Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Hati Mati: Do'a Ibrahim Bin Adham



Bagi kita umat yang beriman kepada Allah, dalam menjalani kehidupan ini dituntut untuk berikhtiar di samping berdo’a. Allah SWT juga mengisyaratkan kepada kita, bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita, seperti firmannya dalam Surah Almu’min 60:
"Berdoalah kamu kepadaKu, niscaya Aku perkenankan permintaanmu”.
Tapi bukankah banyak orang yang merasa doanya tidak dikabulkan oleh Allah. Rasulullah SAW juga sejak dulu sudah menduga tentang adanya orang-orang yang merasa doanya tidak dikabulkan, seperti sabdanya:
"Padahal doamu itu akan dikabulkan, tapi ketika belum terlaksana, orang itu akan berkata: Sudah sering aku berdoa, tapi belum juga dikabulkan".

Ketika kita berdoa kepada Allah kita tentu tahu tata cara yang dicontohkan Rasulullah. Disamping itu mari kita perhatikan pesan seorang sufi yang bernama Ibrahim bin Adham. Sufi dari Persia yang meninggal tahun 165 H (782 M) ini, sebelumnya adalah seorang bangsawan Negeri Balkah, yang meninggalkan negerinya kemudian hidup bersama orang-orang miskin yang tinggal di pinggiran kota Mekah, karena semata-mata untuk hidup berhalwat yang sempurna guna mendapatkan cinta Allah SWT.

Ketika para sahabatnya bertanya tentang doa yang tidak diterima Allah, Ibrahim bin Adham bekata: ”Hati kalian telah mati karena 10 perkara”:
1. Kamu mengaku mengenal Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajiban kepadanya.
2. Kamu mengenal Al Qur’an, tapi tidak membacanya dan mengamalkan isinya.
3. Kamu mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tapi kamu tinggalkan sunahnya.
4. Kamu menyatakan bermusuhan dengan syaitan, tetapi kamu ikuti ajakannya.
5. Kamu ingin masuk surga, tetapi tidak sungguh-sungguh dalam beramal untuk memasukinya.
6. Kamu ingin selamat dari siksa neraka, tetapi kamu melemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
7. Kamu sibuk mengoreksi aib orang lain, tapi kamu tidak mau mengoreksi aib kamu sendiri.
8. Kamu tahu kematian itu pasti datang, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk itu.
9. Kamu menguburkan orang-orang mati, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka.
10. Kamu telah diberi berbagai nikmat oleh Allah SWT, tetapi kamu tidak mensyukurinya.

Mengapa Ibrahim bin Adham meninggalkan kebangsawanannya dengan kehidupan dunia yang gemerlap, ketika para sahabatnya yang bertanya sesudah mengetahui asal-usulnya. Ibrahim berkata: "Suatu hari aku memegang sebuah cermin. Tiba-tiba saja dalam cermin aku melihat sebuah kuburan yang di dalamnya tidak ada yang aku kenal. Kemudian aku harus menempuh suatu perjalanan jauh yang terbentang di hadapanku, padahal aku tidak punya bekal apa-apa. Kemudian aku melihat seorang hakim yang adil, sedangkan aku tidak mempunyai seorangpun yang membela diriku. Karena itulah aku kemudian benci terhadap kebangsawananku dengan segala kemewahannya”.
Ibrahim kemudian meninggalkan negerinya, dan bekerja apa saja utk mendapatkan rezki yang halal. Ia bahkan hidup di antara orang-orang miskin di pinggiran kota Mekah.
Ketika Ibrahim meninggalkan Balkah negerinya, ia meninggalkan anaknya yang masih menyusu. Anak yang kemudian tumbuh sebagai seorang pemuda ini menanyakan kepada ibunya tentang bapaknya. Ibunya mengatakan kalau bapaknya telah meninggalkannya. Karena itu pemuda ini kemudian mengajak beberapa orang Balkah untuk menemaninya pergi berhaji ke Mekah sekalian untuk berdoa kepada Allah semoga dipertemukan dengan ayahnya.

Ketika sampai di Mekah, di pintu masjid pemuda dan rombongannya bertemu dengan serombongan sufi. Pemuda ini bertanya apakah mereka mengenal orang yang bernama Ibrahim bin Adham. Salah seorang menjawab, Ibrahim bin Adham adalah sahabat mereka, ia sedang mencari makanan untuk menjamu mereka. Pemuda minta diantar ke tempat Ibrahim. Pemuda lalu dibawa ke bagian kota Mekah yang dihuni orang-orang miskin. Di situ pemuda ini melihat Ibrahim tanpa alas kaki dan tanpa tutup kepala sedang memikul kayu bakar. Berlinang air mata pemuda itu, tapi ia kendalikan dirinya. Ia buntuti ayahnya sampai ke pasar. Sampai di pasar ayahnya menawarkan kayu bakar untuk ditukar dengan beberapa roti. Roti itu dibawa ayahnya dan disuguhkannya kepada para sahabatnya.
Pemuda ini tidak langsung menemui ayahnya, karena tentu ayahnya tidak mengenalnya. Karena itu ia segera kembali ke Balkah untuk mengajak ibunya untuk menjemput ayahnya. Tapi ibunya menasihatinya agar menemuinya nanti pada saat melaksanakan ibadah haji.

Musim haji berikutnya pemuda dan ibunya berhaji ke Mekah. Pada saat melaksanakan tawaf pemuda tersebut bertemu dengan Ibrahim. Pemuda itu mendekatinya, dan Ibrahim terkesima memperhatikan pemuda tersebut. Habis tawaf teman Ibrahim bertanya mengapa ia memperhatikan pemuda itu. Ibrahim menjelaskan, ia yakin pemuda itu anaknya yang dulu ditinggalkannya.

Esoknya teman Ibrahim mencari pemuda itu. Ia bertanya apakah pemuda itu dari Balkah, dijawab ya. Siapa nama ayahmu, dijawab pemuda bahwa ayahnya bernama Ibrahim bin Adham.
Teman Ibrahim membawa pemuda itu bersama ibunya menemui Ibrahim yang sedang duduk-duduk bersama sahabat-sahabatnya di pojok ka’bah. Begitu sampai, ibunya tak sabar dan berteriak: "inilah ayahmu". Tapi pemuda itu dapat menguasai dirinya, ia mengucapkan salam kepada ayahnya. Ibrahim menjawab salamnya dan merangkulnya, sambil bertanya:
Agama apa yang kau anut, pemuda itu menjawab Islam. “Alhamdulillah, apa kamu dapat membaca Al Qur’an, di jawab: dapat. “ Alhamdulillah, apakah sudah mendalami agama mu itu, dijawab sudah.
Setelah itu Ibrahim melepaskan pelukannya, ia hendak pergi. Tapi anaknya tak mau melepaskannya. Ibunya menjerit. Tapi Ibrahim menengadahkan tangannya dan berseru: “Ya Allah selamatkanlah diriku ini”. Seketika itu juga apa yang terjadi, anaknya yang disayanginya dan menimbulkan rasa cintanya kepada anaknya yang ada dalam rangkulannya tersebut sesaat kemudian menemui ajalnya. Anak tersebut dengan tenang menghembuskan napasnya yang terakhir.

Ketika semua acara pemakaman anak tersebut telah selesai, seorang sahabat Ibrahim bertanya tentang meninggalnya anaknya tersebut kepada Ibrahim: mengapa hal itu terjadi. Ibrahim berkata: “Ketika aku merangkul anakku, timbul rasa cintaku kepadanya. Bersamaan dengan itu aku mendengar suara menyeru kepadaku: Engkau telah mencintai seseorang di samping Aku Tuhanmu, padahal engkau pernah menasihati teman-temanmu untuk tidak memandang wajah wanita dan anak-anak. Tetapi engkau sendiri lebih tertarik pada wanita dan pemuda itu.

Mendengar itu aku berdoa: Ya Allah selamatkanlah aku ini. Anak itu akan merenggut seluruh perhatianku, sehingga aku tidak dapat sepenuhnya mencintai Mu lagi Tuhan ku. Cabutlah nyawa anakku ini, atau cabutlah nyawaku sendiri. Dan rupanya kematian anakku tersebut merupakan jawaban doa ku tersebut".

Itulah pendirian seorang sufi yang tidak mau membagi cintanya kepada Allah SWT, meski itu kepada anak dan isterinya sendiri. Doanya selalu didengar oleh Allah.
Bagi kita sebagai mukmin dan mukminat tentu saja tidak atau belum selevel Ibrahim bin Adham, kita tentu menyayangi dan mencintai anak-anak dan keluarga kita, karena mereka adalah titipan Allah SWT, tetapi jangan pula kecintaan dan kesayangan tersebut menjadi hambatan bagi kita untuk menunaikan segala kewajiban kita kepada Allah SWT, karena anak-anak dan keluarga kita tersebut, di samping mereka selain titipan Allah SWT juga merupakan ujian terhadap keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
.
Demikianlah sekilas tentang seorang sufi yang hidup di abad VIII di negeri Persia. Di akhir hayatnya Ibrahim bin Adham terbunuh syahid ketika mengikuti angkatan laut yang melakukan penyerangan Bizantium sekitar tahun 782 M. Catatan: naskah disarikan dari berbagai sumber.


Anda mendapat 1 Pesan

Silakan Buka Pesan Sekarang di Sini

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Namaku Juana, Separuh Jiwaku Ada di Gaza




Namaku Juana. Separuh Jiwaku Ada di Gaza.

Mengamati berita penyergapan Kapal Pembawa Relawan Kemanusiaan oleh tentara Israel di Gaza beberapa waktu yang lalu menginspirasi saya untuk menulis beberapa artikel dan berita seputar perkembangan gaza. Sering saya browsing tentang penderitaan masyarakat Palestina khususnya Gaza yang begitu memprihatinkan.

Nah, di antara beberapa artikel dan berita yang berhasil saya baca, kemudian disadur ulang di sini dengan beberapa tambahan gambar untuk mendukung isi berita. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah kisah perjuangan seorang wanita Malaysia bernama Juana yang berangkat ke Gaza untuk misi kemanusiaan. Berikut petikan kisah selengkap nya bisa anda baca di bawah ini.

Kemarin saya menerima kiriman pos, newsletter dari VoP. Ada artikel panjang yang membuat saya terharu-biru. Kisah seorang perempuan muda bernama Juana Jaafar asal Malaysia. Dia bersama rekannya bernama Ram yang beragama Hindu dipilih untuk menjadi utusan Perdana Global Peace Organization untuk bergabung dengan Viva Palestina. Juana dan Ram terbang ke London membawa uang donasi rakyat Malaysia sebesar 1 juta ringgit, di London dibelikan ambulans (dan memberinya nama “Arafah”) lalu mengisinya dengan berbagai perlengkapan yang kira2 dibutuhkan rakyat Gaza. Lalu, dari London, dimulailah konvoi kemanusiaan itu.

Saya membaca artikel panjang itu sambil menahan nafas. Betapa inginnya saya menjadi Juana. Saya browsing, artikel itu tak ada di internet. Jadi saya ketik ulang saja (fiuuh…!) bagian-bagian yang paling membuat saya merinding. Saya tak bisa jadi Juana, tapi setidaknya, saya bisa menyampaikan pengalamannya pada segelintir pembaca blog ini. Artikel indah ini ditulis oleh seseorang berinisial AH (Alfian Hamzah kah? Hmm..) yang mengikuti laporan-laporan singkat Juana selama perjalanannya dari London ke Gaza melalui Twitter. Thank you AH, keep up the good work!



Namaku Juana. Separuh Jiwaku Ada di Gaza.

Ikut dalam konvoi Viva Palestina bukan hal gampang. Keamanan di jalan adalah satu hal. Hal lain adalah mereka bukan turis yang sedang bertamasya. Konvoi umumnya tidur di alam terbuka, di tempat parkiran atau tanah lapang. Juana dan Ram yang bergantian menyetir ambulans, lebih memilih tidur di mobil. Tapi sleeping bag mereka masing-masing seringkali kalah oleh keras dan dinginnya rangka ambulans. “Ginjal serasa di kepala,” kata Juana.

“Misi ini,” kata Juana dalam pesannya di alam maya, “bukan untuk mereka yang tak sabar. Ini mungkin jenis mis yang jitu membuat orang lebih sabar, Insya Allah.”

Dalam pesannya yang lain, Juana menulis,

“Paling tidak ada dua perempuan di bawah 35 tahun yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya untuk iku konvoi ini… Saya respek gila dengan perempuan-perempuan ini. Tolong diingat, mereka membiayai dirinya sendiri. Kantor tak mengizinkan mereka cuti, so mereka memutuskan berhenti kerja. Cool gila.”

“Seorang teman. Seorang bekas pemain sirkus, usianya mungkin sudah pertengahan 50, mendanai keikutsertaannya dalam konvoi ini. Dia mengumpulkan sumbangan dengan cara menenteng kotak donasi di depan supermarket Tesco di Wales. Dia orang Kristen dan di telinganya ada anting bergambar Salib.”

“Sekarang saya duduk bersama sekelompok anak remaja Irlandia yang semuanya beragama Katolik. Mereka menyetir sendiri jauh-jauhd ari Irlandia karena mereka bilang, ‘yang terjadi di Palestina adalah persis seperti yang pernah terjadi di Irlandia.”

“Misi ini bukan sebuah jihad. Ini soal keadilan. Justru, sekarang ini saya seperjalanan dengan seorang non-Muslim dan seorang vegan dari California. Viva!”

“Sepasang suami istri yang sudah tua di Jerman baru saja memberiku beberapa lembar voucher minum kopi, hanya karena tahu saya menuju Gaza. Saya rasanya ingin menangis… Begitu banyak orang yang terlalu baik kepada kami.”

“Kami diberi buah-buahan, makanan, di sepanjang jalan. Orang membunyikan sirine dan klakson untuk merayakan kehadiran kami.”

“Di Ancona, Turki, seorang perempuan menggadaikan cincin kawinnya dan menitipkan hasilnya kepada Kevin (pimpinan konvoi) untuk disumbangkan ke orang-orang Gaza. Oh sedihnya.”

Kurang lebih sepekan menjelang pergantian tahun, konvoi Viva Palestina telah sampai di pelabuhan Aqaba Jordan. Dengan sekali berferi lagi, mereka sudah bisa menginjakkan kaki di Pelabuhan Nuwaiba, Mesir. Lalu, dalam perjalanan darat kurang dari sehari, mereka bisa sampai di rafah, pintu masuk ke Gaza.

Tapi… seperti sengaja Mesir melarang konvoi mendekat dengan menutup akses masuk lewat Pelabuhan Nuwaiba. Viva Palestina, kata pejabat Mesir belakangan, hanya membolehkan penggunaan pelabuhan El Arish.

Masalahnya, akses dari Aqabah ke El Arish hamper mustahil. Pilihan ini memaksa konvoi Viva Palestina mundur 500 km hingga ke Pelabuhan Lattakia di Suria. …Tetapi kendati dipermainkan begitu rupa oleh Mesir, Viva Palestina tidak menyerah. Mereka memutuskan kembali mengemudi ke arah Lattakia di Suria, menyewa sebuah kapal angkut raksasa untuk membawa semua kendaraan ke pelabuhan El Arish.

Tapi ini pun baru separuh cerita. Mesir tak kunjung memberikan kelonggaran bagi konvoi kemanusiaan ini… Mesir mengirim 2000 polisi huru-hara untuk menghadang mereka di pelabuhan. Saat anggota konvoi memprotes dengan damai, polisi Mesir menyerang dengan membabi-buta. Lima puluh lebih orang anggota konvoi terluka dalam kejadian ini.

Mesir, yang berada dalam tekanan public internasional, akhirnya mengizinkan konvoi melaju ke Rafah. Di gerbang Rafah, ada ratusan ribu orang Palestina yang telah menunggu. Mereka menyiram anggota konvoi dengan air mata dan tanda syukur.

…Ambulans Juana masuk ke Gaza belakangan. Dia menulis pesan di Twitter:

“Saya baru saja mengunci ambulans untuk terakhir kali dan serasa ada kehilangan besar di dada. Si ambulans Arafah telah membawa dua anak Malaysia melintasi Eurotunnel, mendaki Alpen yang bersalju, melintasi Laut Adriatik, mengarungi pebukitan Turki yang mencengangkan, melewati sahara Wadi Rum, hingga..Mesir yang terkutuk, dan sekarang di sini, di Tanah Yang Dijanjikan (Palestina)…”

Viva Palestina tak lama tinggal di Gaza, kurang dari 48 jam karena Israel terus membombardir Gaza sementara mereka berada di sana. Juana menulis,

“Holy s—t, kami baru saja mendengar ledakan bom. Jendela pada bergetar. Bangsat demi Tuhan saya sumpahi mereka. Bayangkan ini terjadi nyaris setiap hari pada orang Palestina!”

Pada 10 Januari, Juana dan timnya mendarat dengan selamat di Kuala Lumpur…

[AH]
Catatan:
Naskah asli informasi ini bisa anda dapatka di newsletter Suara Palestina. Silahkan kirim email saja ke sekretariat VOP, suarapalestina@yahoo.com atau mail@suarapalestina.org. Minta dikirimi newsletter edisi 7, Januari 2010.

Sumber: Dinasulaeman.wordpress.com


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kabar Gaza: Irlandia, Rachel Corrie, dan Gaza



Irlandia, Rachel Corrie, dan Gaza

Irlandia

Banyak yang menolak membela Palestina karena alasan agama (Palestina dianggap sebagai perjuangan kaum muslim, sehingga orang-orang beragama lain tak merasa perlu ikut-ikutan); bahkan sebagian kaum muslim pun menolak membela Palestina dengan alasan perjuangan Palestina adalah perjuangan orang2 fundamentalis, Arab, dan dikaitkan dengan terorisme.

Tapi pembantaian di atas kapal Mavi Marmara membuktikan kepada dunia, bahwa masalah Palestina bukanlah masalah kaum muslim belaka, melainkan masalah umat manusia; masalah kemanusiaan, masalah HAM, masalah nurani, masalah kejahatan perang yang telah 60 tahun lebih dibiarkan terjadi oleh komunitas internasional…

Irlandia, adalah sebuah negara berpenduduk mayoritas Katolik Roma. Pada 14 Mei 2010, dari pelabuhan Irlandia, sebuah kapal berisi bantuan kemanusiaan memulai perjalanan panjang menuju Gaza. Kapal itu diberi nama “Rachel Corrie”. Sebagian penumpang kapal adalah para aktivis bule, seperti Mairead Corrigan-Maguire (seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Irlandia Utara), Dennis Halliday (mantan diplomat senior PBB asal Irlandia). Bahkan Perdana Menteri Irlandia Brian Cowen menyebut “MV Rachel Corrie sebagai kapal milik Irlandia dan kapal itu patut diizinkan untuk merampungkan misinya.”

Kegagalan enam kapal misi kemanusiaan mancanegara mencapai Gaza akibat serangan brutal Israel hari Senin (31/5) tidak menyurutkan semangat para aktivis. Mereka berjanji untuk kembali mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza .

Pembelaan Irlandia kepada Palestina tidak terjadi sekarang-sekarang saja. Sejak lama mereka aktif menyuarakan pembelaan itu. Misalnya, Juni 2009, beberapa politikus Irlandia mengirim petisi agar Eircom selaku perusahaan telkom nasional negeri itu menolak proposal yang diajukan konsorsium pimpinan IBM, lantaran konsorsium tersebut membawa serta Amdocs untuk menangani billing system. “Konsorsium yang menggandeng Amdocs kami persilakan mundur dari kontrak dengan Eircom. Sebab perusahaan itu penyokong kebijakan pertahanan Israel, yang membunuh 1.400 orang Palestina dalam invasinya ke Jalur Gaza,” ungkap Kevin Squire, juru bicara Kampanye Solidaritas Palestina-Irlandia (IPSC) dan Gerakan Anti-Perang Irlandia. (Lengkapnya baca di sini.)

Tapi kita yang mayoritas muslim -dengan Menkominfo dari partai Islam-malah menerima saja Amdocs beroperasi di Indonesia (selengkapnya baca di sini)

Rachel Corrie

Kapal Irlandia bernama MV Rachel Corrie itu seolah menyalakan lagi semangat seorang perempuan muda yang gugur di Rafah tujuh tahun silam, bernama Rachel Corrie. Saat itu, Rachel baru berusia 23 tahun. Ia terlahir sebagai seorang Kristiani. Sejak kecil dia sangat peduli kepada kemanusiaan. Ketika besar, dia bergabung dalam International Solidarity Movement (ISM) yang berjuang dalam aksi damai untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina. Suatu hari di tanggal 16 Maret 2003, Rachel berusaha menghalang-halangi sebuah buldozer yang akan menghancurkan sebuah rumah milik warga Palestina. Tentara Israel pengendali buldozer itu tak peduli, dan terus merangsek. Tubuh Rachel hancur..

“Rachel Corrie yang ada di surga, selalu kembalilah namamu. Semoga selalu kembalilah ingatan kepada seseorang yang bersedia mati untuk orang lain pada usia 23 tahun, seseorang yang memang kemudian terbunuh, seakan-akan siap diabaikan di satu Ahad yang telah terbiasa dengan kematian.” [Goenawan Mohamad, pengantar di buku Let Me Stand Alone].

Dan kapal MV Rachel Corrie seolah sedang menjawab ‘doa’ Goenawan.. Rachel seolah sedang kembali dari surga dan melanjutkan lagi perjuangannya…

Sumber: Dinasulaeman.wordpress.com


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Mengapa Kita Membela Gaza?


Mengapa Harus Bela Palestina Sementara Banyak Orang Susah di Sini?

Mengapa kita harus repot-repot membela Palestina nun jauh di sana? Bukankah di negeri ini begitu banyak kesengsaraan? Lihatlah berita televisi, melulu tentang Gaza. Kasus Sri Mulyani dan Bank Dunia terlupakan, Century lewat, Lapindo lewat (lihatlah TVOne, milik Ical, sangat gencar memberitakan tentang Gaza, sampai-sampai kita lupa pada saudara-saudara kita di Sidoarjo sedemikian sengsara akibat lumpur Lapindo).

Menjawab kegundahan ini, saya pikir, kita orang Indonesia harus think globally, act globally plus locally. Pembelaan terhadap Palestina, pada hakikatnya adalah sikap melawan tirani dunia dan menjadi pemisah mana negara budak, mana negara merdeka. Negara-negara yang tidak takut kepada AS akan maju secara aktif membela Palestina. Sebaliknya, Indonesia, yang jelas-jelas tunduk dan patuh pada IMF dan Bank Dunia, dan sangat pro AS, terlihat tak berani melakukan langkah konkrit (selain menyeru dan mengutuk). Secara sinergi, kepatuhan pada tiran-tiran dunia itu juga terimplementasikan pada kebijakan-kebijakan dalam negeri.

Pembangunan ekonomi yang berbasis hutang (bahkan baru-baru ini SBY menandatangani perjanjian hutang 800 juta dollar untuk menangani perubahan iklim! Gila utang 1600T aja entah kapan lunasnya, masih nambah lagi!) adalah contoh konkrit betapa Indonesia sudah diperbudak oleh kekuatan-kekuatan tiran. Inilah yang dimaksud oleh Yudi Latif saat dia komentar di tivi, “Sri Mulyani adalah seorang yang cerdas dan profesional, tapi dia secara sadar berada dalam posisi sebagai pelaksana kepentingan asing.” (ini bukan benci SMI ya, tapi, kebetulan krn menkeunya dulu SMI, terpaksa saya kutip lagi. Kalau nanti Agus Marto juga terbukti sebagai pelaksana kepentingan asing, tentu saja akan nulis juga soal Agus Marto). Para pejabat negeri ini, kebanyakan adalah pelaksana kepentingan asing karena kenyataannya, sebagian besar sumber-sumber ekonomi negeri ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing; bahkan uang untuk membiayai roda pemerintahan negeri ini pun sumbernya hutang dari asing.

Dan Rezim Zionis masih berdiri hingga hari ini dengan ditopang oleh suplai dana yang sangat-sangat besar dari perusahaan-perusahaan asing itu; yang mengeruk uang dari negara-negara miskin dan berkembang (termasuk Indonesia). Sudah banyak diketahui umum bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka di AS—negara pendukung utama Rezim Zionis—dimiliki oleh para pengusaha Zionis. Mereka melebarkan bisnis ke berbagai penjuru dunia dan dengan cara-cara yang curang, mengeruk uang dari negara-negara berkembang. John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man menceritakan modus operandi lembaga-lembaga keuangan AS dalam mengeruk uang:

Salah satu kondisi pinjaman itu –katakanlah US $ 1milyar untuk negara seperti Indonesia atau Ekuador—negara ini kemudian harus memberikan 90% dari uang pinjaman itu kepada satu atau beberapa perusahaan AS untuk membangun infrastruktur—misalnya Halliburton atau Bechtel. Ini adalah perusahaan yang besar. Perusahaan-perusahaan ini kemudian akan membangun sistem listrik atau pelabuhan atau jalan tol, dan pada dasarnya proyek seperti ini hanya melayani sejumlah kecil keluarga-keluarga terkaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan terbentur pada hutang yang luar biasa besar, yang tidak mungkin mereka bayar.

Keuntungan besar yang mereka peroleh itu, ujung-ujungnya, digunakan untuk menopang kelangsungan hidup Rezim Zionis. Sejak tahun 1973, AS telah mengirimkan bantuan keuangan untuk Israel senilai lebih dari 1,6 trilyun dollar! (dan dari sudut ini, rakyat jelata AS pun sebenarnya terjajah: uang pajak mereka yang harusnya digunakan untuk peningkatan kesejahteraan justru disumbangkan secara rutin ke Israel).

Ketika orientasi pemerintah bukan pada rakyat, tetapi pada kekuatan tiran (perusahaan transnasional, IMF, Bank Dunia, dll), tak heran bila sedemikian banyak kesengsaraan ada di negeri ini. Maka, yang harus dilawan pertama-tama adalah kekuatan tiran itu. Inilah yang diingatkan oleh Imam Khomeini lebih dari 20 tahun lalu: Israel itu bagai tumor ganas dalam ‘tubuh’ dunia. ‘Penyehatan’ dunia hanya bisa dilakukan dengan mencerabut pangkal masalahnya.

Jadi, tak perlu kita pertentangkan pembelaan kepada Palestina dengan membantu saudara-saudara kita di Lapindo. Justru keduanya harus sama-sama kita perjuangkan. Dan media, seharusnya konsisten dalam hal ini, berita yang mengawal Century dan Lapindo tetap gencar; begitu pula berita Gaza. Jangan jadikan Gaza sekedar alat untuk mengalihkan perhatian publik dari kebobrokan pemerintah negeri ini.


Sumber: Dinasulaeman.wordpress.com



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kabar Gaza: Kamus Model Baru ala Anak Gaza


Kamus baru ala anak-anak gaza; A; Apache, Ha (Harb; Perang), Sha (Sharukh; Roket)!

Amal Younis mengomentari sebuah poster yang berwarna.. di dalamnya ada beberapa kotak persegi empat kecil-kecil..yang pertama ada gambar seekor kelinci putih yang cantik.. dan yang ketiga ada gambar buah apel yang merah.. dan di dalam kotak nomor lima seekor unta yang sedang duduk dengan punggungnya yang besar.. dan terdapat seorang guru wanita khusus anak-anak yang ditangannya –seakan- sedang menulis huruf abjad dan diiringi dengan gambar-gambar…dia mencoba untuk mengembalikan memori anak-anak pada pelajaran yang ingin mereka ulang setelah dihempaskan oleh perang yang keji dan panjang dari kursi pelajaran mereka.

Suaranya memekik: “Wahai anak-anak yang manis dan yang pandai, coba sebutkan bersama-sama: A, (….)…” suara anak-anakpun menggema di tempat tersebut mengikuti ucapan gurunya… Lalu guru tersebut memilih salah seorang dari muridnya, pilihannya jatuh pada seorang yang bernama Amjad, “Seorang anak yang sedang duduk dengan rapi dan tenang”

Lalu guru tersebut menepukkan tangannya untuk memberikan pujian, namun tiba-tiba anak tersebut berujar: “.. A.. Apache (pesawat perang)..”… sang guru terkejut sambil terkagum sehingga senyumnya tampak di wajahnya,… Lalu sang guru berusaha mengembalikan kata dari huruf “Alif” pada makna yang sebenarnya “Arnab” (kelinci), namun amjad bersikeras pada kosa kata baru tersebut.

Sementara itu anak yang lainnya dengan gembira berseru: “A … Apache F-16? setelah itu dirinya tertawa dengan keras dan merasa tidak bersalah karena dirinya masih kecil

Laila .. Ini merupakan dampak dari penjajahan

A; Apache F-16, Asyla; tubuh yang tercerai berai, Sharukh; roket, qadzifah; misil, dababah; mobil tank, dima’;darah, muhriqah; holocaust, harb;perang, dimar; kehancuran,” kosa kata (kamus) baru yang dibuat dari alfabet arab keluar dari pikiran anak-anak di Gaza … Ide ini terbentuk selama beberapa pekan sejak agresi yang keji dan mengerikan berlangsung, perang yang melanggar berbagai ketentuan; kemanusiaan, hukum dan militer … Saat mereka bangun dari tidur telah melihat darah berceceran di dalam kamarnya, peluru-peluru yang menembus kepala saudara-saudara mereka dan keluarga mereka … Dan dikejutkan oleh suara kematian sehingga hati-hati seakan meloncat karena ketakutan.

Perang tidak hanya meninggalkan ribuan korban yang tidak berdosa .. Namun juga menyisakan pengaruh besar terhadap anak-anak, sehingga mereka menjadi takut dan seakan telah beranjak pada usia dewasa sekalipun tubuh mereka masih kecil dan kurus.

”Alaa Syawa” seorang anak perempuan berusia enam tahun tidak lagi percaya kepada ibunya pada saat bercerita di malam hari tentang kisah yang menarik, kadang dia memotong cerita ibunya dengan mengatakan: “Mama … .. pohon sudah mati dan mobil tank lapis baja telah menghancurkan rumah .. bahkan laila tidak dimakan oleh srigala .. tapi dimakan oleh penjajah!” Bahkan saudaranya yang bernama Samir melemparkan permainannya jauh-jauh dan memberitahukan kepada saudara perempuannya bahwa Israel akan memenggal kepala mereka.

Adapun “Faras As-Sayyid” seorang anak yang masih berumur tiga tahun ketika mendengar dentuman keras dia berteriak: “Mama… ada serangan datang” cerita ibunya kepada”Islamonline”: Faras dan anak-anak lainnya jadi tidak banyak bicara kecuali dengan bahasa perang terpengaruh oleh kondisi yang sedang terjadi: “Qashafun;serangan, thairun;pesawat tempur, sharukh; roket, Pushfur Abyadh; bom phospor putih… inilah pembicaan mereka sepanjang hari”.

Mungkin hal ini terjadi di Jalur Gaza saja, Anda dapat mendengarkan anak berumur empat tahun atau bahkan kurang dari itu, ketika berbicara dengan Anda mengenai jenis pesawat terbang militer, dan mereka dapat membedakan antara suara ini dan itu.

Dan ditengah kota yang hancur Anda tidak akan menemukan anak-anak sedang asyik bermain sepak bola, atau anak kecil wanita membawa boneka pengantin sambil membawa sisir untuk menyisirkan rambut boneka tersebut… namun, akan anda dapati dari merek yang berusaha mengumpulkan kayu-kayu yang berserakan untuk dapat menyalakan api di samping rumahnya yang hancur… sementara yang lainnya mencari buku-bukunya yang tercabik-cabik, sementara anak yang ketiga mencari apa yang bisa diselamatkan dari perabot dan perkakas rumah mereka.

Di mana burung?

Mungkin akal mereka berat karena kecapekan dan takut akan melupakan fikiran mereka tentang domba yang indah dan kelinci yang cantik, dan tidak dapat dibayangkan fikiran mereka dapat menggambarkan langit yang berwarna biru nan indah.

Said adalah seorang anak yang masih berusia 9 tahun berkata kepada seorang guru menggambar sesudah diperlihatkan tentang laut hitam: “warna ini terjadi oleh karena perang”… adapun kawannya As’ad, memberitahukan kepada gurunya bahwa hewan-hewan hanyalah kebun dan burung-burungnya banyak yang telah mati.. karena itulah dia membawa sangkar yang kosong.

Kamus alfabet baru yang dibuat secara sempurna oleh “Shaima” anak perempuan berusia sepuluh tahun, siswa sekolah dasar Kairo di Kota Gaza.

Shaima berujar kepada gurunya bahwa ide pembuatan kamus terinspirasi oleh peristiwa yang terjadi di sekitarnya, dan menegaskan bahwa perang terjadi saat ini telah membuat sebuah kamus dari kosa kata dan kata-kata baru dan karakter khusus yang berbeda dengan anak-anak lain di dunia ini.

Kamus Baru

Shaima meluncurkan kamusnya yang diberi nama “Kamus Abjadiyah setelah perang di Gaza.” Dan memulai kamusnya dengan huruf:

”A”: “Apache”, (pesawat tempur), Akhbarun (berita-berita), Is’afun (ambulans), Ikhtinaqun (pencekikan), ightiyalun (pembunuhan).

”Ba”: Bawariju (warships), Bunduqiyatun (senjata).

”Ta”: Tasywisyun (kemacetan), Ta’dzibun (penyiksaan).

”Tsa”: Tsa’run (dendam), Tsauratun (revolusi).

”Ja”: Jarihun (luka), Junudun (prajurit), Jaisyun (tentara).

”Ha”: Harbun (perang), Hariqun (kebakaran), Hajarun (batu).

”Kha”: Kharabun (pemusnahan), Khaimatun (tenda), Khaibatu amalin (kegagalan cita-cita, kekecewaan).

”Da”: Dababatun (mobil tank lapis baja), Dimarun (kerusakan), duru’un (tameng).

”Dza”: dzalla (menyerah).

”Ra”: Rukamun (reruntuhan), Ruhun Thahirah (jiwa yang suci).

”Za”: Zananah (pesawat pengintai), zawariq harbiyah (perahu militer/kapal perang).

”Sa”: Silahun (senjata), Saifun (pedang)

”Sya”: Syahidun (syahid), Sya’bun hazinun (bangsa yang menderita/sedih), Syazhaya (pecahan peluru).

”Sha”: Shaarukh (roket), Shahafiyun (wartawan).

”Tha”: Thairah Helikopter (pesawat helikopter), Thakh (barisan), Thairah F 16 (pesawat F-16).

“Zha”: Zhuruf Sha’bah (kondisi sulit), Zhalamun (kegelapan), Zhulmun (ketidakadilan).

” ‘A”: ‘Arabun (Arab), ‘Ajilun (urgen).

”Gha”: Ghaza (Gaza), Gharah (serangan tiba-tiba), Gharadun.

”Fa”: Fusfur (phosphorous/senjata terlarang berbahan kimia).

”Qa”: Qashafa (di bom), Qanabilun (bom), Qimmatun (puncak/tingkat tinggi), Qassam (Brigade Qassam)

”Ka”: Kursiyun mutaharrikun (kursi roda).

”La”: Laghmun (mines), Lifni (Livni/menteri luar negeri Israel).

”Ma”: Murasilun (koresponden), Marwahiyyat (helicopter), u’tamarun (Konferensi), Muamarah (konspirasi), Ma’bar (persimpangan/perbatasan), Madfa’un (senapan/pertahanan), Majzaratun (pembantaian/holocaust).

”Na”: Nawawiyun (Nuklir), Nafaqun (terowongan).

”Ha”: Hadnah (Perdamaian/gencatan), Hawun (lesung).

”Wa”: Wathanun (tanah air), Wakalatul ghauts (badan bantuan).

”Ya”: Yahudiyun (orang-orang Yahudi).

Perubahan kurikulum

Shaima mengusulkan untuk mengubah kurikulum TK dan memasukkan kosa kata ini di kelas-kelas persiapan dan menambahkan: “Bahwa nanas, taman, kelinci..” tidak bermanfaat lagi di masa perang namun yang diperlukan adalah “Apache, F 16, dan bom pembakar…”.

”Fadl Abu Hein,” Direktur Pusat rehabilitasi berbasis masyarakat dan pengelolaan krisis di Kota Gaza mengatakan kepada “Islamonline.net”: “Bahwa hadirnya anak-anak dengan menggunakan kosa kata ini hanya sebuah refleksi dari kenyataan dan realita yang menyakitkan yang dialami pada beberapa minggu yang lalu” .. Dia menambahkan: “Tentu, secara natural, anak akan lupa pada semua gambar yang indah-indah dan kosa kata yang menyejukkan dan menenangkan, dan diganti dengan kosa kata lainnya yang lebih keras menceritakan tentang darah dan perang, .. karena seorang anak lahir dari lingkungannya, dan anak lahir dari apa yang dia saksikan dan apa yang didengar yang mencerminkan secara psikologis terhadap agresi.”

Abu Hein mengatakan bahwa anak-anak Palestina di luar dari anak-anak yang ada di dunia berbicara dengan bahasa orang dewasa dari usianya oleh karena perang yang membuatnya memiliki bahasa dan permainannya seperti itu bahkan hingga pandangannya terhadap masa depan.

Abu Hein mengatakan bahwa anak-anak Gaza sangat membutuhkan rekreasi intensif bermuatan program-program pendidikan, minimal dapat meringankan pikiran yang telah tersimpan dalam memori mereka dan fikiran tentang gambaran hitam di sekitar mereka.

Lembaga dan asosiasi swasta pada beberapa minggu pertama ini sudah melakukan kegiatan hiburan untuk menghilangkan fikiran-rikiran dan memori yang melelahkan mereka.

Departemen Pendidikan dan kebudayaan juga telah melakukan kegiatan hiburan dan seni budaya di sekolah-sekolah di Gaza, departemen tersebut menyatakan akan berusaha keras untuk mengatasi rasa sakit dan penderitaan anak-anak di Jalur Gaza dan melanjutkan aksi pendidikan dengan pikiran-pikiran bersih dan jernih dan objek yang ramah.

Dari jumlah penduduk Gaza, 60% nya adalah anak-anak, dan pada saat terjadi peristiwa intifadhah Al-Aqsha yang kedua tahun 2000, sekitar 1000 anak-anak yang terbunuh, dan pada saat terjadi perang dan agresi keji militer zionis atas Jalur Gaza, -yang berlangsung 22 hari- sekitar 412 anak-anak terbunuh, dan yang termuda adalah bayi yang berumur tidak lebih dari sebulan.

Sumber: islamonline.com




Penting!! Perlu Anda Baca:@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap@ Kumpulan Dongeng Anak@ Bukan Berita Biasa@ Trik dan rumus matematika@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah@ Tips dan Trik belajar yang efektif@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus@ Pasang Iklan gratis@ Kumpulan widget gratis@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah @ Seputar Koleksi Buku@ Seputar Resensi Buku@ Kumpulan tutorial Blog