Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Kisah Si Miskin: Nabi sangat Sayang Dengan Orang Miskin



Nabi Sangat Sayang Dengan Orang Miskin

PADA suatu hari, ketika Rasulullah SAW tiba di halaman masjid, seorang Arab Badui mencegat beliau seraya berkata: “Ya Muhammad. Berikanlah pada ku harta Allah yang ada pada mu”. Bagaimana sikap Nabi Mulia itu?.

Karena pada waktu itu Nabi SAW hanya memiliki jubah yang dipakainya, lalu dengan senyum Rasul SAW melepas jubah yang dikenakannya dan dengan tulus beliau berikan kepada lelaki itu.

Rasulullah SAW memang terkenal senang bergaul dengan para fakir miskin. Sikap beliau itu diikuti oleh para sahabat. Kenapa maka mereka bersikap demikian?. Sebab satu hadis Qudsi mengatakan: “Carilah karunia Allah dengan mendekati orang yang dekat dengan orang miskin. Karena pada merekalah Aku jadikan keridhaan-Ku “, sehingga dalam satu hadis Rasulullah SAW. bersabda: “Segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci surga itu adalah mencintai anak yatim dan orang-orang yang miskin” (HR.Daruthni dan Ibnu Hiban).

Beberapa hari sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW menunjukkan tanda-tanda khusus yang belum pernah disaksikan oleh para sahabat. Misalnya, beliau sering berbicara tentang keindahan surga. Satu ketika sambil bercerita beliau mengulurkan tangannya seperti hendak mengambil sesuatu, tapi kemudian ditariknya lagi. Ketika ditanya para sahabat maksudnya.

Nabi Mulia SAW ini menjawab: “Aku melihat surga dan aku menjangkau setangkai anggur. Jikalau aku mengambilnya, kalian baru dapat menghabiskannya selama umur bumi ini.” Tanda-tanda khusus lain di hari-hari akhir Rasulullah SAW makin tampak ketika beliau ditanyai oleh para isterinya: “Siapa diantara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?”. Dengan suara menggetarkan hati Nabi SAW. menjawab: “Tangan siapa diantara kalian yang panjang, itulah yang lebih dahulu menemui ku.” Mereka lalu saling mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkan satu sama lain.

Dugaan mereka Saudah lah yang akan dulu wafat, karena tangan Saudah lah yang paling panjang. Sebab dialah diantara isteri Nabi SAW yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Nabi SAW wafat, ternyata Zainab yang lebih dahulu menyusul beliau. Dialah isteri nabi SAW yang perawakannya paling kecil dan dijuliki “Ibu kaum miskin”, yang pemurah hati. Tahulah mereka bahwa ” tangan paling panjang ” yang dimaksud Rasulullah SAW adalah orang yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.

Simaklah sikap Ali bin Thalib KW. Suatu saat orang menemukan beliau sedang terisak menangis. Ketika ditanya mengapa gerangan beliau menangis, orang yang penuh kemuliaan itu berkata : “Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepada ku. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku”. Dan Ali sangat empati terhadap kaum duafa lebih-lebih ketika beliau menjadi Khalifah.

Menurut sanad dari Iman Ahmad, Ibnu Rafi’ pernah berkata : “Pada suatu hari Id aku menemukan Ali bin Abi Thalib sedang duduk.Di sebelahnya ada sebuah kantung yang diikat erat-erat. Aku mengira isinya pasti perhiasan yang mahal-mahal. Tapi ketika Ali membukanya aku nyaris tidak percaya dengan apa yang kulihat.

Bungkusan itu cuma berisi roti kering yang maling paling rakus pun takkan mau mencurinya. Kemudian roti itu dilembutkan dengan air. Ketika kutanya mengapa kantung yang cuma berisi roti kering itu diikat begitu rupa? “. Ali menjawab: “Agar anak-anakku tidak membuka dan mengganti dengan roti yang halus dan mengandung mentega.” “Eh, apakah Allah melarang Anda menikmati makanan yang lebih baik?”. “Aku bertanya heran”. “Sama sekali tidak. Aku hanya ingin memakan makanan rakyat yang paling miskin. Aku baru akan mengubah makanan ku setelah aku bisa memperbaiki taraf hidup dan nilai makanan mereka,” jawab sang Khalifah.

Lain lagi halnya dengan Nabi Yusuf AS Ketika beliau sudah diangkat menjadi Bendahara kerajaan dan menjadi semacam Kepala Bulog, beliau berpuasa hampir setiap hari. Ketika ditanya orang mengapa Nabi Yusuf melakukan itu semua, beliau berkata bahwa beliau takut kenyang sehingga melupakan kehidupan orang miskin.

Ali Zainal Abidin, salah seorang cucu Rasulullah SAW, setelah wafat termasyhur sebagai orang yang gemar memikul gandum di malam hari dan membagikannya kepada para fakir miskin di Madinah, tanpa seorang pun mengetahuinya. Jika datang kepadanya seseorang yang sedang ditimpa kesulitan dalam hidupnya dan meminta tolong kepadanya, beliau menyambutnya dengan uacapan: “Selamat datang wahai orang yang berkenan memikul bekal ku untuk hari akhirat.”

Dalam majalah Amanah Nomor: 33 tanggal 9 Oktober 1987 diceritakan mengenai H.Yunan Helmy Nasution, ketika almarhum masih berdinas sebagai tentara. Rata-rata setiap 4 bulan sekali beliau diopname di Rumah Sakit, karena sakit.

Tapi sejak memelihara anak yatim, maka selama 14 tahun, belum sekalipun menderita sakit. “Memelihara anak yatim adalah hiburan rohani karena kasih Allah kepada mereka. Empat belas tahun mengelola anak yatim, tidak pernah mengalami kesulitan. Sering rezeki datang dengan tiba-tiba karena anak yatim mengandung misteri tersendiri disisi Allah, yang bagi orang lain sangat mengherankan”, kilah almarhum.

Bagi orang Islam yang benar-benar faham terhadap- islam dan mau mengerjakannya, mereka semestinya sangat ramah kepada para fakir miskin. Jarang mereka menolaknya bila para fakir miskin datang kepadanya. Mereka menganggap yang diminta para fakir miskin itu sekedar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Nabi Isa AS berkata : “Barang siapa menolak fakir miskin yang meminta, sehingga ia kecewa, para malaikat tidak akan memasuki rumahnya selama 70 hari.”

Wallohu 'alam.

