Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Showing posts with label pagenjahan. Show all posts
Showing posts with label pagenjahan. Show all posts

Renungan Hari Ibu: Birrul Walidain (2)

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia mampu berdialog dengan segala binatang.

Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. Di sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi heran, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.

"Siapakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman keheranan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.

"Bagaimana engkau bisa memperoleh karomah semacam ini?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperoleh karomah dari Allah dapat tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana pun dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.

"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah kubah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman yang dikenal mampu berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.

"Bagaimana engkau dapat hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.

"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah."

"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"

"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."

"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran.

"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah karomah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

(Sumber: http://pagenjahan.blogspot.com)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Renungan Hari Ibu: Birrul Walidain (1)




Teman-teman, pada posting kali ini aku ingin membahas masalah yang sangat penting bagi kita yaitu Adab kepada kedua orang tua (Birrul Walidain). Tidak terhitung dan tidak akan terbalaskan jasa dan kebaikan orang tua kepada anaknya.

Mari kita ingat jasa ibu kita, dari mulai mengandung sembilan bulan dengan susah payah, melahirkan kita antara hidup dan mati, menyusui selama dua tahun, memelihara kita dari orok hingga besar dengan penuh kasih sayang, mendidik dan mengajari kita berjalan berbicara dan lain sebagainya.

Namun orang tua kita tidak mengharapkan imbalan apa pun.
Barangkali inilah yang menjadi penyebab sehingga birrul walidain termasuk amalan wajib yang paling dicintai Allah. Bahkan dalam Al-Qur'an perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan kedua setelah berbakti (beribadah) kepada Allah.

Allah SWT. serta Rasulullah SAW sudah menjelaskan bagaimana cara berbuat baik kepada orang tua, yaitu:

1. Mentaati apa pun yang diperintahkan oleh kedua orang tua selama bukan berupa perintah untuk berbuat maksiat atau pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah dan Rasulnya. Karena Allah telah mengharamkan taat kepada makhluk dalam maksiat kepada Khalik (pencipta).

Saad bin Malik berkata,"Aku adalah anak yang selalu taat dan selalu berbakti kepada ibuku." Tatkala aku memeluk islam, ibuku nberkata,"Hai Saad, apa yang telah terjadi padamu, tinggalkanlah agamamu (Islam) itu, atau aku tidak akan makan dan minum hingga mati!"Maka ibuku memakiku hingga "qatila Ummah" si pembunuh ibunya.

Maka aku berkata kepadanya,"jangan engkau lakukan hal itu wahai ibuku, karena sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan agamaku ini dengan alasan apa pun." Lalu ibuku tidak makan dan minum selama beberapa hari hingga keadaannya sangat lemah dan memprihatinkan.

Maka aku berkata kepada ibuku,"Wahai ibuku, Demi Allah, seandainya engkau mempunyai seratus nyawa (ruh) sekalipun, kemudian engkau mengeluarkannya satu per satu, tetap aku tidak akan meninggalkan agamaku. Wahai ibuku, jika engkau mau makan silakan, dan jika tidak pun silakan, hingga akhirnya ibuku mau makan dan minum."

2. Hendaklah berkata kepada keduanya dengan kata-kata yang santun disertai penuh rasa hormat, tidak membentak dan tidak mengarahkan pandangan mata kepadanya.

3. Menghormati dan memuliakan mereka baik dengan ucapan maupun perbuatan, tidak menghardiknya, tidak berjalan di hadapannya. Tidak memanggilnya dengan menyebut nama mereka, tetapi hendaklah memanggilnya dengan panggilan kesukaannya, seperti Wahai bapakku ( Ya Abah), Wahai ibuku ( Ya Ummah), serta tidak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan apalagi setelah mereka berusia lanjut.

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Renungan Muharram: hidup adalah rekaman film pribadi


hidup adalah rekaman film pribadi
Tubuh Merekam
" Dunia adalah ladang bagi akherat " seorang petani akan mendapatkan panen yang melimpah atau akan mengalami gagal panen tergantung dari usaha yang ia lakukan dalam pengelolaan sawah atau ladang yang mereka miliki. pengolahan tanah yang baik, pemilihan bibit yang unggul, irigasi yang teratur, serta pemberantasan hama merupakan segala usaha yang harus dilakukan agar pertaniannya menghasilkan panen sesuai yang diinginkan.

dunia dibaratkan sebagai sawah /ladang yang nanti Akherat diibaratkan sebagai panennya.di akherat akan seperti apakah kita, tidak lepas dari keadaan selama di dunia. dimana segala kehidupan kita terekam, dan rekaman itu akan diputar kelak di akherat.

DALAM Alquran (Yasin: 65) dinyatakan, di akhirat kelak anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian atas apa yang diperbuatnya selama di dunia.
Tangan, kaki, dan anggota badan lain akan berbicara sehingga mulut tidak bisa membantah dan berbohong.

Pendeknya dalam pengadilan di akhirat kelak kita tak akan mampu membohongi diri sendiri dan malaikat karena anggota tubuh akan menjadi saksi yang bisa memberatkan atau meringankan, tergantung pada perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Hakim yang kita hadapi di akhirat kelak bukanlah hakim yang dapat disuap dengan uang sebagaimana yang terjadi di dunia.

Tak akan ada yang mampu menolong diri kita kecuali rekaman iman dan amal kebajikan kita sendiri. Apa yang disampaikan Alquran di atas secara ilmiah sangat mudah untuk dibuktikan bahwa tubuh itu merekam apa yang biasa kita lakukan dan pikirkan.

Contoh yang paling sederhana adalah rekaman pengalaman naik sepeda. Mungkin ada di antara kita sudah puluhan tahun tidak pernah naik sepeda.Tetapi karena dahulunya pernah dan biasa naik sepeda, andaikan disodori sepeda pasti bisa mengendarainya.

Mengapa? Karena tubuh kita, terutama kaki dan tangan,memiliki rekaman bagaimana mengendarai sepeda,sehingga rekaman tadi muncul lagi ketika disuruh naik sepeda. Namun, mereka yang dahulunya tidak pernah,yang berarti tidak memiliki rekaman pengalaman, pasti perlu waktu lama dan mulai dari nol untuk belajar naik sepeda. Contoh ini dapat diperbanyak lagi, misalnya apa yang direkam oleh lidah tentang rasa makanan.

Tanpa diberi tahu apa namanya, begitu melihat, mencium baunya, dan merasakan rasa makanan yang dahulu suka kita makan waktu kecil sudah langsung tahu apa nama makanan itu dan bagaimana rasanya. Bahkan andaikan makanan itu disajikan dalam keadaan gelap, kita akan bisa mengenalinya. Bagaimana bisa? Karena lidah kita memiliki rekaman akan berbagai rasa makanan.

Dalam sebuah penelitian kajian neurologi dibuktikan bahwa selsel otak ternyata menyimpan berbagai informasi dan pengalaman yang terekam sejak kecil yang umumnya sudah kita lupakan.

Ketika dilakukan eksperimen dengan pembedahan otak, tetapi yang bersangkutan tetap sadar, ternyata ketika dirangsang sel-sel saraf tertentu mampu menceritakan berbagai pengalaman sewaktu kecil.

Eksperimen ini memperkuat teori bahwa semua yang pernah kita ketahui dan pikirkan terekam dalam jaringan saraf otak. Jadi, apa yang dikatakan Alquran tadi semakin diperkuat oleh eksperimen ilmiah.

Teori bahwa tubuh merekam saya amati dan buktikan sendiri ketika ayah saya sakit, dirawat di rumah sakit di Purwokerto selama satu minggu. Saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa ini.

Betapa tidak? Bayangkan, ketika dia sembuh dan telah kembali ke rumah, saya bertanya kepadanya, “Bagaimana pengalaman Bapak ketika di rumah sakit?”Dia jawab, “Saya lupa.” Sungguh ini hal yang aneh. Dia bilang sudah lupa dengan apa yang terjadi di rumah sakit.

Jadi, secara fisik sebenarnya dia memang sakit, tetapi secara mental dia sama sekali tidak merasa dirinya sakit.
Yang sangat mengesankan saya, saat dirawat di rumah sakit, setiap kali datang waktu salat, dia selalu minta air untuk wudu atau minta diberi kesempatan untuk tayamum karena mau salat.

Rupanya tubuh dan mentalnya merekam ritme jadwal salat sehingga setiap datang waktu salat, jam badannya (biological clock) memberi isyarat secara refleks dan otomatis bergegas untuk mendirikan salat karena ayah saya ketika sehat selalu salat tepat waktu lima kali sehari.
Jadi, ketika sakit, jam badan itu bekerja layaknya weaker yang memberi isyarat karena di dalamnya memiliki rekaman habit.

Contoh lain yang dengan mudah kita saksikan dalam peristiwa-peristiwa sehari-hari adalah pengalaman sopir bus malam lintas kota. Dulu, waktu tol Cipularang belum dibuat, sebagian besar orang menggunakan jalur Puncak untuk pergi dari Jakarta ke Bandung.

Pernahkah kita membayangkan bagaimana hebatnya para sopir bus jurusan Jakarta– Bandung itu ketika melawati Ciawi, Megamendung, Cisarua, Puncak Pass, Cipanas, Cianjur, dan Bandung?

Sopir-sopir bus itu dengan mudahnya menyusuri jalan berkelok yang naik-turun. Mereka sangat lihai. Mereka hafal betul kapan dan di mana harus berbelok. Mereka tahu kapan dan di mana akan ada tanjakan dan tikungan, bahkan mereka tahu di mana akan ada banyak kerumunan orang di jalan.

Mengapa mereka bisa sehebat itu? Mengapa sopir itu bisa secara refleks mengendarai dan hafal situasi jalur Jakarta–Bandung? Jawabannya kita pasti tahu: itu karena kebiasaan.

Mereka telah terbiasa setiap hari melewati rute itu sehingga anggota tubuhnya merekam situasi dan keadaan yang dilaluinya. Begitu juga orang yang dulu pernah mahir bermain ping-pong atau bermain badminton, ketika dia sudah tua, meskipun sudah meninggalkan kebiasaan itu selama puluhan tahun, pasti dia akan sanggup memainkannya kembali.

Mungkin gerakan dan tingkat kelihaiannya berbeda dengan masa mudanya, tetapi kemampuan dan teknik dasar bermainnya tentu akan terlihat.Jadi, kebiasaan masa lalu tak akan mudah terlupakan karena tubuh ini merekam secara kuat apa yang pernah menjadi kebiasaan dan kesukaan atau hobi.

Cerita di atas menyimpan pesan yang sangat dalam. Bahwa hendaknya kita membiasakan berpikir, berbicara, dan berbuat yang baik-baik, agar ketika sakit atau menjelang ajal nanti, rekaman kebaikan itu yang akan menemani dan mengawal kita menempuh perjalanan lebih lanjut.

Coba renungkan, ada kejadian pada orangtua yang menjelang ajal, tetapi sangat-angat sulit untuk mengucapkan zikir seperti tahlil, tahmid, takbir. Hal ini disebabkan di masa hidupnya bacaan-bacaan zikir itu sangat asing, hati dan lidahnya tidak memiliki rekaman zikir.

Dia tidak mempunyai memori yang dapat membangkitkan kesadarannya untuk mengucapkan kalimah tayyibahitu menjelang ajalnya. Sebaliknya,sering kali saya menyaksikan bagaimana mudahnya seseorang mengucapkan zikir atau membaca asmaul husna pada saat menjelang kematiannya.Ini lantaran dia telah terbiasa untuk mengucapkan kalimat itu di masa hidupnya. Dia telah membiasakan diri untuk membasahi lidahnya dengan kalimat zikir.

Siang malam dia berzikir. Sebelum dan sesudah salat dia berzikir. Ketika tersandung batu dia beristigfar. Ketika mendengar petir dia bertasbih. Praktis, kalimat zikir telah menjadi bagian dari kebiasaannya sehari-hari sehingga ketika ajal datang menjemput dia dengan mudah mengucapkan kalimat zikir untuk menutup usianya.

Karena itu, bagi orang yang mempunyai kebiasaan buruk yang selalu mengucapkan kata-kata kotor di masa hidupnya, bisa jadi menjelang sakaratul maut yang akan diingatnya hanya kata-kata kotor.

Orang yang biasa mengejek, mengomel, atau mencemooh orang lain akan tertutup hatinya untuk mengucapkan kata-kata yang baik, sebab rekaman atau memori hidupnya selalu dipenuhi dengan kebiasaan buruk itu.

Saya sering kali mendapatkan kisah-kisah nyata yang menceritakan hal itu. Semoga kisah-kisah di atas dapat menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi kematian sehingga kita menjumpai Izrail dengan senyum persahabatan.

Mari kita membiasakan diri untuk melafalkan kata-kata yang baik,selalu berzikir dan mengingat Allah SWT,membiasakan diri mengerjakan salat, berpuasa dan bersedekah,serta berbuat baik kepada sesama,sebab semua itu akan terekam dalam memori kita sepanjang hayat, baik saat hidup di dunia, menjelang sakaratul maut, atau setelah kematian kita. Husnul khatimah (pengujung yang baik) di masa kematian kita itu tidak bisa diraih dengan tiba-tiba.

Ia tak bisa dipaksa dan dibimbing oleh orang lain dengan mudah karena diri kitalah yang menentukan apakah kita sanggup mendapatkan akhir yang baik atau tidak. Husnul khotimah merupakan akumulasi dari perjalanan panjang seseorang di masa hidupnya. Rekaman jejak kehidupan seseorang menentukan hasil akhir dari perjalanan hidupnya di dunia.

Mari kita persiapkan rekaman yang baik dengan melakukan perbuatan/ amal sholeh, agar mendapatkan hasil rekaman yang khusnul khotimah.


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

kekuatan do’a: cara bikin wajah bersinar dan berseri-seri

cara bikin wajah bersinar dan berseri-seri
kekuatan do’a

“Masak sih cuman ditempeli tulisan”, tanya saya hampir tak percaya.
“Ya memang begitu info di bukunya”, jawab rekan saya.
“Kalau doa, musik, ucapan, sih saya percaya… karena ada frekuensi gelombang yang bisa mempengaruhi benda. Tapi kalau cuman tulisan, masak bisa, emangnya airnya bisa baca…”, kata saya masih tak percaya.

Tapi begitulah hasil penelitian Masaru Emoto. Beberapa buah air dalam tabung suling dijadikan percobaan ditempeli tulisan. Tabung pertama dijadikan tabung kontrol, artinya tidak ditempeli tulisan apapun.

Tabung kedua diberi tulisan Love and Appreciation (cinta dan penghargaan), dan tabung nomor tiga ditempel tulisan Thank You (terimakasih), tabung berikutnya ditempeli umpatan You Make Me Sick, I Will Kill You (kamu bikin saya muak, saya akan membunuhmu), lalu tabung berikutnya ditempeli nama Adolph Hitler, dan Mother Theresa.
Semua tabung tersebut dibiarkan semalaman, kemudian keesokan harinya diambil setetes air, didinginkan, lalu kristal airnya di foto melalui mikroskop.

Hasilnya luar biasa! Air yang yang diberi tulisan baik-baik ternyata tumbuh kristalnya dengan indah. Sedangkan air yang ditempeli tulisan buruk mengalami kekacauan pada kristalnya.

Benarkah si air bisa membaca tulisan yang ditempel di tabung tersebut? Tentu saja tidak. Emoto meyakini bahwa energi pikiran kitalah yang mempengaruhi air tersebut. Ketika kita menuliskan sesuatu, maka tulisan itupun menggerakkan energi pikiran, energi kehendak, atau mungkin energi batin kita. Energi inilah yang mempengaruhi air.

Eksperimen tersebut semakin meyakinkan saya bahwa doa-doa yang kita ucapkan, amal-amal yang kita lakukan sehingga membuat hati kita tentram, dan semua petunjuk untuk berbuat baik yang dianjurkan agama, mempunyai efek maha dahsyat bagi kesehatan kita.

Kita tahu bahwa otak kita berisi air hingga 75%, jantung 75%, paru-paru 86%, darah kita hingga 83% air, dan secara keseluruhan tubuh kita mengandung air sebanyak 55% untuk bobot wanita dewasa, dan 60% untuk bobot pria dewasa. Jelas, apapun yang kita lakukan akan mempengaruhi energi kehendak kita, dan secara langsung akan berakibat pada fisik kita. Subhanallah….

(Sumber: www.pagenjahan.blogspot.com)


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Manusia seperti apakah kamu ?: WORTEL, TELOR DAN BIJI KOPI


Manusia seperti apakah kamu ?
WORTEL, TELOR DAN BIJI KOPI

“ Ambillah ibarat wahai orang – orang yang berpikir “ di alam ini banyak sekali ayat-ayat Allah yang bisa kita jadikan ibarat :
Hidup manusia dihadapkan pada pilihan demi pilihan, dimana pilihan yang dijatuhkan membawa konsekwensi kebaikan dan keburukan . berikut adalah illustrasi yang bisa kita jadikan renungan, termasuk jenis manusia apakah diri kita ?
Taruhlah 3 mangkok berisi air di atas api , Di mangkok yang pertama masukkan wortel, Di mangkok yang kedua masukkan telor, Di mangkok yang ketiga masukkan biji kopi yang telah ditumbuk menjadi bubuk kopi. Didihkan ketiga mangkok tersebut selama 15 menit
Kemudian ambillah yang telah Anda masukkan ke dalamnya.

Wortel masuk dalam kondisi keras sekarang menjadi sangat lunak. Telor masuk dalam kondisi lembut di dalam sekarang menjadi keras di dalam, dan Bubuk kopinya hilang , tapi airnya menjadi berwarna kopi & memiliki aroma kopi yang nikmat.

Sekarang pikirkan tentang kehidupan!
Hidup tidak selalu mudah , Hidup tidak selalu menyenangkan
Kadang-kadang hidup sangat keras

Semuanya tidak terjadi seperti yang kita harapkan
Orang-orang tidak memperlakukan kita seperti yang kita harapkan

Kita kerja keras tetapi mendapat hasil sangat sedikit
Apa yang terjadi ketika kita menghadapi kesukaran?

Sekarang pikirkan lagi tentang ketiga mangkok kita !
Air yang mendidih ibarat persoalan kehidupan .

Kita dapat seperti wortel :
Kita masuk dengan keras dan kuat, Kita keluar dengan lunak dan lemah
Kita menjadi sangat lelah
Kita kehilangan harapan
Kita menyerah
Tidak ada lagi semangat berjuang
Jangan seperti wortel !!!!!

Kita dapat seperti telor :
Kita mulai dengan hati lembut dan peka ,
Kita berakhir dengan hati yang keras dan tanpa perasaan
Kita benci orang lain
Kita juga benci diri sendiri
Hati kita membeku
Tidak ada lagi kehangatan yang tinggal hanya kepahitan
Jangan seperti telur !!!!!!

Kita dapat seperti biji kopi :
Air tidak mampu mengubah bubuk kopi
Bubuk kopi yang mengubah air
Cium Rasakan & Minum !!
Makin panas airnya makin nikmat rasanya
Kita dapat menjadi seperti biji kopi : Kita membuat sesuatu yang indah dari kesukaran yang kita hadapi
Kita belajar sesuatu!
Kita mendapat pengetahuan baru, keterampilan baru & kemampuan baru
Kita tumbuh bersama pengalaman
Kita membuat dunia sekeliling kita menjadi lebih indah
Untuk sukses, kita harus mencoba ….… dan mencoba lagi
Kita harus yakin tentang apa yang kita lakukan
Kita tidak boleh menyerah
Kita harus tetap mendorong dan mendorong lagi
Persoalan dan kesukaran memberi kita kesempatan untuk menjadi lebih kuat … dan lebih baik… dan lebih tanggap
Nah .…
Kita mau menjadi apa ketika menghadapi persoalan :

Seperti wortel ……atau telur… atau biji kopi ?
Jadilah seperti biji kopi !!!
Pilihlah jalan hidupmu secara benar ! Jadikanlah persoalan hidup sebagai cambuk untuk kita menjadi tegar ! Renungkanlah !!!

(Sumber: www.pagenjahan.blogspot.com)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Cerita Hikmah: 3 orang buta dan gajah

Ada 3 orang ingin melihat gajah. mereka pergi ke kandang gajah. sampai di kandang gajah mereka memegang gajah, ada yang memegang ekor, ada yang memegang kaki, ada juga yang memegang kuping gajah.mereka meraba dan memegang untuk mengenal bentuk gajah.

setelah puas akhirnya mereka pulang. di tengah jalan terjadi perdebatan antara ketiga orang buta. mereka bersitegang tentang bentuk gajah; satu orang buta mengatakan : " gajah itu seperti ular ! panjang..! " demikian pendapatnya karena ia memegang ekor gajah pada waktu di kandang gajah.

" kamu salah !" kata orang buta yang kedua : " gajah itu kaya pohon kelapa , bulat, besar dan tinggi ! " katanya, ia berpendapat begitu karena yang ia pegang pada waktu di kandang gajah adalah kaki gajah. "Kamu berdua salah semua ! " kata orang buta yang ketiga : " yang benar gajah itu kaya payung ! teriaknya. ia merasa benar karena yang ia pegang adalah kuping gajah.
ketika mereka bertengkar, lewatlah orang yang tidak buta : " ada apa kalian ribut-ribut ? " tanyanya.

" kami orang buta, baru dari kandang gajah " kata orang buta yang pertama. diterangkanlah kepada orang tadi maksud mereka ke kandang gajah sehingga akhirnya mereka bertengkar. " Oh begitu ya ! jadi siapa yang benar ya ? kalian semua benar ! " kata orang yang baru lewat.

Manusia memang selalu ingin menang sendiri, dalam melihat suatu kebenaran selalu dipandang dari persepsi pribadi masing - masing ,sehingga kebenaran menjadi kabur. dibutuhkan sikap yang bijak untuk memandang peristiwa di dunia ini. yang memandang secara obyektif, sehingga kebenaran terungkap.

(Sumber: http://pagenjahan.blogspot.com)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Blog Pagenjahan: Tujuan Menghalalkan segala cara ?

Setiap manusia memiliki tujuan hidup, yang tentunya tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan yang baik; antara lain : mendapat kebahagiaan di dunia dan di akherat.Tidak ada orang yang ingin sengsara, tidak ada yang ingin mendapat kesulitan hidup.

Untuk dapat tercapainya tujuan yang baik, tentunya dibutuhkan cara dan sarana yang baik pula agar perjalanan yang ditempuh dalam mencapai tujuan bisa lancar.Cara dan sarana yang dilakukan tidak bisa dipisahkan dari dasar dan niat yang mendasari jalan hidup yang sedang dijalaninya.

Sehingga : Dasar yang Baik, dengan Cara dan sarana yang Baik, akan diperoleh Tujuan yang Baik pula.sebaliknya Dasar yang Jelek, dengan Cara dan sarana yang Jelek, akan diperoleh Tujuan yang Jelek pula.

Adalah Sunan Kalijaga , tercatat dalam sejarah : memiliki dasar, cara dan sarana yang jelek; diceritakan dalam perjalanan hidupnya ia hidup dari lingkungan jahat , seorang penjahat, perampok, dalam cara hidupnya kejelekan selalu ditempuhnya : mencuri, merampok dan kejahatan lain yang dilakukannya, tetapi pada akhirnya perjalanan hidupnya, ia mencapai kebaikan ! menjadi seorang Wali : Sunan kalijaga salah satu di antara 9 wali songo.

Dengan demikian terjadi ketidak - selarasan antara Dasar - Cara/sarana - dan tujuan. Dasar yang Jelek, dengan Cara dan sarana yang Jelek, akan diperoleh Tujuan yang Baik.
seharusnya konsep yang benara adalah : Dasar yang Baik, dengan Cara dan sarana yang Baik, akan diperoleh Tujuan yang Baik tetapi yang terjadi adalah sebaliknya Dasar yang Jelek ( seorang penjahat ), dengan Cara dan sarana yang Jelek ( kerjanya mencuri, merampok,dll ) diperoleh Tujuan yang Baik ( menjadi seorang Wali ).

Kenapa bisa terjadi demikian ? Hal ini terjadi karena tahapan-tahapan perjalanan hidup yang terjadi dan di alami oleh Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan kalijaga , ada satu tahap atau fase penghubung menuju tujuan yang baik, yaitu tahap Taubat.

Raden Mas Said rela dirinya dikubur hidup-hidup untuk menjalani Taubat atas perbuatan jahatnya yang selama ini dilakukan. sehingga Dasar yang Jelek, dengan Cara dan sarana yang Jelek, dapat diperoleh Tujuan yang baik, karena Dasar yang Jelek, dengan Cara dan sarana yang Jelek, diikuti langkah Taubat akan diperoleh Tujuan yang Baik.

Dengan demikian tahapan Taubat merupakan langkah yang harus ditempuh seseorang untuk mendapat tujuan yang baik, apabila Dasar dan cara serta sarana yang yang ditempuh dalam hidupnya selalu dalam kejelekan.

Di jaman seperti sekarang ini ,dimana manusia dihadapkan pada pola Hidup : Tujuan menghalalkan segala Cara, akan menjadikan manusia mendapati tujuan semu, kebahagiaan yang tidak sebenarnya.

Manusia yang ingin mencapai kebahagiaan hidup : hidup sejahtera, bergelimang harta, pangkat dan kedudukan tinggi, akan menjadi sia - sia karena yang diraihnya adalah kebahagiaan semu Harta yang dimilikinya, pangkat dana kedudukan yang dicapainya tidak menimbulkan kebahagian, hatinya gersang, gelisah dan tidak tentram, kenapa ? karena cara yang ditempuh untuk memperoleh semuanya melalui jalan yang tidak benar.

Maka mengambil pelajaran dari kisah Sunan kalijaga, perlu setiap manusia membenahi kembali tujuan hidupnya, cara dan sarana yang ditempuhnya, untuk mendapat tujuan akhir hidup bahagia, yaitu bertaubat !
langkah taubat akan memberi solusi, akan meluruskan kembali tujuan perjalan hidup manusia, sebagai suatu sangkan paraning dumadi.

(Sumber: http://pagenjahan.blogspot.com)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog