya. Kita kadang sombong karena telah memiliki harta yang banyak, bahwa dengan harta yang banyak kita bisa selamat dari musibah,

Kita kadang sombong dengan rumah yang kita yang megah tahan banjir tahan longsor. Tapi kita lupa bahwa rumah megah, rumah kuat, rumah mewah di Aceh, di Haiti di Chile dan di belahan bumi lainnya luluh lantak tinggal puing tak berguna.

Sekarang pertanyaannya adalah masihkah kita akan tetap menyombongkan harta? Masihkan kita akan tetap menuhankan jabatan dan kedudukan? Masihkan kita akan mengganggap uang adalah segalanya dalam hidup ini? Masihkah kita dibutakan mata kita dengan lingkungan sekitar yang membutuhkan uluran tangan kita.

Bantulah mereka, santuni mereka yang sedang terkena musibah. Karena suatu saat nanti barangkali kita bernasib sama dengan apa yang sedang mereka rasakan sekarang ini.
Sadarlah Saudaraku, ingatlah saudaraku. Jangan tidur terus, bangunlah, bangunlah hari telah senja. Hari telah sore, sebentar lagi matahari akan terbenam....

Saudaraku, Kolom Bang Karto (KBK) akan selalu hadir menemani Anda. Kolom Bang Karto adalah tulisan pribadi Bang Karto yang mengupas tentang kejadiaan di sekitar kita. Apa yang sedang terjadi sekarang ini, apa yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat sekarang ini. Ditulis secara singkat, padat, cekak aos, lengkap, lugas, tegas dan terpercaya. Jangan lewatkan tulisan berikutnya tentang "Manusia Sakit".

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Renungan Muharram: Renungan Dan Nasehat Dari Gempa Yang Melanda

Sungguh Allah telah memberikan nikmat kepada kita semua wahai kaum muslimin, dengan kenikmatan yang sangat banyak dan kebaikan yang berlimpah. Kenikmatan terpenting dan terbesar adalah nikmat Islam. Itu adalah nikmat besar yang tidak sesuatu pun yang menyamainya. Barangsiapa yang memahaminya, mensyukurinya, dan istiqamah di atasnya, baik dalam ucapan maupun amalan, maka sungguh ia telah sukses meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim : 34)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :



dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka datangnya dari Allah-lah, dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kalian meminta pertolongan. (An-Nahl : 53)

Maka wajib atas semua pihak untuk mensyukuri berbagai kenikmatan tersebut dan hati-hati jangan sampai mengkufurinya. Allah berfirman ketika menyebutkan kenikmatan-kenikmatan-Nya kepada para hamba-Nya :



Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kalian bersyukur. (An-Nahl : 78)

Maka syukur kepada Allah atas segala kenikmatan-Nya baik secara global maupun rinci merupakan pengikat kenikmatan tersebut dan cara agar kenikmatan tersebut langgeng, sekaligus sebagai sebab bertambahnya kenikmatannya tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb kalian memaklumkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim : 7)

Allah juga berfirman :



“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu beribadah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (Az-Zumar : 66)

Allah juga berfirman :



Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-Baqarah : 152)

Allah Ta’ala juga berfirman :


Bekerjalah Wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur. (Saba’ 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewasiatkan kepada shahabatnya Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu untuk berdo’a dengan doa berikut pada penghujung shalat (sebelum salam) :



Ya Allah tolonglah aku untuk bisa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. (HR An-Nasa`i dan Abu Dawud)

Dengan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan-Nya dan menggunakan kenikmatan tersebut dalam hal-hal yang Dia ridhai maka semua urusan yang menjadi baik dan kejelekan akan terminimalisir.

Sesungguhnya di antara seindah-indah perhiasan yang para nabi dan rasul Allah berhias dengannya, demikian juga para pengikut mereka, adalah kemampuan mereka untuk mensyukuri nikmat dan mereka memohon kepada-Nya taufiq untuk bisa bersyukur. Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi-Nya Sulaiman ‘alahish shalatu was salam :



“Ya Rabbi berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai; serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih”. (An-Naml : 19)

Allah juga berfirman memuji Nabi-Na Nuh ‘alahish shalatu was salam



Sesungguhnya dia adalah hamba yang sangat bersyukur. (Al-Isra` 3)

Di antara tanda-tanda syukur nikmat adalah menggunakan kenikmatan tersebut untuk ketaatan kepada Allah, dan tidak menjadikannya sebagai sarana untuk berbuat kemaksiatan kepada-Nya. Demikian juga tanda syukur adalah menyebut-nyebut kenikmatan tersebut dalam konteks pengakuan akan nikmat tersebut dan pujian kepada Allah, bukan dalam rangka menyombongkan atau membanggakan diri di hadapan orang yang tidak mendapatkan kenikmatan tersebut, bukan pula karena riya dan sum’ah.

Sebaliknya, kufur nikmat dan tidak mau mensyukurinya merupakan bentuk pengingkaran terhadap Allah, menentang keutamaan Dzat Pemberi nikmat, dan merupakan salah satu dari sebab-sebab hilangnya kenikmatan tersebut. Sekaligus itu merupakan kezhaliman terhadap diri sendiri yang pantas dikenakan padanya hukuman yang paling jelek. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya. (Asy-Syams : 9-10)

Yakni mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Dengan ketaqwaan kepada Allah dan ketaatan terhadap-Nya dalam bentuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya akan menghasilkan berbagai kebaikan dan tertolaklah segala kejelekan dan keburukan, di samping kekalnya nikmat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Al-A’raf : 96)

Allah juga berfirman :


Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dia menguji hamba-hamba-Nya. Terkadang Allah menguji mereka dengan kebaikan dan terkadang pula Allah uji mereka dengan kejelekan. Adapun orang-orang yang beriman, maka itu semakin menambah keimanan mereka, kebergantungan mereka kepada Allah, dan berlindungnya mereka kepada-Nya. Mereka bersabar atas taqdir Allah dan ketentuan-Nya, sehingga dengan demikian semakin dilipatgandakan pahala mereka. Di sisi lain semakin menambah rasa takut mereka dari akibat buruk dosa-dosa, sehingga mereka pun berhenti dari melakukannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali) . Mereka itulah orang-orang yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(Al-Baqarah : 155-157)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :



Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk jannah, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah : 214)

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :



Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk jannah, padahal belum nyata bagi Allah mana orang-orang yang berjihad di antara kalian dan mana orang-orang yang sabar. (Ali ‘Imran : 142)

Allah berfirman :


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-‘Ankabut : 2-3)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik. (Al-‘Ankabut : 11)

Allah berfirman :


Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. (Al-Anbiya` : 35)

Pada ayat-ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa pasti Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya, sebagaimana telah Allah lakukan kepada umat-umat sebelumnya. Apabila mereka bersabar atas berbagai cobaan tersebut, mau bertaubat dan kembali kepada Allah ketika menghadapi berbagai musibah, maka ketika itu Allah berikan kepada mereka pahala, keridhaan-Nya dan ampunan-Nya, serta menjadikannya tinggal di Jannah-Nya dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik dari apa yang telah hilang dari mereka.

Segala yang terjadi di alam ini, yang menggoncangkan jiwa dan badan, seperti petir, anggin kencang, hal-hal yang menghancurkan tanaman dan keturunan, gempa bumi yang menyebabkan runtuhnya bangunan-bangunan tinggi, pohon-pohon besar, yang menyebabkan korban jiwa, kerugian harta, gunung meletus yang terjadi di beberapa tempat sehingga menyebabkan hancur dan binasanya segala yang ada di sekitarnya, demikian juga kejadian gerhana Matahari dan gerhana Bulan, serta berbagai musibah lainnya, itu semua merupakan peringatan dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya agar jangan terus berada dalam penyimpangan, di samping ajakan untuk kembali kepada-Nya. Di samping itu merupakan ujian sejauh mana kesabaran mereka dalam menghadapi ketentuan dan taqdir Allah. Ketahuilah sesungguhnya adzab di akhirat jauh lebih besar, dan perintah Allah jauh lebih agung.

Ketika kaum Quraisy mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Allah memberitakan kepada Nabi-Nya bahwa Dia telah membinasakan umat-umat yang mendustakan para nabi dan rasul sebelum beliau dalam firman-Nya :



Berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang lebih besar kekuatannya daripada mereka. Kaum yang telah dibinasakan itu pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? (Qaf : 36)

Kemudian pada ayat berikutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qaf : 37)

Maka wajib atas kaum mukminin semuanya untuk takut kepada Allah dan senantiasa merasa diawasi oleh-Nya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Apabila terjadi musibah menimpa mereka, maka hendaknya mereka segera bertaubat kepada Allah dan rujuk kepada-Nya. Diiringi dengan koreksi diri sendiri, mencari sebab-sebab terjadinya (bencana/musibah). Karena Allah berfirman :


dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian). (Asy-Syura : 30)

Wajib atas kaum muslimin untuk bertaubat kepada Allah atas apa yang telah mereka lakukan, yaitu kurang dalam ketaatan dan berbuat berbagai kemaksiatan. Karena taubat itu merupakan salah satu sebab terangkatnya musibah. Di samping mereka wajib bersabar dan mengharap pahala dari musibah yang telah menimpa mereka. Allah berfirman :



Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali). Mereka itulah orang-orang yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(Al-Baqarah : 155-157)

Allah berfirman:



Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali terjadi dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(At-Taghabun :11)

Makna ayat tersebut, bahwa barangsiapa yang ditimpa musibah dia menyadari bahwa itu merupakan ketentuan dan taqdir Allah ‘Azza wa Jalla, sehingga ia pun bersabar, mengharap pahala, dan tunduk terhadap ketentuan Allah, dia menyadari bahwa apa yang ditaqdirkan menimpa dirinya maka dia tidak akan bisa terhindar darinya, dan apa yang ditaqdirkan tidak menimpa dirinya maka itu tidak akan menimpanya, dan ia beriman bahwa Allah pasti akan mengganti untuknya apa yang telah hilang darinya di dunia, maka orang seperti ini akan Allah beri hidayah keyakinan dan kejujuran pada hatinya. Terkadang Allah akan ganti apa yang telah hilang darinya atau Allah beri yang lebih baik darinya.

Allah berfirman :


Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya jangan jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Al-Hadid : 22-23)

Sesungguhnya kenyataan yang ada pada kaum muslimin pada hari ini, menunjukkan bahwa mereka sangat kurang dalam menunaikan hak Allah dan melaksanakan kewajiban mentaati Allah dan bertaqwa kepada-Nya.

Orang yang merenungkan akan bisa mendengar dan melihat betapa banyak bencana yang menimpa suatu umat atau masyarakat, terkadang musibah dalam bentuk kematian, angin topan, gempa bumi, kelaparan, atau terkadang dalam bentuk pertempuran yang tak kunjung selesai, yang menelan seluruh yang basah atau pun yang kering. Sebagaimana Allah jelaskan dalam kitab-Nya yang mulia beberapa jenis bencana dan adzab yang Allah turunkan terhadap para penentang dan orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus dari kalangan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul, agar manusia tersadar dan waspada dari perbuatan seperti mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Al-‘Ankabut : 40)

Sesungguhkan kemaksiatan dan dosa itu memiliki pengaruh jelek yang berbahaya bagi hati, badan, dan masyarakat, serta menyebabkan datangnya kemurkaan Allah dan hukuman-Nya di dunia maupun di akhirat, yang tidak diketahui rinciannya kecuali oleh Allah sendiri. Kemaksiatan dan dosa tersebut menimbulkan sejumlah kerusakan di muka bumi, baik di laut maupun udara, baik terhadap buah-buahan maupun pemukiman.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum : 41)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-A’raf : 130)

Sesungguhnya berbagai bencana yang terjadi ini merupakan nasehat dan pelajaran. Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari yang lainnya. Kesimpulannya, sesungguhnya berbagai kejelekan dan adzab yang menimpa para hamba di dunia maupun di akhrat sebabnya adalah dosa dan kemaksiatan. Di antara tanda keras dan tertutupnya hati - kita berlindung kepada Allah darinya - adalah ketika manusia mendengar berbagai peringatan dari ayat-ayat (Al-Qur`an) dan peringatan dari berbagai pelajaran dan nasehat - yang dengannya gunung pun akan menjadi khusyu’ kalau seandainya gunung tersebut berakal - namun ternyata mereka malah terus di atas penyimpangan dan kemaksiatannya, terlena dengan tidak segera datangnya adzab dari Rabb mereka, terus mengikuti hawa nafsu dan memperturutkan syahwatnya, tidak takut dan terhadap ancaman, tidak peduli terhadap peringatan.

Allah berfirman :



kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (Al-Jatsiyyah : 7-8)

Demikian pula, terus menerus di atas kemaksiatan padahal telah terjadi berbagai bencana dan adzab menunjukkan akan kelemahan iman atau bahkan ketiadaan iman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti atas mereka keputusan Raabmu, maka mereka tidak akan akan beriman. Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka benar-benar menyaksikan sendiri azab yang pedih. (Yunus : 96-97)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan keberadaan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Yunus : 101)



Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari Rabb mereka. Kemudian, Sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kalian dustakan”. . (Al-Muthaffifin : 14)

Wahai saudara-saudaraku di Jalan Allah.

Beberapa hari lalu telah terjadi peristiwa besar, di dalamnya terdapat nasehat dan pelajaran bagi barangsiapa yang mau mengambil pelajaran. Termasuk kewajiban kaum mukminin adalah mereka mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi. Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berakal (Al-Hasyr : 2)

Akibat peristiwa tersebut banyaknya korban jiwa dan harta, hilangnya barang-barang yang dimiliki, hancurnya rumah-rumah, banyak korban luka-luka, hilang anggota keluarga, hilang harta mereka, tempat tinggal mereka, anak-anak mereka, dan istri-istri mereka. Banyak wanita menjadi janda, banyak anak menjadi yatim, itu semua terjadi hanya dalam tempo yang sangat singkat. Menunjukkan akan keagungan dan kekuasan Allah. Sedangkan hamba/manusia, seberapapun kuatnya mereka di muka bumi ini memiliki kekuasaan, kekuatan, dan kebesaran namun mereka adalah lemah di hadapan Kekuasaan Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Maka wajib atas segenap kaum muslimin untuk : mengambil pelajaran dari bencana yang terjadi, bertaubat dan rujuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan menjauhi sebab-sebab kemurkaan Allah dan sebab-sebab datangnya bencana

Dan wajib pula kita mendoakan korban yang telah tewas agar mendapat ampunan dan rahmat, serta mendoakan yang masih hidup agar mereka diberi ketenangan dan kesabaran yang baik. Dan semoga Allah menjadi musibah ini sebagai penghapus dosa-dosa mereka, mengangkat derajat mereka, dan menyadarkan hati yang lalai baik kita maupun mereka.

Sebagaimana mana wajib pula atas kita untuk berbela sungkawa dalam bentuk memberikan bantuan kepada mereka dan menampakkan belas kasih terhadap mereka dalam bentuk memberikan apa yang bisa bermanfaat buat mereka dari harta kita sebagai sumbangan dan shadaqah untuk mereka, dengan harapan bisa menutupi kesusahan mereka dan meringankan beban penderitaan yang mereka alami. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk diri kalian sendiri niscaya kalian akan memperoleh balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. (Al-Muzzammil : 20)


Dan barang apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (Saba’ : 39)



Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Baqarah : 195)

Rasulullan shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



Barangsiapa yang meringankan dari seorang mukmin satu kesulitan dan kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan ringankan untuknya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan seorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan beri kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka akan Allah tutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya. HR. Muslim 4867

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



Barangsiapa yang yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. HR. Al-Bukhari 2262, Muslim 4677.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, satu sama lain saling menguatkan. Kemudian Rasulullah menyilangkan jari-jemarinya. HR. Al-Bukhari 459.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :


Perumpamaan kaum mukminin dalam kasih sayang, sikap rahmah, dan sikap lembut antar mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh mengeluh kesakitan, maka seluruh badannya akan tidak bisa tidak dan merasakan sakit. HR. Al-Bukhari 5552, Muslim 4685.

Wajib atas kita untuk berlomba mengulurkan bantuan terhadap saudara-saudara kita dan mengerahkan apa yang kita mampu. Agar terwujud makna ukhuwwah islamiyyah yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits-hadits shahih, dan agar kita memperoleh pahala besar yang Allah janjikan untuk orang-orang yang berinfak dan para dermawan.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kaum muslimin secara umum dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah secara khusus agar bisa bersabar dan mengharap pahala. Semoga Allah melipatgandakan pahala untuk kita dan mereka. Semoga Allah menurukan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ketenangan, ketentraman, dan kesabaran yang baik, dan memberikan nikmat kepada semua berupa taubat nashuha, istiqamah di atas kebenaran, dan waspad dari sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan hukuman-Nya. Sesunggunya Allah pemilik itu semua dan mampu mewujudkannya.

(diterjemahkan dengan sedikit perubahan oleh Abu ‘Amr Ahmad, dari nasehat Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah yang beliau sampaikan terkait bencana yang terjadi di Yaman pada tahun 1402 H / 1982 M)

http://www.assalafy.org/

Artikel yang berhubungan:

Siksa Bagi yang Sengaja Meninggalkan Sholat

Sebagai seorang Muslim kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat fardhu. Shalat fardhu itu ada lima, yaitu Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Apakah anda sudah melaksanakan semua shalat itu setiap harinya ? Jika anda sudah melakukannya, Alhamdulillah. Tapi, bagaimana dengan seorang Muslim yang hanya shalat kurang dari lima kali dalam sehari ? Segala sesuatu yang hukumnya wajib, jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa. Mungkin anda merasa tenang-tenang saja sekarang, tetapi sebenarnya Allah akan memberikan siksa kepada orang Islam yang meninggalkan kewajiban shalatnya itu. Apakah siksaan yang dijanjikan kepada Allah kepada orang-orang yang meninggalkan shalat ?

Perhatikan Al-Quran Surat Al-Muddatstsir ayat 42 dan 43.

42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka) ?

43. Mereka menjawab : “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

Dilihat dari dua ayat di atas, salah satu siksa yang akan diterima orang yang meninggalkan shalat adalah akan dimasukkan ke dalam neraka. Apakah anda ingin masuk ke dalam neraka ? Tentu saja tidak. Jika anda tidak ingin masuk ke dalam neraka, maka jangan pernah meninggalkan shalat.

Tidak hanya itu saja siksa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat. Rasulullah SAW bersabda

Barang siapa menjaga shalat, niscaya dimuliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan

1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanan
4. Dia akan melewati jembatan (shirat) bagaikan kilat
5. Akan masuk surga tanpa dihisab

Dan barang siapa menyepelekan shalat, niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan, enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur, dan tiga siksaan ketika bertemu dengan Tuhannya (akhirat)

Siksaan di dunia adalah

1. Dicabut keberkahan umurnya
2. Dihapus tanda orang shaleh dari wajahnya
3. Setiap amal yang dikerjakannya tidak diberi pahala oleh Allah
4. Tidak diterima do’anya
5. Tidak termasuk dari bagian do’anya orang-orang shaleh
6. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman

Siksaan ketika mati adalah

1. Mati dalam keadaan hina
2. Mati dalam keadaan lapar
3. Mati dalam keadaan haus yang seandainya diberikan semua air laut, tidak akan menghilangkan rasa hausnya

Siksa ketika di dalam kubur adalah

1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang kedua rusuknya
2. Tubuhnya dibakar di atas bara api, siang dan malam
3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja’ul Aqro’ yang akan menerkamnya karena menyia-nyiakan shalat. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat

Siksa ketika bertemu dengan Allah di akhirat

1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tersebut tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” Ibnu Abbas r.a. berkata, “seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi, pasti dapat membakar bumi.”
2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya. Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih
3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya di dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut “Lam-Lam”. Di dalamnya terdapat banyak ular. Setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya di dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya

Sungguh mengerikan siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang meninggalkan shalat. Apakah anda ingin mengalami siksa-siksa itu ? Tentu saja tidak. Jika tidak ingin mendapatkan siksaan itu, jangan pernah meninggalkan shalat.

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah sebagai berikut

1. Satu kali meninggalkan shalat shubuh, orang itu akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia
2. Dosa satu kali meninggalkan shalat dzuhur sama dengan dosa membunuh 1.000 umat Islam
3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
5. Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain

Sungguh besar dosa yang akan diterima jika kita meninggalkan satu shalat saja. Apalagi jika kita meninggalkan semua shalat dalam satu hari. Oleh karena itu, marilah kita mulai menggerakkan hati kita dan berniat mulai sekarang bahwa kita tidak akan pernah lagi meninggalkan shalat.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Gempa dan Tanda-Tanda Kiamat (2)


Gempa kembali mengguncang Indonesia. Kali ini wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya yang dilanda. Gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter itu menggoyang Kota Padang dan sekitarnya pada pukul 17.15 WIB (30/9). Dalam dekade terakhir, guncangan gempa di wilayah Sumatra Barat ini seperti melengkapi tragedi-tragedi sebelumnya. Dimulai dari tragedi Aceh (26/12/2004), Yogyakarta (27/5/2006), Pangandaran (17/7/2006), dan Tasikmalaya (2/9/2009).

Memang, rentetan musibah ini bisa dilihat dari berbagai sudut. Dari sisi bahwa kita seorang Muslim yang tak mungkin melepaskan segala hal dengan kekuasaan Allah, tentu harus melihatnya dengan kacamata khusus. Bahwa, musibah ini merupakan teguran agar kita sadar untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Terlepas dari itu, jika kita telusuri sejarah, kita menemukan banyak nash yang ''memprediksi'' akan terjadinya peristiwa ini. Ternyata, jauh-jauh hari Nabi Muhammad SAW telah mengabarkan kepada kita akan terjadinya banyak gempa. Dan, itu bagian dari tanda dekatnya kedatangan hari kiamat!
Dikisahkan, seorang shahabat Nabi SAW, Abdullah bin Hawalah, sedang duduk bersama para shahabat lainnya. Setelah menyampaikan beberapa ucapannya, Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas kepala Abdullah bin Hawalah. Hal ini biasa beliau lakukan untuk menarik perhatian para shahabatnya. Ada kalanya beliau meletakkan telapak tangannya di atas paha atau bahu para shahabatnya seraya mengulangi sabdanya hingga tiga kali.

Abdullah bin Hawalah menyadari Rasulullah SAW akan menyampaikan sesuatu yang amat penting. Ia harus menyimaknya dengan baik. Rasulullah SAW pun segera bersabda, ''Wahai putra Hawalah! Jika engkau melihat perselisihan telah terjadi di Tanah Suci, maka telah dekat terjadinya gempa-gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara yang besar, dan hari kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia daripada kedua tanganku ini ke kepalamu.''

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya ini terdapat juga dalam Mustadrak al-Hakim. Al-Hakim mengatakan, isnad hadis ini sahih. Namun, Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Perkataan al-Hakim ini diperkuat oleh adz-Dzahabi. Al-Albani mensahihkannya dalam Shahih al-Jami'ush Shagir (6/263, hadis no 7715).

Hadis senada diriwayatkan dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda, Takkan datang kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi (HR Bukhari, Kitab Al-Fitan 13: 81-82).

Dalam Fathul Bari (13/87), Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan, Telah banyak terjadi gempa bumi di negara-negara bagian utara, timur, dan barat. Tapi yang dimaksud hadis ini adalah gempa bumi secara merata dan terus-menerus.

Sabda Rasulullah SAW 14 abad lalu itu seolah menyentakkan kesadaran kita. Bahwa kiamat benar-benar makin mendekat. Beragam musibah, di antaranya gempa bumi makin merajalela.

Secara logika ini amat bisa dipahami. Bumi tak ubahnya seperti benda ciptaan Allah lainnya. Ia seperti benda yang jika digunakan terus-menerus, apalagi tanpa dibarengi dengan usaha perbaikan, akan cepat rusak. Kondisi alam yang kini kita nikmati tak sebaik dulu. Udara yang kini kita hirup tak sesegar saat kita masih kecil dulu, apalagi jika dibandingkan dengan ratusan atau ribuan tahun lalu.

Usia bumi makin menua. Manusia yang diberikan kepercayaan untuk memanfaatkan dan memakmurkannya, ternyata telah melakukan kerusakan. Isi perut bumi dikeruk, permukaannya dijarah, ekosistem laut dirusak, bebukitan yang sebelumnya anggun diselimuti hijaunya hutan, kini gundul. Air sungai yang sebelumya mengalir bening, kini tak lagi jernih. Kita kehausan di tengah limpahan air.

Allah menggambarkan kondisi ini dalam firman-Nya, Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS ar-Ruum: 41).

Bumi benar-benar makin tua. Alam telah kehilangan keseimbangan.
Rasulullah SAW menandai tuanya usia bumi dengan maraknya beragam musibah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di atas, Rasulullah sepertinya ingin menjelaskan, jika beragam musibah sudah datang, yang di antaranya ditandai dengan beruntunnya gempa bumi, maka waspadalah kiamat makin dekat.

Kini isyarat sabda Rasulullah SAW tersebut mulai menunjukkan kenyataan. Gempa bukan satu-satunya gejala yang menandai tuanya usia bumi. Sejak beberapa tahun lalu, (29/5/2006), sebuah sumur gas yang sedang dieksplorasi di Kecamatan Porong, menyemburkan lumpur panas-beracun.

''Judulnya rakus,'' kata seorang ahli perminyakan, mengomentari kelakuan PT Lapindo Brantas yang sudah tahu ada lapisan lumpur masif tapi memaksakan alatnya untuk menjangkau kandungan gas ratusan meter di bawah lumpur itu.

Tim gabungan pusat-pusat kehebatan teknologi manusia Indonesia menyimpulkan, lumpur itu berasal dari pegunungan lumpur (mud mountain) yang ada di bawah Porong. Pegunungan itu lebarnya 20 km dan panjangnya 200 km. Puncak pegunungan lumpur itu berkisar antara 600-1.000 meter di bawah permukaan tanah Porong. Tak ada profesor geologi manapun di Indonesia yang tahu kapan lumpur itu akan berhenti menyembur.

Pertama kali meluap, hasil pengeboran Lapindo itu memuntahkan lumpur sebesar 5.000 meter kubik per hari. Pada akhir tahun ini, diperkirakan volume banjir lumpur akan melebihi 10 juta meter kubik. Dua kali lebih banyak dari volume kubah larva puncak Merapi.

Kabarnya juga, setelah diteliti, usia lumpur panas dan beracun itu lebih tua daripada usia Pulau Jawa yang sudah jutaan tahun. Hebatnya lagi, ternyata pegunungan lumpur seperti di Porong, Sidoarjo, ini masih terdapat lagi di enam titik lain yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Kita sudah dilibas tsunami di Aceh, juga di Pangandaran. Kita sudah digentarkan Merapi, juga dihajar gempa di Yogya-Klaten. Kita sudah digelontori banjir bandang dan longsor mengerikan di Sinjai, tak ketinggalan di Jember. Di Tasik, juga gempa melanda diikuti longsor di Cianjur.

Semua musibah itu benar-benar datang spontan. Sebentar dan sesudahnya kita lupa. Bangsa ini tak ubahnya ''murid Sekolah Luar Biasa (SLB)'' yang harus diberi pelajaran agak pelan dan lama, dengan terapi khusus. Bukan dengan tsunami yang datang cepat dan usai segera atau seperti air bah yang segera hilang dalam sekejap.

Maka, lumpur panas disemburkan pelan-pelan melahap kebanggaan-kebanggaan kita, sampai kita tersungkur bersujud. Dunia makin tua. Tanda-tanda ketuaan itu makin nyata. Kiamat makin mendekat. Lalu, mengapa kita masih ragu bertaubat?



Sumber: Harian Republika, Jum'at 16 Oktober 2009
dan www.ahmadheryawan.com

Ayat-ayat Allah dalam Gempa Padang


Gempa besar berkekuatan 7,9 Skala Richter meluluhlantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah.

Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut.

Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto.

Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan
Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti?

Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishshawab.

Eramuslim.com

Gempa Petang Guncang Ranah Minang


Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Indonesia kembali menangis. Bumi Minang dihantam gempa tektonik berkekuatan 7,9 Skala Righter (SR) setelah sebelumnya Bumi Priangan juga digoyang gempa berkekuatan 7,3 SR.

Gempa dahsyat terjadi di Sumatera Barat tepatnya berpusat di 22 km Barat Daya Pariaman, 52 km Barat Laut Padang pada 0,72 LS dan 99,94 BT di kedalaman 110 km. Gempa terjadi pada Hari Rabu (30/9) saat petang sekitar pukul 17.16 WIB.

Pada saat berita ini naik posting, jumlah korban sementara diperkirakan mencapai 220 orang lebih. Kerusakann terparah terjadi di Pariaman, Padang yang mencapai 60 persen.

Menurut berita dari berbagai media massa, kerusakan akibat yang ditimbulkan akibat gempa Sumbar sama seperti kerusakan akibat gempa Aceh dan Jogja. Padang dan sekitarnya luluh lantak, listrik padam, terjadi kebakaran di beberapa lokasi dan akses komunikasi dari dan keluar Sumatera Barat juga terganggu.

Berita mengenai gempa Sumatera Barat bisa juga disimak di website berikut:

1. www.Lintasberita.com
2. www.Republika.co.id
3. www.berita.liputan6.com
4. www.pro3rri.com
5. www.suaramerdeka.com
6. www.nasional.vivanews.com
7. www.google.co.id

Aku ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Minang, semoga mereka diberi ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini.

Menurutku musibah gempa, banjir dan gunung meletus dan sebagainya sebenarnya....

Syair Gempa Untuk Indonesiaku


Ketika itu mentari akan terbenam
Jam di dinding menunjuk angka 17.16
Ketika itu langit begitu gelap
Seakan pertanda akan ada bencana


Wahai orang yang sibuk
Engkau begitu mabuk dengan nikmatnya hidup
Wahai orang yang lalai
Kematianmu hanya menghitung detik

Tanpa ada tanda-tanda
Tanpa perlu peringatan
Tak ada persiapan
Tak ada simulasi

Semuanya serba mendadak
Segalanya serba tiba-tiba
Spontan, Serentak dan Seirama
Sedetik, dua detik, satu menit

Bumi tiba-tiba bergetar
Pijakan kaki mendadak bergoyang
Bangunan berguguran
Manusia bertumbangan

Jeritan 'Allahu Akbar' membahana
Raungan 'Laailaaha Ilallah' mengangkasa
Teriakan 'Ya Allah' bersahutan
Lolongan 'minta tolong' menyayat kalbu

Semuanya berusaha menyelamatkan diri
Semuanya ingin tetap hidup
Masing-masing memikirkan nyawa dirinya
Masing-masing mengurus harta miliknya

Yang di atas turun ke bawah
Karena takut reruntuhan
Yang di bawah naik ke atas
Karena takut tsunami

Yang di hulu turun ke hilir
Karena pikiran bingung
Yang di hilir naik ke hulu
Karena pikiran kacau balau

Suami mencari istrinya
Istri mencari suaminya
Ibu mencari anaknya
Anak mencari ibunya

Nenek mencari cucunya
Cucu mencari neneknya
Mertua mencari menantunya
Menantu mencari mertuanya

Riweuh
Pabaliut
Paburantak
Teu pararuguh


Gempa bumi adalah kiamat kecil
Satu dari sekian banyak ujian Allah
Manusia harus menerimanya
Karena ini adalah takdir

Gempa adalah sebuah pelajaran
Gempa adalah sebuah nasihat
Gempa adalah sebuah peringatan
Gempa adalah sebuah ujian

Pelajaran agar manusia mengerti
Nasihat agar manusia sadar
Peringatan agar manusia waspada
Ujian agar manusia bersabar

Wahai para korban gempa
Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan
Nestapa, bencana, derita, penyakit
Hingga duri yang mengenai dirinya

Kecuali Allah akan bersamamu
Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu
Asalkan kalian tabah dan bersabar
Ridha terhadap keputusan-Nya

Wahai para korban gempa
Dunia adalah tempat ujian
Tempat susah payah
Tempat capek-capek

Seandainya dunia ini bukan tempat ujian
Pastilah di dalamnya tidak ada keruwetan dan musibah
Para nabi pun hidup susah dan sengsara
Para rasul pun selalu diberi ujian

Nabi Adam terus didera ujian
Selama hidupnya sampai meninggal
Nabi Nuh didustakan
Diejek oleh kaumnya

Ibrahim diuji dengan dibakar api
Disuruh menyembelih putranya-Ismail
Nabi Ya'kub selalu menangis
Hingga matanya buta

Nabi Muhammad SAW harus selalu bersabar
Beliau yatim piatu sejak kecil
Cobaan kaum jahiliyah dan hidup miskin
Pamannya-Hamzah terbunuh

Wahai para korban gempa, bersabarlah
Karena hidup berjalan maju
Setelah kesempitan akan datang kelapangan
Setelah kesulitan akan datang kemudahan


Gempa Jambi

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Indonesia kembali menangis. Jambi dihantam gempa tektonik berkekuatan 7 Skala Righter (SR) setelah sebelumnya Sumatera barat juga digoyang gempa berkekuatan 7,9 SR.

Gempa dahsyat terjadi di Jambi-Bengkulu tepatnya berpusat di 46 km tenggara Sunagi penuh jambi, 54 km timur Laut Mukomuko, Bengkulu pada 86 km barat daya Bangko Jambi dan 101 km barat laut Muara Anam Bengkulu dan 121 km barat daya Muarabungo Jambi di kedalaman 10 km. Gempa tak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pada Hari kamis (01/10) saat pagi hari sekitar pukul 08.52 WIB.

Pada saat berita ini naik posting, jumlah korban sementara diperkirakan mencapai 220 orang lebih. Kerusakann terparah terjadi di Jambi dan kerinci yang mencapai 40 persen.

Menurut berita dari berbagai media massa, kerusakan akibat yang ditimbulkan akibat gempa jambi sama seperti kerusakan akibat gempa Suumbar dan Jogja. jambi dan sekitarnya luluh lantak, listrik padam, terjadi kebakaran di beberapa lokasi dan akses komunikasi dari dalam dan keluar Jambi juga terganggu.

Berita mengenai gempa Jambi bisa juga disimak di website berikut:

1. www.Lintasberita.com
2. www.Republika.co.id
3. www.berita.liputan6.com
4. www.pro3rri.com
5. www.suaramerdeka.com
6. www.nasional.vivanews.com
7. www.google.co.id

Aku ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Jambi, semoga mereka diberi ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini.

Ridha terhadap Keputusan Allah


Seseorang dari Bani 'Abs keluar mencari untanya yang hilang. Tiga hari lamanya sampai tidak pulang. Ia sudah berusaha mencarinya ke mana-mana. Padahal ia seorang yang tergolong kaya raya dan memiliki segalanya. Harta dan keluarganya berada di sebuah rumah yang sangat mewah di dekat aliran air di daerah Bani 'Abs.

Mereka hidup enak, aman dan tenang. Tidak pernah terfikir oleh mereka bahwa sebuah bencana bisa saja menimpa mereka, musibah bisa saja mengancam mereka. Kapan saja, di mana saja. Siap atau tidak siap.


Semua keluarganya, baik yang besar maupun yang kecil sedang tertidur terbuai mimpi. Mereka berada di tengah-tengah harta mereka, sementara bapak mereka sedang tidak ada, mencari barangnya yang hilang.

Pada saat itulah Allah mengirimkan air bah yang menerjang bukit-bukit seperti debu, tanpa ampun. Dan itu terjadi di akhir malam. Semuanya hanyut, rumah-rumah mereka tercerabut, porak-poranda, harta mereka ludes, dan semua anggota keluarganya ikut terbawa arus dahsyat. Kini semuanya hanya tinggal bekas, seakan-akan mereka tidak pernah ada. Yang ada hanyalah omongan dari mulut ke mulut, pemberitaan di media massa.

Setelah tiga hari mencari unta, si bapak ini kembali ke lembah tempat tinggalnya. Tetapi dia tidak merasakan kehadiran seseorang, tidak terdengar suara, tidak ada kehidupan, tidak ada nafas, tidak ada orang bicara,. tidak ada sambutan dan tidak ada keceriaan.
Tempat itu datar, rata, yang ada hanya bekas-bekas bangunan yang berserakan bercampur sampah.

Ya Allah, sungguh sebuah bencana yang sangat berat, tak ada lagi istri, tak ada lagi anak-anak, tak ada lagi emas, tak ada lagi barang elektronik, tak ada lagi dirham, dinar, tak ada lagi pakaian, makanan, minuman. Tak ada apa-apa, sepi, sunyi dan memilukan. Sungguh sebuah musibah yang menghancurkan segala-galanya.

Satu-satunya unta yang masih ada lepas begitu saja. Dikejarnya unta itu. Ketika sudah hampir tertangkap, unta tersebut menendang wajah orang itu, dan membuatnya buta.

Orang itu pun berteriak-teriak dengan harapan ada orang yang akan membawanya ke tempat yang bisa dia jadikan untuk berteduh. Berselang beberapa hari kemudian, suara itu terdengar oleh seorang Badui. Dihampirinya orang itu, dan dituntunnya.

Kemudian si bapak buta ini dibawa menghadap al-Walid ibn Abdul Malik, khalifah di Damaskus.
Orang itu pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Kata al-Walid, "Lalu bagaimana sikapmu?" Jawab si Bapak, "Saya ridha kepada Allah."

Sebuah kalimat yang sangat agung, yang diucapkan oleh seorang muslim yang di dalam hatinya terdapat tauhid. Ia menjadi bukti bagi orang-orang yang bertanya, nasihat bagi orang-orang yang mencari nasihat, dan sebuah pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Kepada orang yang tidak ridha dan tidak menerima keputusan Dzat yang menentukan, maka terserah kepada mereka. Bila mereka merasa mampu, maka carilah lorong ke dalam tanah, atau tangga menuju langit.

Jika mau,
"Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia fikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya?" (QS. Al-Hajj: 15)

Menulis kisah ini aku jadi teringat akan musibah yang terus menerus menimpa bangsa ini. Masih terkenang musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan Pangandaran. Ratusan ribu nyawa melayang dan menghancurkan harta benda.

Masih hangat dalam ingatan, musibah jebolnya tanggul Situ Gintung, longsornya bukit di Cianjur akibat gempa yang menewaskan puluhan nyawa. Ini semua merupakan musibah yang telah Allah tentukan, dan obatnya hanyalah ridha atas ketentuan Allah.

Jika bersedih panggillah jiwamu dengan harapan sebagai janji, karena kebaikan bagi jiwa dalah janji.

jadikan harapanmu menjadi perisai atas serangan putus asamu, hingga waktu akan menghapus kesedihan itu.

Tutuplah dirimu terhadap orang yang sering duduk bersamamu, karena mereka selalu iri dan mendengki.

Tak usah khawatirkan akan terjadi sesuatu, sebab ini akan membuat orang yang hidup merasa mati sebelum kematian itu sendiri.

Kesedihan itu tidak akan abadi, seperti juga kesenangan tidak akan lestari.
Kalau saja bukan karena hal yang mempengaruhi jiwa,
pasti tak akan ada kehidupan yang lurus bagi orang-orang yang terjaga.

Gempa dan Tanda-Tanda Kiamat



Dari Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah bersabda, "Tidak terjadi kiamat hingga dua golongan besar berperang dan terjadi pembantaian besar, hingga muncul dajjal-dajjal pendusta yang jumlahnya mendekati 30 orang dan masing-masing mengaku dirinya sebagai utusan Allah, ilmu dicabut, sering terjadi gempa bumi, zaman semakin dekat, banyak ghibah dan pembunuhan.

Di samping itu, harta melimpah ruah, sehingga banyak pemilik harta berkeliling, tetapi tidak menemukan orang yang akan menerima sedekahnya. Ketika ia menawarkan sedekahnya, orang yang ditawarinya berkata, "Aku tidak membutuhkannya".

Orang-orang saling meninggikan bangunan. Dan ada orang yang mendatangi kuburan seseorang lalu berkata, "Aduhai kiranya aku berada di tempatnya," Tidak akan terjadi kiamat hingga matahari terbit di sebelah barat.

Apabila matahari terbit dan semua orang melihatnya, maka ketika itu iman seseorang yang belum pernah beriman sebelumnya tidak ada gunanya. Kiamat terjadi kalau dua orang lelaki membentangkan bajunya, namun tidak berjual-beli dan tidak melipatnya,.

Kiamat terjadi kalau orang membawa susu kambingnya, tetapi tidak meminumnya. Kiamat terjadi kalau seseorang membendung telaganya,tetapi tidak mengambil air di dalamnya. Kiamat terjadi kalau seseorang mengangkat makanan ke mulutnya, tetapi tidak memakannya." (HR: Bukhari)

Menyimak hadits di atas, rasanya tanda-tanda kiamat sekarang ini semakin banyak dan makin sering bermunculan saja. Lihat, gempa bumi makin sering terjadi di mana-mana. Dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, tidak kurang sudah terjadi belasan gempa bumi baik yang kecil maupun yang berskala besar telah menghancurkan segala-galanya.

Masih ingatkah kita akan gempa Aceh, gempa Jogja, gempa Pangandaran, gempa Nias, dan yang masih hangat gempa Tasikmalaya? Bukankah ini adalah salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat? Wallahu 'alam.

Yang pasti, kiamat itu semakin dekat dan pasti akan datang.
Allah SWT berfirman:

"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan hari kiamat (yaitu) kedatanganya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya." (QS.Muhammad:18)

Dalam firman Allah yang lain mengatakan,"Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?" (QS. Asy Syu'ara:17)

Dari Anas bin Malik r.a bahwa ia datang kepada Walid bin Abdul Malik. Walid bertanya kepadanya, "Perkataan apakah yang engkau dengar dari Rasulullah SAW tentang kiamat?" Anas menjawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Kamu dan kiamat seperti dua jari ini." (HR:Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, iaberkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda sambil berdiri di atas mimbar, "Sesungguhnya hidupmju dibandingkan dengan umat-umat sebelum kamju adalah antara shalat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Pengikut Taurat diberi Taurat, lalu mereka mengamalkannya hingga ketika tiba di tengah hari mereka tidak sanggup, maka mereka diberi satu qirath. Kemudian pengikut Injil diberi Injil, lalu mereka mengamalkannya hingga matahari terbenam. Maka kamu sekalian diberi dua qirath.

Kemudian pengikut Taurat dan Injil berkata, "Ya tuhan kami, mereka lebih sedikit amalnya dan lebih banyak pahalanya." Maka Allah berkata, "Apakah aku mengurangi pahalau?" Mereka menjawab, "Tidak!" Allah berkata, "Itulah karunia-Ku yang aku berikan kepada siapa saja yang Ku-kehendaki." (HR. Ahmad)

Gempa Guncang Tasikmalaya



Innalillahi Wa Inna Ilaihi roji'un, telah terjadi gempa besar pada hari ini, Rabu 2 September 2009 berkekuatan 7,3 skala righter (SR) yang mengguncang wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Gempa bumi terjadi beberapa kali yang dimulai kira-kira pukul 14.55 WIB sore tadi.

Menurut informasi dari BMKG, gempa yang cukup besar ini berpotensi menimbulkan tsunami dan diperkirakan lebih besar dari gempa Jogja tahun 2006 lalu. Terjadi beberapa gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil sekitar 5,1 dan 5,4 SR yang berlokasi di 8.24 LS dan 107.32 BT.

Gempa yang berpusat di kedalaman 30 km di bawah tanah dan 142 km arah Barat Daya Tasikmalaya ini guncangannya terasa sampai DKI Jakarta, Sukabumi, Cianjur, Bandung dan sekitarnya.

Sejauh ini belum ada berita yang jelas mengenai akibat yang ditimbulkan dari getaran gempa yang sangat besar ini. Namun dari beberapa informasi, gempa besar ini mengguncang wilayah Jakarta, Tangerang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bogor, Garut dan wilayah lainnya di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah bagian selatan.

Berita mengenai gempa Tasikmalaya bisa juga anda simak di sini:
1. www.inilah.com

2. www.surya.co.id

3. www.suaramerdeka.com

4. www.slidegossip.com

5. www.google.co.id