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kisah Si Miskin: Yang Bisa Menuntun ke Surga



Mereka lebih dahulu masuk surga, dan hisab mereka di akhirat lebih ringan dibanding lainnya

Usai bincang-bincang di salah satu radio di Surabaya, Bu Eep dan Zainab siap menjemputku dengan motor ke Kecamatan Medokan, Surabaya. Di pagi yang masih berkabut itu, aku melewati sebuah empang luas bersebelahan dengan gedung bertuliskan, Gedung Yayasan Kasih.

Di sepanjang jalan kiri dan kanan nampak sederetan rumah-rumah gubuk, petak kecil dengan berdinding triplek (gedek), dan seng diselimuti debu dan nampak kusam. Tak lupa plang-plang bertuliskan jasa ahli pijat atau ahli bangunan terpampang berjejer.

Tepat di sebuah tikungan jalan, nampak sebuah bangunan semi permanen dengan halaman luas berisikan tumpukan sampah yang sudah diikat. Gunungan sampah serta susunan karung goni memenuhi halaman ini.

"Ini tempatnya para pumulung ya bu," tanyaku. "Iya Teh, para pemulung ini menyetor ke sini lalu mereka pilih dan pilah lalu diikat, nanti dijual ke penampungnya," ujar bu Aep.

Momen itu tak kusia-siakan untuk menjepret dan mengambil gambar.

Kami tiba di Medokan tepat pada waktunya. Sesampai di salah satu rumah paling bagus (untuk kawasan kumuh), beberapa ibu telah menanti kedatangan kami. Air minum kemasan plastik dan jajanan kecil ikut menanti disantap. Sambil berkenalan sejenak, aku menikmati kopi tubruk. Usai menyeruput kopi tubruk yang ikut menyegarkan badanku, kami sepakat jalan-jalan di sekitar Kecamatan Medokan untuk melihat dari dekat kehidupan penduduk di bagian Kota Surabaya ini.

Rumah tinggal mereka boleh dibilang hanyalah rumah petak atau gubuk terbuat dari kayu, papan atau bambu. Sebagian ditambal dengan seng hasil dari memulung. Ada kursi jok mobil yang sudah lusuh dan nampak busanya telah habis.

Seorang ibu muda yang tengah menggendong anaknya yang balita, senyum menyambut kami. Di halaman samping ia tengah menanak nasi dengan tungku api menggunakan kayu bakar.

Kami singgah ke salah satu rumah keluarga untuk menjenguk salah seorang keluarganya yang tengah berbaring sakit. Ia sedang tergolek di kasur tua sembari mengerang kesakitan, mungkin sedang sakit demam. “Mau ke dokter, tidak ada uang,“ katanya. Belum lagi harus menebus obat. Rumahnya sangat pengap, gelap, dan tidak menyehatkan.

Lantainya dibuat dari sisa pecahan keramik. Warna-warni layaknya mozaik. Di dapur ada bak dan ember besar hitam berisi air yang tengah diendapkan, yang nantinya mereka gunakan untuk masak atau mandi. Tungku api dengan kayu bakar tengah menyala. Kayu api itulah yang mereka gunakan, sebagai gantinya kompor minyak tanah. Dari rumah itu, kami berpindah mengunjungi rumah lain.

Pemandangan tungku dengan menggunakan kayu bakar seperti ini hampir ada di setiap rumah. Praktis, bahan bakar murah sebagai ganti minyak tanah yang mahal.

Kami singgah di rumah lain, rumah Bu Sri. Usai sholat, kami berbincang sambil menikmati pisang rebus. Bu Sri bercerita tentang kegiatan di musholla membina anak-anak yang jumlahnya sekitar lima puluh. Mereka merasa bahagia karena di desa itu sudah ada mushola walaupun tidak sempurna dan belum rampung. Mereka betul-betul memanfaatkan mushola tersebut setiap harinya, diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pengajian, utamanya kegiatan TPA bagi anak-anak yang dilakukan ba'da sholat Ashar. Menurut mereka, anak-anak harus mereka selamatkan aqidahnya.

Dengan bangga mereka mengatakan bahwa anak-anak sudah bisa menghafal Asmaul Husna, sifat-sifat dan nama-nama Allah. Mereka yakin dengan pengajian TPA dan hafalan Asmaul Husna bisa membentengi aqidah anak-anak.

"Jadi ibu sudah lihat sendiri ya kampung kami, ya seperti itu," ujar salah seorang ibu menjelaskan asal-muasal kampung itu serta kondisi penduduknya. "Konon, dulunya kawasan ini kosong saja, lalu kami diangkut ke sini. Eh dibuang ke sini deh," ujarnya. Saya agak terkejut mendengar kata itu.

"Ya kami adalah orang-orang yang terpinggirkan bu. Kami memang dulunya tinggal di pinggiran kota besar, lalu diangkut dengan truk terus dilepas di sini," katanya. "Ini karena kami dianggap merusak kecantikan kota. Jadi kami memang miskin sekali ibu, sangat miskin."

Ada sekitar 75 KK di tempat ini. Ada tukang bangunan, tukang batu, pembantu rumah tangga, tukang mengumpulkan sampah, dan jualan jamu. Tapi umumnya para pemulung.

Agenda tersembunyi

Kemiskinan, kekumuhan, dan keterbatasan ini, nampaknya ikut mengundang banyak pihak mengambil keuntungan. Seorang ibu bercerita mengenai berbagai hal, dari air minum, rumah yang pengap, kesulitan minyak tanah, dan banyaknya organisasi yang datang mengunjungi.

"Di kampung kami air susah bu. Kami pernah dapat tawaran dari salah satu bapak dan ada beberapa keluarga yang begitu giat membagikan macam-macam. Di antaranya alat untuk membersihkan air, tapi kami tolak saja, habis ada syaratnya," ujar bu Sri.

"Pokoknya tak nggendoli (pertahankan, red) aqidahku, wis gitu aja," ujar bu Timah lugas. "Biarin aku miskin dan aku selalu bilang sama suamiku supaya ndak terbujuk."

Timah mengaku, pendapatan suaminya tergolong sedikit. "Kalau yang lain bisa menghasilkan Rp 30 ribu sehari, suami saya cuma menghasilkan Rp 125 ribu seminggu," ujar wanita yang memiliki tiga orang anak anak ini. Suaminya bekerja sebagai penjaga perahu penyebrangan.

"Ndak ada orang lain mau kerja malam dengan duit kecil kaya gitu bu. Terus kalau siang sudah ndak bisa kerja apa-apa karena semalaman dia jaga perahu, jadi sudah kecapekan," tambahnya.

Kepalaku berhitung, dari total 125 ribu seminggu itu, berapa seharinya? Lalu bagaimana mereka bisa menafkahi keluarga yang berjumlah 5 kepala?

"Tapi Alhamdulillah ibu kami tetap bersyukur akan semua rejeki yang kami terima. Walau keluarga kami mesakat (miskin), kami tidak pernah mau nerima bantuan apapun, apalagi ada persyaratan dan harus tanda-tangan perjanjian untuk ganti agama," tambahnya lagi.

"Tapi saya ndak pernah minder dan berkecil hati ditakdirnya sebagai orang miskin. Apalagi menyesali nasib lho bu, ujar Timah sambil membenahi jilbabnya yang berwarna merah jambu.

Seolah berusaha membesarkan hati mereka, sesungguhnya aku ikut tersentak mendengar pernyataan Timah yang lugu dan rendah hati ini. Mendengar pernyataan Timah aku ingat sebuah hadist Nabi yang berbunyi, "Cintailah kaum fakir dan duduklah bersama mereka." (Riwayat Al-Hakim An-Nisaburi).

Kepadanya, aku ceritakan beberapa ayat yang menyatakan rasa cinta Allah SWT pada para fakir-miskin dan anak yatim. "Ya tentu saja orang miskin paling sabar, dan selalu ingat Allah," ujarku.

Aku membacakan mereka surat Al Kahfi 28. "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."

"Ibu-ibu jangan merasa rendah dan kerdil hati karena miskin. Bisa jadi di depan pandangan manusia kita rendah, namun dipandangan Allah kita terhormat selama kita menjadi hambaNya yang taqwa,“ ujarku disambut wajah mereka dengan berbinar-binar.

"Teruskan bu, baru ini saya mendengar semacam ini," ujar mereka.

Aku menceritakan kisah kecintaan Allah dan bagaimana para fakir-miskin dimuliakan di hari pembalasan.

Saya baca cuplikan hadist yang diriwayatkan Alhasan. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan seorang hamba, lalu Allah s.w.t. berkata lunak kepadanya sebagaimana seorang yang minta maaf kepada kawannya, maka Allah s.w.t. berfirman: "Demi kemuliaan dan kebesaranKu, Aku tidak menyingkirkan dunia daripadamu karena hinamu dalam pandanganKu, tetapi karena Aku telah menyediakan untukmu kemuliaan dan karunia. Keluarlah hai hambaKu ke barisan-barisan itu dan lihatlah siapa yang dahulu pernah memberi makanan atau pakaiannya kepadamu dengan ikhlas karenaKu." Maka peganglah tangannya dan ia hakmu, maka berjalanlah ia di tengah-tengah manusia yang sedang tenggelam dalam peluhnya, lalu melihat orang yang dahulu pernah berbuat baik kepadanya, lalu dipegang tangannya dan dimasukkan ke surga."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Perbanyaklah kenalan orang-orang fakir miskin dan berbudilah kepada mereka karena mereka kelak akan mendapat kekuasaan." Sahabat bertanya: "Apakah kekuasaan mereka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Bila tiba hari kiamat maka dikatakan kepada mereka: "Perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan atau minuman seteguk atau sehelai baju, maka peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga."

Abul Laits berkata: "Ketahuilah bahwa bagi orang fakir miskin itu akan mendapat lima kemuliaan yaitu: Pahala amalnya lebih dari pahala amal orang-orang yang kaya dalam shalat, sedekah dan lain-lainnya. Mereka lebih dahulu masuk surga, dan hisab mereka di akhirat lebih ringan dibanding yang lainnya.

"Ibu-ibu akan menuntun orang-orang yang pernah memberi sedekah berupa makan dan minum, serta baju, dan akan menuntun mereka ke surga. Itu sangat luar biasa, ujarku memberi motivasi.

"Amien... amien ya Allah," jawab mereka serempak. Tak terasa air mata mereka dan air mataku ikut menetes, mungkin terharu dan berbaur rasa bahagia. Bu Timah memelukku sangat erat penuh haru. Aku pun ikut terharu menangis.

Akhirnya aku pamit dan kami berpisah. "Ya Allah semoga mereka, orang-orang fakir nan miskin yang pernah kita tolong dengan sedekah, kelak akan menolong dan menuntun kita ke surgaMu."

[Sumber: www.hidayatullah.com]


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Pengemis Buta Dan Rasulullah SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.


Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.



Artikel terkait:

Yang Bisa Menuntun ke Surga

Mereka lebih dahulu masuk surga, dan hisab mereka di akhirat lebih ringan dibanding lainnya

Hidayatullah.com--Usai bincang-bincang di salah satu radio di Surabaya, Bu Eep dan Zainab siap menjemputku dengan motor ke Kecamatan Medokan, Surabaya. Di pagi yang masih berkabut itu, aku melewati sebuah empang luas bersebelahan dengan gedung bertuliskan, Gedung Yayasan Kasih.

Di sepanjang jalan kiri dan kanan nampak sederetan rumah-rumah gubuk, petak kecil dengan berdinding triplek (gedek), dan seng diselimuti debu dan nampak kusam. Tak lupa plang-plang bertuliskan jasa ahli pijat atau ahli bangunan terpampang berjejer.

Tepat di sebuah tikungan jalan, nampak sebuah bangunan semi permanen dengan halaman luas berisikan tumpukan sampah yang sudah diikat. Gunungan sampah serta susunan karung goni memenuhi halaman ini.

"Ini tempatnya para pumulung ya bu," tanyaku. "Iya Teh, para pemulung ini menyetor ke sini lalu mereka pilih dan pilah lalu diikat, nanti dijual ke penampungnya," ujar bu Aep.

Momen itu tak kusia-siakan untuk menjepret dan mengambil gambar.

Kami tiba di Medokan tepat pada waktunya. Sesampai di salah satu rumah paling bagus (untuk kawasan kumuh), beberapa ibu telah menanti kedatangan kami. Air minum kemasan plastik dan jajanan kecil ikut menanti disantap. Sambil berkenalan sejenak, aku menikmati kopi tubruk. Usai menyeruput kopi tubruk yang ikut menyegarkan badanku, kami sepakat jalan-jalan di sekitar Kecamatan Medokan untuk melihat dari dekat kehidupan penduduk di bagian Kota Surabaya ini.

Rumah tinggal mereka boleh dibilang hanyalah rumah petak atau gubuk terbuat dari kayu, papan atau bambu. Sebagian ditambal dengan seng hasil dari memulung. Ada kursi jok mobil yang sudah lusuh dan nampak busanya telah habis.

Seorang ibu muda yang tengah menggendong anaknya yang balita, senyum menyambut kami. Di halaman samping ia tengah menanak nasi dengan tungku api menggunakan kayu bakar.

Kami singgah ke salah satu rumah keluarga untuk menjenguk salah seorang keluarganya yang tengah berbaring sakit. Ia sedang tergolek di kasur tua sembari mengerang kesakitan, mungkin sedang sakit demam. “Mau ke dokter, tidak ada uang,“ katanya. Belum lagi harus menebus obat. Rumahnya sangat pengap, gelap, dan tidak menyehatkan.

Lantainya dibuat dari sisa pecahan keramik. Warna-warni layaknya mozaik. Di dapur ada bak dan ember besar hitam berisi air yang tengah diendapkan, yang nantinya mereka gunakan untuk masak atau mandi. Tungku api dengan kayu bakar tengah menyala. Kayu api itulah yang mereka gunakan, sebagai gantinya kompor minyak tanah. Dari rumah itu, kami berpindah mengunjungi rumah lain.

Pemandangan tungku dengan menggunakan kayu bakar seperti ini hampir ada di setiap rumah. Praktis, bahan bakar murah sebagai ganti minyak tanah yang mahal.

Kami singgah di rumah lain, rumah Bu Sri. Usai sholat, kami berbincang sambil menikmati pisang rebus. Bu Sri bercerita tentang kegiatan di musholla membina anak-anak yang jumlahnya sekitar lima puluh. Mereka merasa bahagia karena di desa itu sudah ada mushola walaupun tidak sempurna dan belum rampung. Mereka betul-betul memanfaatkan mushola tersebut setiap harinya, diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pengajian, utamanya kegiatan TPA bagi anak-anak yang dilakukan ba'da sholat Ashar. Menurut mereka, anak-anak harus mereka selamatkan aqidahnya.

Dengan bangga mereka mengatakan bahwa anak-anak sudah bisa menghafal Asmaul Husna, sifat-sifat dan nama-nama Allah. Mereka yakin dengan pengajian TPA dan hafalan Asmaul Husna bisa membentengi aqidah anak-anak.

"Jadi ibu sudah lihat sendiri ya kampung kami, ya seperti itu," ujar salah seorang ibu menjelaskan asal-muasal kampung itu serta kondisi penduduknya. "Konon, dulunya kawasan ini kosong saja, lalu kami diangkut ke sini. Eh dibuang ke sini deh," ujarnya. Saya agak terkejut mendengar kata itu.

"Ya kami adalah orang-orang yang terpinggirkan bu. Kami memang dulunya tinggal di pinggiran kota besar, lalu diangkut dengan truk terus dilepas di sini," katanya. "Ini karena kami dianggap merusak kecantikan kota. Jadi kami memang miskin sekali ibu, sangat miskin."

Ada sekitar 75 KK di tempat ini. Ada tukang bangunan, tukang batu, pembantu rumah tangga, tukang mengumpulkan sampah, dan jualan jamu. Tapi umumnya para pemulung.

Agenda tersembunyi

Kemiskinan, kekumuhan, dan keterbatasan ini, nampaknya ikut mengundang banyak pihak mengambil keuntungan. Seorang ibu bercerita mengenai berbagai hal, dari air minum, rumah yang pengap, kesulitan minyak tanah, dan banyaknya organisasi yang datang mengunjungi.

"Di kampung kami air susah bu. Kami pernah dapat tawaran dari salah satu bapak dan ada beberapa keluarga yang begitu giat membagikan macam-macam. Di antaranya alat untuk membersihkan air, tapi kami tolak saja, habis ada syaratnya,"� ujar bu Sri.

"Pokoknya tak nggendoli (pertahankan, red) aqidahku, wis gitu aja," ujar bu Timah lugas. "Biarin aku miskin dan aku selalu bilang sama suamiku supaya ndak terbujuk."

Timah mengaku, pendapatan suaminya tergolong sedikit. "Kalau yang lain bisa menghasilkan Rp 30 ribu sehari, suami saya cuma menghasilkan Rp 125 ribu seminggu," ujar wanita yang memiliki tiga orang anak anak ini. Suaminya bekerja sebagai penjaga perahu penyebrangan.

"Ndak ada orang lain mau kerja malam dengan duit kecil kaya gitu bu. Terus kalau siang sudah ndak bisa kerja apa-apa karena semalaman dia jaga perahu, jadi sudah kecapekan," tambahnya.

Kepalaku berhitung, dari total 125 ribu seminggu itu, berapa seharinya? Lalu bagaimana mereka bisa menafkahi keluarga yang berjumlah 5 kepala?

"Tapi Alhamdulillah ibu kami tetap bersyukur akan semua rejeki yang kami terima. Walau keluarga kami mesakat (miskin), kami tidak pernah mau nerima bantuan apapun, apalagi ada persyaratan dan harus tanda-tangan perjanjian untuk ganti agama," tambahnya lagi.

"Tapi saya ndak pernah minder dan berkecil hati ditakdirnya sebagai orang miskin. Apalagi menyesali nasib lho bu, ujar Timah sambil membenahi jilbabnya yang berwarna merah jambu.

Seolah berusaha membesarkan hati mereka, sesungguhnya aku ikut tersentak mendengar pernyataan Timah yang lugu dan rendah hati ini. Mendengar pernyataan Timah aku ingat sebuah hadist Nabi yang berbunyi, "Cintailah kaum fakir dan duduklah bersama mereka." (Riwayat Al-Hakim An-Nisaburi).

Kepadanya, aku ceritakan beberapa ayat yang menyatakan rasa cinta Allah SWT pada para fakir-miskin dan anak yatim. "Ya tentu saja orang miskin paling sabar, dan selalu ingat Allah," ujarku.

Aku membacakan mereka surat Al Kahfi 28. "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."

"Ibu-ibu jangan merasa rendah dan kerdil hati karena miskin. Bisa jadi di depan pandangan manusia kita rendah, namun dipandangan Allah kita terhormat selama kita menjadi hambaNya yang taqwa,“ ujarku disambut wajah mereka dengan berbinar-binar.

"Teruskan bu, baru ini saya mendengar semacam ini," ujar mereka.

Aku menceritakan kisah kecintaan Allah dan bagaimana para fakir-miskin dimuliakan di hari pembalasan.

Saya baca cuplikan hadist yang diriwayatkan Alhasan. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan seorang hamba, lalu Allah s.w.t. berkata lunak kepadanya sebagaimana seorang yang minta maaf kepada kawannya, maka Allah s.w.t. berfirman: "Demi kemuliaan dan kebesaranKu, Aku tidak menyingkirkan dunia daripadamu karena hinamu dalam pandanganKu, tetapi karena Aku telah menyediakan untukmu kemuliaan dan karunia. Keluarlah hai hambaKu ke barisan-barisan itu dan lihatlah siapa yang dahulu pernah memberi makanan atau pakaiannya kepadamu dengan ikhlas karenaKu." Maka peganglah tangannya dan ia hakmu, maka berjalanlah ia di tengah-tengah manusia yang sedang tenggelam dalam peluhnya, lalu melihat orang yang dahulu pernah berbuat baik kepadanya, lalu dipegang tangannya dan dimasukkan ke surga."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Perbanyaklah kenalan orang-orang fakir miskin dan berbudilah kepada mereka karena mereka kelak akan mendapat kekuasaan." Sahabat bertanya: "Apakah kekuasaan mereka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Bila tiba hari kiamat maka dikatakan kepada mereka: "Perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan atau minuman seteguk atau sehelai baju, maka peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga."

Abul Laits berkata: "Ketahuilah bahwa bagi orang fakir miskin itu akan mendapat lima kemuliaan yaitu: Pahala amalnya lebih dari pahala amal orang-orang yang kaya dalam shalat, sedekah dan lain-lainnya. Mereka lebih dahulu masuk surga, dan hisab mereka di akhirat lebih ringan dibanding yang lainnya.

"Ibu-ibu akan menuntun orang-orang yang pernah memberi sedekah berupa makan dan minum, serta baju, dan akan menuntun mereka ke surga. Itu sangat luar biasa, ujarku memberi motivasi.

"Amien... amien ya Allah," jawab mereka serempak. Tak terasa air mata mereka dan air mataku ikut menetes, mungkin terharu dan berbaur rasa bahagia. Bu Timah memelukku sangat erat penuh haru. Aku pun ikut terharu menangis.

Akhirnya aku pamit dan kami berpisah. "Ya Allah semoga mereka, orang-orang fakir nan miskin yang pernah kita tolong dengan sedekah, kelak akan menolong dan menuntun kita ke surgaMu."

[Sumber: www.hidayatullah.com]


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Kisah Si Miskin: Orang Miskin Dilarang Hidup



Saudaraku, kayaknya masih membekas dalam ingatan kita semua soal meninggalnya 21 orang saat antri ngambil jatah pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Pasuruan pada pertengahan September 2008 lalu. Kalau ngeliat faktanya, zakat salah satunya emang harus diberikan kepada warga miskin. Kita miris banget euy, ngelihat di layar televisi ratusan orang berebut jatah zakat yang dibagikan. Minimnya pengamaman dan cara pembagiannya yang dipusatkan di satu tempat menjadi alasan utama peristiwa menyedihkan tersebut terjadi.

Sebelumnya, kita juga disuguhi pemandangan yang nggak kalah menyedihkannya. Ada banyak orang yang-karena kemiskinannya-harus melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan orang lain. Kamu masih ingat juga kan? Yup, daging rusak hasil pengumpulan sisa makanan dari berbagai rumah makan. Parahnya, tuh makanan sisa ditaro bersisian bareng dengan kumpulan barang bekas lainnya. Boleh dibilang itu udah makanan sampah deh. Untuk mengelebui calon pembeli, daging itu digoreng sampe kering. Dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang murah. Pembelinya siapa? Warga miskin juga, Bro. Sedih banget.

Saudaraku, jumlah orang miskin di negeri ini emang cukup banyak. Nggak perlu data statistik yang dipake pun kita udah bisa ngelihat dengan jelas. Data statistik itu cuma ukuran-meski bisa juga berbohong dengan statistik-untuk menentukan berapa jumlah dan prosentasenya aja. Meningkat atau menurun digambarkan dalam bentuk jumlah dan persen. Supaya kelihatan dramatis, dibandingkanlah dengan data sebelumnya. Kalo berkurang jumlah orang miskinnya berarti ada peningkatan kesejahteraan. Kinerja pemerintah bisa dinilai baik ketika bisa mengurangi angka kemiskinan. Begitu juga sebaliknya. Intinya, data itu cuma alat ukur. Meski seringnya juga datanya salah yang mengakibatkan keliru juga mengambil keputusan.

Oya, Presiden SBY pernah menegaskan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 17,7 persen pada 2006, menjadi 15,4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 ini merupakan yang terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir.

“Tren penurunan angka kemiskinan ini juga terjadi walaupun kita menggunakan kriteria angka kemiskinan Bank Dunia. Ini merupakan suatu kemajuan yang nyata dan patut kita syukuri,” ungkap Presiden, saat menyampaikan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah tentang RAPBN 2009, di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, 15 Agustus 2008.

Benarkah menurun? Nyatanya nggak juga kok. Banyak pengamat ekonomi bilang data itu diambil sebelum kenaikan harga BBM akhir Mei 2008 lalu. “Pemerintah harus melihat kenyataannya lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya data yang ada kadang tidak sesuai fakta yang ada,” ujar ekonom Indef Aviliani seperti yang dilansir okezone.com (15/08/2008).

Aviliani menambahkan, padahal saat pengambilan sampel untuk survei Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tersebut tidak mencerminkan dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan pada akhir Mei 2008.

Oke, kita kayaknya udah tahu gimana memperlakukan data statistik. Kita bisa menunjukkan kepada siapa pun dengan angka statistik, tapi banyak juga orang menggunakan data statistik untuk berbohong demi kepentingan tertentu. Jadi kacau banget kan? Hehehe.. nggak usah ikut-ikutan bingung apalagi berdebat soal data statistik, karena jumlah orang miskin tetap banyak dan itu bisa kita lihat faktanya dengan mata telanjang. Nggak perlu pake data statistik segala. Iya nggak sih?

Nggak hidup layak

Saudaraku, dalam kehidupan sehari-hari udah sangat jelas bahwa banyak orang yang nggak hidup layak. Di Jakarta, kolong jembatan layang bukan sebatas tempat berteduh di kala panas dan hujan, tapi sudah menjadi ?surga’ untuk hidup di bawahnya, berkembang-biak, dan menyambung hidup di ganasnya belantara ibu kota. Kalo kamu pernah naik kendaraan menelusuri jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, di bawah jembatan layang itulah banyak dari saudara kita yang bermukim di sana. Gubuk-gubuk bertebaran dan berdesakan di bawah sana. Sementara nggak jauh dari situ, puluhan ?gubuk pencakar langit’ (baca: apartemen) berdiri megah menampung ribuan orang yang bisa membeli atau menyewanya dengan harga mahal. Sebuah ironi. Tapi, itulah memang kenyataannya. Ini baru di satu tempat lho, belum tempat lain di sudut-sudut gelap Jakarta, Bro.

Untuk warga miskin di kota besar, jangankan kepikiran untuk ngomongin soal pendidikan bagi anak-anak mereka, untuk urusan dapur aja seringnya nggak mencukupi. Gimana nggak, kerja seharian banting-tulang dan peras-keringat, penghasilannya hanya berkisar di angka Rp 20 ribu ampe Rp 30 ribu. Malah ada yang di bawah banget, yakni nggak nyampe Rp 10 ribu sehari. So, wajar kalo ada di antara mereka yang berpikir ?kreatif’ dengan menjual daging rusak dan nggak layak konsumsi. Siapa tahu bisa menyambung hidupnya yang empot-empotan. Kasihan memang.

Sobat muda muslim, boleh dibilang kemiskinan itu bikin segalanya jadi susah. Mau belajar susah kalo nggak punya duit banyak, karena pendidikan sekarang hanya bisa dibeli dengan duit yang nggak sedikit. Memangnya ada pendidikan gratis di jaman sekarang? Ada kok. Tapi kualitas dan fasilitasnya ya seadanya gitu. Lagipula jumlahnya nggak sebanyak sekolah yang harus bayar. Sehingga akses untuk mendapatkan pendidikan pun jadi terbatasi bagi warga miskin. Maka, wajar kalo kemudian ada penulis yang bikin buku: Orang Miskin Dilarang Sekolah sebagai bentuk satire alias sindiran kepada siapa pun terutama pemerintah.

Bagaimana dengan kesehatan? Hmm.. nggak jauh beda euy. Bagi warga miskin, kesehatan tak mudah untuk bisa mereka dapatkan begitu saja. Memang pemerintah melalui Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan ngadain banyak program untuk memperhatikan warga miskin, khususnya di bidang kesehatan, tapi prosedur untuk ngedapetin surat keterangan miskin aja agar bisa berobat berbelit sampe akhirnya orang yang sakit jadi malas ngurus begituan. Hasilnya, ya pasrah aja sampe maut menjemput. Duh, sampe segitunya ya? Jadi bener nih orang miskin dilarang hidup?

Mungkin sebagian orang berpikir, daripada tinggal di kota besar tapi hidup nggak layak, pulang kampung saja. Hmm.. nggak semua orang bisa hidup enak di kampung halamannya. Justru banyak orang desa yang niat awalnya datang ke ibu kota adalah untuk mengadu nasib. Di desa udah nggak ada yang bisa dikerjakan, karena di desanya juga kemiskinan menderanya tak kunjung henti. Kalo di kota besar, paling nggak kalo mau rajin bisa dapet duit. Ngamen di bis atau di perempatan lampu merah, atau jadi pemulung barang-barang bekas yang bisa didaur-ulang, atau sebagian ada juga yang merasa harus mengeksploitasi cacat tubuhnya untuk memicu iba dari banyak orang demi ngumpulin rupiah. Banyak yang bisa dilakukan di kota besar. Mulai dari yang terpuji sampai yang tercela, dari yang baik sampe yang buruk, dari yang benar sampe yang salah. Bergantung kepada kualitas iman yang dimilikinya.

Kemiskinan struktural

Miskin, menurut Imam Syafi’i dan jumhur ulama, adalah “memiliki sesuatu (penghasilan/pendapatan) tapi tidak mencukupi (kebutuhan pokok)”. Secara sunatullah kemiskinan telah muncul dalam kehidupan manusia. Allah Swt. emang meninggikan rizki sebagian manusia atas sebagian yang lain. Sebagaimana firman Allah Swt.:


“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS al-Ankabuut [29]: 62)

Saudaraku, secara faktual atau kenyataannya, Pak A.M. Saefudin, mantan Menpangan, pernah membagi kemiskinan sebagai kemiskinan alamiah (natural poverty) dan kemiskinan struktural (stuctural poverty). Yang pertama, terjadi karena misalnya cacat mental atau fisik, lahir dari dan dalam keadaan keluarga miskin dan faktor lain yang tak terduga (bencana alam, kebangkrutan dan lain-lain). Sedangkan kemiskinan struktural diciptakan oleh sistem, nilai dan perilaku bejat manusia.

Dalam masyarakat sekarang yang dibangun atas dasar kapitalisme-sekularisme, sangat mungkin terjadi yang namanya kemiskinan struktural. Kemiskinan buatan akibat diterapkannya kebijakan oleh pemerintah yang berakibat kepada kemiskinan massal untuk kalangan tertentu dan kekayaan massal untuk kalangan tertentu pula. Lihat deh, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Nggak imbang banget.

Akibat diterapkannya kebijakan kenaikan harga BBM pada akhir Mei 2008 lalu, kini jadi banyak warga miskin baru. Nggak perlu angka statistik yang rumit, karena faktanya bisa kita jumpai di sekitar kita. Silakan tajamkan mata untuk melihat kenyataan. Asahlah kepekaan telinga untuk mendengar jeritan tertahan warga miskin yang antre minyak tanah (meski kini udah semakin langka karena diganti gas elpiji-yang ternyata juga ikutan susah dicari karena belum terdistribusi semua dan produksinya belum cukup). Dampak ikutannya juga nggak kalah mencekik, maka kita saksikan bersama harga-harga sembako merayap naik secara mengejutkan karena ongkos kirim membengkak gara-gara harga BBM naik, ongkos transportasi juga ikutan melambung tinggi. Biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan lainnya yang merupakan bagian dari rangkaian akibat kebijakan tersebut akhirnya makin bikin parah keadaan. Yup, kita sengsara bersama kapitalisme.

Kita semua sadar dan tahu bahwa kemiskinan akan selalu ada dalam masyarakat apapun. Hanya saja masalahnya adalah, bagaimana upaya untuk menanggulangi dan memecahkan problem kemiskinan tersebut. Bila bicara tentang pengaturan dan pemecahan problem kemiskinan, maka hal ini jelas berkaitan erat dengan sistem yang diterapkan oleh negara yang bersangkutan. Tak mustahil, kemiskinan yang sifatnya sudah sunatullah akan tetap langgeng karena negara membantu memperparah kemiskinan tersebut dengan sistem yang diterapkannya. Inilah yang berbahaya dan sangat mematikan kehidupan masyarakat.

Dalam sistem kapitalisme, para konglomerat (baik kelas kakap maupun kelas teri) dengan leluasa bisa mengendalikan sistem perekonomian. Penimbun misalnya, mereka bisa dengan bebas mengumpulkan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, kemudian menunggu waktu yang pas untuk dilempar ke konsumen dengan harga yang melambung. Ironinya, negara masih percaya dan rela diinjak-injak di bawah telapak kaki para konglomerat. Nggak bisa apa-apa. Jelas ini akan membuat masyarakat menderita karena harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Hasilnya, kemiskinan alaminya udah ditambah dengan kemiskinan struktural yang membuat masyarakat semakin terpuruk.

Apa yang harus kita lakukan? Hmm.. nggak usah jauh-jauh nyari jalan keluar, Islam udah punya solusinya, kok. Tentu jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Sistem Islam akan mengupayakan langkah-langkah dalam mensejahterakan rakyat. Pertama, mengharamkan penimbunan harta. Islam melarang siapapun yang menimbun harta. Ihtik?r (penimbunan) hukumnya haram. Sa’id bin al-Musayyab dari Ma’mar bin Abdullah al-Adawi menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan melakukan penimbunan selain orang yang salah (al Kh?thi`)” (HR Muslim)

Hal ini umum berlaku untuk semua barang termasuk makanan. Al-Asram meriwayatkan dari Abi Umamah dengan menyatakan: “Rasulullah saw. telah melarang penimbunan makanan.”

Karena itu, tindak penimbunan ini merupakan suatu tindakan kriminal. Islam menetapkan hukumannya adalah ta’z?r. Artinya, bisa diambil salah satu atau kombinasi dari bentuk hukum Islam baik denda, cambuk, diasingkan, penjara, dipotong tangan, atau hukum Islam lain seperti hukuman mati. Sekalipun demikian, Abdurrahman al-Malikiy menyatakan hukuman bagi penimbun adalah hukum cambuk dan penjara tiga tahun (Nizham al ‘Uq?bt, hlm. 191).

Kedua, memerintahkan agar harta beredar di seluruh anggota masyarakat, tidak hanya beredar di kalangan tertentu saja. Sebagai firman Allah Swt. (yang artinya): “supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS al-Hasyr [59]: 7)

Ketiga, pemerintah hendaklah mengeluarkan dana khusus untuk kebutuhan mendesak anggota masyarakatnya. Bisa diambil dari Baitul Maal (bukan Baitul Maal yang ada sekarang, itu mah cuma nama doang), Baitul Maal di masa Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) adalah “rumah harta” yang disuplai pemasukannya dari zakat, jizyah, dan pos pemasukan lainnya (lebih lengkap bisa dibaca dalam Kitab al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, karya Syaikh Abdul Qadim Zallum). Cadangan harta yang ada di situ bisa digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat.

Keempat, menetapkan hukum waris, sebagai upaya untuk memecah dan membagikan harta kepada yang berhak atasnya. Kalo sekarang, orang malah rebutan harta waris. Yang seharusnya berhak kagak dapet, yang seharusnya nggak dapat malah ngambil paling banyak. Kacau banget kan?

Kelima, Islam melarang berlaku kikir dengan tidak menikmati dan memanfaatkan harta yang dimilikinya dalam batas-batas yang ditentukan syara’. Yup, dilarang bagi kaum muslimin untuk pelit bin kikir, dan tentu dianjurkan untuk berbagi dengan sesamanya. Dilarang pula kaum muslimin untuk membelanjakan hartanya di jalan yang maksiat atau menikmati kemaksiatan dengan hartanya.

Keenam, Islam menjadikan sebab-sebab pemilikan harta berdasarkan hukum syara’, dengan beberapa cara. Dalam hal ini Islam akan melarang bentuk sistem ekonomi ribawi. Akan diatur tuh, dapetnya dari mana. Kalo hasil judi, hasil nyolong atau korupsi pasti akan dimintai pertanggungan-jawabnya dan hukuman siap menanti.

Insya Allah, dengan adanya aturan dan sanksi yang diterapkan Islam, nggak bakalan ada lagi orang miskin yang hidupnya nggak layak, apalagi dilarang hidup dengan dibiarkan mereka nyari selamat sendiri. Tapi inget lho, kapitalisme-sekularisme, yakni sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara saat ini, sampe tuyul gondrong juga nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah ini-termasuk masalah kehidupan lainnya. Cuma Islam yang bisa. Namun ada syaratnya, yakni Islam yang diterapkan dan dijadikan sebagai ideologi negara. Setuju kan? Harus dong ya.

[Sumber: gaulislam.com]

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Bagaimana Sikap Anda Terhadap Hamba Allah Begitulah Allah Memperlakukan Anda

Segala puji bagi Allah Subhaanahu Wata’ala Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala Menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”. (HR. Bukhari).

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)?

Siapa yang menyayangi makhluk (Allah Subhaanahu Wata’ala) maka akan di sayangi oleh sang pencipta (Allah Subhaanahu Wata’ala). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Orang-orang yang penyayang akan di sayangi oleh Yang Maha Penyayang, sayangilah apa yang terdapat di muka bumi maka maka kalian akan di sayangi oleh apa yang terdapat di langit (penghuninya)”.(HR. Tirmidzi).

Perhatikanlah untuk selalu memberikan keringanan dan kemudahan untuk orang lain agar Allah Subhaanahu Wata’ala Memberikan keringanan buat anda.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang memberikan kemudahan atas kesusahan seorang muslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberikan kemudahan buat dia atas kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat”.(HR. Bukhari).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menyelamatkan orang yang sedang kesusahan, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan membukakan (menyelamatkan) dia dari kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat”. (HR. Ahmad).

Bantulah orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka (yang baik) maka anda akan mendapatkan pertolongan dari Allah Subhaanahu Wata’ala

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah Subhaanahu Wata’ala Akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang (memenuhi) kebutuhan saudaranya maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memenuhi kebutuhannya”.(HR. Muslim).

Permudahlah untuk orang yang tidak mampu…maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan mempermudah kamu

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang tidak mampu maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberikan kemudahan untuknya di dunia dan akhirat”.(HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Sebelum (masa) kalian (dulu) terdapat seorang pedagang yang memberikan piutang kepada orang lain, jika ia melihat (orang yang di hutanginya) tidak mampu untuk membayar (hutangnya) ia mengatakan kepada pegawainya: maafkanlah ia, semoga Allah Subhaanahu Wata’ala Memaafkan (dosa-dosa) kita, kemudian Allah Subhaanahu Wata’ala Memaafkan (dosa-dosa) nya”.(HR. Bukhari).

Bersikap ramahlah dengan hamba-hamba Allah Subhaanahu Wata’ala Maka anda termasuk dari do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

“Ya Allah! Barangsiapa yang bersikap ramah dari umatku maka berilah kasih sayang untuknya, dan barangsiapa yang menyusahkan mereka maka susahkanlah mereka”.(HR. Ahmad).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala Maha Lembut dan menyukai yang ramah atau yang berlemah lembut, dan Dia memberikan kepada orang yang bersikap ramah apa yang tidak Dia berikan kepada orang yang kejam”. (HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang (mengharamkan) keramahan (kelemah lembutan), maka dia tidak akan mendapatkan kebaikan”. (HR. Muslim).

Tutuplah (aib) orang lain maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan menutupi aib anda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat”. (HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menutup aurat (aib) seorang saudaranya semuslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan menutupi auratnya (aibnya) pada hari kiamat”. (HR. Ibn Majah).

Maafkanlah kesalahan saudara anda… maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memaafkan kesalahan anda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa memaafkan (kesalahan) seorang muslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memaafkan kesalahannya”. (HR. Abu Daud).

Berikanlah makanan kepada orang-orang muslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberikan makanan (rezki) kepada anda.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapapun dari seorang mukmin yang memberikan makanan kepada seorang mukmin karena kelaparan, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberikan makanan untuknya dari buah-buahan surga”. (HR. Tirmidzi).

Berilah air minum kepada orang-orang muslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberi anda air minum

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa dari seorang mukmin yang memberikan air minum kepada seorang mukmin karena kehausan, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberinya air minum pada hari kiamat dari air anggur yang lezat”.(HR. Tirmidzi).

Berikanlah pakaian kepada orang-orang muslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberi pakaian kepada anda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa dari seorang mukmin yang memberikan pakaian kepada orang yang telanjang, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memberinya pakaian dari khadir surga”. (HR. Tirmdizi).

Maka bagaimana anda bersikap kepada hamba-hamba Allah Subhaanahu Wata’ala, begitupun Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memperlakukan anda, maka silahkan anda memilih untuk diri anda suatu keadaan yang Allah akan memperlakukan anda seperti perlakuan anda, bersikaplah (berinteraksilah) kepada hamba-hamba Allah, dengan hal itu anda akan mendapatkan balasannya.

Berhatilah-hatilah dari menyakiti orang lain, karena Allah Subhaanahu Wata’ala Akan menyiksa anda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala Akan menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia”.(HR. Tirmidzi).

Allah Subhaanahu Wata’ala Berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya..”. (QS. Al Baqarah: 49).

Dan dalam surah yang lain Allah Subhaanahu Wata’ala Berfirman: “…dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.

Balasan sesuai dengan jenis pekerjaan

Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memperlakukan seorang hamba sebagaimana seorang hamba memperlakukan (saudaranya) hamba-hamba yang lain, maka perlakukanlah hamba-hamba Allah Swt dengan perlakuan yang anda sukai Allah Subhaanahu Wata’ala Memperlakukan anda seperti perlakuan itu. Maka bersikap ramahlah kepada hamba-hamba Allah Subhaanahu Wata’ala Maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan memperlakukan anda seperti itu.

Allah Subhaanahu Wata’ala Berfirman: “…dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (At Taghaabun: 14).

Dan dalam surah yang lain Allah Subhaanahu Wata’ala Berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang, apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nuur: 22).

Berhati-hatilah dari mempersulit hamba-hamba Allah Subhaanahu Wata’ala

Maka anda akan termasuk dari do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Ya Allah! Barangsiapa yang memimpin dari urusan umatku sedikitpun, kemudian dia mempersulit mereka maka persulitlah ia, dan barangsiapa yang memimpin dari urusan umatku sedikitpun lalu ia bersikap ramah dengan mereka maka kasihilah ia”. (HR. Muslim).

Jangan anda menyakiti orang-orang muslim yang lain dengan mencari-cari aib mereka

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya semuslim yang lain maka Allah akan menyelidiki aibnya, dan barangsiapa yang di selidiki oleh Allah Subhaanahu Wata’ala Aibnya maka akan di ekspose (aibnya) sekalipun dia berada di dalam (koper) pejalanannya”. (HR. Tirmidzi).

“Dan barangsiapa yang mengungkap aurat (aib) saudaranya semuslim, maka Allah Subhaanahu Wata’ala Akan mengungkap auratnya (aibnya) sampai Allah Subhaanahu Wata’ala Akan mencemarkan aibnya di rumahnya”.( HR. Ibn Majah).

Jangan anda menahan kasih sayang anda terhadap orang lain

Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia maka Allah Subhaanahu Wata’ala Tidak akan menyayanginya”.(HR. Muslim).

Bagaimanapun sikap anda terhadap seseorang, maka anda akan mendapat balasannya yang setimpal dari Allah Subhaanahu Wata’ala

Bersungguh-sungguhlah, (semoga Allah Subhaanahu Wata’ala Memberikan taufik untuk anda!) untuk memberikan manfaat untuk hamba-hamba Allah Subhaanahu Wata’ala, sebagai bentuk ketaatan terhadap sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Barangsiapa dari kalian yang mampu untuk memberikan manfaat bagi saudaranya maka lakukanlah!”. (HR. Muslim).

Dan berbuat baiklah kepada mereka, sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala Menyukai orang-orang yang berbuat baik. Jadilah orang yang bersikap ramah dan lemah lembut kepada mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Akan di haramkan untuk masuk neraka setiap orang yang berlemah lembut, ramah dan mempermudah (masalah) dari manusia’.

Maafkan mereka, ampuni mereka, semoga Allah Subhaanahu Wata’ala Mengampuni anda, sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala Tidak akan menyia-nyiakan orang yang berbuat kebaikan.

Dan penutup do’a kami ialah: “alhamdulillah rabbil ‘aalamin”. Artinya: segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Sahalawat dan salam kepada baginda Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarganya dan kepada seluruh sahabatnya.!!! (rasoulallah.net)


Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap
@ Kumpulan Dongeng Anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog