Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

LIMA (5) NASEHAT ALQURAN UNTUK ORANG KAYA

LIMA NASEHAT ALQURAN UNTUK ORANG KAYA

Ini juga nasehat untuk orang kaya yang berbentuk cerita Qorun dalam alquran, harta menurut alquran bagaimana? apakah harta itu anugrah ataukah ujian kepada manusia? Lalu bagaimana sikap kita terhadap harta ini?

Harta dapat menjadi nikmat apabila yang ia dicari dengan jalan halal dan dikeluarkan di jalan Allah, islam tidak hanya menjelaskan apa harta itu, untuk apa harta itu tetapi darimana diperoleh dan bagaimana menyalurkannya?

Apabila harta itu diperoleh atas jalan yang dilarang oleh Allah maka harta itu adalah bencana yang dikirim oleh Allah didunia sebelum bencana diakhiratnya, ada bermacam-macam pertanyaan Allah ketika menginjak padang mahsyar salah satunya adalah mengenai hartanya dan jawabannya itu akan menjadikan dia tergolong orang yang selamat yang akan digiring ke surga ataukah jatuh ke neraka.

Al-anfal 28 “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar[8:28]. Disana gamblang bahwa harta itu merupakan ujian dan cobaan kepada manusia setiap ujian itu pasti ada yang sukses dan ada juga yang gagal, yang selamat melewati ujian ini akan mendapat pahala yang besar dihadapan Allah.

Apabila mensyukuri pastilah akan ditambah oleh Allah dan yang mengkufuri ada azab yang pedih dari Allah. Sesungguhnya harta dan anak kalian adalah fitnah ujian dan cobaan. Karena itu jangan terlalu bangga dengan ujian kita belum tentu kita selamat atas ujian ini.

Harta ini merupakan ujian agar menampak indah dan tidak akan orang berhias dengan hartanya selamanya, harta dan anak merupakan hiasan dunia tapi sesungguhnya yang terbaik disisi Allah itu adalah amal sholeh.

Setiap umat itu ada cobaan dan cobaan untuk umat hari ini adalah harta, sebenarnya kikir itu tidak murni jelek, sombong tidak murni jelek tapi dimana diletakkan maka akan ketahuan keliatan jelek ataukah bagus. Alquran ini menyebutkan harta ini “khoir” sesuatu yang baik, kapan?? kalau digunakan dalam jalan yang baik, harta itu sebaik-baik penolong dijalan Allah.

Harta itu bukan dijadikan tolak ukur kemuliaan dihadapan Allah dan ini ditolak Alquran, itu konsep yang salah yang sebenarnya ialah kalian tidak memberi makan orang miskin dan memuliakan orang yatim, apabila ia mampu memberi semua itu tadi maka ia akan menjadi mulia dihadapan Allah. [al-mukmin 55-56]
[23:55] Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa)[55], Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar {1008}[23:56] .

[Qs sabak 37] “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).[34:37]
Bukan berati harta banyak anak banyak ia deket sengan Allah yahg dekat dengan Allah ialah apabila ia gunakan harta untuk beramal sholeh dan anaknya dibimbing kejalan Allah.

Alquran menceritakan orang kafir berpandangan harta mereka akan menyelamatkannya dari siksaan Allah dan akan kekal abadi bersama kenikmatan anggapan ini salah total maka ia jadi sibuk menumpulkan dan menghitung terus tanpa berfikir dia akan mati karena ia menganggap harta ini akan mengekalkannya ia baru sadar ketika sudah berada dalam kuburan tapi sadar saat itu percuma mustahil karena tidak akan kembali ke dunia lagi.

Allah menceritakan kepada kita ceritakan dalam alquran seseorang yang memiliki 2 kebun yang subur dan menghasilkan banyak hasil Allah tidak mendoliminya tidak mengurangi tapi dia masuk ke kebunnya dengan penuh congkak dan sombongnya membanggakan hartanya spontan dibakar habin kedua kebunnya itu ia baru sadar kalau hartanya itu bukan miliknya. kalau ketemu orang yang kaya cepet akrabnya dan memandang orang miskin mata sebelah, suka memamerkan kekayaannya dihadapan orang miskin Qorun pernah show dengan seluruh hartanya. Ia tidak meyakini adanya kiamat dan apabila ada kiamat ia meyakini kalau ia dibangkitkan pasti kaya juga spontan Allah membakar kebunnya dan akhirnya sadar.

Orang menjadi melampaui batas ketika beranggapan tidak butuh yang lain dan berbuat durjana di bumi Allah, kalau Allah mencurahkan semua rizki-Nya maka manusai akan semakin lupa dengan Allah, mak Allah hanya menurunkan sesuai kadarnya karena Allah Maha mengetahui.

Apabila orang sudah gila hartanya maka ia akan lebih kejam lagi daripada penguasa yang dholim, orang yang punya harta ingin mengatur semua Orang ia tidak mau didekte orang ia beranggapan ia yang paling benar dan berkuasa, seperti kaum nabi suaib karena nabi ingin mengatur harta-harta mereka maka yang pertama kali menolak adalah orang-orang yang kaya karena mereka tidak mau diatur. Qorun juga sudah kebal dengan nasehat karena beranggapan harta yang ia peroleh adalah dari kepandaiaanya sendiri bukan dari Allah, kalau Allah berkehendak mengapa Allah tidak membantu mereka (orang miskin) sendiri?? mereka tidak percaya neraka, tidak percaya hari kiamat, ini kadang diungkapkan tanpa sadar.

Orang yang selalu sibuk dengan harta tidak akan pernah konsekuen dengan agama, [alfatah;11] “Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfa'at bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan[48:11]

Mereka orang-orang yang tidak bergabung dengan rosul dengan berbagai alasan, semua yang membawa kehancuran kita pada dunia dan akhirat itu adalah musuh. Kadang orang yang berharta itu ketika diberi dakwah kepada mereka bukan menjadi dekat kepada Allah tapi menjadikan mereka semakin jauh.

Ada ungkapan yang keliru dan menjauhkan dari Allah yaitu “Cari yang haram susah apalagi yang halal?” Ungkapan ini sangat berbahaya dihadapan Allah, mereka beranggapan kalau mencari yang halal ia pasti mati ini ungkapan yang salah. Harta di akhirat tidak akan pernah kita bawa paling kalau mati yang dibawa cuman kain kafan, bukan berarti kita dilarang menjadi kaya tapi jangan jadikan harta ini adalah tujuan hidup mereka akan tergelincir dalam kehancuran tapi jadikan harta ini sebagai wasilah dan yang menyambung kenikmatan dunia ke Akhirat karena disana kehidupan yang sebenarnya.

Harta ini milik Allah kita tidak punya apa-apa seperti ketika kita lahir dan kita mati cuman bedanya kalau mati kita membawa kain kafan, jangan memuji harta dan jangan pula mencelanya kecuali untuk Allah

Harta adalah sebaik-baik pembantu kita untuk selamat di akhirat, sesial-sial orang ialah apabila ia gila harta dan menuju kepada Allah tanpa membawa bekal, dunia ini adalah ladang kita untuk membangun kehidupan kita di akhirat, harta yang kekal adalah harta yang sudah diberikan untuk Allah. Harta bukan seseatu jika tidak dijadikan untuk amal untuk Allah tapi harta segala sesuatu jika kita gunakan untuk amal.

Mengenai cerita Qorun dalam [Qoshosh ;76-83]
1. Jangan gembira yang berlebihan sampai congkak karena Allah tidak suka sombong sehingga lupa daratan, menerima khikmatan Allah yang membawa lupa kepada pemberi nikmatnya, melupakan semua ketentuan Allah amat gembira ini yang dilarang. Sombong itu menolak kebenaran menolak kebaikan, sombong bukan berarti memakai pakaian yang terbaik, orang yang sadar dirinya darimana berasal maka ia tidak akan congkak lagi,

2. Kejarlah akhirat dari harta-harta ini untuk pelantara memakmurkan kehidupan akhirat, orang dengan hartanya bisa menjadikan ia lebih dekat dengan Allah, jangan jadi orang yang tidak menimati dunia dan di akhirat tidak dapat apa-apa. Harta yang telah keluarkan itu milik kita bukan harta yang masih kita simpen belum pasti milik dia.

3. Pertama Allah tidak memerintahkan mengeluarkan semua harta maka nikmatilah dunia ini, karena Allah senang kalau yang diberi tadi menikmatinya apa yang Allah berikan semua ini niatkan untuk akhirat kitapun memperolehnya pahalanya di akhirat.

Kedua [al-a'rof; 32] Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat {536}." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

4. Berbuat baik seperti Allah berbuat baik kepadamu, sering manusia menepuk dadanya ia kira semua itu dari kepandaiaanya bukankah Allah yang mengirim semua ini kembalinya semuanya dari Allah, kitakan tidak mau Allah memutus rizki kita maka kita harus berbuat baik kepada sesama juga, maka jangan putus rizki orang-orang yang membutuhkan dari harta-hartamu, apabila kita berbuat baik maka yang pertama kali untung pertama kali adalah sipemberi karena pahalanya dilipat gandakan Allah baru orang lain merasakannya, kikir berarti kikir untuk dirnya sendiri.

5. Jangan berbuat durjana melalui harta ini untuk meresahkan bumi Allah, harta ini akan menjadi bencana bila yang memegang tangan yang salah, berapa banyak orang yang tunduk oleh orang berharta, undang-undang bisa diubah oleh orang-orang berharta, bacalah surat (al-Qolam dan al-kahfi).

Sumber :
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasrusuhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib
- www.jkmhal.com
- websitestory.co.cc

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mutiara Nasihat: Kelebihan Imam Ali

EMPAT HAL YANG MENCAKUP DELAPAN MASALAH

Rosul pernah menyebutkan beberapa kelebihan imam Ali Ra yang pernah beliau SAW ungkapkan, kurang lebih initinya seperti berikut:

“Ya Ali Aku minta kepada Allah untukmu minta 5 hal dan Allah mengabulkannya ;
1. Aku mohon kepada Allah meminta aku menjadi manusia yang pertama dibangkitkan ketika bumi pertama kali dibelah, dan ketika aku membersihkan kepalaku dari debu aku meminta kepada Allah supaya engkau dibangkitkan bersama Aku.
2. Aku minta kepada Allah supaya Aku dan Kamu diberhentikan di mizan dan engkau berhenti bersamaku dan Allah mengabulkannya.
3. Aku minta kepada Allah supaya menjadikan engkau yang mengibarkan benderaku kelak dihari kiamat, Dan Allah mengabulkannya bendera terbesar dan termegah dan umat yang bersama bendera ini mereka jaya diakhirat yaitu rombongan orang-orang yang sukses yang menuju surga.
4. Aku minta kepada Allah agar kelak ketika orang mukmin yang minum air di telaga rosul SAW imam ali Sa yang menuangkan airnya dan Allah mengabulkannya. Ternyata rosul punya telaga kelak di Akhirat Siapa yang minum air dari telaga rosul SAW ini tidak akan haus selamanya dan yang menuangkan airnya adalah imam Ali Sa.
5. Aku minta kepada Allah agar engkau yang menggiring dan menuntun kaum mukmin ke surga, dan Allah mengabulkannya ini semua yang bersabda adalah Rosul dan ini hanyalah perintah dari Allah bukan karena rosul memanjakan keponakannya. Beliau satu-satunya yang lahir di ka'bah, satu-satunya yang pernah menaiki pundaknya rosul SAW, beliau dari kecil sudah dibimbing oleh rosul Saw beliau adalah pintu kota rosul SAW.

Ada 4 Ungkapan imam Ali tapi mencakup 8 masalah yang disampaikan, ini Pedoman pendek tapi bisa jadi pegangan hidup ;
1. Apa yang wajib dan apa yang lebih wajib??
Wajib ialah taat kepada Allah dan yang lebih wajib ialah meninggalkan dosa, kita memiliki bermacam-macam perintah dan kita tidak punya pilihan lain kecuali “melaksanakan Tanpa menawar” perintah apapun dari Allah maka wajib dilaksanakan, diperintahkan apapun itu maka wajib dilaksanakn, hukum adalah hukum Allah dan halal yang menentukan Allah haram yang menentukan adalah Allah.

Bahkan adalam alquran Teriakan penghuni neraka “Coba dulu aku taat kepada Allah dan rosul-Nya” sesuai ketentuan Allah wajib, jangan kita numpuk amal taat tapi diwaktu yang sama kita melaksanakan maksiat dan ini lebih wajib daripada taat kepada Allah, karena meninggalkan dosa ialah menunjukan kita tidak berani menentang ketentuan Allah meski itu dosa kecil kamu anggap remeh dosa kecil bisa sangat besar dihadapan Allah.

Ada dosa kecil dan besar itu apabila kita nisbatkan antara satu dosa yang lain, tapi kalau dihadapan Allah tidak ada dosa kecil maupun dosa besar karena semua berarti meremehkan Allah. Kadang matematika kita salah ini akan bisa menghapus dosa kita, kalau kita kalah hawa nafsu kita cepet-cepet minta ampun kepada Allah. Menganggap remeh dosa kecil dosanya jauh lebih besar dari dosa itu sendiri dan ini yang lebih wajib ditinggalkan. Orang yang pakai minyak wangi tapi tidak mandi pasti akan tercium bau busuknya maka yang lebih baik mandi ini contoh ringannya.

2. Apa yang dekat dan Apa yang lebih dekat??
Yang deket ialah “hari kiamat” dan yang lebih dekat ialah “kematian”. Rosul SAW adalah nabi terakhir itu bukti hari kiamat sudah dekat tapi yang lebih deket ialah mati, karena mati itu sendiri adalah kiamat bagi orang yang mati itu akan bangkit dari kiamatnya, kenapa kematian disebut lebih dekat karena kematiakn ini kita tidak akan pernah tau kapan datangnya?? karena yang menentukan kematian adalah Dzat yang menghidupkan dan mematikan.

Kita disuruh mempersiapkan kiamat maka kita juga lebih wajib mempersiapkan untuk kematian kita membangun Akhirat karena itu kematian, Sabda Rosul SAW "orang mukmin yang paling cerdik ialah yang yang lebih banyak mengingat kematiannya dan selalu mempersiapkan kematian yang akan menjemputnya" dan itu pasti akan terjadi" tapi kenapa sering dilupakan? Padahal mati adalah yang akan selalu memotong segala kenikmatan, harusnya kita heran mengapa ada orang yang berani besumpah-serapah atas nama Tuhan lagi dengan fitnahnya padahal malam ini kita tidur bangun belum tentu masih hidup apa yang nanti akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah???

Menurut imam Ali Sa nafas kita ini sebenarnya mengantarkan kita kepada kematian, jangan berkata ulang tahun yang benar kurang tahun kita hidup selama 20 tahun berarti waktu kita sudah berkurang 20 tahun, kita ingin happy sehingga lupa mati dan percuma semua ini kalau kematian sudah menjemputnya, imam Ali bersabda lagi “matilah kalian sebelum kalian mati” artinya persiapkan kematian kalian sebelum kematian datang sehingga mereka akan meresa belum puas dan kurang saja menjalani hidupnya kalau kematian sudah menjemputnya. Ketika maut menjemputnya manusia selalu berteriak supaya dikembalikan kedunia ia baru sadar beramal sholeh sholat 2 rekaat saja bagi mereka lebih berharga dari seluruh kenikmatan yang ada didunia karena waktunya sudah habis. siapkan kematian biar tidak menjadi bercana dahsyat

3. Apa yang mengherankan dan apa yang paling mengherankan ????
Yang mengherankan adalah dunia, orang kaya menghina sana sini besok bisa jadi orang paling miskin, ada orang tua yang sakit bertahun-tahun tapi tidak meninggal juga sedang ad anak kecil yang luchu, sehat tapi malah meninggal, karena semua ini mengherankan, sulit diterka dan begitulah Allah menjadikan dunia ini agar kita menuju ke yang lebih kekal ketawa 1 jam akan memaksa kita menangis berpuluh jam, mereka melakukan apa saja untuk mengumpulan dunianya sehingga melupakan apakah itu halal atau haram belum sempat menikmati ia akan mati, orang yang mengajak kebaikan dikucilkan diasingkan tapi orang yang mengajak kepada sesuatu yang tidak berguna disanjung-sanjung dipuja-puja.

Lalu apa yang lebih mengherankan dari dunia adalah hubud dun ya “cinta dunia” ialah menjadikan dunia tujuan hidup dan ini larangan Allah, lalu kita seharusnya bagaimana terhadap dunia? Jawabnya menjadikan dunia ini sebagai pelantara "wasilah" untuk kehidupan akhirat maka ialah orang paling kaya disana. bagaimanapun ia kayanya tapi itu bukan cinta dunia, Menurut rosul “Cinta dunia pangkal dari kehancuran” apalagi kalau tidak memperdulikan yang lain, tidka memikirkan dosa dan semuanya dunia ialah tempat tipuan apabila ia menjadikan dunia ini tujuan hidupnya bukan sebagai ladang untuk panen kelak diakhirat.

imam Ali Sa bersabda “Dunia ini lebih mulia dari tulang, tulangnya babi, dipegang orang yang berpenyakit kulit dan sudah” begitu menurut pandangan imam Ali lalu ada ungkapan yang lain adalah “manusia ini bagaikan anak dunia dan dunia adalah ibunya jadi tidak salah anak mencintai ibunya??” Apakah ini kontradiksi?? jawabannya tidak selama ia menjadikan dunia ini bukan sebagai tujuan hidupnya tapi harus menjadikan dunia ini sebagai perantara ke akhirat, bermacam-macam kita saksikan kawan yang kemana-mana akrab esoknya menjadi musuh yang paling dibenci dan itu sumber utamanya dari cinta dunia.

Jangan terpukau ketika melihat kekayaan orang karena mungkin kayaannya itu lebih banyak melupakan kewajibannya kepada Allah, ia mungkin disanjung orang tapi mungkin juga tidak disanjung oleh Allah karena ini adalah yang paling penting, jangan terpukau dengan setiap amal pernuatannya apabila taatnya itu bukan karena Allah melainkan untuk tujuan yang lain, diibaratkan "dunia ini adalah anak perempuannya akhirat, jadi kalau sudah memilih anak perempuan maka haram baginya menikahi ibunya juga".

Allah mensifati Dunia ini 5 hal ; diibaratkan juga dunia dan perjalanan dunia seperti anak kecil, Dunia ini adalah ;
1. Permainan, belaka seperti waktu kita masih kecil suka bermain-main saja
2. Sesuatu yang melupakan kita dengan tujuan utama yaitu Allah, ketika kita beranjak dewasa lupa akan tujuan kita diciptakan ini untuk apa??
3. Zina (berhias), kalau sudah remaja manusia pasti suka berhias
4. Tempat Saling bangga-banggakan,
5. Tempat Banyak-banyakan harta dan ini tidak akan pernah selesai dalam surat at-takasur.
Sementara di akhirat ada siksaan yang pedih tapi ada juga pengampunan dan kerelahan Allah.

Sabda rosul ada dua hal yang dibenci anak adam yaitu semua anak adam benci mati, sementara kematian buat simukmin ialah kejayaan karena ia akan selamat dari fitnah, dan yang kedua ialah benci kalau sedikit hartanya sementara kata rosul sedikit hartanya lebih ringan ketika ia di hisab Allah kelak, dunia ini adalah tangisan belaka

4. Apa yang sulit dan apa yang lebih sulit???
Yang sulit itu Kubur 2x1 meter setiap orang hendaknya melihat ini kapling yang harus dibeli ya ini kita mau tidak mau mesti mati pasti kesana dan sudah tidak berdaya lagi kita, bahkan rosul masih kena himpitan bumi ketika diliang lahat ketika diiringi 60.000 malaikat, lalu bagaimana dengan kita ini yang penuh dosa?? dan Perlu diketahui ada dua hal yang benci 2 hal: pertama mati, sementara kematian bagi mukmin karena membebaskan diri dari Fitnah, kedua semua anak adam benci hartanya sedikit, padahal kalau sedikit harta hisabnya ringan juga. dunia itu tempat tangisan dan serba sulit, kuburan ini setiap hari berteriak

1. Aku tempat yang paling asing
2. Aku tempat yang gersang
3. Aku tempat yang penuh dengan binatang

1. Aku tempat yang Gelap (kuburan)
2. Aku taman dari taman-taman surga
3. Aku sebagian dari neraka

Malam pertama bagi orang mati dikuburan itu sangatlah mengerikan maka kita harus menghadiahkan kepada mereka sholat, "demi Allah" kata imam Ali Sa apabila ia diberi umur dunia muda terus 1000 tahun, mampu menikmati semua kehidupannya engan bahagia, 1000 tahun sehat selalu tanpa pernah mengeluh sedikitpun, tidak pernah sedih demi Allah kata imam Ali semua ini tidak berarti karena ia lupa semua itu begitu dahsyatnya malam pertama kubur itu makanya kita harus menghadiahkan sholat dan talkin mayyit dan lainnya karena si mayyit sendiri sampai lupa siapa namanya. habis semua, ini berlakuk untuk semua sama rata tidak ada kaya tidak ada miskin pasti seperti itu. “Bersiaplahh...!!!”

Lalu apakah yang paling sulit??Dan ini yang paling sulit ialah pergi kubur tanpa bekal ini berarti kehancuran pasti menangis disana dan tugas nabi Muhammad Saw ialah memberi syafaat kepada seluruh mukmin, kuburan adalah tempat kita menyelesaikan urusan kita dengan Allah, kita ini perlu kawan kelak diakhirat maka pilihlah kawan yang tampan dan bau wanginya,

Kalau sebaik-baik bekal itu Taqwa dengerkan sejelek-jelek bekal ialah berbuat jelek kepada sesama hamba Allah, kita caci orang, kita hinakan kedudukannya, kita fitnah mereka lalu gimana tanggungjawab kita kepada mereka, amal kita ini berbentuk dikubur dari sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya tapi ada satu cahaya yang selalu mendampingi ketika ia dibangkitkan ada cahaya terang yang selalu bersamanya dan selalu menyelesaikan semua post-post diakhirat, cahaya apa itu yang selalu menyelesaikan urusannya? Menyelamatkan dia dari post post kelak diakhirat mengewal ia persis sampai dipintu surga? Orang itu berhenti sebentar dan bertanya cahaya apa kamu? Cahaya itu ialah bentuk pahala kamu sering menggembirakan sesamanya sungguh besar pahalanya membahagiakan dan menggembirakan orang lain apalagi membahagiakan rosul SAW dan keluarga beliau Sa Amin..

Narasumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alqi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib
- websitestory.co.cc

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Wahai saudaraku, Dicari Calon Penghuni Surga


Suatu ketika Nabi Muhammd saw duduk di masjid dan berbincang2 dengan sahabatnya. Tiba2 beliau bersabda: “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari”. Semua matapun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para hadirin membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga… penghuni surga…”, demikian gumam mereka.


Beberapa saat kemudian, masuklah seorang dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya dan dengan tangan menjinjing sepasang alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorangpun yang berani bertanya walau seluruh hadirin merindukan jawabannya.

Keesokan harinya peristiwa di atas terulang kembali. Ucapan Nabi dan “si penghuni” surga dengan keadaan yang sama semuanya terulang, bahkan pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian.

Abdullah ibnu ‘Amr tidak tahan lagi, meskipun ia tidak berani bertanya dan khawatir jangan sampai ia mendapt jawaban yang tidak memuaskannya. Maka timbullah sesuatu dalam benaknya. Dia mendatangi si penghuni surga sambil berkata: “Saudara, telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orang tuaku, dapatkah aku menumpang di rumah anda selama tiga hari?”

“Tentu, tentu…”, jawab si penghuni surga.
Rupanya, Abdullah bermaksud ingin melihat secara langsung “amalan” si penghuni surga.

Tiga hari tiga malam ia memperhatikan, mengamati bahkan mengintip si penghuni surga, tetapi tidak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada shalat malam, tidak pula puasa sunnh. Ia bahkan tidur dengan nyenyaknya hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang sesekali ia terbangun dan ketika itu terdengar ia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.

Pada siang hari si penghuni surga bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya semua orang yang ke pasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya”, demikian pikir Abdullah..

“Apakah yang Anda perbuat sehingga Anda mendapat jaminan surga dari Rasululllah?”, tanya Abdullah.
“Ya.. seperti yang Anda lihat itulah..!”, jawab si penghuni surga.

Dengan kecewa Abdullah bermaksud kembali saja ke rumah, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata: “Apa yang Anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, dan tidak pernah pula saya melakukan penipuan dalam segala aktivitas saya”.

Dengan menundukkan kepala, Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata: “Rupanya, yang demikian itulah yang menjadikan Anda mendapat jaminan surga”.

Saudara2 sekalian…

Untuk menjadi penghuni surga ternyata, menurut Nabi saw, tidak cukup hanya sekedar menjalankan ritual ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dll. Dari kisah di atas, ada dua hal yang dapat menjadikan seseorang sebagai penghuni surga, yaitu:

1. TIDAK IRI HATI/DENGKI TERHADAP SESEORANG YANG DIANUGERAHI NIKMAT OLEH ALLAH.

Iri hati/dengki dalam bahasa agama dinamakan HASAD. Nabi saw memperingatkan umatnya dalam sebuah hadits:
“Hendaklah kalian menjauhi sifat HASAD, karena sesungguhnya sifat HASAD akan ‘memakan’ amal kebaikan seperti halnya api ‘memakan’ kayu bakar”

Di akhirat nanti, ada golongan yang disebut oleh Nabi saw dengan MUFLISH. Suatu ketika Nabi saw pernah bertanya: “Atadruuna mal muflis? Tahukan kalian apa itu bangkrut?”
Ada sahabat yang menjawab: “Bangkrut adalah dimana seorang pedagang yang rugi krn modalnya tidak kembali”

Nabi saw menggelengkan kepala, kemudian menjelaskan:
“Muflis (bangkrut) adalah dimana seseorang rajin dalam ibadahnya, dia sholat, puasa, zakat, namun di sisi lain dia juga menghina, melakukan ghibah (gossip), memfitnah, mengadu domba saudaranya. Pada saat dia akan dimasukkan kedalam surga, orang yg pernah difitnah memprotes kepada Allah: ‘Ya Allah, dahulu waktu di dunia si fulan telah memfitnah saya’, kemudian sebagai penggantinya, Allah swt mengambil amal kebaikannya dan menyerahkannya kepada org yang telah difitnahnya.
Kemudian datang lagi orang lain mengadukan hal yang sama, dan kemudian Allah swt mengambil amal kebaikannya sebagai penggantinya. Demikian selanjutnya, sehingga amal kebaikannya habis, namun orang yg difitnah, dihina atau disakiti masih ada. Karena amal kebaikannya sudah habis, dosa orang yang difitnah, dihina atau disakiti itu diberikan kepadanya. Sehingga timbangan dosanya lebih besar daripada timbangan pahalanya, dan akhirnya dimasukkan ke dalam neraka”… Na’udzubillah…

Saudara2 sekalian…
Dalam Islam, keshalehan seseorang bukan hanya diukur dari banyaknya amal ibadah “mahdhoh” yang ia lakukan, tapi juga diukur sejauh mana sikapnya terhadap orang lain. Mungkin banyak diantara kita yg rajin sholat, puasa, zakat, dll, tapi kita juga seringkali menyakiti hati orang lain, menyakiti hati tetangga, seperti menghina, memfitnah, ghibah, dll.

Hati kita seringkali merasa iri pada saat melihat orang lain/tetangga mendapatkan rezeki yang melimpah. Panas hati kita ketika melihat tetangga membeli barang baru, panas hati kita ketika melihat tetangga merenovasi rumahnya, panas hati kita ketika melihat tetangga naik jabatan, dan lain sebagainya.

Dalam kultum sebelumnya yang berjudul “Memuliakan Tetangga” sudah dijelaskan, bahwa Nabi saw bersabda : “Tidak! demi Allah tidak beriman… tidak! demi Allah tidak beriman… tidak! demi Allah tidak beriman… mereka bertanya: siapakah itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab: “Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (HR. Bukhari)

Hubungan “vertikal” seseorang juga ditentukan oleh sejauh mana hubungan “horizontal”nya.

2. TIDAK MELAKUKAN PENIPUAN/DUSTA/BOHONG DALAM SEGALA AKTIVITAS KEHIDUPAN

Nabi saw pernah menjelaskan kepada seseorang yang bertanya soal Islam. Nabi saw menjawab: “Islam adalah meninggalkan BOHONG/DUSTA”.

DUSTA/Bohong juga termasuk salah satu kejahatan lisan, selain ghibah. Dusta/bohong seringkali menghiasi obrolan kita. Rasanya belum “sedap” jika obrolan kita dengan orang blm dihiasi dengan kebohongan.

Dusta dapat mengarahkan seseorang kepada sifat khianat, yang merupakan salah satu tanda orang munafik. Nabi saw bersabda: “Seorang pemimpin yang mati dalam keadaan dia berkhianat kepada rakyatnya, maka tidak ada tempat yang paling cocok baginya selain neraka jahanam”… Na’uudzubillah…

Iri hati dan dusta adalah 2 penyakit yang sangat berbahaya bagi kita. Hendaknya kita dapat menjauhi kedua sifat tersebut, agar kita bisa mendapatkan predikat sebagai “Penghuni Surga”… Amin ya robbal ‘aalamin..

Wallahu a’lam…

Sumber: KangTarmin.Blogspot.Com


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog


Wahai saudaraku, Apa yang Kau Cari di Dunia ini?

Jika anda pergi ke toko buku,disana anda akan melihat berbagai macam buku best seller yang kebanyakan temanya adalah tentang kekayaan. Rupanya orang sekarang mulai terjangkiti dengan virus yang namanya “kekayaan”.

Lantas jika diajukan pertanyaan , memang kenapa jika kita anda kaya?. Banyak diantara mereka lantas berperilaku sangat konsumtip. Mereka membayangkan tinggal di rumah mewah, mengendarai mobil mewah, pelesiran ke berbagai negara, tidur dihotel berbintang,dan makan di restoran terkenal dan mahal.

Kemudian jika ditanyakan lebih lanjut, untuk apa semuanya itu dilakukan? Tentu jawabnya untuk mencari kebahagiaan. Benarkah?. Benarkah dengan kita melakukan semau itu hidup kita akan bahagia? Jika untuk meraih kebahagian itu harus menjadi kaya dan melakukan hal-hal tersebut diatas, maka alangkah tidak adilnya Tuhan. Karena hanya memberikan kebahagiaan pada orang kaya saja.

Namun ternyata faktanya tidak demikian. Tawa ria dimilki oleh semua orang tidak pandang bulu, yang berkantong tebal maupun kosong melompong. Tawa ria ada di gubuk reot maupun diistana. Begitu pula kesedihan, kekecewaan dan tangis bukan milik orang yang miskin dan papa saja.

Tetapi juga singgah dirumah mewah dan istana megah.
Tawa dan kesedihan adalah keadaan hati. Sedangkan suasana hati tidak hanya ditentukan oleh banyaknya harta. Coba tanya kepada mereka yang bergelimang harta namun, tidak mampu bangkit dari tempat tidur karena sakit yang mengenaskan.

Apakah mereka merasa bahagia? Atau Tanya kepada orang yang kaya dari hasil korupsi. Apa mereka bahagia? Ya mungkin dari luar mereka nampak bahagia, namun dilubuk hatinya bersemayam kecemasan was-was dan ketakutan. Untuk menutupi atau menghindari dari perasaan itu mereka, mencari kesenangan kesengan lain.

Namun setelah sesampai di rumah hatinya kembali resah dan gelisah. Kebahagian yang mereka rasakan adalah kebahagiaan semu. Pernah saya mendengar kesaksian dari salah seorang konglomerat di negeri ini. Ketika dia membangun sebuah proyek raksasa awalnya dia bahagia namun setelah selesai kebahagiaan itu sirna. Keadaan tersebut berlansung terus menerus, sehingga dia sadar apa sebenarnya yang dicari? Kemudian dia memulai untuk mendekat kepada agama, sejak itulah dia merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.

Saya menyampaikan ini bukan berarti anti kaya. Tetapi saya ingin mendudukkan pengertian yang sebenarnya konsep tentang harta. Jangan sampai kita tertipu oleh manisnya dunia. Namun setelah itu kita akan sengsara selama-lamanya. Manisnya dunia itu ibarat fatamorgana, dari kejauhan nampak air yang menggenang namun setelah didekati ternyata kering kerontang tidak ada apa-apanya.

Ada sebuah cerita yang barangkali bisa menjadi inspirasi. Seoang eksekutif muda berjalan-jalan santai di pinggir pantai. Di kejauhan terlihat lelaki tua yang sedang memancing. Dengan rasa penasaran si pemuda mendekati lelaki tua tersebut. “ pak sedang apa ?” Tanya sang pemuda memulai pembicaraan.

“ seperti yang anda lihat anak muda, saya sedang mencari ikan dengan memancing” jawab pak tua sambil memandang anak muda yang menyapanya. “ apa pekerjaan bapak selain memancing?” Tanya pemuda. “ hanya memancing seperti ini” jawap pak tua pendek.. “ Kenapa tidak menggunakan jaring saja,biar hasilnya lebih banyak” lanjut pemuda itu. “ Memangnya kalau menghasilkan banyak ikan kenapa?” tanya pak tua sambil memandang pemuda itu.

“ Ya, jika mendapatkan banyak ikan, nanti bisa dijual. Lalu hasilnya sebagian bapak simpan dan nanti bisa dibelikan perahu”. “ memangnya kenapa jika saya sudah mempunyai perahu?” tanya pak tua ingin memahami jalan pikiran anak muda tersebut.” Ya. Jika bapak mempunyai perahu, maka bapak akan dapat mencari ikan lebih banyak lagi.

Lalu jika uang bapak sudah banyak, dapat dibelikan kapal yang besar sehingga ikan yang dihasilkan lebih banyak.” Terang si pemuda. “memangnya kenapa jika aku sudah punya kapal besar dan banyak uang?” selidik pak tua setelah memahami arah pembicaraan sang pemuda.” Ya, bapak bisa mendirikan pabrik pengalengan ikan. Sehingga nanti bapak tinggal, santai saja, pelesiran mengelilingi dunia” terang pemuda dengan semangat. “ ya ya ya.” Pak tua manggut-manggut, lalu berkata. “ lalu jika saya sudah berkeliling dunia, apa yang harus aku lakukan?”.

Sang pemuda nampak bingung. “iya ya. Apa yang dilakukan ya.” Bisik pemuda dalam hati. “ bukankah aku akhirnya mancing lagi?” kata pak tua memecah kesunyian. “ Anak muda apa yang engkau pikirkan itu sudah aku jalani, diwaktu muda. Aku kerja keras mencari uang dan akhirnya memilki banyak usaha.

Aku bisa pergi kemana-mana berkeliling dunia tanpa ada masalah keuangan. Aku kira dulu dengan memiliki rumah yang mewah, mobil mewah, berkeliling dunia kebahagiaan aku bisa raih. Namun setelah semua itu sudah aku miliki ternyata tidak ada apa-apanya. Kebahagiaan yang aku rasakan barangkali sama dengan kebahagiaanku ketika aku menerima permen dari ayahku sepulang kantor.

Bahkan barangkali kebahagian yang aku rasakan masih kalah dengan kebahagian orang yang sudah dua hari tidak makan, kemudian mendapatkan makanan walaupun hanya dengan lauk sambal saja. Karena itu anak muda, jangan engkau sampai terlena dengan menghabiskan waktumu hanya untuk mengejar uang saja.

Tetapi isilah hidupmu dengan ilmu dan agama sehingga hidupmu akan terasa bermakna dan mendapatkan kebahagiaan yang hiqiki. Kebahagian yang sebenarnya bukan terletak pada seberapa banyak harta yang dimilki. Kebahagian terletak di hati. Hal-hal kecil bisa mendatangkan kebahagian jika engkau pandai memaknainya.

Jika engkau bisa mebuat bahagia dengan hal-hal kecil maka, hidup anda akan bahagia. Dan kebahagiaan sejati apa bila hidup anda bermanfaat bagi banyak orang. Sedang untuk menjadi orang bermanfaat tidak berarti harus menjadi penguasa.

Kita bisa melakukan hal-hal yang remeh, seperti senyum kepada setiap oarng yang kita temui umpamanya”.
Sebagai orang beriman tentu kita mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Suatu kehidupan yang kekal abadi. Layaknya sebuah kehidupan tentu disana juga memerlukan onkos atau biaya.

Namun amat disayangkan, disana tidak ada pekerjaan atau usaha yang dapat dilakukan untuk membiayai hidup. Biaya hidup disana hanya berdasarkan bekal yang telah dikumpulkan sewaktu di dunia. Alangkah konyol dan naifnya, kita mencari bekal untuk hidup di dunia yang sementara, mengorbankan banyak waktu dan tenaga, sampai-sampai kita melupakan mengumpulkan bekal akhirat.

Bagahimana kita bisa dengan mudah bangun pagi untuk berangkat bekerja dengan hanya untuk mengejar uang Rp. 50.000 atau Rp 200.000,-, sementara kita merasa berat untuk menunaikan panggilan sholat subuh di masjid. Padahal kita tahu betapa besar balasan yang akan kita peroleh, jauh lebih baik dari dunia dan isinya. Sungguh alangkah naif dan bodohnya kita, jika kita melupakan hal-hal yang sangat penting dan bernilai besar ditukar dengan ha-hal yang remeh dan tidak bermakna.

Sadarkah anda untuk apa harta yang anda kumpulkan, jika tidak didasari dengan niat yang benar didalam mencarinya. Harta yang anda kumpulkan tidak hanya untuk pemuas, mata, telinga, mulut dan kemaluan dan nafsu saja. Bagaimana tidak, coba anda renungkan, bagi mereka yang tidak didasari oleh agama, harta yang mereka peroleh hanya untuk membeli rumah mewah, mobil mewal, alat-lat music yang bagus, pelesiran, makan-makan dan perempuan.

Oleh sebab itu temanku, mari kita niatkan langkah didalam membina dan memperbesar usaha k, untuk mencari keridhoaNya, menyediakan lapangan kerja dan hasilnya digunakan untuk membantu sesama.

Sumber:forumwirausaha.blogspot.com

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Wahai saudaraku, Hisablah diri kalian sebelum dihisab Allah SWT

Baginda Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Syaddad bin Aus ra., “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian…” (HR at-Tirmidzi; hadis hasan).

Dikatakan bahwa di antara pengertian “orang yang mengendalikan hawa nafsunya” (mân dâna nafsahû) dalam hadis di atas adalah orang yang selalu menghisab dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab pada Hari Kiamat. Terkait dengan hadis ini, Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab diri ketika di dunia.” (Lihat: Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jamî’ at-Tirmidzi).

*****

Muhâsabah (menghisab diri), sebagai salah satu pesan inti dari hadis di atas, sangatlah penting dilakukan oleh setiap Muslim. Dengan sering melakukan muhâsabah, ia akan mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Dengan itu, ia akan terdorong untuk selalu melakukan perbaikan diri. Dengan itu pula, dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu ia menjadi semakin baik.

Imannya makin kuat; ketakwaannya makin kokoh; shalatnya makin khusyuk; amal shalihnya makin bertambah dan dosa-dosanya makin berkurang karena semakin jarangnya ia bermaksiat; semangat dakwahnya makin bergelora; pengorbanannya makin besar; akhlaknya makin terpuji—ia makin ikhlas, makin tawaduk, makin wara’, makin menjaga setiap amanah dan makin taqarrub kepada Allah SWT.

Sayangnya, karena berbagai kesibukan, entah karena sibuk mencari nafkah, atau berdakwah, seorang Muslim sering tak sempat lagi ber-muhâsabah; waktunya habis oleh ragam aktivitas yang ia lakukan. Ada juga yang jarang ber-muhâsabah bukan karena sibuk, tetapi karena memang ia lalai.

Tentu, jarangnya seorang Muslim melakukan muhâsabah merupakan musibah. Betapa tidak. Dengan jarangnya ber-muhâsabah (menghisab diri), seorang Muslim sering merasa tidak ada yang kurang pada dirinya; ia merasa dirinya baik-baik saja.

Padahal boleh jadi, imannya makin rapuh, ketakwaannya makin terkikis, shalatnya tidak lagi khusyuk, amal shalihnya sudah jauh berkurang, dosa-dosanya makin bertambah, semangat dakwah hampir-hampir padam, pengorbanannya makin menipis, akhlaknya makin jauh dari islami—mulai sering muncul ketidakikhlasan, ketidaktawadukan, ketidak-wara’-an, ketidakamanahan dan makin jauh dari Allah SWT. Namun, semua itu sering tidak ia sadari karena kepekaan spiritual memang telah hilang dari dirinya akibat jarangnya ia melakukan muhâsabah.

Akibat lebih jauh, ia sering merasa tidak berdosa atau bersalah saat shalatnya lalai dan tidak khusyuk, saat amal shalihnya semakin berkurang, saat halaqah-nya jarang-jarang, saat melalaikan banyak amanah dakwah dan saat melakukan banyak dosa; seperti sering melihat hal-hal yang haram, mendengar hal-hal yang sia-sia, melakukan hal-hal yang syubhat, dll.

Ia pun tidak lagi merasa menyesal saat sering meninggalkan shalat berjamaah, saat jarang melakukan shalat malam, saat shalat subuhnya suka terlambat, saat tidak mampu lagi berpuasa sunnah, saat jarang membaca al-Quran, saat tidak lagi bisa menangis ketika berdoa, dll. Tentu, semua itu, sekali lagi karena jarangnya ia melakukan muhâsabah.

Kita tampaknya perlu merenungkan kembali keteladanan Baginda Nabi Muhammad saw. dan para Sahabat beliau yang mulia. Baginda Nabi Muhammad saw., misalnya, pernah semalaman tidak dapat tidur karena khawatir memikirkan sebutir kurma—hanya sebutir kurma—yang terlanjur beliau makan di suatu tempat. Pasalnya, belakangan beliau berpikir bahwa kurma itu mungkin bagian dari kurma sedekah yang disediakan untuk fakir-miskin. Itulah yang menjadi beban pikiran beliau semalaman.

Abu Bakar ash-Shiddiq ra. pernah memuntahkan kembali makanan, yang baru belakangan beliau ketahui, bahwa makanan itu ternyata merupakan pemberian dari tukang ramal. Saat beliau ditanya, mengapa berlaku demikian, beliau menjawab, “Andai untuk memuntahkan makanan itu saya harus menebusnya dengan nyawa saya, saya pasti akan melakukannya. Sebab, saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ’Badan yang tumbuh dengan makanan yang haram maka api neraka lebih baik baginya.’ Saya sangat khawatir dengan itu.” (Kanz al-’Umal).

Hal yang sama dilakukan oleh Umar bin al-Khaththab ra. Beliau pernah memuntahkan kembali air susu yang beliau minum, karena baru belakangan beliau tahu, bahwa ternyata air susu itu berasal dari unta sedekah. Seketika beliau memasukkan jarinya ke mulutnya dan memuntahkan kembali air susu itu (Imam Malik, Al-Muwaththa).

Diriwayatkan pula, pada zaman Khalifah Utsman bin Affan ra., seorang Anshar sedang shalat di tengah-tengah kebunnya. Lalu pandangannya tertuju pada buah-buahan ranum yang bergantungan di dahan-dahan pepohonan. Usai shalat, ia pun menyesal. Ia lalu segera mewakafkan kebunnya miliknya itu demi ’menebus’ kesalahannya (Imam Malik, Al-Muwaththa’).

Secuil kisah di atas—yang benar-benar nyata—mungkin bagi kita semacam kisah-kisah ’manusia langit’ yang sepertinya mustahil kita teladani. Asumsi semacam itu sesungguhnya hanyalah menunjukkan, bahwa kita benar-benar sudah sangat jauh dengan keteladanan Baginda Nabi saw., para Sahabat dan generasi salafush-shalih dulu. Mengapa? Karrena mungkin—salah satunya—kita jarang melakukan muhâsabah. Kalaupun kita melakukannya, mungkin itu kita lakukan setahun sekali, saat pergantian tahun atau saat ’berulang tahun’, atau mungkin saat terkena musibah.

Padahal dosa dan kemaksiatan kita lakukan setiap hari, bahkan mungkin setiap waktu. Tentu, semua dosa dan kemaksiatan itu sangat mudah kita lupakan, karena muhâsabah setahun sekali tak mungkin bisa mendeteksi seluruh dosa setiap hari, apalagi setiap waktu. Dosa setiap hari atau setiap waktu hanya akan mudah dideteksi jika kita melakukan muhâsabah setiap hari atau setiap waktu. Mudah-mudahan kita semua bisa melakukannya.

Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. []


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog