Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Lembutkan Hatimu dengan Mengingat Mati


Saudaraku yang mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian.

Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti harus bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang sia-sia dan tanpa makna.

Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada akhirnya. Ingatlah wahai saudaraku perbekalan yang terbaik adalah ketakwaan kita (watazawwadu fainna khoirozzaadittaqwa) QS. 2:198. Yakni dengan amal shaleh yang ikhlas dan mutaaba’ah (sesuai sunnah Rasulullah u) yang menyertaimu ketika meninggalkan dunia ini untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kematian yang pasti.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati….” (QS. Al-Imran :185)


Memang wahai saudaraku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar berakhir pada kenikmatan surga. Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda:
“Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutaffaqun ‘alaih)
maksudnya, jika kita mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita dan kedahsyatan alam kubur, kegelapan hari kiamat dan segala kesedihannya, shirot (titian) dan segala rintangannya, surga dengan segala kenikmatannya, niscaya akan memberikan motivasi kepada kita untuk mengadakan perubahan. Berubah dari kefasikan dan kekafiran menjadi keimanan, dari kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan menjadi keyakinan, dari kesombongan menjadi ketawadhu’an, dari rakus menjadi rasa syukur dan sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi kasih sayang dan memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi kejujuran dan keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran. Jadi, perubahan diri dari sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi insan Islami harus segera di mulai.
Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa dengan perjalanan panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan segala perangkatnya, kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang semua nilainya disisi Allah S.W.T, tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk!
Wahai yang tertipu oleh dunia…..!

Wahai yang sedang berpaling dari Allah S.W.T…!

Wahai yang sedang lengah dari ketaatan kepada Rabb-nya…!

Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat!!

Wahai yang selalu berangan-angan panjang!!!

Tidakkah engkau mengetahui bahwa kamu akan segera meninggalkan duniamu dan duniamu pula akan meninggalkanmu?

Mana rumahmu yang megah?

Mana pakaianmu yang indah?

Mana aroma wewangianmu?

Mana para pembantu dan familimu?

Mana wajahmu yang cantik dan tampan?

Mana kulitmu yang halus?

Mana….?! Mana….?!

Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraikan seluruh tubuhmu ….?!
Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Allah S.W.T.

Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan maghfirah-Nya.

Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan berlebih-lebihan, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya itu.
Saudaraku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa,

siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya? Sama sekali tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.
Datangilah masjid dan beribadahlah di dalamnya,

tegakkanlah shalat lima waktu,

puasalah di bulan Ramadhan,

tunaikan haji jika engkau telah mampu,

zakatilah harta dan jiwamu,

bimbinglah anak-anakmu dengan Al-Islam,

jauhkan dirimu dan keluargamu dari bacaan/majalah/tabloid porno.
Insyafilah semua dosa-dosa, serta ingatlah ….

Pintu taubat masih terbuka lebar untukmu, rahmat dan maghfirah Allah S.W.T sangatlah luas, lebih luas dari lautan dosa. Ketahuilah bahwa Allah Y sangat senang dengan taubatmu.

Ingatlah firman Allah s.W.T:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan hatinya.”
Rasulullah u menyampaikan satu nasehat yang mana satu nasehat ini cukup untuk menasehati setiap manusia:
“Cukuplah dengan adanya kematian sebagai penasehat (bagi kita).”
Saudaraku….,

Renungkanlah baik-baik risalah ini dengan pena kerinduan dan tinta air mata.

Kembalilah kepada Allah Y dan Rasul-Nya u dengan manhaj (cara) yang benar.

Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan-Nya dan sekuat-kuatnya untuk menjauhi larangan-Nya. Berusahalah untuk memelihara ketundukan, tawadhu’ dan syukur atas nikmat-Nya yang akan mengajakmu menuju pintu ketenangan dan kebahagiaan.

Berhiaslah dengan amal shaleh dan keindahan akhlaqul karimah.

Semuanya akan mempertanggungjawabkan amalannya sendiri-sendiri, maka beramal-lah!
Allah Y berfirman:
“Maka barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kebaikan, niscaya akan melihat ganjarannya. Dan barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kemaksiatan, niscaya akan melihat siksanya.” (Az-Zalzalah: 7-8) Wallahu a’lam.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kematian Pasti akan Datang Menemui Kita


Tidak semua orang dan tidak setiap saat kita mengingat mati. Terkadang kita bertingkah seolah punya nyawa banyak. he..he..
Misal; berkendara ugal-ugalan di jalan, bertingkah sok jagoan neon, dll. Namun ingatlah bahwa kematian pasti datang menjelang. Karena Ar-Rahman telah berfirman:

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan." (Al-Anbiya`: 35 )

"Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (An-Nisa`: 78 )


Ingat...ingat...? Thing?! Kematian datang tidak memandang ras keturunan, mau dia seorang jagoan atau pecundang, apa dia bangsawan atau bukan, mau dia pejuang atau yang cuma diam. Pokoké kematian jika sudah menjelang, ya mati dech. Tidak perduli apa kita ingat mati atau tidak ingat sama sekali, kalau batas hidup sudah berakhir ,ya TAMAT.

Maka mari kita mengingat mati, sebagai mana telah di sabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)." ( HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy- Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, "Hasan shahih." )

Dalam hadits di atas ada beberapa faedah:
- Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan- akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan.
- Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk "pergi." ( Bahjatun Nazhirin , 1 /634 )

Sering saya (angger) mendengar ikhwan yang berkata "seorang muslim itu harus cerdas" , sungguh benar perkataan itu, sebagai seorang muslim kita memang harus cerdas, dan seorang muslim yang cerdas adalah muslim yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal kesana.

Shahabat yang mulia, putra dari shahabat yang mulia, Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma mengabarkan, "Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu berkata, 'Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.' 'Mukmin manakah yang paling cerdas?', tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:

"Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas." ( HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash- Shahihah no. 1384 )

Mari kita berfikir sejenak. Kenapa orang yang mengingat mati dan mempersiapkan bekal kematian di katakan cerdas? STOP!! Sudah habis waktu berfikirnya.

Kita simak perkataan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu, Beliau berkata, "Ad- Daqqaq berkata, 'Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?" ( At- Tadzkirah , hal. 9)

Alangkah bodoh dan meruginya diri ini yang hanya mempersiapkan masa depan dunia yang fana dan melalaikan bekal akhirat nan kekal, janganlah engkau wahai jiwa, termasuk orang yang merugi tersebut. Tidakkah engkau baca firman Allah;

"Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." (Al-Hasyr: 18 )

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian." ( Al- Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir , hal. 1388 )

Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, 'Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?'." (Al-Munafiqun: 10 )

Kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri, kehidupan dunia ini sebentar jika di banding di akhirat yang kekal, makanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menasehati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. (Syarh Al Arba'in An Nawawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, 294 ). Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memegang pundaknya lalu bersabda,

"Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara." (HR. Bukhari no. 6416 )

Lihatlah nasehat yang sangat bagus sekali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat yang masih berusia belia.
Ath Thibiy mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al ghorib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan lebih lagi yaitu memisalkan dengan pengembara. Orang asing dapat tinggal di negeri asing. Hal ini berbeda dengan seorang pengembara yang bermaksud menuju negeri yang jauh, di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok. Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata." (Dinukil dari Fathul Bariy, 18 /224 )
Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk negeri akhirat dengan amal sholeh. (Lihat Fathul Qowil Matin)


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Ayo Bersedekah agar Hidup jadi Indah

ALLAH SWT. dalam surah Al Lail ayat 4-7, telah memberikan resep teramat ampuh bagi siapa saja yang menginginkan hidup serba mudah dan bahagia sejak di dunia sampai di akhirat kelak. Intinya, istiqamah bersedekah dan bertaqwa.

Rasul SAW. menerangkan, jika seseorang ingin betul dihilangkan kesulitannya, diringankan bebannya, dan ditolong semua permasalahannya, maka dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita dan lebih bermasalah. Dalam sebuah hadis riwayat Thabrani dari Abu Darda, Rasulullah SAW. pernah bertanya kepada sejumlah sahabatnya : " Apakah kalian menginginkan kepuasan dan kesuksesan bathin serta terpenuhi kebutuhan hidup kalian ? ". Lalu beliau SAW. bersabda : " Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berikanlah makanan yang sama dengan makanan yang engkau makan PASTI kalian akan mendapatkan kesuksesan bathin dan akan terpenuhi kebutuhan hidup kalian."


Abu Hurairah RA.meriwayatkan, bahwa Nabi SAW. bersabda: "Orang yang pemurah (penderma) itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Adapun orang yang bakhil (kikir) itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dekat dengan neraka."

Saking penting dan mulianya bersedekah itu, maka terhadap sahabat termiskin sekalipun, seperti Abu Dzar Al Ghifari, Rasulullah SAW tetap menganjurkannya. Karena gencarnya Baginda SAW membujuk Abu Dzar untuk istiqamah bersedekah, ia menjadi "penasaran" dan memberanikan diri untuk bertanya : "Ya Nabi Allah ! Engkau menyuruh kami bersedekah. Apa hakekat sedekah itu ?". Nabi Mulia SAW ini menjawab : "Sedekah itu sesuatu yang ajaib". Kalimat itu diulangi beliau tiga kali berturut-turut menandakan utamanya.

Kepada Ali bin Abi Thalib KW, menantunya, Rasulullah SAW. berwasiat : "Wahai Ali !.Keluarkanlah infak hartamu dan berilah kelapangan terhadap familimu dan janganlah khawatir terhadap Allah SWT yang memiliki ‘ Arsy bahwa DIA akan menyediakan karunia-Nya terhadapmu." Dan dalam satu hadis Qudsi Allah SWT. berfirman : " Wahai manusia !. Kekayaan-Ku tidak akan pernah habis selamanya. Semakin banyak engkau berinfak, sebanyak itu pula aku memberi rezeki padamu. Seberapa pula tingkat kekikiranmu sekedar itu pula Aku menahan rezekimu padamu." Sejak itu pula Ali bin Abi Thalib KW walaupun hidupnya tergolong miskin, setiap hari berupaya untuk bersedekah, kendatipun harus bekerja sebagai " pekerja " kasar, misalnya mengambil upah mengangkut air minum. Menurut Ibnu Abbas RA. dalam Tafsir Al Qurthuby, bahwa turunnya ayat 274 surah Al Baqarah itu, adalah karena memuji sikap Ali. Ia memiliki uang hanya 4 dirham. Ia menginfakkan 1 dirham di waktu malam dan 1 dirham di waktu siang, 1 dirham ia infakkan dengan cara sembunyi dan 1 dirham lagi, ia infakkan dengan cara terang-terangan. Ia tidak pernah merasa khawatir menghadapi hari esok, karena ia tahu Allah SWT menjamin rezeki hamba-Nya. Ia mendahulukan perniagaan dengan Allah, sebab ia yakin terhadap janji-Nya yang akan menggantinya dengan basalan yang terbaik.( QS. (2) : 261).

Uwais Al Qarni, termasuk generasi tabi’in. Rasul SAW menyebutnya sebagai sebaik-baik sahabat dari kaum tabi’in. Apa keistimewaan Uwais, sehingga walaupun tidak sempat bertemu Rasulullah SAW. tapi Baginda SAW. memujinya ?. Pertama, Uwais amat berbakti kepada ibunya. Dialah yang mengurungkan niat berangkat haji dan hasrat mengunjungi Rasulullah SAW, lantaran ibunya tidak ingin ditinggalkan sendirian olehnya. Kedua, walaupun hidupnya teramat miskin, tapi paling dermawan. Uwais bekerja sebagai pengembala dengan gaji 4 dirham. " Aku ini adalah pengembala yang digaji 4 dirham dan semuanya tidak masuk ke perutku.", ujarnya ketika pada suatu waktu ditanya oleh Umar bin Khattab RA dan Ali KW. Dalam sejarah kehidupan Uwais juga tercatat, dia biasa makan makanan yang diambil dari tempat sampah, setelah dibersihkan, lalu di bagi dua. Sebagian ia makan dan sebagian lagi ia sedekahkan..Setelah itu Uwais berdoa : "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu jika masih ada hamba-Mu yang kelaparan."

Ali Ath Thontowi, ulama terkenal dari Universitas Al Azhar Qairo berpesan : "Bila Anda membahagiakan Saudara Anda dengan pemberian, maka Allah akan membahagiakan Anda dengan pemberian-Nya yang tak terduga. Dan tak pernah Anda nantikan. Yang jelas pahala akhirat adalah lebih besar. Oleh karena itu pilihlah pakaianmu yang sekiranya lebih dan mainan serta permen anakmu dan lain-lain yang tak lagi dibutuhkan. Kirimkanlah kepada anak-anak tetanggamu yang fakir. Upayakanlah Anda bisa membuat mereka hidup senang sehari saja dalam setahun, sebagaimana Anda menikmatinya setiap hari sepanjang masa."

Diantaran keistimewaan sedekah dan infak berdasar Quran dan Hadis :
1.Melepaskan diri dari sifat perbudakan.
Rasul SAW. bersabda : " Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana.".
2 Merupakan obat dalam diri kita.
Rasul SAW.bersabda : " Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."
3. Merupakan benteng buat diri kita.
Rasul SAW. bersabda : " Bentengilah harta bendamu dengan sedekah.".
4. Merupakan pemadam kemurkaan-Nya.
Rasul SAW. bersabda : " Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah".
5. Menambah keakraban dalam persaudaraan.
Rasul SAW. bersabda : " Sedekah adalah hadiah. Maka berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih-sayanglah kalian dengan saling memberi hadiah".
6.Menanamkan rasa belas kasih dalam hati.
Rasul SAW. bersabda : " Barang siapa mendapat kesedihan di dalam hati, maka berikanlah sedekah."
7.Dapat menambah umur.
Rasul SAW. bersabda : " Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."

Wallahualam.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Awas Makanan Haram



Berita tentang MUI meminta pemerintah mengganti vaksin meningitis yang biasa digunakan untuk jama’ah haji dan umroh yang mengandung enzim porchine dari babi bisa jadi menghebohkan, namun kami tak lagi kaget sebab sudah lama dengar isyu seperti ini.

Astaghfirullah….

Babi dan segala unsurnya adalah HARAM bahkan NAJIS BERAT. Najis berat berarti jika menyentuhnya kita harus membersihkan bagian badan yang tersentuh tersebut dengan mencuci 7 kali dengan air bersih dan salah satunya dicampur tanah. Bayangkan kalau najis berat tertelan atau masuk ke dalam badan?


Belum lama ini juga ada berita tentang abon dan dendeng yang sudah dilabel halal, terbukti mengandung babi. Juga ada berita perihal daging sapi dijual di pasar tradisional dicampur dengan babi dan bangkai.

Masih banyak fakta seperti ini beredar di sekitar kita.

Di bidang sandang dan perabot, pernahkah kita pertanyakan dari kulit apakah sepatu, tas, ikat pinggang, jaket, dompet dan bahkan pelapis furnitur rumah kita?

Tahukah engkau Bunda, bahwa kulit babi amat populer sebagai bahan bagian dalam dari sepatu? Dengan bangganya produsen kulit tersebut menyatakan bahwa pilihan kulit babi adalah karena kulit babi mengandung khasiat mengalirkan udara dengan sangat baik sehingga membuat kaki lebih sehat.

Bunda, jika kaki kita tercemar najis berat dan kita tidak membasuhnya dengan tanah sebagaimana disyariatkan, maka pada hakekatnya kaki tersebut masih mengandung najis berat dan itu berarti wudlu kita tidak sempurna.

Jika wudlu tidak sempurna, akankah shalat dianggap sah?

Ini semua tentu memprihatinkan kita.

Urusan kehalalan makanan menentukan sikap kita di dunia ini. Keharaman makanan dan pakaian dapat membuat hidup kita tidak berkah, doa terhalang dari dikabulkan Allah SWT, bahkan dapat saja (na’dzubillah) menyebabkan kita dilempar ke dalam Neraka Jahannam.

Bunda, rumahtangga inilah benteng kita, dan kita adalah penjaga utamanya.

Urusan vaksin, urusan makanan, dan berbagai urusan lagi, semua merupakan wilayah tanggung jawab kita sebagai ibu rumah tangga. Keabsahan ibadah anggota keluarga, ke-halal-an makanan kita sekeluarga, serta keselamatan sampai ke akhirat, jika itu berkaitan dengan apa-apa yang kita sediakan, jelas merupakan tanggung jawab besar.

Setelah suami memastikan kehalal-an sumber mata pencahariannya, maka kemudian kitalah yang mengambil keputusan tentang apa yang dikonsumsi keluarga. Suami hanya memantau dari jauh atau bahkan menyerahkan sepenuhnya kepada kita.

Astaghfirlullah.

Impian ummat Islam Indonesia untuk mendapatkan jaminan kehalal-an barang-barang konsumsi di negeri mayoritas muslim ini tampaknya masih jauh. Bagimanakah lagi nasib saudara-saudara kita yang tinggal di negeri mayoritas non muslim yang memang wajar jika mereka sulit mencari barang-barang halal, sedangkan kita di sini merasa sudah aman padahal masih banyak sekali yang mengancam kehalalan makanan dan pakaian kita.

Jika topik seperti ini diangkat oleh media massa, maka tak lama kemudian ada sejumlah orang berkepentingan yang segera berusaha memadamkan gaungnya. Yang mengangkat topik ‘menyentil’ ini kemudian segera dicap sebagai orang yang tidak mau Indonesia maju, kadang dicap sebagai memiliki kepentingan sendiri.

Kepentingan. Sarat dengan persaingan dagang, intrik dan lain sebagainya yang tidak jarang berkaitan politik.

Karena sarat kepentingan, persaingan dan intrik, fakta dan data disembunyikan dan disimpangkan, berita diredam dan disensor, sehingga masyarakat menjadi semakin sulit mendapatkan fakta yang benar dari sumber berwenang.

Padahal masyarakat hanya ingin keamanan apa-apa yang mereka konsumsi, dan tentu terutama ke-halal-annya.

Mengapa kita tidak berusaha sendiri mengungkap kebohongan-kebohongan ini? Bukan untuk menjadi pahlawan, namun demi membebaskan diri dari kemarahan Allah karena kita bersikap cuek, masa bodoh, menutup mata dan telinga dari persoalan ini, bahkan jangan-jangan turut andil menjadi penganjur dan pendukung kejahatan terhadap ummat dan diri sendiri.

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini:

Apakah benar vaksin tersebut sedemikian pentingnya jika kita tidak di suntik berarti kita pasti kena meningitis?

Apakah bahan makanan tertentu yang mengandung babi memang tak tergantikan?

Apakah kita memang harus (baca: darurat) mengkonsumsi barang-barang haram tersebut?

Para pakar lebih mampu menjawab dari sisi teknologi pembuatannya. Sedangkan tanggung jawab kita adalah saat memilihnya sebagai barang konsumsi.

Ternyata di dunia maya (internet) telah banyak situs bebas yang membahas berbagai fakta tentang vaksin, obat-obatan, alat kesehatan, makanan, pakaian, sepatu, bahan-bahan kulit dan lain-lain. (salah satu link yang bisa dilihat: http://www.malimkundang.com/2008/11/how-to-identify-pigskin.html )

Demi kita sendiri selamat dari pertanyaan-pertanyaan Allah di akhirat kelak, kita harus peduli, minimal untuk diri sendiri dan keluarga. Kita mungkin selama ini sudah banyak mengkonsumsi barang-barang haram tersebut tanpa sadar, tanpa tahu menahu. Ketika kita mengkonsumsinya saat belum tahu,Insya Allah waktu itu kita belum bisa disalahkan, namun apakah benar kita tidak terkena dampaknya?

Allah Menyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” QS 17:36

Dan setelah sedikit tahu, maka kita tak dapat mengelak lagi. Jangan lupa Allah SWT selalu tahu apa yang kita lakukan, bahkan tahu pula apa yang kita sembunyikan jauh di dalam hati, meskipun sekedar bersitan untuk mempertahankan kebohongan rasa aman kita.

Ya, kita bersikap pura-pura aman, padahal berita seperti berita di atas sebenarnya cukup sering muncul. Dari setiap kali berita seperti itu muncul sedikit informasi kejanggalan pasti ada. Pasti ada pertanyaan yang menggantung yang membutuhkan penelusuran lebih lanjut. Bagaimana sikap kita?

Kadang karena malas kita bersikap masa bodoh, sebab kita tak mau direpotkan untuk meneliti produk saat belanja. Atau karena kita gemar dengan salah satu jenis makanan yang disebutkan dalam berita tersebut, kita menolak untuk meneliti lebih jauh atau menganggap berita tersebut meng-ada-ada. Lebih berat lagi bagi mereka yang tergantung terhadap jenis obat tertentu, jika ada berita yang mempertanyakan ke-halal-annya, bagaikan langsung menyerang pribadi si pemakai obat tersebut. Timbullah semacam perasan terancam oleh berita-berita seperti itu, dan akhirnya menolak.

Bagaimana sikap kita seharusnya? Apa yang dapat kita lakukan?

Kalaulah boleh usul mungkin hal-hal berikut bisa diterapkan bagi diri, keluarga maupun orang terdekat kita sebagai usaha manusiawi untuk membersihkan rezeki yang kita konsumsi:

1. Mulailah buka mata dan buka hati terhadap isyu halal haram. Jangan lagi bersikap masa bodoh maupun mengambil rasa aman palsu. Di negeri mayoritas muslim ini kita tidak sepenuhnya dilindungi oleh sistem yang ada, sebab selain negeri ini tidak berdasarkan syariat Islam, juga karena negeri ini sangat tergantung pada berbagai negara lain yang amat mempengaruhi kebijakan perdagangan kita. Selalu pertanyakan apakah apa yang kita konsumsi benar-benar sudah aman (halal).

2. Perluaslah wawasan. Teknologi pengolahan bahan pangan maupun sandang sudah sedemikian majunya sehingga bahan dasar (babi misalnya), sudah sangat sulit dikenali secara fisik. Kue yang terhidang di depan kita mungkin mengandung bahan pembuat maupun bahantambahan dari bahan dasar babi. Penampilan fisiknya mungkin tak berbeda dengan yang halal. Di internet ada informasi tentang bahan dasar makanan yang disebut daftar E atau kode E ( salah satu link yang bisa dilihat, namun bukan yang terbaik: http://www.breakingtheviciouscycle.info/knowledge_base/kb/e_codes_for_food_additives_in_europe.htm ). Daftar ini menyebutkan apakah bahan tambahan makanan tertentu terbuat dari apa saja. Sebagian terbuat dari babi (tulang, daging, darah, enzim, hormon, kulit, bulu, organ dalam dll), selain dari binatang lain. Bahkan ada juga bahan tambahan makanan yang terbuat dari rambut manusia. Di bidang industri kulit, dengan teknik modern kulit babi atau sapi dapat dicetak (embossed) seperti motif kulit ular atau buaya. Pewarnaan juga sudah sedemikian maju sehingga bahan jadinya bagaikan warna plastik. Demikian juga industri mebel, pelapis mebel dari kulit asli boleh jadi terbuat dari babi. Kuas makanan, kuas lukis sering terbuat dari bulu babi. Pendek kata semakin banyak kita membuka mata kita, kita akan semakin faham betapa mengguritanya bahan dan barang haram maupun najis di sekitar kita.

3. Pelajari juga apa saja yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Dalam kaidah fiqih disebutkan untuk bidang selain ibadah khusus seperti shalat, maka pada dasarnya semua diperbolehkan (mubah) SELAIN yang dilarang. Yang haram jauh lebih sedikit dari yang halal, oleh karena itu kita cukup mempelajari apa saja yang haram. Perlu diketahui pula bahwa ke-haram-an tidak hanya pada hasil akhir, ke-haram-an bisa juga datang dari proses. Artinya, proses pembuatan sesuatu bisa menyebabkan barang tersebut haram, sehingga hasil akhirnya haram. Contoh, karena babi termasuk najis berat yang jika tersentuh sudah mengharuskan pencucian khusus, maka bahan makanan yang dalam proses pembuatannya berinteraksi dengan babi akan berubah menjadi haram, meskipun zat dari babi sama sekali tak terikut dalam hasil akhir produk. Contohnya adalah apa saja yang dibuat dengan memakai penyaring carbon dari tulang babi. Semua yang termasuk najis berat pasti haram, meskipun semua yang haram belum tentu najis. Contohnya alkohol (minuman keras) dan emas (bagi laki-laki) haram tapi tidak najis.

4. Bebaskanlah diri dari stereotip pencarian info hanya kepada ‘pihak-pihak berwenang’. Pihak berwenang hanyalah salah satu sumber informasi, dan bukan mustahil terkontaminasi oleh masalah politik dan kepentingan sehingga infonya menjadi tidak valid. Carilah sendiri karena sekarang era informasi bebas, tapi selalu pasanglah sikap kritis obyektif.

5. Dalam pencarian info, sertakan juga kredibilitas pemberi info: (1) Pemberi info bisa dari pihak mana saja, namun tingkat kredibilitasnya berbeda-beda, (2) info perlu selalu dicek ke sumber lain (cross check) agar tidak terjebak pada informasi menyimpang (biased information) yang mungkin terbawa dari sikap si pemberi info tentang hal tersebut, (3) Info tentang arahan agama dapat dicari dari berbagai sumber.Baik rujukan orang (ustadz) maupun buku, (4) makin banyak sumber yang anda ambil mungkin lebih baik untuk mengambil kesimpulan yang cukup kaya (elaborate). (5) Search engine (mesin pencari di internet) dapat dimanfaatkan untuk pecarian di lapangan ilmu kauniyah (ilmu yang di dapat manusia dari mempelajari sendiri di alam dunia ini), sedangkan untuk ilmu syar’I anda harus merujuk dahulu ke para ahli agama sebab search engine seringkali biased atau bahkan sama sekali tak mampu memberikan jawaban. Apalagi jika sudah masuk katagori fatwa, maka info tersebut harus diverifikasi oleh ahlinya.

6. Ambillah sikap pertengahan, jangan terlalu keras atau ketat sehingga terlalu menyulitkan diri dan terlalu curiga tanpa dasar, namun juga jangan terlalu gampang menyerah dan memudah-mudahkan sehingga menjadi teledor dalam mengambil keputusan. Patokannya, jika hati sudah mulai dihinggapi keraguan, maka itu saatnya segera mencari tahu. Tahan dulu pembelian barang selama masih ragu.

7. Jika terbukti ada barang atau makanan yang kita miliki ternyata mengandung barang haram, jangan ragu-ragu membuangnya dengan hati-hati. Jangan sampai makanan atau barang tersebut diambil oleh pemulung. Jangan ada perasaan sayang, sebab dosa harus dihindari sebelum berfikir mengambil manfaat.

8. Selalu berdoa pada Allah agar ditunjuki jalan lurus dan dijauhi dari yang bengkok. Minta diberi bimbingan oleh Allah SWT agar dimudahkan mengenali halal haram.

9. Selalu istighfar baik bagi kesalahan yang sudah disadari maupun yang selama ini di cuek-in , bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak mau tahu dan tidak mau cari tahu.

10. Jika mampu, beri peringatan ke orang lain terutama keluarga terdekat, jika tidak mampu, doakan dari jauh.

11. Lindungi diri dan keluarga terlebih dahulu, karena diri dan keluarga adalah tanggung jawab terdekat. Ajari anak-anak anda tentang hal-hal ini sehingga mereka memiliki ketrampilan yang sama dengan anda dalam bidang ini.

Jika kita hendak berbelanja:

Persiapkanlah dengan baik: (1) Telitilah barang-barang yang biasa dikonsumsi keluarga, mana-mana saja yang sudah termasuk dalam daftar halal dan mana yang belum. Daftar halal dapat anda peroleh dari lembaga resmi maupun internet. (2) Label halal juga mungkin diberikan oleh negeri lain. Jika tidak ada informasi yang memberikan penilaian negatif (sebaliknya), maka setiap lembaga milik umat Islam di manapun boleh kita ambil sebagai rujukan barang halal dari negerinya. Sebab standar halal seharusnya sama bagi seluruh ummat Islam seluruh dunia. (3) Telitilah setiap barang yang akan dibeli, jika tak ada label halal yang dapat dipercaya, sebaiknya jangan dibeli. Untuk bahan kulit kita akan mengalami kesulitan sebab di Indonesia tidak ada keharusan memberi label halal bagi barang bukan makanan dan obat. Namun ada yang pernah memberi info bagaimana mengenali kulit babi karena bentuk porinya berbeda. Wallahua’lam. (4) Jangan ragu-ragu bertanya pada sales yang menawarkan barang kepada kita tentang kehalal-an produk yang ditawarkan. Jangan ragu-ragu menolak jika sales-nya tak mampu menjawab dengan baik. Berikan masukan ke perusahaan produsen barang tersebut agar setiap perusahaan yang beroperasi di Indonesia menjadi yakin akan pentingnya berhati-hati soal kehalal-an produk. (5) Cari pengalaman atau skill/ ketrampilan mengenali bahan yang masih mungkin dikenali seperti bau Rhum (alkohol untuk esen kue). Tukang kue tahu bagaimana cara mengenalinya, belajarlah dari mereka yang jujur. (6) Bersabarlah dalam segala kerepotan dan kesulitan akibat sikap baru kita ini, Insya Allah mendapatkan ganjaran terbaik dari Allah SWT sebagai orang-orang yang berjihad untuk keluarga. Bersabarlah pula menghadapi berbagai tantangan yang mungkin melemahkan kita dalam menyusuri jalan menuju Allah SWT.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Hati-hati memakan makanan haram


QS Almu'minuun ayat [51]
" Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat yang saya kutip dari Qur'an surat al-Mu'minun ayat 51 di atas adalah seruan untuk para rasul dan tentunya juga untuk ummatnya karena para rasul diwajibkan menyampaikan pesan Allah pada ummatnya bahwa sangat penting untuk hati-hati untuk menjaga masalah makanan. makanan yang baik, yang halal yang tidak ada unsur subhat adalah sesuatu yang akan mendukung amal soleh.


jika kita asal-asalan saja /tidak menjaga makanan yang masuk ke perut kita maka dikhawatirkan doa dan amalan kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. saya jadi inget satu riwayat ada orang yang berdoa dengan menangis pada Allah tapi pakaian, makanan dan segala sesuatu yang ada pada dirinya terbuat dari barang yang harom. lalu bagaimana Allah akan menerima do'anya?

btw, buat yang mau Ke negerinya Obama alias negeri Amerika hati-hati kalo naik pesawat United Airlines karena bisa dipastikan makanan yang diberikan di pesawat adalah babi. kalo naik pesawat itu langsung saja pesan halal meat yang nantinya disedikan oleh pramugari. oh ya sebut nomor kursi sekalian biar ga salah sasaran.

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:

@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog