29 December 2011

Seragam Untuk Para Koruptor (Pencuri Uang Rakyat)

KPK rupanya selama ini merasa kesal karena para tersangka korupsi, setiap kali tampil dengan dengan dandanan parlente (para pria). Bahkan senyam-senyum jika diwawancarai atau disorot kamera para wartawan, melambai-lambai sambil mengumbar tawa kepada orang-orang yang berkerumun di sekitarnya. Wah, gayanya bak selebiriti yang sedang diwawancarai atau dikerumuni para penggemarnya. Tidak ada rasa malu dan rasa bersalah di wajah mereka. Usul dari KPK untuk memberikan seragam khusus sebagai tahanan KPK itu mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Pada umumnya setuju dengan usul KPK itu. Untuk itu, ada di antara mereka mengajukan beberapa desain seragam yang dianggap cocok. Yang tidak setuju, mengajukan alasan, bahwa sebelum tersangka itu terbukti bersalah, maka kita harus tetap memegang asas praduga tak bersalah. Jadi janganlah mereka dipermalukan, dan merasa terhina karena harus memakai seragam khusus sebagai tahanan KPK.
Lepas dari yang setuju dan tidak setuju itu, marilah kita lihat perlakuan terhadap tahanan tersangka tindak pidana selama ini. Seorang pencopet, yang tertangkap setelah diduga mencopet dompet penumpang bus, biasanya langsung dihakimi massa. Si pencopet, dipukul sampai babak belur, sebelum diamankan polisi. Selanjutnya oleh polisi dia dicukur gundul tanggung dan diharuskan mengenakan seragam tahanan lalu dimasukkan ke dalam sel kumuh berbaur dengan tahanan yang lain. Nah, jika untuk para pencopet, yang mencopet dompet yang belum tentu bersisi uang, harus dipukuli sampai babak belur, dibotaki, diharuskan memakai seragam tahanan, lalu dijebloskan ke sel tahanan kumuh, mengapa untuk para tahanan tersangka korupsi miliaran bahkan triliunan rupiah harus mendapat perlakuan berbeda? Memang, hukuman itu dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera kepada terhukum. Mungkin, pencopet tadi akan jera dan tidak akan mengulang perbuatannya jika dia ingat bahwa sebelum dia divonis bersalah oleh hakim dia telah mendapat hukuman fisik. Padahal, yang merasakan akibat perbuatannya itu hanyalah orang yang dompetnya dicopet. Lain halnya, dengan para koruptor. Yang mereka curi adalah uang rakyat. Jadi yang menjadi korban adalah sekian juta rakyat. Ketika divonis hakim untuk dipenjarakan, maka tempat/kamar tahanannya, ternyata merupakan kamar khusus, yang sangat berbeda dengan kamar tahanan lainnya. Mereka pun boleh memesan makanan kesukaannya, karena mereka tidak mau menyentuh makanan yang disediakan oleh penjara. Juga mereka boleh menggunakan perlengkapan elektronik, seperti televisi, kipas angin, dan sebagainya. Pendeknya, mereka diperkenankan untuk membuat kamar tahanan mereka senyaman mungkin. Kalau sudah demikian, apakah mereka menjadi jerah? Kalau untuk melakukan tindakan serupa lagi, mungkin tidak. Tapi itu bukan karena mereka jerah melainkan karena uang yang mereka curi dari rakyat itu, yang miliaran atau triliunan itu, tidak mereka kembalikan seluruhnya. Sehingga setelah dia keluar penjara, setelah menjalani masa tahanan yang relatif tidak setimpal dengan perbuatannya, maka dia sudah punya cadangan untuk hidup, cukup untuk tujuh turunan. Karena itu, memang tepat jika untuk para tersangka korupsi, yang sudah berstatus tersangka, harus mengenakan seragam seperti tahanan lainnya. Tidak perlu ada desain khusus. Lalu, jika sudah divonis dan harus masuk penjara, dia ditempatkan bersama-sama dengan tahanan lainnya. Berarti dia mendapat perlakuan seperti tahanan lainnya. Selain itu, sebelum dia dimasukkan penjara, harus diusut sampai tuntas, ke mana saja uang hasil curiannya itu disimpan. Keluarga atau kerabat dekatnya yang ikut menikmati hasil curiannya itu, juga harus diperiksa dan dihukum jika terbukti ikut menikmati hasil curian itu. Dengan demikian, KPK tidak perlu repot-repot memikirkan seragam apa yang harus mereka kenakan. Sebab, jika para pencuri uang rakyat ini diperlakukan sama seperti para pencopet biasa, maka mereka pasti akan merasa jera sejak ditetapkan sebagai tersangka. Dan meskipun mereka hanya menjalani masa tahanan yang tidak lama (karena mereka bisa membayar mahal para pengacaranya sehingga mendapat keringanan hukuman), tapi jika mereka dipenjarakan dan diperlakukan sama dengan para tahanan lainnya, maka pasti ditahan selama setahun saja bagi mereka akan terasa seperti dipenjarakan seumur hidup.


Anda mendapat 1 Pesan Silakan 

Buka Pesan Sekarang di Sini  

Penting!! Perlu Anda Baca
@ Bisnis Pulsa Paling Menguntungkan 
@ Cara Bikin Blog Cantik dan Dinamis 
@ Kumpulan Tutorial Blog Lengkap 
@ Kumpulan Dongeng Anak 
@ Bukan Berita Biasa 
@ Trik dan rumus matematika 
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah 
@ Tips dan Trik belajar yang efektif 
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus 
@ Pasang Iklan gratis 
@ Kumpulan widget gratis 
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah 
  @ Seputar Koleksi Buku 
@ Seputar Resensi Buku 
@ Kumpulan tutorial Blog

Anda Wajib Baca yang di Bawah ini



Widget by Blogwongbumiayu | Warblog

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Bijak, Jangan buang waktu anda dengan berkomentar yang tidak bermutu. Terimmma kasssih.