Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Maulid Nabi: Seandainya Nabi Muhammad Menemuimu

Jika Nabi Muhammad saw mengunjungi barang satu atau dua hari,
Jika ia datang secara tiba-tiba, aku ingin tau apa yang akan kamu lakukan?

Aku ingin tahu…
Bila nabi Muhammad SAW mengunjungimu barang sehari atau dua hari…
Bila ia datang dengan tak disangka-sangka…
Aku ingin tau apa yang akan kau lakukan?!


Oh, aku tahu… kau akan menyediakan ruangan yang terbaik bagi seorang tamu yang begitu terhormat,
Dan semua makanan yang akan kau hidangkan padanya adalah makanan yang terlezat,
Dan kau akan terus meyakinkannya bahwa kau senang dikunjunginya, bahwa melayaninya di rumahmu sendiri adalah suatu kebahagiaan tiada bandingannya

Tetapi… Apabila kau melihatnya datang…
Akankah kau menemuinya di pintu dengan tangan terulur menyambut tamumu nan surgawi?
Atau… akankah kau mengganti pakaianmu sebelum kau menyilakannya masuk?
Atau menyembunyikan majalah-majalah dan mengedepankan Al-Qur’an?

Masih akankah kau menonton film-film tak senonoh yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Atau… akankah kau tergerasa-gesa mematikannya sebelum ia menjadi bingung?
Akankah kau mematikan radio dan berharap ia tidak mendengarnya?
Dan berharap kau tidak mengucapkan kata akhir yang pedas dan gegabah itu?

Akankah kau menyembunyikan musik duniamu?
Dan bahkan mengeluarkan buku-buku haditsmu?
Dapatkah kau membiarkannya masuk, atau akankah kau bersibuk-sibuk?

Dan aku ingin tahu… apabila nabi bermalam semalam atau dua malam bersamamu,
Akankah kau tetap melakukan segala sesuatu yang selalu kau lakukan?
Akankah kau terus mengatakan segala sesuatu yang senantiasa kau katakan?
Akankah hidupmu berjalan seperti biasa dari hari ke hari?

Akankah percakapan keluargamu tetap seperti biasanya?
Akankah kau menemui kesuliatan pada saat makan untuk mengucap rasa syukur?
Akankah kau tetap memelihara setiap shalat tanpa memperhatikan wajah yang kerung?

Dan akankah kau senantiasa bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh?
Akankah kau menyanyikan lagu-lagu yang selalu kau nyanyikan?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya mengetahui segala sesuatu yang mengisi pikiran dan semangatmu?

Akankah kau mengajak nabi bersamamu kemanapun kau pergi?
Atau… akankah kau, mungkin, mengubah rencanamu untuk barang sehari atau dua hari?

Akankah kau gembira memperkenalkannya kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap mereka akan menjauh sampai kunjungannya usai?
Akankah kau senang bila ia tinggal denganmu untuk selama-lamanya?
Atau akankah kau merasa lega dengan kelegaan yang besar apabila akhirnya ia pergi?

Barangkali menarik juga mengetahui segala apa yang akan kau lakukan, bila nabi Muhammad SAW datang secara pribadi untuk menghabiskan beberapa saat bersamamu !

*) Dikutip dari sebuah buku karangan: Kang Jalaluddin Rahmat yang berjudul “RINDU RASUL”

Thomas Carlyle dengan tolok ukur “kepahlawanan”, Marcus Dods dengan “keberanian moral”, Nazmi Luke dengan “hasil karya”, dan Michael H. Hart dengan “pengaruh yang ditinggalkannya”/ Kesemua ahli non Muslim ini berkesimpulan bahwa Muhammad saw adalah manusia luar biasa. Namun demikian, beliau adalah orang yang sangat sederhana.

Harta Nabi yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning yang merupakan hadiah dari Negus dari Abissinia. Beliau tinggal di satu pondok kecil beratapkan jerami. Kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang2 pohon. Santapannya yang paling mewah -meskipun jarang dinikmatinya- adalah madu, susu dan lengan kambing. Demikianlah keadaan beliau walaupun setelah menguasai Jazirah Arabia.

Kelakuannya secara umum tenang dan tenteram. Beliau gagah berani, namun memiliki senyuman yang sangat memikat, bahkan dalam hal-hal tertentu beliau lebih pemalu daripada gadis2 pingitan. Kemampuan intelektualnya tidak diragukan, daya imajinasinya sangat tinggi, dan ekspresinya sangat dalam. Beliau dikenal sebagai seniman bahasa di kalangan para sastrawan. Di atas semuanya, pengabdiannya kepada Tuhan serta keyakinan akan kehadiran-Nya tidak pernah terabaikan.

Demikianlah terkumpul secara sempurna keempat tipe manusia dalam pribadi manusia agung ini: Pekerja, Pemikir, Pengabdi dan Seniman.

Akhlak dan tata cara pergaulannya sangat luhur. Diulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan tidak dilepasnya sebelum yang dijabat tangan melepaskannya. Beliau tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan teman-temannya yang sedang duduk. Beliau berjalan dengan penuh dinamisme, bagaikan “turun dari satu dataran tinggi”.

Seorang muslim akan kagum kepada beliau dengan kekaguman berganda. Sekali waktu memandangnya dengan kacamata agama dan di lain kali melihatnya dengan kacamata kemanusiaan. Mustahil rasanya, mereka yang mempelajari kehidupan dan karakter manusia ini, hanya sekedar kagum dan hormat kepadanya. Beliau adalah bukti kebenaran dari hakikat Wujud Yang Maha Benar…

Mencintai Nabi saw adalah berusaha semaksimal mungkin melakukan segala sunnah2nya. Tarawih, membaca al-Qur’an (plus terjemahannya), infaq/sedekah, mengucapkan salam, dawaamul wudhu, melakukan sholat2 sunnah rawatib, dll adalah ibadah2 yang senantiasa dilakukan Nabi saw. Lakukan itu semua, jika Anda mencintai Nabi saw…

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad….
Oleh: H. Azharul Fuad S.Ag

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Maulid Nabi: Hak-Hak Rasulullah

Sesungguhnya di antara nikmat yang terbesar yang Allah anugerahkan kepada kita adalah diutusnya seorang rasul, yang sangat mencintai kita, menyayangi kita menginginkan keimanan dan keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah berkorban dan menghabiskan semua potensi yang beliau miliki demi kebahagian ummat manusia. Beliau pun sangat sedih ketika mendapatkan orang-orang yang tidak mau beriman, sebagaimana Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah ungkapkan dalam Al-Qur’an, artinya:
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128).

Sungguh, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam begitu cinta kepada kita, sehingga semua perkara yang bisa menyelamatkan kita, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah sampaikan, dan apa-apa yang bisa mencelakakan kita di dunia dan akherat, beliau telah jelaskan, sehingga di akhir ayat beliau pun, beliau masih mengingat kita dan berkata, “Umatku....umatku.”

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita bersyukur atas nikmat Allah yang besar ini, dengan menunaikan apa-apa yang menjadi hak-hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan benar. Tidak berlebihan sebagaimana orang-orang yang menempatkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai tempat bergantung, bersandar atau mengabulkan permintaan yang pada dasarnya merupakan hak Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Atau sebaliknya, orang-orang yang mengabaikan hak-hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan memposisikan beliau seperti manusia biasa yang tidak perlu untuk diindahkan perkataannya. Wal iyâdzubillâh.

Sungguh, keterpurukan dan kehinaan yang menimpa kaum muslimin saat ini karena sebagian besar kaum Muslimin tidak menunaikan hak Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya dengan baik. Dan di antara hak-hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah sebagai berikut:

1. Ditaati Perintah dan Larangannya
Seorang Muslim wajib menaati Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, baik melaksanakan perintahnya atau menjauhi larangannya. Karena pada dasarnya, ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah manifestasi dan bukti ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala, dan Allah telah mengancam dengan keras orang-orang yang menyelisihinya. Menaatinya merupakan hal yang wajib bagi siapa saja yang beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Perselisihan yang terjadi di tengah kaum Muslimin, hendaknya dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya lewat kitab-Nya dan sunnah nabi-Nya. Dan jika sudah jelas dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka hendaknya diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan, karena itu merupakan konsekuensi dari keimanan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Allah berfirman, artinya: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisâ: 65).

Berkata Ibnul Qayyim—rahimahullâh, “Allah Subhaanahu wa Ta'ala bersumpah dengan diri-Nya, bahwa tiada keimanan atas hamba sampai mereka menjadikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai hakim (pemutus) atas segala perselisihan di antara mereka di dalam perkara yang kecil maupun yang besar. Dan Allah tidak mencukupkan keimanan hanya sekadar menjadikan beliau sebagai hakim, sampai hilangnya keluh kesah terhadap keputusan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Dan itu pun tak cukup, sampai mereka menerima dan melaksanakanya. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman, artinya:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al-Ahzâb: 36).

Maka Allah Subhaanahu wa Ta'ala mengabarkan, bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang Mukmin, setelah keputusan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Dan barangsiapa memilih selain apa yag diputuskan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka sungguh dia berada dalam kesesatan yang nyata.

Kita mendapatkan banyak ayat dan hadits yang menjelaskan pentingnya taat kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Sahabat bertanya, “Siapakah orang yang enggan?” Rasulullah r bersabda, “Barangsiapa yang menaatiku, maka akan masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang termasuk enggan (masuk surga).” (HR. Bukhârî dan Muslim).

Sejarah membuktikan bagaimana para sahabat begitu bersemangat, mengikuti semua apa yang Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam contohkan dan perintahkan, serta meninggalkan semua yang Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam larang. Sebagai contoh, pada mulanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat shalat menghadap Baitul Maqdis sebelum kiblat dialihkan ke Ka’bah. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sedang shalat, ada seseorang yang keluar dan melewati suatau kaum yang sedang melaksanakan shalat, kemudian orang tersebut mengatakan bahwa kiblat sudah berubah, maka mereka pun segerah merubah arah kiblat ke Baitullah sedang mereka masih dalam keadaan rukuk.

Demikian pula dengan pengharaman khamr, yang pada waktu itu masih ada di antara sahabat yang hampir meneguk khamr tersebut, lalu ketika kabar tentang pengharaman khamr mereka dengar, maka serentak dan tanpa berpikir panjang mereka langsung membuang khamr tersebut, pada hal itu merupakan kebiasan mereka yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Sebagai contoh lain, para shahabiyah (sahabat wanita), setelah turun ayat tentang hijab maka mereka bersegera mengambil dan mengenakan kain yang bisa mereka pergunakan untuk menutup aurat mereka. Bandingkan dengan kondisi umat Islam saat ini, ketika datang perintah dan larangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, berapa banyak alasan yang kita jadikan dalih untuk menolak perintah dan larangannya. Wallâhul Musta’an.

2. Dicintai dan Dibela Sunnah-sunnahnya
Di antara perkara yang besar dari keimanan adalah mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, karenanya tidak benar kecintaan seseorang kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala, tanpa mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, lagi pula mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam merupakan sebab dimasukkannya seseorang ke surga. Mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam haruslah melibihi kecintaan kita kepada harta, orang tua, anak-anak, dan bahkan seluruh manusia, termasuk diri kita.

Suatu ketika, Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'Anhu pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan menyampaikan kecintaanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan mengatakan, “Ya, Rasululllah! Sungguh, engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku.” Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak, demi Allah! Kecuali engkau mencintaiku melebihi kecintaanmu kepada dirimu sendiri!” Maka Umar menjawab, “Sungguh, demi Allah! Engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri.” Maka Rasulullah r bersabda, “Sekarang, wahai Umar (baru engkau betul-betul beriman).” (HR. Bukhârî).

Cinta yang kita maksudkan adalah cinta yang sebenarnya dengan bersemangat mengamalkan sunnah-sunnahnya, membela dan memperjuangkannya dengan cara-cara yang benar, serta mencukupkan diri terhadap apa yang beliau ajarkan, atau tidak mengada-adakan perkara yang memang tidak diperintahkan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, karena memang demikianlah konsekuensi kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bahkan kita harus berani mengorbankan semua yang kita miliki demi membela Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sunnah-sunnahnya.

Di sisi lain, ada di antara kaum Muslimin yang mengekpresikan kecintaan kepada Rasulullah r tapi dengan hal-hal yang tidak dicontohkan, seperti shalawat-shalawat yang tidak berdasar dan terkadang berisi sanjungan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara berlebihan. Sebagian yang lain merayakan hari kelahiran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (mauludan), dengan alasan bukti cinta, syiar Islam, dan sebagainya. Tetapi coba kita renungkan perkataan sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu.


“Berapa banyak orang yang ingin meraih kebaikan namun tidak mendapatkannya.” (Diriwayatkan Imam Dârimî dalam sunannya)

Mereka berkata tentang maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, “Tidak usah terlalu dipersoalkan dan dibesar-besarkan, bukankah kita menginginkan persatuan kaum muslimin?” Benar, tapi bukankah agama itu nasihat? Coba kita renungkan beberapa pertanyaan di bawah ini; Pernahkah Nabi melakukan peringatan hari kelahirannya, atau Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam wasiatkan kepada para sahabatnya? Dan adakah di antara sahabat dan tabi’in melakukannya? Dan tentulah para sahabat adalah orang-orang yang paling tahu tentang sunnah dan paling cinta kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Seandainya itu adalah perkara yang disyariatkan, tentulah mereka yang paling pertama melakukannya. Di samping itu masih banyak sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang menunggu untuk kita amalkan. Kebenaran datang dari Allah dan Rasul-Nya, dan kebenaran lebih wajib untuk kita ikuti.

3. Dicintai Keluarganya dan Para Sahabatnya
Keluarga dan sahabat-sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memiliki kedudukan yang tinggi dan dan keutamaan yang besar. Mereka adalah para pendamping Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam memperjuangkan ad dien yang mulia ini, sehingga kita semua wajib mencintai mereka karena itu bagian dari keimanan. Mencintai mereka berarti mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan membenci mereka sama saja membenci Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

4. Didahulukan Perkataanya dan Beradab dengannya
Semua perkataan dan pendapat bisa diterima dan ditolak kecuali sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sungguh musibah besar yang menimpa kaum Muslimin, ketika mereka menjadikan perkataan manusia di atas perkataan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Para sahabat menyadari, betapa agungnya dan mulianya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sehingga ketika mereka menghadapi persoalan meraka langsung meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sepeninggal Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka di antara cara untuk mengagungkan dan memuliakannya adalah dengan mengembalikan semua urusan agama kepada Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang shohih serta tidak meninggalkannya hanya karena alasan mengikuti pemimpin, kyai atau orang-orang tertentu. Dan inilah yang merupakan implementasi dari firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujurât: 1).

Demikianlah di antara hal penting dari hak-hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallamyang wajib untuk kita berikan kepada beliau sebagai wujud keimanan dan kecintaan kita kepada beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Wallâhu A’lam.
(Abû Shofiyah Syaibânî)


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Maulid Nabi: Muhasabah Diri

Muhasabah Diri

SAYA BERSYUKUR ....

Allah yang maha agung, maha menatap,maha mendengar, maha memperhatikan. Dia tahu apa yang kita lakukan. Tidak satupun lirikan mata yang luput dari pengetahuan Allah. Tidak ada satu katapun yang terucap yang tidak didengar oleh pendengaranAllah yang maha mendengar.

Saat ini kita masih dihargai dan dihormati orang lain, bawahan, teman, orang tua. Sesungguhnya bukan karena kemuliaan yang kita miliki melainkan karena Allah yang masih menutupi aib kita.

Wahai saudaraku sekalian, sesungguhnya kian lama kita dekat dengan kepulangan kita

Kain kafan akan ada saatnya akan dibungkuskan ke badan kita. Alangkah beruntungnya jikalau kematian datang kita benar benar sudah siapDosa sudah diampuni oleh Allah, badan kita terbasuh air wudhu. Alangkah indahnya jikalau malaikat maut menjemput dengan paras yang teramat indah.

Kening kita usai berwujud,lisan kita sedang lirih menyebut nama Allah. Keringat kita sedang bersimbah berjuang dijalan Allah. Alangkah indahnya jikalau kematian datang orang tua ridho kepada kita,orang orang yang kita sakiti sudah memaafkan tidak ada hutang piutang. Alangkah indahnya jikalau kematian datang air mata kita sedang menetesingat dan rindu kepada Allah. Kita lepas ajal kita dengan kemuliaan dengan khusnul khotimah.

Tapi alangkah banyaknya orang orang yang mati dengan keadaan sebaliknya. Mati dalam keadaan dosa. Mati di tempat zina. Mati dikutuk dan dilaknat orang tua. Mati dengan berselimut harta haram.

Wahai saudaraku, hidup di dunia hanya sebentar,Allah yang menciptakan kita memilih kita menjadi manusia,bukan menjadi hewan atau tumbuh tumbuhan. Diantara bermilliaran manusia, kita ditakdirkan menjadi orang Islam. Betapa banyaknya manusia yang tidak mengenal islam. Diantara begitu banyak orang islam banyak yang tidak mengenal sujud dan tausiah, Allhamdullilah.

Kening ini sering diberi kesempatan untuk bersujud, Allhamdullilah. Otak kita dibuat cerdas tidak menjadi orang yang hilang ingatan. Allah memberi mata kepada kita sehingga kita bisa melihat indahnya alam. Kita diberi telinga yang dapat mendengar dengan jelas mendengar suara adzan, mendengar suara bayi yang menangis &dapat menerima ilmu, Allhamdullilah.

Padahal mudah bagi Allah untuk mengambil telinga ini mudah bagi Allah untuk menghendaki dunia ini menjadi sepi seketika. Allah memberikan kita lidah yang bisa bersuara walaupum Allah tahu betapa banyak dusta yang kita ucapkan,betapa banyalk fitnah yang kita sebar dari mulut kita.

Allah maha tahu perasaan yang tercabik akibat lisan kita. Tapi Allah masih memberikan kesempatan untuk menyebut namanya. Dituntun untuk bisa istigfar padahal mudah bagi Allah untuk menjadikan mulut ini tidak bersuara.

Allah maha tahu bagaimana kita riya dengan tubuh ini, memamerkan tubuh kita sehingga orang lain tergelincir. Atau kita sering kecewa mengutuk tubuh ini. Allah maha tahu betapa kening ini betapapun bersujud jarang khusu ingat kepada Allah.

Allah maha tahu keadaan hati kita yang sombong, merasa hebat padahal yang kita sombongkan adalah titipan Allah.

Andaikan hari ini malaikat maut berada dihadapan kita, bekal yang mana yang bisa kita bawa pulang? bukanlah kita pasti mati? Bukannya semua akan diperhitungkan, mau pulang kemana?

Saudara saudaraku bukanlah kita ingin pulang kepada Allah? Kita sering meminta surga tapi amalan kita amalan neraka, kita sering meminta selamat tetapi perbuatan kita celaka.

Kepada orang tua kita sering durhaka, berbulan bulan kita menghisap darahnya dalam kandungan. Berdiri sulit, berbaring sulit,Kita terlahir bersimbah darah,dua tahun kita hisap air susunya. Belasan tahun kita hisap keringat dan tenaganya. Berapa banyak kata kita mengirisnya, berapa banyak sorot mata kita menghujam melukai perasaannya. Berapa kali kita memalingkan wajah dengan ketus kepadanya. Berapa kali kita menghardik dan mendustakannya, padahal amalan yang dicintai Allah adalah doa kita kepada orang tua.

Saudaraku, durhaka kepada orang tua didahulukan siksanya di dunia. Mungkin orang tua kita berlumur keringat dan dosa karena ingin melihat kita berbahagia, agar kita bisa makan,agar kita punya sepatu, agar kitadihargai teman-teman. Mereka membanting tulang memeras keringat,kadang mengabaikan sujud dan sholat mereka.

KEMATIANKU .....Wahai saudaraku apabila malam ini malaikat maut menghampiri kita maka sholat kita hari ini adalah sholat terakhir kita. Wahai saudaraku, ingatlah satu desah nafas adalah satu langkah menuju kubur kita. Semakin hari sesungguhnya kita semakin dekat dengan kematian kita. Kematian bukan hanya milik orang lain tapi juga milik kita. Ingatlah bahwa ajal dapat menjemput kita dimana saja mungkin dikala tidur, dikala berjalan. Ingatlah bahwa ajal tidak bisa diduga.

Wahai saudara saudaraku, kita pasti akan mati dan kita pasti akan mempertanggungjawabkan apapun yg kita lakukan. Tidak ada sedikit pun yg kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri. Allah melihat persis apa yg kita lakukan tidak ada yg tersembunyi. Walaupun kita menyembunyikan aib kita serapi-rapinya, tetaplah Allah akan mengetahuinya. Memang, sekarang ini kita masih aman dari hinaan orang, dari celaan orang, dari cemoohan orang, karena kita bisa merahasiakannya. Tapi apakah kita mamapu merahasiakan aib kita di hadapan Allah kelak?

Siapkah kita andaikata malaikat maut menjemput kita hari ini? Ingatlah pada syarakatul maut adalah saat yg sangat pahit. Kita sering melihat bagaimana hewan kurban yg tidak punya dosa, Allah memperlihatkan kepada kita pahitnya saat ajal memisah dari tubuh kita. Mata terbeliak, lidah menjulur, badan menggelepar sesungguhnya kita pun akan demikian. Walaupun tampak tenang sesungguhnya pahit kecuali bagi orang-orang yang merindukan Allah.

Andaikata kita sudah mati tidak ada lagi yang bisa menolong , harta-harta kita yang mati matian kita kumpulkan tak bisa kita bawa karena bukan milik kita tapi milik Allah.

Tinggal sehelai kain kafan yang dililitkan ditubuh kita. Bayangkanlah apabila tubuh ini sudah kaku, wajah ini sudah beku. Kain kafan sudah mulai dibungkus.

Bersyukur kalau kita ada yang mengurus. Bayangkanlah bila tubuh kita sudah terbujur kaku bersyukur bila ada yang menyolatkan kita. Istri, suami, anak anak kita hanya bisa menangis disekitar kita.

Kita akan diusung ke kamar kita yang baru, yaitu ke liang lahat. Wajah kita akan dibuka untuk menyentuh tanah dan papan akan ditutupdisekitar kita.

Pelan pelan orang yang kita cintai akan menaburkan tanah sehingga semakin gelap, semakin kini sendiri. Tanah semakin penuh, semakin jauh dari mereka. Mungkinkah nanti anak-anak kita yang menaburkan tanah, sahabat-sahabat kita. Inilah pertemuan terakhir dengan mereka.

Tinggallah kita sendiri di liang lahat, mereka semua akan pulang. Belatung, cacing sudah mulai mengunyah tubuh kita. Tapi yang menjadi masalah ketika mulai datang malaikat kubur, Mungkin pertanyaannya: "wahai mahluk malang berpuluh-puluh tahun engkau hidup di dunia "Betapa banyaknya engkau menghianati Allah yang selalu menjamumu. Betapa banyak nikmatnya dan kau balas dengan penghianatan. Mungkin saat itu dinding kubur mulai menghimpit tubuh. Sebetulnya sholat kita akan membela tetapi sholat kita terlalu lemah,karena tidak pernah khusu.

Mungkin sedekah kita akan membela tapi sedekah kita terlalu lemah karena kita terlampau kikir. Mungkin saum kita akan menolong tapi saum kita hanya saum perut, mata tidak pernah saum, mulut tidak pernah saum, hanya bisa menyakiti orang lain.

Mungkin haji kita akan menolong tapi haji kita haji mardun, yang tertolak karena niatnya tidak benar. Tinggallah kita menderita, paling hanya doa anak dan keluarga kita yangkita tunggu-tunggu, tapi bagaimana? Mereka tidak bisa berdoa karna kita tidak pernah mengajarkan mengenal Allah dengan baik.

Tahukah saudaraku, siksa kubur terhenti apabila anak kita berdoa atau orang yang Allah titipkan. Doa tersebut bagai cahaya yang masuk sehingga kubur kita menjadi terang-benderang. Berbahagialah bagi orang orang yang cukup bekal, kubur akan menjadi salah satu kenikmatan. Sholatnya menjadi cahaya terang benerang ,sedekahnya menjadi ganjaran,wakafnya menjadi pahala yang tak pernah putus,orang orang yang ditolong akan selalu mendoakan, ilmu yang diajarkan akan mengalir tiga ganjaran.

Wahai saudaraku, kenapa kita selalu mengganggap kematian itu keliatannya adalah untuk orang lain, padahal kita pasti mati. Setiap perbuatan kita di dunia akan dihitung lengkap, apakah kebaikan,keburukan yang lebih banyak.

Wahai Allah, Engkaulah yang maha tahu kapan ajal akan menjemput kami. Kain kafan mana yang akan dililitkan di tubuh ini,Juga liang lahat mana yang kami akan huni. Wahai Allah ijinkanlah kami memiliki sisa umur yang benar, ampunilah andaikata selama ini kami mengkhianatimu.

Jadikan harta yang engkau titipkan benar benar dapat menjadi cahaya dalam kubur kami kelak. Jadikanlah sholat-sholat kami menjadi pendamping kami ya Allah.

ORANG TUAKU ....Kita tidak tahu akan berapa lama lagi kita bisa menatap wajah ibu bapak kita. Andaikata ibu bapak kita sudah terbungkus kafan. Tidak ada lagi wajah yang bisa ditatap. Tidak ada lagi tangan yang bisa kita cium. Tidak ada lagi sapaan yang bisa kita tunggu. Tidak ada lagi doanya untuk kita. Andai ibu bapak kita sudah berada di liang lahat maka tidak pernah lagi kita melihat lagi mereka dirumah. Andai tanah sudah menimbun jasadnya. Jangan sia siakan ibu bapak kita.

Sampai kapanlah kita akan melukai hatinya,seburuk apapun keadaannya darah dagingnya melekat pada tubuh kita. Solehkanlah yang orang tuanya yang belum soleh. Muliakan yang orang tuanya terhina. Saudaraku kenanglah kebaikan orang tua kita. Dimana gerangan di akhirat keluarga kita berkumpul, adik, kakak, apakah kita kan kumpul di surga berjumpa dengan Rosul Allah atau cerai berai di neraka. Ya Allah utuhkan keluarga kami di dunia ini mulia, utuhkanlah keluarga kami di surgaMu mulia. Ya Allah karuniakan kepada kami hati yang penuh cinta, cinta kepadamu ya Allah, dan golongkanlah hati ini menjadi hati yang selalu rindu ingin berjumpa dengan-Mu.

DOAKU ....Ya Allah kami mohon berikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala dosa dosa kami, Ampun ya Allah..., Ampunilah kami ya Allah ...Ampuni sekelam apapun masa lalu kami. Hapuskanlah segala kotornya aib aib kami. Ampuni apabila kami sering tidak ridho dengan takdir Mu ya Allah. Ampuni segala kezaliman kami, terhadap orang tua kami Ya Allah, selamatkan orang tua kami, jadikan tetesan keringatnya, air matanya, darahnya jadi jalan kemuliaan bagi dunia dan akhirat. Sayangi ibu bapak kami ya Allah....Golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi. Lapangkan kuburnya ya Allah ringankan hisabnya, Amin

Oleh: K.H. Abdullah Gymnastiar


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Si Miskin: Ujian-Nya, Bukti Cinta-Nya



UJIAN-NYA…BUKTI CINTA-NYA…

Sahabat Blogger yang dicintai Allah, sebenarnya setiap kejadian yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan yang terjadi pada diri kita dan apa yang terjadi di depan mata kita hakekatnya adalah UJIAN, untuk mengetahui bagaimana sikap fisik dan hati kita.

Anak yang rewel dan sedikit nakal adalah ujian, istri yang cerewet dan suka menuntut juga ujian, suami yang galak dan pelit itupun ujian, orang tua yang tidak perhatian ujian juga, pendapatan yang pas-pasan, utang yang semakin menggunung yang tidak terbayangkan kapan bisa membayar, berbagai penyakit yang terus menyerang,wajah yang kurang tampan, bentuk tubuh yang kurang seksi atau sedikit cacat, pendidikan yang kurang cukup, semuanya itu adalah ujian.

Bahkan juga kekayaan melimpah, istri cantik dan seksi, rumah megah, mobil mewah, aset yang semakin mengembang adalah ujian, bukan itu saja bahkan WAKTU dan KESEMPATAN yang masih ada saat adalah ujian juga. Ketika waktu sholat tiba adalah ujian, ketika Jam Kerja harus dilalui juga ujian, bahkan waktu libur atau istirahat pun ujian.

Nah uniknya Allah tidak menilai hasil ujian kita saat itu , tetapi PROSES menghadapi ujian itulah yang menjadi poin-poin untuk menentukan hasil akhir ujian. Lalu apa indikator kelulusan ujian-ujian tersebut ? yaitu terucapnya kalimat Tauhid LAA ILAAHA ILLALLAH di hembusan nafas terakhir kita. Lho kok mudah ! kan kita bisa latih zikir itu setiap habis sholat atau waktu2 tertentu, ya gak segampang itu ! sebab kalimat tersebut menuntut pembuktian bukan sekedar ucapan, Apakah ketika ujian itu datang kita benar-benar menjadikan Allah SWT sandaran satu-satunya atau masih ada yang lain ?

Jadi LELAHnya kita dalam BERPROSES dalam ujian itulah yang mengugurkan dosa-dosa kita dan mensucikan jiwa kita.

“ tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang muslim ( baik sesuatu itu berupa ) kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, atau sesuatu yang menyakitkannya sampai duri yang menimpanya kecuali Allah menggugurkan sebagian dosa-dosanya karena mushibah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim

“ Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda : tidaklah seorang muslim tertimpa sesuatu yang menyakitkannya kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana gugurnya ( berjatuhannya ) daun-daun pepohonan “. HR. Bukhari dan Muslim.

Sebut saja namanya Pak Rahmat , Adalah seorang yang rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.

Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, ketika masih menjadi pegawai Bea Cukai. UANG ,KEMEWAHAN, DAN KESENANGAN melimpah dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.

Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung .. ahhhhh.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU DENGAN SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI Rahmat, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"

Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"

Tersentak beliau, itu adalah... kata-kataku semalam ...celaka, pikirnya.

Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Ya Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Ya Allah, aku rindu padaMu..."

“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan),

(setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”

[HR. At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim



Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Fartheless Country, Peran Seorang Bapak dalam Keluarga



“Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada ayah yang menolong anaknya untuk berbakti kepadaNya”. (H.R. Abu Syaih dalam ats Tsawab)

Saya barusan membaca sebuah artikel di majalah Wanita edisi terbaru yang membahas tentang peran seorang ayah. Disebutkan dalam artikel tersebut bahwa masyarakat kita sudah bukan rahasia lagi menganut pepatah “ ayah bekerja dan ibu di rumah”. Ini artinya peran ayah sebagai pencari nafkah sedang ibu di rumah mengasuh anak.


Fenonema ini menjadikan anak tidak banyak merasakan peran seorang ayah atau ‘Ayah ada, tapi tiada”. Ini sering disebut sebagai pola pengasuhan dominan keibuan. Di mana seorang anak dari mulali bangun tidur hingga tertidur kembali lebih banyak bersama ibunya. Bahkan Indonesia mendapat julukan Negara tak berayah (fartheless country). Memprihatinkan ya...

Ketika anak bangun dari tidur yang pertama kali dicari adalah ibu. Ketika anak mengalami kesulitan didalam pelajaran yang diharapkan bantuan untuk pertama adalah ibu. Ketika anak sakit yang mendekap hangat adalah ibu. Ketika hendak tidur nyanyian ibu jugalah yang mengiringi kealam mimpinya?

Di mana peran ayah ketika anak-anak sedang membutuhkan? Kapan ayah ada waktu mendampingi anak menyelesaikan pekerjaan rumah? Pernahkah ayah menelon sekedar mengucap ‘I love u atau ayah kangen kamu kepada buah hati tercinta? Saya sibuk , saya cape banting tulang mencari nafkah untuk keluarga. Saya perlu istirahat di rumah. Itu jawaban yang banyak saya dengar dari peneropongan saya. Tidak salah dan saya juga sedang tak ingin menyalahkan para ayah. Karena ini realita yang banyak terjadi di masyarakat.

Tulisan ini tidak ingin memojokkan peran ayah. Saya juga tidak ingin menghakimi seorang ayah. Tapi dari selintas pengamatan dan hasil peneropongan hasil ngobrol ngalor ngidul sesama kaumku..peran ayah memang lebih dominan sekedar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Berangkat pagi pulang sore hari. Giliran lepas dari rutinitas kerja, ayah nampak bingung memanfaatkan waktu berharganya bersama buah hati. Alhasil tak ada interaksi. Waktu di rumahpun lebih banyak untuk hobi / kesenangan pribadinya Untuk ngotak-ngatik motor / mobil, sibuk hewan piaraan Atau ayah sibuk membaca Koran , buku. atau dihabiskan di depan televisi. Sementara anak juga asyik dengan aktivitasnya sendiri.

Dampak tidak optimalnya peran ayah mulai banyak kita rasakan. Contoh banyaknya anak-anak kita yang terjerat pergaulan bebas, terjerat narkoba dan jarum-jarum neraka dll. Fenomena kekerasan yang terjadi pada anak mungkin juga terjadi karena kelengahan seorang ayah. Penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap anak yang terjadi di ibu kota pekan yang lalu yang ramai di beritakan di televisi, tokoh suami atau sang sang ayah luput dari perhatian.

Ya, di mana peran ayah, hingga seorang ibu kandung tega menganiaya balitanya yang masih berusia 5 bulan hingga tulang di sekujur tubuhnya remuk? Di mana peran ayah ketika seorang ibu kandung menganiaya dua anaknya yang masih balita? Di mana peran ayah hingga dia tega bersama istrinya pergi menelantarkan buah hatinya? Where have their Farthers gone?

Akibat tuntutan dan persaingan ekonomi pergeseran paradigma parenting menjadi motherhood sepertinya tidak bisa dihindarkan, “ Untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan pendidikan Al-Qur’an kepada anak, yang semestinya menjadi tugas ayah dilemparkan ke TPA”. Para ayah mungkin lupa atau bahkan tidak tahu kelak di akhirat Allah SWT akan menghisab anak berdasarkan nasab. Kelak Allah akan bertanya pada setiap ayah, apa yang telah mereka lakukan pada anaknya. Wallahu a’lam Bish-Shawab..

Semoga manfaat..
Orang-orang besar di dunia bukanlah orang-orang yang berasal dari sekolah hebat, tapi berasal dari keluarga-keluarga hebat!

Sumber: www.griya-anita.blogspot.com

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog