Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Mata Hati: Hati Sakit, Hati Mati, dan Hati Sehat ( Bag. 3 )

Faktor-faktor penyebab sakitnya hati

Penyebab timbulnya penyakit di hati adalah dikarenakan banyaknya fitnah yang selalu dibidikkan pada hati. Fitnah-fitnah tersebut dapat berupa: fitnah syahwat, dimana reaksinya amat keras sampai dapat merancukan niat dan iradat (kehendak) seseorang. Dan yang lain adalah fitnah syubhat (keragu-raguan) yang menyebabkan kacaunya persepsi dan i’tiqad (keyakinan).

Racun Hati

Setiap kemaksiatan adalah racun dan yang merupakan penyakit dan perusak kesucian hati. Dan racun-racun hati yang paling banyak ditemukan dan reaksinya cukup keras bagi kelangsungan hidup hati ada empat macam yaitu:

1. Berlebihan dalam berbicara

Banyak berbicara adalah salah satu faktor yang menyebabkan hati menjadi keras, sebagaimana sabda rasulullah saw :”Janganlah memperbanyak kata (bicara) selain dzikrullah, karena banyak bicara selain dzikrullah menjadikan hati keras. Dan orang yang terjauh dari Allah adalah yang berhati keras.”[HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar]. kemudian juga dengan banyak berbicara terkadang membuat seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan sebelumnya, sehingga melahirkan kerugian dan penyesalan. Umar bin Kahttab ra pernah berkata: “Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak kesalahannya, sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.” Hal ini ditegas juga dalam sebuah hadits , bahwa rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan ia tergelincir kedalam neraka lebih jauh antara timur dan barat.” [muttafaq ‘alaihi, dari Abu Hurairah t]

2. Berlebihan dalam memandang sesuatu

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada setiap mukmin dan mukminah untuk menundukkan pandangannya yang demikian itu lebih suci bagi hati-hati mereka. Dan juga mereka akan merasakan manisnya iman, sebagaimana sabda rasulullah saw : “Barangsiapa yang menahan pandangannya karena Allah, maka dia akan diberikan oleh Allah rasa manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya, sampai dimana ia manghadap kepada-Nya.” [HR. Ahmad]. Sekarang bagaimana jika perintah itu dilanggar, maka jelas akan menyebabkan fitnah bagi hati pelakunya. yaitu, rusaknya kesucian hati itu sendiri oleh angan-angan dan keindahan semu yang dibisikkan setan, lupa terhadap hal yang menjadi kemaslahatan. Lalu ia berbuat melampaui batas sehingga hilanglah akal sehatnya dan menyebabkan ia menjadi pengabdi hawa nafsu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:”Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.”[QS. Al-Kahfi:28].

3. Berlebihan dalam makan

Sedikit makan dapat melunakkan hati, menajamkan otak, merendahkan nafsu birahi dan melemahkan nafsu amarah. Sedangkan bila banyak makan, bahkan sampai kekenyangan akan berakibat sebaliknya.

Dari Miqdam bin Ma’di Karib dia berkata, bahwa ia mendengar rasulullah saw bersabda: “Anak adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk, daripada ia memenuhi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap saja untuk menguatkan tulang rusuknya. Jika memang tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafasnya.”[HR. Ahmad dan Tirmidzi].

Alangkah banyak kemaksiatan yang tersulut akibat makan yang berlebihan dan menghalangi ketaatan manusia kepada Sang Khalik. Karenanya siapa yang mampu menjaga perutnya dari sifat serakah, maka ia benar-benar membuktikan bahwa dirinya mampu menjaga diri dari keburukan yang lebih fatal lagi.

Ibrahim bin Adham berkata:”Barangsiapa mampu mengendalikan perutnya, maka ia mampu pula mengendalikan agamanya, dan barang siapa yang mampu menguasai rasa lapar (tidak makan berlebihan) maka ia dapat menguasai akhlak-akhlak yang baik, sebab maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar (yang mampu syahwat perutnya).”

4. Berlebihan dalam bergaul

Betapa tragis suatu pergaulan yang dapat merampas kenikmatan yang telah ada, karenanya timbul benih-benih permusuhan dan kebencian yang terpendam sehingga menyesakkan rongga-rongga dada. Namun rasa itu sulit dihindari terutama oleh hati yang sudah terluka. Demikian juga berlebih-lebihan dalam pergaulan dapat mendatangkan kerugian di dunia dan akhirat. Seyogyanya bagi seorang hamba dapat mengambil hikmah dari setiap pergaulan. usahakanlah untuk bersikap bijak dan dapat menempatkan diri dalam menghadapi berbagai karakter teman sepergaulan. Dimana karakter-karakter tersebut ada empat golongan:

- Terhadap orang yang jika kita membutuhkan bergaul dengannya, laksana kebutuhan kita terhadap makanan, kita tidak dapat lepas darinya dalam sehari semalam. Mereka itu adalah Para Ulama yang memiliki cakrawala pengetahuan yang luas tentang ilmu Agama, mengetaui tipu daya setan dan segala macam bentuk penyakit hati.

- Terhadap orang yang jika kita bergaul dengannya seperti kebutuhan kita akan obat, Kita mengharapkannya dikala kita sedang sakit saja, tetapi bila badan kembali sehat maka mereka tidak kita butuhkan lagi. mereka ini adalah dari orang yang kehadirannya kita nantikan berkaitan dengan masalah kemaslahatan hidup dan kehidupan, seperti untuk saling bekerjasama atau sebagai mitra kerja dalam berniaga, bertani, bermusyawarah dan masalah-masalah lain dalam hal muamalah.

- Terhadap orang yang jika kita bergaul dengannya, tidak ubahnya seperti penyakit. Golongan ini terbagi menjadi beberapa jenis dan tingkatan, bergantung pada intesitasnya terhadap jiwa kita. Diantara mereka adalah yang bersifat individualis dan egoistis. Jika bergaul dengannya hendaklah kita waspada dan berlaku bijak dalam menghadapinya. Hal ini bukan berarti kita harus menghindar dan tidak mau bergaul dengannya, tetapi jagalah jangan sampai diri kita terbawa oleh pengaruh kepribadiannya, karena akan merugikan kita dalam hal agama dan dunia. oleh karena itu sebaiknya orang-orang yang masuk dalam tipe ini hendaklah dujauhi jika ingin selamat agama dan dunia kita.

- Terhadap orang yang bila kita bergaul dengannya akan membawa kefatalan, sebab ia laksana ular berbisa. Andaikan kita sampai terkena patuknya, kemudian kita berhasil menemukan penawarnya maka selamatlah kita, tetapi jika tidak, inilah bencana bagi kita. Golongan ini banyak berkeliaran di sekitar kita. Mereka adalah Ahli bid’ah yang sesat dan menyesatkan, menyimpang dari sunnah rasulullah saw. Mereka pandai membolak-balikkan fakta, sunnah mereka jadikan bid’ah dan bid’ah mereka jadikan sunnah. Bagi orang yang berakal tidak layak untuk bergaul ataupun duduk-duduk bersama mereka. Jika itu tetap dilakukan maka akan sakitlah hati bahkan bisa menyebabkan hatinya menjadi mati.

Bersambung ke Hati Sakit, Hati Mati, dan Hati Sehat ( Bag. 4)

Sumber :

1. Tazkiyatun Nufus oleh Dr. Ahmad Farid

2. Amraadlul Qulub wa Sifaauha oleh Ibnu Thaimiyah

(www.an-naba.com)

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mata Hati: Hati Sakit, Hati Mati, dan Hati Sehat ( Bag. 2 )

Kedua, Qalbun Mayyit

Qalbun Mayyit (hati yang mati) adalah kebalikan dari hati yang sehat, hati yang mati tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya. dan ia berdiri berdampingan dengan syahwatnya dan memperturutkan keinginan hawa nafsunya, walaupun hal ini menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala marah dan murka akan perbuatannya. Ia tidak peduli lagi apakah Allah ridha atau murka terhadap apa yang dikerjakannya, sebab ia memang telah mengabdi kepada selain Allah. Jika mencintai didasarkan atas hawa nafsu, begitu pula dengan membenci, memberi. Hawa nafsu lebih didewa-dewakan daripada rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hati jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup hati mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ” Dan diantara mereka ada orang yang mendengar (bacaanmu), padahal kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya) dan kami letakkan sumbatan di telinganya dan jikalaupun mereka melihat segala tanda kebenaran mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu‘.”[QS. Al-An'am:25].

Ayat ini menunjukkan, bahwa ada manusia yang tidak mempergunakan hatinya untuk memahami ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak mempergunakan telinganya untuk mendengar perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga tidak mau melihat kebenaran yang telah disampaikan. Seperti difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: “(Mereka berkata )Hati kami tertutup dari ajakan yang kamu serukan kepada kami, dalam telinga kami ada sumbatan, dan diantara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja pula.”[QS. Fushilat:5].

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membiarkan mereka dalam kegelapan dan mereka sedikitpun tidak akan mendapatkan cahaya iman. “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka. Dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidaklah kembali kepada jalan yang benar.” [Al-Baqarah:17-18].

Ketiga, Qalbun Maridl

Qalbun Maridl (hati yang sakit) adalah hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih penyakit berupa kejahilan. Hati yang sedang di cekam sakit akan mudah menjadi parah apabila tidak diobati dengan hikmah dan maud’izah. Seperti difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan setan, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang keras hatinya.”[QS. Al-Hajj:53].

Karena sesungguhnya apa yang disisipkan oleh setan kedalam hati manusia itu, akan membuat sesuatu menjadi syubhat (sesuatu yang meragukan), seperti penyakit ragu dan sesat. Begitu hati menjadi lemah karena penyakit yang diidap, maka setanpun mudah merasuk kedalam hati lalu menghidupkan fitnah dalam hati tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafiq, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di madinah (dari menyakitimu) niscaya kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka. Kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.”[Al-Ahzab:60].

Namun demikian hati orang-orang yang seperti itu belumlah mati sebagaimana hati orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, akan tetapi bukan pula hati sehat, seperti sehatnya hati orang-orang yang beriman. Sebab di dalam hati mereka terdapat penyakit syubhat dan syahwat. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sehingga berkeinginanlah orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya.“[QS. Al-Ahzab:32].

Ciri-ciri Qalbun Maridl

Boleh jadi hati manusia sedang sakit , bahkan tanpa disadari. Lebih tragis bahwa hatinya sebenarnya mati, namun si empunya tidak menyadari.

Tanda-tanda spesifik hati yang sedang sakit atau mati adalah jika ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau kemaksiatan, Hal itu disebabkan karena hatinya telah rancu dan teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan aqidahnya yang batil. Hal ini seperti ditafsirkan oleh Mujahid dan Qatadah tentang firman Allah yang berbunyi: “Fi Qulubihim Maradhun“[QS.Al-Baqarah:10]. artinya: “Dalam hati mereka terdapat penyakit.” “Ayat ini menunjukkan adanya keraguan yang tumbuh dalam hati manusia tentang kebenaran.” Bahkan ia melihat kebenaran bagai sesuatu yang sangat bertentangan dengan kehendaknya. Kebenaran itu dilihat dari sisi lain yang terasa merugikan dirinya. sehingga dalam kondisi seperti ini ia lebih menyukai kebatilan dan kemudharatan.

Bersambung ke Hati Sakit, Hati Mati, dan Hati Sehat ( Bag. 3)

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mata Hati: Hati Sakit, Hati Mati, dan Hati Sehat ( Bag. 1 )


Hati Sakit, Hati Mati, Hati Sehat…?

Hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta diatas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah pengendali dan sekaligus sebagai pemberi komando terdepan yang setiap anggota tubuh berada di bawah kekuasaannya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladanannya, baik dalam ketaatan atau penyimpangan. Organ-organ tubuh lainnya selalu mengikuti dan patuh dalam setiap keputusan.

Nabi saw bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”[HR. Bukhari-Muslim].

Pengelompokan Hati Manusia

Hati manusia terbagi menjadi tiga klasifikasi:

Qalbun Shahih (hati yang suci), Qalbun Mayyit (hati yang mati), dan Qalbun Maridl (hati yang sakit).

Pertama, Qalbun Shahih

Yaitu hati yang sehat dan bersih (hati yang sehat) dari setiap nafsu yang menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya. Sehingga ia selamat dari pengabdian kepada selain Allah, dan mencari penyelesaian hukum pada selain rasul-Nya. Karenanya, hati ini murni pengabdiannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik pengabdian secara iradat (kehendak), mahabbah (cinta), tawakkal (berserah diri), takut atas siksa-Nya dan mengharapkan karunia-Nya. Bahkan seluruh aktivitasnya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Jika mencintai maka cintanya itu karena Allah, dan jika membenci maka kebenciannya itupun karena Allah, jika memberi atau bersedekah, hal itu karena-Nya dan jika tidak memberi, juga karena Allah. Dan tidak hanya itu saja, tapi diiringi dengan kepatuhan hati dan bertahkim kepada syari’at-Nya. ia mempunyai landasan yang kuat dan prinsip tersendiri dalam menjadikan Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam segala hal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”[QS. Al-Hujurat:1]. Ciri-ciri Qalbun Shahih

1. Apabila hati pergi meninggalkan dunia menuju dan berdomisili di alam akhirat, sehingga seakan ia termasuk penduduknya. Ia datang ke dunia fana ini bagaikan seorang asing yang kebetulan singgah sebentar sebelum meneruskan perjalanan menuju alam akhirat. Sebagaimana telah diwasiatkan Nabi saw kepada Abdullah bin Umar : “Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan.” [HR. Bukhari].

2. Jika ia tertinggal wirid, atau sesuatu bentuk peribatan lainnya, maka ia merasakan sakit yang tiada terperi ,melebihi sakitnya orang yang tamak dan kikir saat kehilangan barang kesayangannya.

3. Ia senantiasa rindu untuk dapat mengabdikan diri di jalan Allah, melebihi keinginan orang yang lapar kepada makanan dan minuman. Yahya bin Mu’adz berkata: “Barangsiapa yang merasa berkhidmat kepada Allah, maka segala sesuatupun akan senang berkhidmat kepadanya, dan barang siapa tentram dan puas dengan Allah maka orang lain tentram pula ketika melihat dirinya.

4. Apabila tujuan hidupnya hanya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

5. Bila sedang melakukan sholat, maka sirnalah semua kegundahannya dan kesusahan kaena urusan dunia. Sebab di dalam sholat telah ia temukan kenikmatan dan kesejukan jiwa yang suci.

6. Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakanya, melebihi rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.

7. Tidak pernah terputus dan futur (malas) untuk mengingat Allah Idan berdzikir kepada-Nya.

8. Lebih mengutamakan pada pencapaian kualitas dari suatu amal perbuatan daripada kuantitas. ia lebih condong pada keikhlasan dalam beramal, mengikuti petunjuk syari’at rasulullah saw di samping ia selalu merenungi segala bentuk karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan mengakui tentang kelalaian dan keteledorannya dalam memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bersambung ke Hati Sakit, Hati Mati, dan hati Hati Sehat ( Bag. 2 )

Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mata Hati: Sejenak Bersama Hati


Sejenak Bersama Hati

Hati selalu terkait dengan syahwat dan terhijab dari Allah menurut kadar keterkaitannya dengan syahwat.

* Hati adalah bejana Allah di muka bumi, hati yang paling disukai Allah adalah hati yang paling lembut, yang paling kuat dan yang paling terkendali.
* Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.


* Kerasnya hati karena empat perkara, apabila telah melewati batas: Makan, tidur, berbicara dan berbaur. Sebagaimana halnya badan apabila sakit maka tidak dapat merasakan kelezatan makanan dan minuman. Demikian pula hati apabila telah sakit karena syahwat maka tidak dapat merasakan manfaat dari nasihat yang diberikan.
* Siapa yang ingin membersihkan hatinya maka hendaklah ia utamakan Allah daripada syahwatnya.
* Mereka menyibukkan hati dengan urusan dunia, kalaulah mereka menyibukkannya dengan Allah dan negeri akhirat tentu hati akan dapat menyelami makna Kalam-Nya dan ayat-ayat-Nya yang dapat disaksikan. Dan tentu hati akan memberikan berbagai keajaiban hikmah dan faidah bagi pemiliknya.
* Apabila hati diisi dengan dzikir, disirami dengan tafakkur dan dibersihkan dari kerusakan niscaya ia akan melihat berbagai keajaiban dan akan diberi hikmah.
* Kerinduan kepada Allah dan pertemuan dengan-Nya ibarat angin sepoi-sepoi yang berhembus menyejukkan hati dan meringankannya dari kepenatan dunia.
* Barangsiapa menambatkan hatinya di sisi Rabbnya niscaya akan tenanglah hatinya dan lega. Dan barangsiapa melepas hatinya bersama manusia niscaya hati akan goncang dan akan bertambah kacau.
* Apabila Allah menyintai seorang hamba niscaya Allah akan memilihnya untuk diri-Nya, memilihnya untuk menyintai diri-Nya, mengistimewakannya untuk beribadah kepada-Nya, dan menyibukkan hatinya bersama Allah, lisannya dengan berdzikir menyebut-Nya dan anggota badannya dengan berkhidmat untuk-Nya.
* Hati bisa sakit sebagaimana halnya badan. Penyembuhannya adalah dengan taubat dan menjaga diri. Hati bisa kotor seperti halnya kaca. Dan cara membersihkan adalah dengan berdzikir. Hati bisa telanjang seperti halnya badan, hiasannya adalah takwa. Hati bisa lapar dan dahaga seperti halnya badan, makanan dan minumannya adalah ma’rifah, cinta, tawakkal, inabah dan khidmat.
* Tidak ada hukuman yang lebih besar atas seorang hamba selain kerasnya hati dan jauh dari Allah.
* Neraka diciptakan untuk melelehkan hati yang keras.
* Kerusakan hati karena merasa aman dan lalai. Membangunnya adalah dengan rasa takut dan dzikir.
* Kalaulah hati diisi dengan rasa cinta, niscaya akan hilanglah nafsu syahwat darinya.
* Siapa saja yang merasa berat dalam hatinya untuk berbuat maksiat kepada Allah niscaya Allah akan membuat hati manusia berat untuk menghinakannya.

Disadur dari buku Pesan-pesan Pemikat Cinta karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah



Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Hati Mati: Do'a Ibrahim Bin Adham



Bagi kita umat yang beriman kepada Allah, dalam menjalani kehidupan ini dituntut untuk berikhtiar di samping berdo’a. Allah SWT juga mengisyaratkan kepada kita, bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita, seperti firmannya dalam Surah Almu’min 60:
"Berdoalah kamu kepadaKu, niscaya Aku perkenankan permintaanmu”.
Tapi bukankah banyak orang yang merasa doanya tidak dikabulkan oleh Allah. Rasulullah SAW juga sejak dulu sudah menduga tentang adanya orang-orang yang merasa doanya tidak dikabulkan, seperti sabdanya:
"Padahal doamu itu akan dikabulkan, tapi ketika belum terlaksana, orang itu akan berkata: Sudah sering aku berdoa, tapi belum juga dikabulkan".

Ketika kita berdoa kepada Allah kita tentu tahu tata cara yang dicontohkan Rasulullah. Disamping itu mari kita perhatikan pesan seorang sufi yang bernama Ibrahim bin Adham. Sufi dari Persia yang meninggal tahun 165 H (782 M) ini, sebelumnya adalah seorang bangsawan Negeri Balkah, yang meninggalkan negerinya kemudian hidup bersama orang-orang miskin yang tinggal di pinggiran kota Mekah, karena semata-mata untuk hidup berhalwat yang sempurna guna mendapatkan cinta Allah SWT.

Ketika para sahabatnya bertanya tentang doa yang tidak diterima Allah, Ibrahim bin Adham bekata: ”Hati kalian telah mati karena 10 perkara”:
1. Kamu mengaku mengenal Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajiban kepadanya.
2. Kamu mengenal Al Qur’an, tapi tidak membacanya dan mengamalkan isinya.
3. Kamu mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tapi kamu tinggalkan sunahnya.
4. Kamu menyatakan bermusuhan dengan syaitan, tetapi kamu ikuti ajakannya.
5. Kamu ingin masuk surga, tetapi tidak sungguh-sungguh dalam beramal untuk memasukinya.
6. Kamu ingin selamat dari siksa neraka, tetapi kamu melemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
7. Kamu sibuk mengoreksi aib orang lain, tapi kamu tidak mau mengoreksi aib kamu sendiri.
8. Kamu tahu kematian itu pasti datang, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk itu.
9. Kamu menguburkan orang-orang mati, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka.
10. Kamu telah diberi berbagai nikmat oleh Allah SWT, tetapi kamu tidak mensyukurinya.

Mengapa Ibrahim bin Adham meninggalkan kebangsawanannya dengan kehidupan dunia yang gemerlap, ketika para sahabatnya yang bertanya sesudah mengetahui asal-usulnya. Ibrahim berkata: "Suatu hari aku memegang sebuah cermin. Tiba-tiba saja dalam cermin aku melihat sebuah kuburan yang di dalamnya tidak ada yang aku kenal. Kemudian aku harus menempuh suatu perjalanan jauh yang terbentang di hadapanku, padahal aku tidak punya bekal apa-apa. Kemudian aku melihat seorang hakim yang adil, sedangkan aku tidak mempunyai seorangpun yang membela diriku. Karena itulah aku kemudian benci terhadap kebangsawananku dengan segala kemewahannya”.
Ibrahim kemudian meninggalkan negerinya, dan bekerja apa saja utk mendapatkan rezki yang halal. Ia bahkan hidup di antara orang-orang miskin di pinggiran kota Mekah.
Ketika Ibrahim meninggalkan Balkah negerinya, ia meninggalkan anaknya yang masih menyusu. Anak yang kemudian tumbuh sebagai seorang pemuda ini menanyakan kepada ibunya tentang bapaknya. Ibunya mengatakan kalau bapaknya telah meninggalkannya. Karena itu pemuda ini kemudian mengajak beberapa orang Balkah untuk menemaninya pergi berhaji ke Mekah sekalian untuk berdoa kepada Allah semoga dipertemukan dengan ayahnya.

Ketika sampai di Mekah, di pintu masjid pemuda dan rombongannya bertemu dengan serombongan sufi. Pemuda ini bertanya apakah mereka mengenal orang yang bernama Ibrahim bin Adham. Salah seorang menjawab, Ibrahim bin Adham adalah sahabat mereka, ia sedang mencari makanan untuk menjamu mereka. Pemuda minta diantar ke tempat Ibrahim. Pemuda lalu dibawa ke bagian kota Mekah yang dihuni orang-orang miskin. Di situ pemuda ini melihat Ibrahim tanpa alas kaki dan tanpa tutup kepala sedang memikul kayu bakar. Berlinang air mata pemuda itu, tapi ia kendalikan dirinya. Ia buntuti ayahnya sampai ke pasar. Sampai di pasar ayahnya menawarkan kayu bakar untuk ditukar dengan beberapa roti. Roti itu dibawa ayahnya dan disuguhkannya kepada para sahabatnya.
Pemuda ini tidak langsung menemui ayahnya, karena tentu ayahnya tidak mengenalnya. Karena itu ia segera kembali ke Balkah untuk mengajak ibunya untuk menjemput ayahnya. Tapi ibunya menasihatinya agar menemuinya nanti pada saat melaksanakan ibadah haji.

Musim haji berikutnya pemuda dan ibunya berhaji ke Mekah. Pada saat melaksanakan tawaf pemuda tersebut bertemu dengan Ibrahim. Pemuda itu mendekatinya, dan Ibrahim terkesima memperhatikan pemuda tersebut. Habis tawaf teman Ibrahim bertanya mengapa ia memperhatikan pemuda itu. Ibrahim menjelaskan, ia yakin pemuda itu anaknya yang dulu ditinggalkannya.

Esoknya teman Ibrahim mencari pemuda itu. Ia bertanya apakah pemuda itu dari Balkah, dijawab ya. Siapa nama ayahmu, dijawab pemuda bahwa ayahnya bernama Ibrahim bin Adham.
Teman Ibrahim membawa pemuda itu bersama ibunya menemui Ibrahim yang sedang duduk-duduk bersama sahabat-sahabatnya di pojok ka’bah. Begitu sampai, ibunya tak sabar dan berteriak: "inilah ayahmu". Tapi pemuda itu dapat menguasai dirinya, ia mengucapkan salam kepada ayahnya. Ibrahim menjawab salamnya dan merangkulnya, sambil bertanya:
Agama apa yang kau anut, pemuda itu menjawab Islam. “Alhamdulillah, apa kamu dapat membaca Al Qur’an, di jawab: dapat. “ Alhamdulillah, apakah sudah mendalami agama mu itu, dijawab sudah.
Setelah itu Ibrahim melepaskan pelukannya, ia hendak pergi. Tapi anaknya tak mau melepaskannya. Ibunya menjerit. Tapi Ibrahim menengadahkan tangannya dan berseru: “Ya Allah selamatkanlah diriku ini”. Seketika itu juga apa yang terjadi, anaknya yang disayanginya dan menimbulkan rasa cintanya kepada anaknya yang ada dalam rangkulannya tersebut sesaat kemudian menemui ajalnya. Anak tersebut dengan tenang menghembuskan napasnya yang terakhir.

Ketika semua acara pemakaman anak tersebut telah selesai, seorang sahabat Ibrahim bertanya tentang meninggalnya anaknya tersebut kepada Ibrahim: mengapa hal itu terjadi. Ibrahim berkata: “Ketika aku merangkul anakku, timbul rasa cintaku kepadanya. Bersamaan dengan itu aku mendengar suara menyeru kepadaku: Engkau telah mencintai seseorang di samping Aku Tuhanmu, padahal engkau pernah menasihati teman-temanmu untuk tidak memandang wajah wanita dan anak-anak. Tetapi engkau sendiri lebih tertarik pada wanita dan pemuda itu.

Mendengar itu aku berdoa: Ya Allah selamatkanlah aku ini. Anak itu akan merenggut seluruh perhatianku, sehingga aku tidak dapat sepenuhnya mencintai Mu lagi Tuhan ku. Cabutlah nyawa anakku ini, atau cabutlah nyawaku sendiri. Dan rupanya kematian anakku tersebut merupakan jawaban doa ku tersebut".

Itulah pendirian seorang sufi yang tidak mau membagi cintanya kepada Allah SWT, meski itu kepada anak dan isterinya sendiri. Doanya selalu didengar oleh Allah.
Bagi kita sebagai mukmin dan mukminat tentu saja tidak atau belum selevel Ibrahim bin Adham, kita tentu menyayangi dan mencintai anak-anak dan keluarga kita, karena mereka adalah titipan Allah SWT, tetapi jangan pula kecintaan dan kesayangan tersebut menjadi hambatan bagi kita untuk menunaikan segala kewajiban kita kepada Allah SWT, karena anak-anak dan keluarga kita tersebut, di samping mereka selain titipan Allah SWT juga merupakan ujian terhadap keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
.
Demikianlah sekilas tentang seorang sufi yang hidup di abad VIII di negeri Persia. Di akhir hayatnya Ibrahim bin Adham terbunuh syahid ketika mengikuti angkatan laut yang melakukan penyerangan Bizantium sekitar tahun 782 M. Catatan: naskah disarikan dari berbagai sumber.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog