Aneka Perlengkapan Sholat

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Aneka Parfum Alrehab

Izzah Store menjual parfum Alrehab original Jeddah Arab Saudi dengan berbagai varian aroma, seperti Soft, Lovely, Dalal, Fruit, Kholiji, Blanc, Sabaya, Aseel, Tooty Musk, dll

Aneka Pelengkapan Sholat untuk Anak

Izzah Store menjual aneka Perlengkapan Sholat, seperti Mukena, Sajadah, Sarung, Peci, dll tersedia untuk anak dan dewasa

Mari Membaca Alquran

Mari kita membaca Alquran, karena di Hari Kiamat nanti Alquran akan memberi syafaat kepada siapa saja yang gemar membacanya apalagi menghafalnya. Bacalah secara tartil dan perlahan-lahan. Jangan lewatkan hari-hari anda tanpa membaca Alquran..

Kumpulan Dongeng Anak

Anda hobi membaca dongeng-dongeng anak, di sini anda akan menemukannya. Mulai dari dongeng si kancil, si belalang, si kerbau, si kambing dan sebagainya. Cobalah dongengkan kepada buah hati anda menjelang tidur agar anak menjadi cerdas dan pandai bertutur.

Kumpulan Cerita Pendek

Anda penggemar Cerita Pendek atau Cerita panjang, di sini disajikan beberapa cerita islami yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Cerita yang kadang memberi inspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kisah Humor para Sufi

Anda kenal tokoh-tokoh sufi zaman dulu, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh sufi dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Kisah Abu Nawas

Anda kenal Abunawas atau Nasrudin Hoja, di sini kami sajikan banyak sekali kisah-kisah lucu dan cerdik tokoh dari Zaman dulu itu. Kisah kocak yang kadang menyindir diri kita yang membacanya.

Cintailah Allah Melebihi Segalanya

Seberapa besar cinta kita kepada Allah, silakan tanya pada diri sendiri. Kita kadang lebih menghargai atasan kita daripada mendahulukan Allah. Sholat kadang ditunda ketika kita diundang oleh boss kita. Sholat kadang ditinggalkan karena asyik nonton Final Sepak Bola di televisi.

Aneka Sirwal dan baju gamis

Izzah Store Menjual aneka Sirwal dan gamis serta Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Accessories

Izzah Store Menjual aneka Acessories seperti Sabuk Bonceng Anak, Sepatu Boots, Sorban, Siwak, dll

Aneka Gamis Pakistan dan Jubah Arab

Izzah Store Menjual aneka gamis dan Jubah seperti Atasan Pakistan, Jubah Arab, Gamis Yaman, dll Juga Menyediakan baju Koko

Aneka Sirwal, Celana Pangsi dan Cingkrang

Izzah Store Menjual aneka celana sirwal dan baju pangsi khas Sunda. Ada Sirwal biasa, Sirwal Loreng, Sirwal Boxer, Sirwal 3/4, dll

Keranda Kendaraan Masa Depan

Inilah yang namanya KERANDA yaitu kendaraan istimewa tanpa bensin (karena harganya selalu naik) yang. akan membawa kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kendaraan sederhana tanpa AC, tanpa Pemutar Musik, dan akan berjalan dengan digotong kerabat kita.

Mari Mengingat Kematian

Berapapun lamanya kita hidup di dunia suatu saat nanti pasti akan berakhir. Dan akhir dari kehidupan dunia adalah datangnya kematian. Suka atau tidak suka kita akan tetap menemuinya. Oleh karena itu ingatlah selalu akan pemutus kenikmatan dunia yaitu MATI.

Kisah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dan Sahabat

Perasaan Takut Rasulullah SAW dan Para Sahabat kepada Allah Azza Wa Jalla

1. Amalan Rasulullah ketika terjadi awan gelap dan angin topan

A'isyah berkata, apabila terjadi mendung, awan hitan dan angin kencang, wajah nabi yang biasa memancarkan nur, akan terlihat pucat karena takut kepada Allah. Beliau keluar masukm masjid dalam keadaan gelisah sambil membaca doa berikut ini:

"Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

2. Amalan Anas RA ketika terjadi angin topan

Nadhir bin Abdullah ra bercerita bahwa ketika Anas masih hidup. suatu hari telah terjadi angin topan secara tiba-tiba. Saya pun pergi menemuinya dan bertanya, "Pernahkah engkau mengalami hal seperti ini di zaman Rasulullah SAW?" Anas menjawab, "Saya berlindung kepada Allah, pada waktu itu jika terjadi angin topan, kami segera pergi ke masjid, karena takut kalau-kalau terjadi hari Kiamat."

Abu Darda ra bercerita, "Kebiasaan Rasulullah SAW apabila terjadi angin bertiup sangat kencang (angin ribut) beliau terlihat cemas kemudian segera pergi ke masjid."

3. Amalan Rasulullah ketika terjadi Gerhana Matahari

Syair Kematian



Sebelum kematiannya tiba,
pertanda telah datang mengabarinya,
ia jatuh terkapar,
terhenyak pada tangan dan mulutnya,

Dia enyahkan baju besi dan tombaknya,
lalu bentangkan jasad,
terlentang dada tengadah,
bagai kayu besar terbelah dua.

O, kasihan!
penungggang kuda ksatria,
Ada apa denganmu?
kekuatan sirna dan tak bicara.

Ini, dua tangannya,
Ini, semua raganya,
tidak satupun terluka,
tidak tercerai juga.

O, betapa pedih tiada kata!
jika Allah menjatuhkan qadar-Nya,
musibah besar menghampiri anda,
tatkala tidak mengagungkannya.

Kematian adalah berita nyata,
kita di sini menjadi saksi,
betapa dahsyat ketika terjadi,
namun ingin selalu diingkari.

segala apa yang kau temui,
tak satu cerah berseri,
hanya Allah kekal abadi,
harta dan anak musnah pasti.

Suatu hari gudang Hurmuz juga,
tak kan berguna untuk semua,
bahkan 'Ad dulu kala berusaha,
untuk kekal tiada bisa.

tidak juga Sulaiman,
meski angin turuti perintahnya,
bahkan manusia dan jin terpedaya,
tunduk bersimpuh di hadapannya.

Adakah jua raja-raja,
yang karena kejayaannya,
para delegasi datang menghampirinya,
dari segala penjuru dunia?

justru di sanalah sebuah telaga,
yang bakal didatangi tanpa dusta,
suatu hari kita pun tiba,
sebagaimana mereka pula.

ingatlah mati,
pemutus kelezatan dan bersiaplah,
tiada kamu berdaya,
kapan saja dia pasti tiba.

maka keberangkatan pun menjemputnya,
dalam keadaan sadar dan siap siaga,
itulah kesiapan penuh tertata,
tidak lalai akan cita.

jatahmu dari yang dikumpulkan semua,
sepanjang hidupmu di dunia,
hanyalah dua carik kain sederhana,
pembungkus tubuh dan daun bidara.

Sifat qana'ah sajalah,
jangan kau inginkan gantinya,
padanya terdapat kenikmatan,
padanya ketentraman badan.

lihatlah pemilik segala harta,
dia pergi meninggalkan dunia,
tak ada yang dibawa,
selain kapas dan pembungkus jasadnya.

sungguh menakjubkan,
apabila manusia memikirkan,
mengoreksi diri dan menghitung-hitung kesalahan,
sadar diri penuh pemahaman,

dan niscaya mereka tinggalkan harta,
mmenyeberang ke negri lainnya,
bukanlah dunia ini bagi mereka,
sekadar jembatan menuju kesana.

tiada kemuliaan yang patut dibangga,
selain kemuliaan orang yang taqwa,
esok saat berkumpul mereka,
di Padang Mahsyar yang perkasa.

hendaklah manusia sekalian,
menyadari benar tentang kenyataan,
bahwa taqwa dan kebajikan,
adalah sebaik-baik harta simpanan.

aku memang ingat akan binasa,
tapi tak kurasa takut kepadanya,
keras nian hati di dada,
bagai batu tidak berharga.

aku tak henti mencari harta,
seolah 'kan kekal di dunia,
padahal maut mengejar di belakangku,
langkah demi langkah terus menguntitku.

maka ketahuilah hai sahabat,
cukuplah maut sebagai penasihat,
bagi siapa yang pasti tiba,
tercabut nyawa telah ditaqdirkan.

intipan maut dari segenap penjuru,
tempat bersembunyi pasti kan tahu,
ke mana saja dia tangkap,
untuk selamat tiada terhindar.

ingatlah hai orang yang terpedaya,
kenapa kau bermain saja?
kamu dambakan segala macam harapan,
padahal kematianmu makin dekat jua,

kamu tahu, tamak itu bagai lautan,
kapal yang dekat dia jauhkan,
dan ternyata kamu jadi sasaran,
pada gilirannya kena hantaman.

kamu tahu, kematian itu penjagal cita,
segala keyakinanmu, cepat, dihadang,
penggalan maut sakit dirasa,
kamu tahu memang tidak nyaman,

seakan-akan kamu berpesan kata,
sambil memandangi anak-anakmu yatim merana,
sementara ibu mereka menanggung derita,
berteriak tangis, duka nestapa.

rupanya dia tercekik oleh kesedihan,
lalu dia tampar sendiri tembam mukanya,
dilihat orang sembarang pria,
padahal semula hidup terjaga,

seorang datang padamu bawa kain kafan,
bakal pembungkus ragamu dalam lipatan,
lalu tanah kuburan dia timbunkan,
meski air mata linang tergenang.


Kisah Rasulullah dan para sahabat


Sifat Zuhud dan Sederhana

1. Kejaran Kemiskinan Bagi Orang yang Mencintai Rasulullah SAW

Seorang sahabat telah datang menjumpai Rasulullah SAW, lalu berkata,"Ya Rasulullah, saya mencintai Engkau." Nabi SAW bersabda,"Pikirkan dahulu apa yang engkau katakan,"

Tetapi orang itu berkata lagi,"Saya mencintai engkau Ya Rasulullah."Nabi tetap bersabda seperti tadi. Setelah tiga kali orang itu bertanya dengan pertanyaan yang sama, akhinya Nabi SAW bersabda,"Baiklah, apabila engkau tulus dalam perkataanmu itu, maka bersiaplah menghadapi kefakiran yang akan menimpamu dari segala arah. Karena kefakiran akan datang dengan cepat kepada orang-orang yang mencintai aku sebagaimana air terjun yang mengalir."

2. Pertanyaan Rasulullah SAW kepada para sahabat tentang dua jenis manusia

Suatu ketika Rasulullah sedang duduk bersama beberapa orang sahabatnya. Kemudian datanglah seseorang lewat di depan mereka. Orang ini berpenampilan perlente, rapi, berpakaianj ala bangsawan. Nabi bertanya kepada para sahabat,"Bagaimana pendapat kalian mengenai orang ini (orang yang lewat tadi)."

Para sahabat menjawab,"Ya Rasulullah, dia termasuk orang kaya dan mulia. Demi Allah, jika dia melamar seorang wanita, lamarannya pasti diterima. Jika dia melindungi seseorang, pasti lindungannya disetujui. Jika dia berbicara, pasti orang pada mendengarkan." Mendengar jawaban para sahabat, Nabi hanya terdiam.

Tidak lama kemudian , datang lagi seseorang lewat di depan mereka. Orang ini berpenampilan kumuh, lusuh, dekil dan berpenampilan seperti gembel. Rasulullah bertanya lagi mengenai orang itu," Sekarang pendapat kalian bagaimana mengenai orang ini." Mereka menjawab,"Ya rasulullah, dia seorang yang miskin. Jika dia melamar seorang wanita, pasti lamarannya akan ditolak. Jika dia mengusulkan sesuatu, pasti tidak diterima. Jika dia berbicara, pasti tidak akan orang yang mau mendengarkannya."

Rasulullah bersabda,"Apabila seluruh dunia dipenuhi oleh orang seperti yang pertama tadi, maka orang yang kedua tadi lebih baik dari mereka semua."

Hikmah dari kisah di atas adalah: Orang yang hanya mengandalkan kemuliaan di dunia saja, tanpa amalan akherat niscaya tidak akan mendapat tempat di sisi Allah. Sebaliknya orang miskin yang tidak mendapat tempat di sisi siapapun di dunia, yang kata-katanya tidak didengar oleh siapapun, tetapi ternyata dia lebih mulia dalam pandangan Allah. Kesimpulannya, Allah menilai hambanya dari ketaatan dan ketaqwaannya, bukan pada penampilan dan hartanya.

3. Penolakan Rasulullah SAW Terhadap Tawaran Gunung Emas

Rasulullah SAW bersabda,"Tuhanku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah bukit-bukit di Makkah menjadi emas. Tetapi aku menadahkan tangan kepada-Nya sambil berkata,"Ya Allah, saya lebih suka sehari kenyang dan lapar pada hari berikutnya agar saya dapat mengingat-Mu apabila sedang lapar, dan memuji-Mu serta mensyukuri nikmat-Mu apabila kenyang."

4. Rasulullah SAW memperingatkan Umar RA dengan kehidupan beliau yang zuhud

Suatu hari Umar Bin Khattab RA berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Kebetulan waktu itu Rasul sedang tiduran di atas tikar yang terbuat dari anyaman daun kurma. Dilihatnya kamar Rasulullah hanya berisi tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu. Di dinding bilik hanya tergantung sebuah guci kecil terbuat dari kulit kambing tempat mengambil wudhu untuk sholat malam. Selain dari itu tidak ada apa-apa.

Umar menangis melihat keadaan kamar Rasulullah. Rasulullah bertanya,"Mengapa engkau menangis wahai Umar?" Umar menjawab,"Bagaimana saya tidak menangis, ya Rasulullah. Saya sedih melihat tanda bekas tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia, dan saya prihatin melihat kamar engkau." Semoga Allah mengaruniakan kepada kepada tuan bekal yang lebih banyak. Orang-orang Persia dan Romawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup dikelilingi taman yang ditengahnya mengalir sungai. Sedangkan engkau adalah pesuruh Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan miskin."

Ketika Umar berkata demikian, Rasulullah bangun dari tikarnya lalu berkata,"Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di alam akhirat tentu akan lebih baik dari pada kesenangan hidup dan kemewahan di dunia ini. Jika orang-orag kafir itu dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun akan memperoleh segala kenikmatan tersebut di akhirat nanti. Di sana kita akan mendapatkan segala-galanya."

Mendengar sabda Nabi tersebut, Umar merasa menyesal dan meminta maaf kepada Rasulullah. Umar berkata,"Ya Rasulullah, memohon ampunlah kepada Allah untuk saya, saya telah bersalah dalam hal ini."

WS Rendra Meninggal Dunia




Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Satu lagi seorang anak bangsa kebanggaan Indonesia, WS Rendra meninggal dunia pada Kamis malam tanggal 6 Agustus 2009 pukul 22.30 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa, Depok, Jawa Barat dalam usia 74 tahun. WS Rendra adalah seorang penyair, dramawan, dan budayawan kelahiran Solo, 7 November 1935.

Berita meninggalnya budayawan yang sering dijuluki "Si Burung Merak" ini sangat mengejutkan masyarakat Indonesia, pasalnya belum lama ini (hanya selang dua hari) seorang seniman Indonesia, Mbah Surip juga lebih dulu meninggal dunia dan dimakamkan di Bengkel Teater milik WS Rendra.

Sebelum meninggal dunia, WS Rendra dikabarkan sakit-sakitan setelah sekian lama mengidap penyakit Jantung Koroner. Penyair yang mempunyai nama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra ini rencananya akan di makamkan di Bengkel Teater miliknya di Cipayung, Citayam Depok tempat Mbah Surip dimakamkan sebelumnya.

Biografi WS Rendra

Lahir: Solo, 7 Novembar 1935
Pendidikan: SMA ST Yosef Solo
New York American Academy Of Dramatic Arts, Amerika 1967
Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM Yogyakarta
Profesi: Penyair, dramawan
Kegiatan lain: pendiri dan pemimpin Bengkel Teater Yogyakarta 1967

Selamat terbang "Sang Burung Merak".

Tahukah Kamu?

Do'a Ketika Mendapat Kebaikan Dari Orang Lain

Ucapan 'Alhamdulillah' merupakan kata-kata pujian kepada Allah SWT apabila kita dikaruniakan kebaikan, kesenangan dan kabar baik lainnya. Namun jika ada orang yang berbuat baik kepada kita, hendaklah kita mendoakan saudara kita itu dengan doa berikut ini: "Jazakallahu khairan katsira" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.)

Maka doa itu adalah setimpal untuk sebuah pujian. Doa tersebut berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmuzi.

Sholat itu Membedakan Islam Dengan Kafir

Meninggalkan sholat Fardhu dengan sengaja adalah berdosa besar. Nanmun jika seseorang itu mengingkari wajib sholat lima waktu, maka hukumnya dia telah keluar dari agama islam. Rasulullah sendiri telah mengingatkan umatnya dalam hadits baginda yang artinya: "Garis pemisah antara kita dan mereka (orang kafir) adalah Sholat. Barangsiapa yang meninggalkan sholat maka kafirlah ia." Hadits Sahih. Dalam hadits lain baginda bersabda: "Beda antara seorang muslim dan orang kafir atau musyrik adalah sholat, jika dia ditinggalkan secara sengaja maka kafirlah ia." HR: Muslim

Batang Pohon Di Surga Terbuat Dari Emas

Surga merupakan tempat pembalasan yang indah bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Seperti sudah kita ketahui dalam Al-quran, di surga terdapat taman-taman, sungai, dan istana yang megah.

Di surga juga terdapat berbagai pohon dan buah-buahan yang lezat. Ketahuilah bahwa salah satu keajaiban surga yang pernah diceritakan oleh Rasulullah SAW adalah bahwa batang-batang pohon di surga itu terbuat dari emas.

Imam Turmuzi, Ibnu Hibban dan Imam Baihaki meriwayatkan, dengan isnad shahih dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, "Tidak ada pohon di dalam surga yang tidak punya batang kecuali terbuat dari emas.

Jauhi Sifat Hasad

Orang yang mempunyai sifat hasad, berarti jiwanya berpenyakit keji. Hasad ialah orang yang tidak senang melihat orang lain mendapat kebaikan dan kesenangan.

Orang semacam ini adalah benci dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepada orang lain. Tahukah kamu apa sumber dari sifat hasad? Sumbernya adalah karena terlalu cinta kepada dunia.

Perasaan Takut Rasulullah SAW dan Para Sahabat kepada Allah Azza Wa Jalla

1. Amalan Rasulullah ketika terjadi awan gelap dan angin topan

A'isyah berkata, apabila terjadi mendung, awan hitan dan angin kencang, wajah nabi yang biasa memancarkan nur, akan terlihat pucat karena takut kepada Allah.

Beliau keluar masuk masjid dalam keadaan gelisah sambil membaca doa berikut ini:"Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

2. Amalan Anas RA ketika terjadi angin topan

Nadhir bin Abdullah ra bercerita bahwa ketika Anas masih hidup. suatu hari telah terjadi angin topan secara tiba-tiba. Saya pun pergi menemuinya dan bertanya, "Pernahkah engkau mengalami hal seperti ini di zaman Rasulullah SAW?"

Anas menjawab, "Saya berlindung kepada Allah, pada waktu itu jika terjadi angin topan, kami segera pergi ke masjid, karena takut kalau-kalau terjadi hari Kiamat.Abu Darda ra bercerita, "Kebiasaan Rasulullah SAW apabila terjadi angin bertiup sangat kencang (angin ribut) beliau terlihat cemas kemudian segera pergi ke masjid."
3. Amalan Rasulullah ketika terjadi Gerhana Matahari

Mbah Surip "Tak Gendong" Meninggal Dunia





Innalillahi Wa Inna ilaihi Roji'un. Penyanyi sekaligus seniman gaek asal Mojokerto meninggal dunia pada hari Selasa sekitar jam 10.30 WIB. Lelaki nyentrik berambut gimbal ala Bob Marley ini meninggal dunia justru saat berada di puncak ketenaran dan kesuksesan.

Mohon maaf, saya tidak akan membahas masalah kronologis meninggalnya Mbah surip ini. Saya justru menangkap ada hikmah lain di balik kematian lelaki yang selalu bersemboyan "I Love You Full" ini. Apa itu? Sedikitnya ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa meninggalnya pelantun lagu hit "Tak Gendong Ke mana mana" ini.

1. Semua Orang akan Mati Tanpa Terkecuali

Manusia yang tak terhitung jumlahnya semenjak awal kemunculan sejarah, akhirnya kesudahan mereka adalah mati. Tak satu pun dari kita yang kekal. kematian selalu dan senantiasa berlaku atas diri manusia, tanpa pandang bulu.

Tidak pilih kasih,anak kecil karena kecilnya, orang tua karena ketuaannya, orang miskin karena kemiskinannya, orang kaya karena kekayaannya maupun wanita cantik karena kecantikannya. Ya, semuanya tanpa terkecuali akan mati.

Ketika ajal menjemput, dunia akan terhenti. Ya, dunia dan seisinya tidak akan berdaya di hadapannya. Dan semoga Allah merahmati penyair yang berkata:

"Dan apabila ajal telah menancapkan kuku-kukunya, maka ia mendapati semua bentuk jimat sudah tidak ada gunanya".

Oleh karena itu, engkau lihat orang-orang yang terhormat (dalam pandangan manusia) seperti raja, presiden, mentri, gubernur atau konglomerat sekalipun, ketika ajal datang menjemput mereka, niscaya mereka tidak mampu menolak dan menangguhkannya walau satu detik pun. Keluarganya sibuk mondar-mandir ingin membebaskannya dari kematian, namun apa daya segala bentuk harta dan kekayaan tidak akan bisa menebus kematian.

Engkau, ya engkau! Dengan kecantikanmu, penampilanmu, masa remajamu, keceriaanmu, kegenitanmu, dan pesonamu itu. Suatu saat akan mati juga meninggalkan dunia yang fana ini. Engkau bukanlah orang yang paling mulia dalam pandangan Allah daripada Nabi dan Rasul. Engkau bukanlah orang yang lebih kaya daripada Qorun dan Onasis.

Engkau bukanlah orang yang lebih dicintai Allah daripada Nabi Muhammad SAW. Dan engkau bukanlah orang yang lebih kuat kekuasaannya dari pada Firaun, Stalin atau Hitler.
Ya, kematian akan menjemputmu baik engkau lari atau diam di tempat.

Coba lihat di sekelilingmu! Mana kakek-kakekmu, mana nenek-nenekmu, mana bapak-ibumu, mana sahabat-sahabatmu, dan mana anggota keluargamu yang dulu engkau cintai. Mereka semua telah pergi meninggalkan dunia ini dan tidak akan pulang kembali sampai kapan pun. Ajal tidak terbatas kepada orang-orang yang sudah tua atau orang-orang yang lemah saja. Ajal milik semua orang.

Cobalah baca kolom berita duka yang menghiasi setiap koran pagi dan sore, agar engkau bertambah yakin dan tidak ragu-ragu. Ya, kematian akan menerkammu dengan tiba-tiba tanpa engkau persiapkan sebelumya. Siapa yang tak menyangka Mbah Surip yang begitu populer yang karirnya melesat bak meteor akan meninggal begitu mendadak?

Sudah banyak orang yang keluar rumah, kemudian ia tidak kembali lagi. Sudah berapa banyak anak kecil yang menderita sakit ganas kemudian meninggal dunia dengan mengenaskan. Sudah berapa banyak orang yang meninggal dunia?

Engkau yang sekarang berada dalam puncak kejayaan, puncak kecantikan dan sedang menikmati masa-masa remajamu. Apakah engkau mendapat jaminan Allah tidak akan mati sampai usia tua renta?

Apakah engkau mendapat jaminan bisa tiba di tempat kerjamu pada hari ini?
Apakah engkau mendapat jaminan bisa pulang ke rumah dengan selamat?
Apakah engkau mendapat jaminan bahwa engkau bisa selesai makan, minum dan ganti baju?
Apakah engkau mendapat jaminan bisa berdiri dari kursimu itu?

Percayalah, ajal pasti menjemputmu, seperti halnya menjemput Mbah Surip. Semua orang yang sekarang ini ada di sekitarmu entah bapakmu, ibumu, kakakmu, adikmu, suamimu, istrimu, teman-temanmu semuanya akan meninggal dunia satu per satu. Tinggal menunggu giliran kapan datangnya ajal.

Jikalau demikian masalahnya, apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi kematian?
Apa bekal yang akan engkau bawa ke akhirat nanti?

Aapakah engkau mau pergi ke sana dengan tangan kosong tanpa bekal? Taruhlah contoh, seandainya engkau mau berangkat piknik ke tempat wisata, apakah engkau rela pergi dengan tidak membawa bekal ongkos, makanan, minuman dan perbekalan yang lain?

Apakah engkau mengharap belas kasihan dari teman-teman seperjalananmu? Sedang mereka pun tidak membawa bekal yang cukup? Maukah engkau terlantar di tempat wisata? Maukah nasib engkau terlantung-lantung di tempat yang asing bagimu? Apakah engkau mau begitu?

Di akhirat tak ada seorang pun memberi apa yang engkau kehendaki, dan tak ada seorang pun yang sanggup menolong sekalipun bapakmu, ibumu atau kerabatmu. Mereka membawa bekal masing-masing dan tak mungkin diberikan kepada orang lain. Karena bekal yang mereka bawa pun belum tentu cukup untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan sewaktu di dunia.

Kematian pasti menjemput, baik usiamu panjang atau pendek, baik siap atau tidak siap, baik engkau bisa "memiliki" dunia atau tidak. Allah maha perkasa di atas hamba-hamba-Nya. Tidak ada seorang pun yang mengingkari hakikat ini. Inilah salah satu kebesaran Allah Azza wa Jalla.

2. Kita harus selalu menjaga kesehatan

Bagaimanapun sibuknya, kita harus selalu menjaga kesehatan. Tidak boleh lupa makan, tidur yang cukup, rajin berolah raga, beristirahat cukup, bila perlu rekreasi. Kerja ada waktunya, isrirahat pun ada waktunya.

Aku baca di media massa bahwa Mbah Surip itu jarang tidur, jarang makan, banyak minum kopi, banyak merokok, banyak makan sambel. Waduh, bahaya banget.

Kebergantungan Mbah Surip terhadap rokok kretek dan Kopi Hitam diakui pelawak Tarzan,"Daripada makan, dia mendingan ngopi. Bahkan saking cintanya sama kopi, dia pasti nyari kopi kalau habis makan, daripada air putih."

3. Pemusik menjadi Idola di negri ini

Kurang lebih satu tahun belakangan ini masyarakat Indonesia sedang gandrung-gandrungnya sama musik. Hampir setiap hari di hampir seluruh stasiun televisi sangat sering menyiarkan acara musik baik secara live (langsung) maupun acara tunda.

Hebatnya (ironis)lagi acara-acara seperti ini banyak digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, anak kecil-dewasa, nenek-nenek, kakek-kakek, laki-laki, perempuan, waria semuanya suka dan tergila-gila.

Lihat saja siapa yang mejadi idola mereka sekarang ini. Mereka lebih mengenal nama-nama grup band dari pada nama-nama para Nabi dan Rasul. Mereka lebih familiar dengan nama-nama vokalis band dan pemain sinetron dari pada nama-nama para ulama. Mereka lebih mudah hafal lagu-lagu dari pada menghafal ayat-ayat Al-Quran.

Inilah paling tidak tiga sisi lain di balik meninggalnya Mbah Surip. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian. Wallahu A'lam Bissowab.